HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Sejarah Singat Perusahaan
4.8. Hasil Penelitian 1. Statistik inferensial
Statistik inferensial menurut Sugiyono (2012:148) adalah teknik statistik yang digunakan untuk menganalisa data sampel dan hasilnya diberlakukan untuk populasi. Statistik mencakup estimasi nilai-nilai dari populasi dan juga pengujian dari hipotesis statistik. Dalam penelitian ini akan digunakan metode Software Smart Partial Least Square (PLS), dan program yang digunakan untuk mengolah data adalah Software SmartPLS versi 3.0 yang didownload dari www. SmartPLS.de. Model evaluasi PLS dilakukan dengan menilai Outer Model dan Inner Model.
Menurut Imam (2012:77) outer model atau model pengukuran dilakukan untuk menilai validitas dan reliabilitas model. Model pengukuran atau outer model dalam penelitian ini dijalankan dengan menggunakan program Software SmartPLS 3.0 yang didukung oleh program Microsoft Excel 2007 sebagai sarana input data hasil kuesioner. Hasil uji validitas konstruk akan dilihat berdasarkan: (1) hasil uji validitas konvergen meliputi nilai loading factor dan Ave, dan (2) hasil uji validitas diskriminan dilihat dari
68 perbandingan akar kuadrat Ave suatu variabel terhadap nilai koefisien antar variabel. Sedangkan uji reliabilitas akan dilihat dari nilai compositereliability.
Inner Model atau model struktural bertujuan untuk memprediksi hubungan antar variabel laten atau menguji hipotesis, hasil uji hipotesis dilihat dari nilai RSquares, perubahan nilai R-Squares dapat digunakan untuk menjelaskan pengaruh variabel laten eksogen tertentu terhadap variabel laten endogen. Selanjutnya dilakukan uji signifikansi untuk mengetahui pengaruh antar variabel. Nilai signifikansi yang digunakan ( one-tailed) t-value 1.87 (Significance level = 5%).
4.8.2. Hasil Uji Validitas Konvergen
Pada tahap ini, pengujian dilakukan dengan menggunakan program Software SmartPLS versi 3.0. Dan uji validitas yang dilakukan adalah validitas konstruk. Pengujian validitas konstruk dapat dilakukan dengan memperhatikan kuat tidaknya korelasi antara konstruk dan indikator pembentuk konstruk, serta hubungannya yang lemah dengan konstruk lainnya. Validitas konstruk terdiri dari dua bagian yaitu validitas konvergen dan validitas diskriminan. validitas konvergen dapat dilihat dari
loading factor untuk setiap indikator konstruk. Rule of thumb yang digunakan untuk menilai validitas konvergen yaitu nilai loading factor harus lebih besar dari 0,7. Terdapat dua kriteria untuk menilai outer model yang memenuhi syarat validitas konvergen untuk konstruk reflektif yaitu (1) loading harus di atas 0,70 dan (2) nilai p signifikan < 0,05 (Abdillah dan Hartono, 2015:203).
69 Menurut Imam (2012:79) suatu kuesioner dinyatakan valid jika nilai Average Variance Extracted (Ave) > 0,5. Abdillah dan Hartono (2015:206), jika skor loading antara 0,5–0,7, sebaiknya peneliti tidak menghapus indikator yang memiliki skor loading tersebut sepanjang skor Ave dan communality indikator tersebut > 0,5.
Dalam penelitian ini, suatu indikator dinyatakan valid jika mempunyai loading factor di atas 0,7 terhadap suatu konstruk yang dituju dan nilai Ave >0,5. Tabel 4.5 sampai dengan tabel 4.10 adalah hasil loading factor item-item pertanyaan untuk setiap variabel setelah seluruh data awal dimasukkan ke dalam program SmartPLS dan dijalankan melalui PLS Algoritm.
Variabel pertama kepemimpinan transformasional yang dirumuskan dalam 9 indikator pertanyaan. Loading factor untuk variabel kepemimpinan transformasional dapat dilihat pada tabel 4.5
Tabel 4.5 Outer Loading Kepemimpinan Transformasional
Indikator Outer loading Hasil
X1 0, 581 Tidak valid X2 0,758 valid X3 0,667 Tidak valid X4 0,734 valid X5 0, 599 Tidak valid X6 0,773 valid X7 0,840 valid X8 0,742 valid X9 0,759 valid
70 Berdasarkan nilai loading factor pada tabel 4.5 diperoleh dari 9 (sembilan) indikator pertanyaan kepemimpinan transformasional, terdapat tiga indikator pertanyaan tidak valid karena memiliki nilai < 0,7. Ketiga indikator tersebut akan dihapus karena tidak dapat memenuhi validitas konstruk dalam penelitian ini. Variabel kedua yaitu motivasi kerja yang di rumuskan dalam 12 indikator pertanyaan. Loading factor untuk motivasi kerja dapat dilihat pada tabel 4.6
Tabel 4.6 Outer Loading Motivasi Kerja
Indikator Outer loading Hasil
X11 0,712 valid X12 0,721 valid X13 0,716 valid X14 0,728 valid X15 0,730 valid X16 0,785 valid X17 0,809 valid X18 0,815 valid X19 0,649 Tidak valid X20 0,808 valid X21 0,665 Tidak valid X22 0,679 Tidak valid
Sumber: Data diolah (lampiran 1)
Berdasarkan nilai loading factor pada tabel 4.6 dari 12 (dua belas) indikator pertanyaan motivasi kerja, dan terdapat tiga indikator pertanyaan yang tidak valid karena memiliki nilai < 0,7. Sehingga ketiga indikator tersebut akan dihapus karena tidak dapat memenuhi validitas konstruk dalam penelitian ini. Variabel ke tiga yaitu kepuasan kerja yang dirumuskan dalam 10 (sepuluh) indikator pertanyaan. Loading factor untuk kepuasan kerja dapat dilihat pada tabel 4.7
71 Tabel 4.7 Outer Loading Kepuasan Kerja
Indikator Outer loading Hasil
X31 0,844 valid X32 0,820 valid X33 0,775 valid X34 0,819 valid X35 0,797 valid X36 0,836 valid X37 0,898 valid X38 0,835 valid X39 0,817 valid X40 0,859 valid
Sumber: Data diolah (lampiran 1)
Berdasarkan nilai loading factor pada tabel 4.7 dari 10 (sepuluh) indikator pertanyaan kepuasan kerja, dan seluruh indikator dinyatakan valid karena memiliki nilai > 0,7. Atau dapat disebut seluruh indikator dapat memenuhi validitas konstruk dalam penelitian ini. Variabel ke empat yaitu komitmen organisasi, yang dirumuskan dalam 9 (sembilan) indikator pertanyaan. Loading factor untuk komitmen organisasi dapat dilihat pada tabel 4.8
Tabel 4.8 Outer Loading Komitmen Organisasional
Indikator Outer loading Hasil
I1 0,717 valid I2 0,787 valid I3 0,732 valid I4 0,600 Tidak valid I5 0,654 Tidak valid I6 0,757 valid I7 0,624 Tidak valid I8 0,771 valid I9 0,698 Tidak valid
72 Berdasarkan nilai loading factor pada tabel 4.8 dari 9 (sembilan) indikator pertanyaan komitmen organisasional, terdapat empat indikator pertanyaan tidak valid karena memiliki nilai < 0,7. Keempat indikator tersebut akan dihapus karena tidak dapat memenuhi validitas konstruk dalam penelitian ini. Variabel ke lima yaitu kinerja karyawan yang dirumuskan dalam 10 (sepuluh) indikator pertanyaan. Loading factor untuk kinerja karyawan dapat dilihat pada tabel 4.9.
Tabel 4.9 Outer Loading Kinerja Karyawan
Indikator Outer loading Hasil
Y1 0,751 valid Y2 0,795 valid Y3 0,803 valid Y4 0,732 valid Y5 0,773 valid Y6 0,815 valid Y7 0,792 valid Y8 0,806 valid Y9 0,776 valid Y10 0,760 valid
Sumber: Data diolah (lampiran 1)
Berdasarkan nilai loading factor pada tabel 4.9 dari 10 (sepuluh) indikator pertanyaan kinerja karyawan, seluruh indikator dinyatakan valid karena memiliki nilai > 0,7. Seluruh indikator dapat memenuhi validitas konstruk dalam penelitian ini. Selain nilai loading factor terdapat juga nilai Ave, yang dapat dilihat pada tabel 4.10
73 Tabel 4.10 Hasil nilai Average Variance Extracted (Ave)
Variabel Cronbach’s Alpha Composite Reliability Average Variance Extracted (Ave) Kepemimpinan transformasional 0,883 0,906 0,520 Motivasi kerja 0,923 0,914 0,543 Kepuasan kerja 0,950 0,957 0,690 Komitmen organisasional 0,873 0,899 0,500 Kinerja karyawan 0,929 0,940 0,609
Sumber: Data diolah (lampiran 2)
Pada tabel 4.10 ini tampak bahwa variabel komitmen organisasi memiliki nilai Ave paling lemah yaitu 0,5. Berdasarkan evaluasi ini maka dilakukan penghapusan terhadap indikator-indikator yang memiliki nilai terkecil sampai diperoleh nilai Ave yang memenuhi kriteria validitas konvergen yaitu Ave >0,5 sekaligus memenuhi validitas diskriminan yang nilai akar kuadrat Ave > nilai koefisien antar variabel. Untuk memenuhi hal tersebut maka dilakukan penghapusan terhadap indikator-indikator yang memiliki nilai loading factor terkecil pada variabel kepemimpinan transformasional, motivasi, dan komitmen organisasi.
Setelah dilakukan proses penghapusan terhadap indikator-indikator yang memiliki nilai loading factor terkecil, maka diperoleh indikator-indikator dengan nilai loading factor yang mampu memberikan kontribusi pencapaian nilai Ave dan akar kuadrat Ave sesuai kriteria validitas konvergen dan validitas diskriminan. Indikator-indikator tersebut dapat dilihat pada tabel 4.11 sampai dengan Tabel 4.15
74 Tabel 4.11 Outer loading kepemimpinan transformasional
Indikator Outer loading Hasil
X2 0,794 valid X4 0,757 valid X6 0,820 valid X7 0,838 valid X8 0,743 valid X9 0,765 valid
Sumbe: Data diolah (lampiran 4)
Dari tabel 4.11 tampak bahwa seluruh indikator memiliki nilai loading factor > 0,7. Dengan demikian indikator-indikator pertanyaan tersebut dapat dinyatakan valid dan mewakili variabel kepemimpinan transformasional sebagai indikator-indikator pernyataan dalam kuesioner.
Tabel 4.12 Outer loading motivasi kerja
Indikator Outer loading Hasil
X11 0,726 valid X12 0,757 valid X13 0,725 valid X14 0,745 valid X15 0,738 valid X16 0,815 valid X17 0,802 valid X18 0,827 valid X20 0,818 valid
Sumber: Data diolah (lampiran 4)
Dari tabel 4.12 tampak bahwa seluruh indikator memiliki nilai loading factor > 0,7. Dengan demikian indikator-indikator pertanyaan tersebut dapat dinyatakan valid dan mewakili variabel motivasi kerja sebagai indikator-indikator pernyataan dalam kuesioner.
75 Tabel 4.13 Outer loading kepuasan kerja
Indikator Outer loading Hasil
X31 0,844 valid X32 0,819 valid X33 0,775 valid X34 0,820 valid X35 0,796 valid X36 0,835 valid X37 0,898 valid X38 0,836 valid X39 0,818 valid X40 0,859 valid
Sumber: Data diolah (lampiran 4)
Dari tabel 4.13 tampak bahwa seluruh indikator memiliki nilai loading factor > 0,7. Dengan demikian indikator-indikator pertanyaan tersebut dapat dinyatakan valid dan mewakili variabel kepuasan kerja sebagai indikator-indikator pernyataan dalam kuesioner.
Tabel 4.14 Outer loading komitmen organisasional
Indikator Outer loading Hasil
I1 0,762 valid
I2 0,819 valid
I3 0,747 valid
I6 0,813 valid
I8 0,787 valid
Sumber: Data diolah (lampiran 4)
Dari tabel 4.14 tampak bahwa seluruh indikator memiliki nilai loading factor >0,7. Dengan demikian indikator-indikator pertanyaan tersebut dapat dinyatakan valid dan mewakili variabel komitmen organisasional sebagai indikator pernyataan dalam kuesioner.
76 Tabel 4.15 Outer loading kinerja karyawan
Indikator Outer loading Hasil
Y1 0,753 valid Y2 0,798 valid Y3 0,801 valid Y4 0,733 valid Y5 0,773 valid Y6 0,814 valid Y7 0,792 valid Y8 0,803 valid Y9 0,776 valid Y10 0,761 valid
Sumber: Data diolah (lampiran 4)
Dari tabel 4.15 tampak bahwa seluruh indikator memiliki nilai loading factor
>0,7. Dengan demikian indikator-indikator pertanyaan tersebut dapat dinyatakan valid dan mewakili variabel kinerja karyawan sebagai indikator pernyataan dalam kuesioner. Dari tabel 4.11 sampai dengan 4.15 tampak bahwa seluruh indikator memiliki nilai loading factor > 0,7. Artinya indikator-indikator variabel atau konstruk dalam tabel tersebut valid. Validitas setiap indikator tersebut mendukung tercapainya standar nilai Ave yang disarankan yaitu Ave > 0,5.
Berdasarkan hasil perhitungan yang dijalankan oleh PLS Algorithm untuk indikator-indikator dalam tabel 4.11 sampai dengan 4.15, diperoleh nilai Ave dan nilai kuadran Ave seperti pada tabel 4.16
77 Tabel 4.16 Hasil nilai average variance extracted (Ave) dan akar kuadran Ave
Variabel Ave Akar Ave
Kepemimpinan transformasional 0,619 0,787
Motivasi kerja 0, 598 0,773
Kepuasan kerja 0,690 0,831
Komitmen organisasi 0,616 0,785
Kinerja karyawan 0,610 0,781
Sumber: Data diolah (lampiran 6)
Dari tabel 4.16 dapat dilihat bahwa nilai Ave untuk seluruh variabel memenuhi nilai syarat, yaitu di atas 0,5. Nilai Ave terendah terdapat pada variabel motivasi kerja dengan nilai 0,598. Dengan memperhatikan nilai loading factor pada tabel 4.12 sampai dengan tabel 4.16 dan nilai Ave pada tabel 4.17, maka data dari penelitian ini dapat dinyatakan telah memenuhi persyaratan uji validitas konvergen.
4.8.3. Hasil Uji Validitas Diskriminan
Penilaian validitas diskriminan dilakukan dengan membandingkan akar kuadrat dari Ave untuk setiap konstruk dengan nilai korelasi antar konstruk dalam model. Menurut Imam (2012:78) validitas diskriminan yang baik ditunjukkan dari nilai akar kuadrat Ave untuk setiap konstruk lebih besar dari korelasi antar konstruk dalam model. Tabel 4.18 menunjukkan nilai-nilai akar kuadrat Ave setiap variabel dan nilai korelasi antar variabel laten dalam penelitian ini.
78 Tabel 4.17. Akar kuadran Ave setiap variabel dan nilai korelasi antar variabel laten
Variabel Kepemimpinan transformasional (X1) Kepuasan kerja (X3) Kinerja karyawa n (Y) Komitmen organisasi (I) Motiva si kerja (X2) Kepemimpinan tansformasional (X1) 0,787 Kepuasan kerja (X3) 0,649 0,831 Kinerja karyawa (Y) 0,689 0,742 0,781 Komitmen organisasi (I) 0,698 0,665 0,836 0,785 Motivasi kerja (X2) 0,609 0,626 0,739 0,724 0,773 Sumber: Data diolah (lampiran 6)
Perbandingan nilai kuadrat Ave dengan nilai korelasi antar variabel laten dapat dilakukan dengan memperhatikan nilai-nilai tersebut pada tabel 4.17. Sebagai contoh nilai akar kuadran Ave untuk variabel kepemimpinan transformasional adalah 0,787. Nilai tersebut lebih besar dari nilai korelasi antar variabel laten nilai kinerja karyawan dengan variabel lainnya. Contoh berikutnya untuk nilai akar kuadran Ave variabel kinerja karyawan terhadap tiga variabel lainnya. Dengan cara yang sama diperoleh bahwa semua nilai akar kuadran Ave setiap variabel lebih besar dari nilai korelasi antar variabel laten. Dengan demikian, maka data dalam penelitian ini memenuhi syarat validitas diskriminan.
79 4.8.4. Hasil Uji Reliabilitas
Pengujian reliabilitas dalam SmartPLS dapat dilakukan dengan melihat nilai
Cronbach’s Alpha dan Composite Reliability. Nilai Cronbach Alpha dan composite
reliability pada hasil pengolahan data dengan program SmartPLS terdapat pada tabel 4.19
Tabel 4.18 Cronbach’s Alpha dan Composite Reliability
Variabel Cronbach’s Alpha Composite Reliability Average Variance Extracted (Ave) Kepemimpinan transformasional 0,877 0,907 0,619 Motivasi kerja 0,916 0,930 0,598 Kepuasan kerja 0,950 0,957 0,690 Komitmen organisasional 0,844 0,889 0,616 Kinerja karyawan 0,929 0,940 0,610
Sumber: Data diolah (lampiran (lampiran 5)
Dari tabel 4.18 dapat dilihat nilai Cronbach’s Alpha terendah terdapat pada variabel komitmen organisasional dengan nilai 0,844. Masing-masing varibel reliable karena memilik Cronbach’s Alpha >0,7. Sedangkan composite reliability terendah terdapat pada variabel komitmen organisasional dengan nilai 0,889. Masing-masing variabel sangat reliabel karena memiliki composite reliability >0,7, artinya indikator-indikator dari semua variabel dianggap handal untuk dijadikan sebagai instrument penelitian. Berdasarkan nilai-nilai composite reliability pada tabel 4.19 dapat disimpulkan bahwa data aktual penelitian ini memenuhi uji reliabilitas.
80 Tabel 4.19 OutputR-Square
Sumber: Data diolah (lampiran 8)
Nilai R-Square dari hasil analisis menggunakan software Smart PLS, diperoleh nilai sebesar 0,781 kepada variabel terikat kinerja karyawan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh kepemimpinan transformasional, motivasi kerja, dan kepuasan kerja sebesar 78%, sedangkan selebihnya yaitu sebesar 22% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. Sedangkan R-Square untuk variabel mediasi komitmen organisasional diperoleh nilai sebesar 0,651. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa komitmen organisasional dapat dijelaskan oleh kepemimpinan transformasional, motivasi kerja, dan kepuasan kerja sebesar 65%, sedangkan selebihnya yaitu sebesar 35% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dapat dijelaskan dalam penelitian ini.
81 4.8.5 Hasil Uji Hipotesis
Uji hipotesis digunakan untuk menguji pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y), dan pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel mediasi / intervening variabel (I) dengan melihat nilai t-values pada masing-masing path. Nilai t hitung diperoleh dari hasil pengolahan data dengan menggunakan prosedur yang disebut bootstrap, SmartPLS versi 3.0 dapat menghasilkan t-statistics of path coefficients (inner model) dan t-statistics of outer loadings untuk menguji signifikansi dari model stuktural dan model pengukuran. Dengan menggunakan t-tabel satu sisi, tingkat signifikansi 5% , diketahui t-tabel yakni sebesar 1,87, koefisien jalur akan dikatakan signifikan jika t-statistik lebih besar dari t-tabel dan dikatakan tidak signifikan jika t-statistik lebih kecil dari t-tabel.
82 Gambar 4.1 Output Uji Hipotesis
Sumber: Data diolah (lampiran 9)
Untuk menguji hipotesis penelitian yang diajukan, dapat dilihat dari besarnya nilai p-value. Apabila nilai p-value ≤ 0,05, maka hubungan variabel signifikan (berpengaruh positif). Hasil estimasi path coefficients untuk menguji kekuatan pengaruh antarvariabel dan menjelaskan ketegasan hubungan antara variabel dapat dilihat pada tabel 4.21
83 Tabel 4.20 Hasil estimasi path coefficients
Hipotesis
T-Statistics
P- value
Keterangan Kepemimpinan transformasional tidak
berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan
0, 830 0,407 Tidak signifikan Kepemimpinan transformasional berpengaruh
positif terhadap komitmen organisasional Komitmen organisasional berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan
Kesimpulan: Komitmen organisasional memediasi pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap kinerja karyawan
3,155 3,863 0,002 0,000 Signifikan Signifikan
Motivasi kerja tidak berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan
1,630 0,104 Tidak signifikan Motivasi kerja berpengaruh positif terhadap
komitmen organisasional
Komitmen organisasional berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan
Kesimpulan: Komitmen organisasional memediasi pengaruh motivasi terhadap kinerja karyawan 4,231 3,863 0,000 0,000 Signifikan Signifikan
Kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan
3, 445 0,001 Signifikan Kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap
komitmen organisasional
Komitmen organisasional berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan
Kesimpulan: Komitmen organisasional memediasi pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan 2,091 3,863 0,037 0,000 Signifikan Signifikan
Sumber: Data diolah (lampiran 10)
Dari tabel 4.20 dapat dilihat bahwa T-statistik variabel kepemimpinan transformasional berpengaruh terhadap kinerja karyawan sebesar 0,830 lebih kecil dari t-tabel yaitu sebesar 1,87 sehingga dapat dikatakan tidak signifikan. T-statistik variabel kepemimpinan transformasional berpengaruh terhadap komitmen
84 organisasional sebesar 3,155 lebih besar dari t-tabel yaitu sebesar 1,87, sehingga dapat dikatakan signifikan. T-statistik variabel motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan sebesar 1,630 lebih kecil dari t-tabel yaitu sebesar 1,87 sehingga dapat dikatakan tidak signifikan. T-statistik variabel motivasi kerja berpengaruh terhadap komitmen organisasional sebesar 4,231 lebih besar dari t-tabel yaitu sebesar 1,87 sehingga dapat dikatakan signifikan. T-statistik variabel kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan dengan nilai sebesar 3,445 lebih besar dari t-tabel yaitu sebesar 1,87 sehingga dapat dikatakan signifikan. T-statistik variabel kepuasan kerja berpengaruh terhadap komitmen organisasional dengan nilai sebesar 2,091 lebih besar dari t-tabel yaitu 1,87 sehingga dapat dikatakan signifikan. Maka dapat dikatakan bahwa koefisien jalur model struktural dari semua hipotesis dalam penelitian ini secara statistik H1 dan H2 tidak signifikan. Sedangkan H3, H4, H5, dan H6secara statistik signifikan.
Tabel 4.21 T-Statistics of outer loadings Kepemimpinan
transformasional
Motivasi kerja Kepuasan kerja Komitmen organisasi Kinerja karyawan X2 19, 537 X11 11,205 X31 24,766 I1 13,604 Y1 13,348 X4 15, 527 X12 12,905 X32 14,476 I2 19,135 Y2 16, 511 X6 26,843 X13 12,919 X33 14,868 I3 11,599 Y3 17,941 X7 25,134 X14 16,190 X34 17,479 I6 24,137 Y4 20,687 X8 12, 515 X15 14,574 X35 16,023 I8 17,376 Y5 13,266 X9 14,835 X16 21,496 X36 22,951 Y6 16,221 X17 21,685 X37 59,969 Y7 19,144 X18 23,029 X38 21,085 Y8 15,958 X20 18,607 X39 17,896 Y9 24,357 X40 22,953 Y10 16,998
85 Dari tabel 4.21 dapat dilihat bahwa semua T-Statistics dari model pengukuran lebih besar dari 1,87 sehingga dapat dikatakan bahwa semua model pengukuran secara statistik signifikan.
Dalam PLS pengujian secara statistik setiap hubungan yang dihipotesiskan dilakukan dengan menggunakan simulasi. Dalam hal ini dilakukan metode bootstrap
terhadap sampel. Pengujian dengan bootstrap juga dimaksudkan untuk meminimalkan masalah ketidaknormalan data penelitian. Hasil pengujian dengan
bootstrapping dari analisis PLS adalah sebagai berikut :
Hipotesis 1: Kepemimpinan transformasional berpengaruh positif terhadap kinerja