• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Penelitian Siklus II

Dalam dokumen Sumarni (Halaman 67-77)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

2. Hasil Penelitian Siklus II

Pada tahapan ini relatif sama dengan tahapan perencanaan pada siklus I yaitu melakukan telaah kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang berlaku pada jenjang kelas VI SD Negeri Mangasa Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa. Dan membuat rencana kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Examples Non Examples, kegiatan perencanaan dilanjutkan dengan membuat instrument penelitian berupa, tes hasil belajar dan lembar observasi.

lxviii b. Tahap Pelaksanaan Tindakan

Adapun pelaksanaan tindakan kelas pada Siklus II, relatif sama pada siklus I yakni berlangsung selama 2 pekan atau 3 kali pertemuan dengan lama waktu setiap pertemuan adalah 2 x 35 menit. Pertemuan pertama pada tanggal 20 Agustus 2014, pertemuan kedua 22 Agustus 2014, pertemuan ketiga pada tanggal 27 Agustus 2014, diisi dengan kegiatan pembelajaran, dan pertemuan empat pada tanggal 29 Agustus 2014 yang merupakan pemberian tes hasil belajar siklus II.

c. Tahap Observasi dan Evaluasi

Pada tahap ini dilaksanakan proses observasi terhadap pelaksanaan tindakan dengan menggunakan lembar observasi yang telah dibuat serta melaksanakan evaluasi berupa tes hasil belajar Siklus II setelah 3 kali pertemuan. Tes hasil belajar yang diberikan berbentuk pilihan ganda sebanyak 10 nomor.

1. Aktivitas Murid

Data tentang aktivitas murid dalam mengikuti kegiatan pembelajaran IPS dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Examples Non Examples semakin meningkat dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan pada siklus II dan diperoleh dari lembar observasi. Pada lembar observasi tersebut, tercatat sejumlah perubahan yang terjadi pada sikap murid.

Persentase kehadiran murid pada siklus II semakin meningkat dibanding persentase kehadiran murid pada siklus I, meskipun masih ada satu atau dua orang murid yang tidak hadir, keaktifan murid selama mengikuti proses pembelajaran juga meningkat, murid semakin aktif bertanya pada saat guru menjelaskan materi

lxix pelajaran, murid yang mencatat materi yang diberikan semakin meningkat, dan murid yang bekerjasama dan berpartisipasi dalam kelompoknya juga semakin meningkat.

Adapun deskripsi tentang aktivitas murid kelas VI SD Negeri Mangasa Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa selama mengikuti proses pembelajaran IPS dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Examples Non Examples pada siklus II ditunjukkan pada Tabel 4.6 berikut:

Tabel 4.6. Lembar Observasi Aktivitas Murid Selama Mengikuti Proses Pembelajaran Pada Siklus II

2 Murid yang aktif bertanya tentang materi belum

5 Murid yang belajar sesuai pembelajaran yang

7 Murid yang aktif menjawab pertanyaan

lxx

Pada pertemuan kelima hasil observasi tercatat bahwa hasil belajarnya semakin meningkat, meskipun masih ada murid yang tidak hadir dalam proses pembelajaran.

Murid yang bertanya tentang materi sebanyak 25 orang, murid yang membimbing temannya sebelum mengerti dalam kelompuk sebanyak 5 orang, murid yang belajar sesuai pembelajaran yang ditetapkan sebanyak 20 orang, murid yang belajar sesuai pembelajaran sebanyak 20 orang, murid yang mempresentasikan hasil kelompoknya sebanyak 5 orang, murid yang aktif menjawab pertanyaan sebanyak 10 orang, dan murid yang membuat rangkuman/kesimpulan materi sebanyak 20 orang, sisiwa yang menyelesaikan tugas/PR sebanyak 20 orang, dan murid yang melakukan sktifitas lain saat kegiatan pembelajaran berlangsung ada 2 orang.

Pada pertemuan keenam tercatat bahwa, murid hadir yang dalam proses pembelajaran ada 28 orang. Murid yang bertanya tentang materi yang belum dipahami sebanyak 10 orang, murid yang meminta bimbingan sebanyak 4 orang, murid yang membimbing teman kelompok yang belum memahami materi sebanyak 6 orang, murid yang belajar sesuai dengan pembelajaran yang diterapkan sebanyak 20 orang, murid yang mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas sebanyak 5 orang, murid yang membuat rangkuman/kesimpulan pembelajaran sebanyak 20 orang, murid yang aktif menyelesaikan tugas/PR sebanyak 20 orang, murid yang melakukan aktifitas lain saat kegiatan pembelajaran sebanyak 1 orang.

lxxi Pada pertemuan ketujuh hasil observasi tercatat bahwa semua murid hadir dalam pembelajaran IPS yaitu 28 orang. Murid yang bertanya tentang materi yang belum dipahami sebanyak 10 orang, murid yang meminta bimbingan sebanyak 10 orang, murid yang membimbing teman kelompoknya sebanyak 11 orang, murid yang belajar sesuai dengan pemebelajaran yang diterpakan sebanyak 25 orang, murid yang mempresentasikan hasil kelompoknya sebanyak 6 orang, murid yang aktif menjawab pertanyaan sebanyak 23 orang, murid yang aktif membuat rangkuman/kesimpulan sebanyak 25 orang dan murid yang aktif menyelesaikan tugas/PR sebanyak 21 orang, dan murid yang melakukan aktifitas lain saat pembelajaran berlangsung sebanyak 1 orang

2. Hasil Belajar Murid

Seperti halnya pada siklus I, tes hasil belajar pada siklus II ini dilaksanakan dalam bentuk evaluasi pada pertemuan pertama dan ketiga. Selanjutnya pada pertemuan ke empat murid diberikan tes, yaitu berupa tes siklus II. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa skor rata-rata yang dicapai oleh murid kelas VI SD Negeri Mangasa Kabupaten Gowa diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Examples Non Examples pada siklus II meningkat.

Adapun data skor hasil belajar siklus I, setelah dilaksanakan penelitian tindakan kelas dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Examples Non Examples, dapat dilihat pada tabel berikut:

lxxii Tabel 4.7. Hasil Evaluasi Pada Siklus II

No Nama siswa

9 Achmad Agung Izzulhaq 60 Tidak Tuntas

10 Nandita 100 Tuntas

11 Fadil Jamal 60 Tidak Tuntas

12 Syahrani Suci Ramadani 90 Tuntas

13 Abdul Rizal 80 Tuntas

20 Andi Alfian Afriansyah 90 Tuntas

21 Wirya Wirawan 90 Tuntas

lxxiii Deskriptif hasil belajar murid secara kuantitatif berdasarkan nilai harian dan hasil tes murid yang dilaksanakan pada akhir siklus I setelah diterapkan model pembelajaran Kooperatif Tipe Examples Non Examples pada akhir siklus II, dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 4.8. Statistik Skor Hasil Belajar IPS Murid Kelas VI SD Negeri Mangasa Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa Pada Tes Siklus II

Pada tabel 4.8 menunjukkan bahwa skor rata-rata hasil belajar IPS kelas VI SD Negeri Mangasa Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa setelah diterapkan model pembelajaran Kooperatif Tipe Examples Non Examples pada siklus II adalah, skor ideal 100 dan skor terendah 60.

Apabila skor hasil belajar IPS dikelompokkan ke dalam lima kategori, maka diperoleh distribusi frekuensi dan persentase seperti ditunjukkan pada Tabel 4.9 berikut:

Tabel 4.9 Distribusi Frekuensi Dan Persentase Kateg/ori Hasil Belajar IPS Murid Kelas VI SD Negeri Mangasa Kecamatan Mangasa Kabupaten Gowa Siklus II.

No Skor Kategori Frekuensi Persentase

lxxiv

1 0 – 59 Sangat rendah - -

2 60 – 69 Rendah 3 10,71

3 70 – 79 Sedang 3 10,71

4 80 – 89 Tinggi 10 35,71

5 90 – 100 Sangat tinggi 12 42,85

Jumlah 28 100

Pada tabel 4.9 tersebut menunjukkan bahwa tidak ada lagi murid yang memperoleh nilai sangat rendah dan rendah pada pelaksanaan tindakan siklus II.

Terdapat 3 murid atau 10,71 % yang berada pada kategori rendah. Terdapat 3 murid atau 10,71 % yang berada dalam kategori sedang, 10 murid atau 35,71 % yang berada dalam kategori tinggi, dan 12 murid atau 42, 85 % yang berada dalam kategori sangat tinggi).

Berdasarkan tabel 4.6 dan tabel 4.7, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar IPS yang diperoleh murid kelas VI setelah menerapkan model pembelajaran Examples Non Examples pada siklus II mencapai nilai rata-rata 85.47 dan berada dalam kategori sangat tinggi.

Selanjutnya jika skor hasil belajar IPS murid dikategorikan berdasarkan ketuntasan belajar dengan menggunakan KKM yaitu murid dinyatakan tuntas perorangan bila mencapai nilai 70% dan jika murid yang tuntas perorangan mencapai 85% maka dinyatakan tuntas secara klasikal. Apabila hasil belajar IPS murid kelas VI SD Negeri Mangasa Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa pada siklus II dianalisis, maka persentase ketuntasan belajar dapat dilihat pada tabel berikut:

lxxv

lxxvi Tabel 4.10. Deskripsi Ketuntasan Belajar Murid Pada Siklus II

No Skor Kategori Frekuensi Persentase

1 0 – 59 Tidak Tuntas 3 10,71

2 60 – 100 Tuntas 25 89,28

Jumlah 28 100

Tabel 4.10 di atas menunjukkan bahwa pada siklus II, dari 28 murid yang dijadikan sebagai subjek penelitian, tingkat ketuntasan meningkat sebanyak 25 murid atau 89,28 % dan hanya 3 murid atau 10,71 % yang belum tuntas. Ketuntasan berdasarkan Kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu 70 dari skor ideal 100 yang telah ditetapkan di SD Negeri Mangasa Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa.

Adapun grafik ketuntasan belajar murid pada mata pelajaran IPS dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Tipe Examples Non Examples pada siklus II, dapat dilihat pada grafik di bawah ini:

0

lxxvii 3. Refleksi

Setelah merefleksi hasil pelaksanaan siklus I, diperoleh suatu gambaran tindakan yang akan dilaksanakan pada siklus II sebagai perbaikan dari tindakan yang dilakukan pada siklus I.

Pada siklus II terlihat peningkatan dalam proses belajar mengajar. Hal ini terlihat dari keberanian murid untuk bertanya tentang hal-hal yang kurang dipahami dan keaktifan mereka untuk memberi tanggapan terhadap suatu pertanyaan yang diajukan oleh guru dan kelompok lain. Selain itu, murid yang melakukan aktivitas lain saat proses pembelajaran berlangsung semakin berkurang, mereka terlihat senang menerima pembelajaran IPS dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Tipe Examples Non Examples.

Murid mulai berani tampil di depan teman-temannya. Kepercayaan diri murid meningkat. Selain itu, murid yang lain mulai serius untuk memperhatikan temannya yang tampil melaporkan hasil diskusinya setelah secara berkelompok menganalisa dan menyelseaikan soal-soal kelompok, dan mereka aktif untuk mengemukakan pendapat mereka.

Secara umum hasil yang dicapai murid kelas VI SD Negeri Mangasa Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa setelah pelaksanaan tindakan melalui model pembelajaran Kooperatif Tipe Examples Non Examples mengalami peningkatan dari kategori sedang menjadi kategori sangat tinggi.

Dalam dokumen Sumarni (Halaman 67-77)

Dokumen terkait