BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
E. Hasil Penelitian subjek 3- Kr
Subjek adalah seorang mahasiswi yang sedang menyelesaikan kuliah S1 Fakultas Ekonomi Jurusan Management di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Yogyakarta. Subjek memiliki penampilan yang menarik secara fisik dengan tinggi sedang dan berisi, rambut panjang, dan memiliki kulit hitam dan berwajah manis. Cara berpenampilan subjek terlihat cukup berani. Hal ini terlihat ketika penulis melakukan wawancara beberapa kali di kos subjek. Saat itu subjek mengenakan pakaian tank top dan celana sangat
pendek. Ketika ditanya subjek memang lebih menyukai penampilan yang membuat dirinya nyaman dan terkesan “cuek” dengan penampilannya.
Subjek saat ini tinggal di kos-kosan yang tempatnya cukup jauh dari kampus subjek. Subjek tinggal berdua dengan sahabatnya di kamar dengan ukuran yang luas dan fasilitas yang lengkap termasuk kamar mandi dalam, dan terdapat sepuluh kamar di tempat tinggal kos subjek, dan hampir semua yang menempati kos-kosan tersebut adalah mahasiswa. Kos subjek termasuk kos yang tidak memiliki jam malam dan terkesan bebas, sehingga anak-anak kos dan subjek bebas untuk pulang dan pergi kapanpun. Namun demikian masyarakat di sekitar kos subjek memiliki rasa toleransi yang tinggi terhadap anak-anak kos dimana subjek tinggal.
Menurut pengakuannya, subjek biasa dugem sampai pagi bersama teman-temannya. Aktivitas dugem biasa subjek lakukan empat kali dalam seminggu. Aktivitas dugem yang biasa subjek lakukan dibarengi dengan minum alkohol dan merokok bersama teman-teman yang memiliki minat sama dengan subjek. Subjek sering meminum minuman beralkohol dan merokok ketika berdugem, hal ini subjek lakukan untuk mendapatkan kesenangan dan merasa bisa lebih bebas dalam bergaul. Ketika penulis melakukan observasi di salah satu café di Yogyakarta, terlihat sangat jelas jika subjek memang suka mengkonsumsi minuman alkohol dan rokok. Saat itu subjek bersama sahabatnya dan tiga orang teman-temannya. Ketika sampai di dalam, banyak para pegawai yang menyapa subjek dan subjek
langsung memesan minuman alkohol pada salah satu pegawai di café tersebut. Ketika menunggu minuman datang, subjek terlihat lebih banyak bercerita dengan sahabatnya sambil merokok. Tidak lama kemudian, minuman yang subjek pesan dating dan terlihat dua buah botol minuman alkohol diletakkan di meja subjek. Subjek langsung menuangkan minuman tersebut dan meminumnya. Tidak lama kemudian terlihat subjek mulai berjoget-joget bersama dengan teman-temannya sambil merokok dan subjek terlihat sangat menikmatinya.
Dalam kehidupan sesungguhnya subjek tidak memiliki keluarga yang utuh, artinya ayah ibu sudah tidak satu rumah dan tinggal sendiri-sendiri di kota lain karena bercerai. Saat ini subjek tinggal sendiri di kota lain namun sering pulang ke rumah ibunya apabila subjek ingin bertemu dengan keluarga yang lain. Hubungan kekeluargaan di antara mereka tidak terjalin dengan baik karena komunikasi yang terjadi di antara mereka juga tidak terjalin dengan baik. Apabila subjek membutuhkan sesuatu, subjek lebih sering menghubungi ibunya karena merasa bahwa ibu subjek lebih mengerti dan memahami subjek. Ibu subjek selalu berusaha untuk memberikan respon secara langsung ketika subjek meminta sesuatu kepada ibunya. Walau begitu keadaan ekonomi subjek bisa dibilang cukup berlebih, karena kedua orangtua subjek bekerja dan saat ini masing-masing di antara mereka tinggal di perumahan elit di daerah asalnya. Uang saku bulanan subjek tidak pernah terlambat, dan selalu ada apabila subjek membutuhkan. Bila kehabisan uang,
subjek dengan mudah akan mendapatkan kiriman lagi dari ibunya. Ayah subjek juga sering membantu masalah keuangannya, namun subjek tidak pernah meminta uang kepada ayah subjek.
Aktivitas dugem subjek tidak diketahui oleh kedua orangtuanya, namun subjek tidak pernah khawatir apabila orangtuanya mengetahui kebiasaan dugemnya tersebut karena menganggap bahwa orang tua subjek sudah tidak pernah memberikan perhatian kepadanya. Hal ini membuat subjek merasa bebas dan berusaha mencari perhatian dari orang lain yang subjek inginkan. Subjek memiliki teman akrab yang satu kos dan memiliki minat yang sama dengan subjek yaitu suka pergi ke tempat dugem. Subjek banyak menghabiskan waktu bersamanya dan menganggap bahwa dia adalah saudara dekat bagi subjek.
Subjek merasa lebih nyaman tinggal di kos yang sekarang subjek tempati karena tempatnya bersih, nyaman, tidak terlalu banyak anak, tidak bising, dan lengkap segala fasilitasnya. Subjek selain itu juga merasa lebih bebas karena jauh dari pengawasan orang tua dan tidak ada batasan jam malam di kos yang subjek tempati. Pergaulan subjek dengan teman-teman yang sering dugem dapat subjek nikmati karena merasa bebas untuk memakai pakaian yang subjek sukai dan berdandan sesuai dengan gaya yang subjek pilih. Subjek suka membandingkan mereka dengan teman-teman kampus subjek yang dianggap kurang gaul dan tidak bisa berdandan seksi. Hal ini yang
membuat subjek lebih suka bergaul dengan teman-teman yang sering dugem daripada teman yang tidak pernah dugem.
2. Analisis data subjek 3-Kr
Berdasarkan data yang didapatkan, subjek memiliki kebiasaan untuk pergi ke tempat dugem bersama dengan teman-temannya hingga larut malam. Motivasi yang melatarbelakangi subjek melakukan aktivitas dugem yaitu:
a. Motivasi intrinsik
Subjek sering melakukan aktivitas dugem karena menurut subjek ketika berada di tempat dugem, subjek dapat memaksimalkan penampilannya dan merasa lebih enak ketika berkumpul bersama teman-temannya di tempat dugem. Subjek juga merasa dapat menemukan teman-teman baru yang berbeda dengan teman kuliah subjek terutama dalam hal penampilan. Bagi subjek teman-teman yang dikenalnya di tempat dugem memilki penampilan yang modis-modis dibandingkan dengan teman-teman subjek di kampus.
12)“yang pasti temen-temennya beda ya mbak.. kalo di tempat dugem, ya apa ya... eee.. dandanannya modis-modis gitu ya.. ya maksudnya kalo di tempat dugem tu kita bisa mau dandan kaya apa aja bisa gitu... bisa pake celana pendek atau rok gitu, teris pake baju rada terbuka.. ya gitu mbak.. pokoknya bisa menampilkan diri semaksimal mungkin lah..”
Subjek mengaku merasa lebih enak jika berkumpul bersama teman-temannya yang memililiki hobi yang sama dengan subjek di tempat dugem, yaitu sama-sama senang melakukan aktivitas dugem.
20) “lebih ngerasa enak aja soalnya asik aja ya kalo ngumpul sama temen-temen yang sama-sama suka dugem di tempat dugem pula”
Bagi subjek, aktivitas dugem dianggap sebagai kesenangan yaitu dapat membuat relax karena dianggap dapat menghilangkan masalah sejenak. Subjek merasa tertekan jika memikirkan aktivitas sehari-harinya yaitu kuliah yang dijalaninya setiap hari. Hal ini sesuai dengan pengakuan subjek.
40) “ jadi bawaannya relax aja, nggak kepikiran ada masalah.. ilang bentar aja gitu.. dari pada mikirin kuliah sama masalah terus kan mbak ntar stress mendingan seneng-seneng aja di tempat dugem.. berasa masalah ilang aja
gitu”
b. Motivasi ekstrinsik
Subjek mengaku tempat dugem dijadikan tempat untuk berkumpul bersama dengan teman-temannya. Subjek juga mengaku sering diajak temam-temannya berkumpul lebih sering di tempat dugem dibandingkan tempat lainnya. Hal ini sesuai dengan pengakuan subjek seperti di bawah ini.
20) “Eee.. ya lumayan sering ya.. ya.. ee.. biasanya sih emang kalo kita
ngumpul gitu.. ee.. ya kaya kalo kita abis ngumpul dimana gitu pasti nanti ujungnya ee.. diajaknya pergi ke café sama temen-temen.. jadi ya kita pergi ke tempat dugem rame-rame gitu sih.. lebih gerasa enak aja soalnya asik aja
ya kalo ngumpul sama temen-temn yang sama-sama suka dugem di tempat
dugem pula..”
3. Kesimpulan motivasi dugem subjek Kr
Subjek terlihat cenderung tidak perduli dengan aktivitas perkuliahan yang sedang subjek jalani, dan subjek mengaku penat dengan aktivitas perkuliahannya. Namun tidak dengan aktivitas dugem yang sering subjek lakukan. Subjek lebih bisa menikmati aktivitas dugemnya dibandingkan dengan aktivitas perkuliahan subjek. Subjek juga mengaku sering diajak oleh teman-temannya untuk berkumpul bersama justru di tempat dugem dibandingkan di tempat lain.
Aktivitas dugem bagi subjek dilakukan sebagai tempat untuk bisa relax, setelah subjek merasa tertekan menjalani aktivitas kuliah yang padat sehari-harinya. Aktivitas dugem juga digunakan sebagai tempat untuk menghilangkan masalah sejenak bagi subjek. Subjek juga sering mendapatkan teman-teman baru yang dianggap memilki penampilan yang berbeda dengan teman kampus subjek terutama dalam hal penampilan, sehingga subjek merasa nyaman ketika berada di tempat dugem.