F. Teori Eksaminasi Publik
II. Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini di dasarkan pada data sekunder yaitu Putusan Nomor 61/Pdt.G/2012/PN.Kdr, yang akan diuraikan sebagai berikut:
A. Kasus Posisi Putusan No.61/Pdt.G/2012/PN.Kdr
1. Para Pihak yang Berperkara
a. Penggugat:
1) Chandra Soegianto dan Juwita Chandra, bertempat tinggal di Jl.
Ronggowarsito 15 RT.05 RW.01 Kelurahan Pocanan Kecamatan Kota, Kota Kediri.
b. Tergugat:
1) PT. Bank Rakyat Indonesia (PERSERO) Tbk. Kantor Cabang
Kediri, alamat Jl. Komisaris Jendral Polisi Slamet A nomor 37 Kota Kediri, selaku Tergugat I;
2) Efendi Hidayat (Pemimpin PT.BRI (PERSERO) Tbk. Kantor
Cabang Batang, Jawa Tengah, selaku Tergugat II;
55Ibid
3) Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Kediri alamat Jl. Veteran 11 Kota Kediri, selaku Tergugat III;
4) Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang
(KPKNL) Malang, alamat Jl. Slamet Supriadi nomor 157 Malang, selaku Tergugat IV.
2. Mengenai Kreditnya
Bahwa Para Penggugat telah melakukan Perjanjian Kredit Tertanggal 15 Mei 2007 Nomor 101 dengan Tergugat I dengan sistem:
a. Kredit modal kerja I, sebesar Rp. 600.000.000 (enam ratus juta
rupiah)
b. Kredit modal kerja II, sebesar Rp. 1.250.000.000 (satu milyar dua
ratus lima pulus juta rupiah) Dengan Jaminan:
a. Sebidang tanah Hak Milik nomor: 1290/desa sukorejo, seluas 2695
m2 atas nama JULLY CHANNI yang terletak di Desa Sukorejo,
Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur;
b. Sebidang tanah Hak Milik nomor: 34/Desa Jagalan, seluas 197 m2
atas nama CHANDRA SOEGIANTO yang terletak di Desa Jagalan, Kecamatan Kota Kediri, Kotamadya Kediri, Provinsi Jawa Timur;
c. Sebidang tanah Hak Guna Bangunan nomor: 2850/Kelurahan
Kalisari, seluas 150 m2 atas nama CHANDRA yang terletak di
Kelurahan Kalisari, Kecamatan Mulyorejo, Kotamadya Surabaya, Provinsi Jawa Timur.
Bahwa kredit modal kerja I sebesar Rp. 600.000.000 (enam ratus juta rupiah) telah terbayarkan sehingga menyisakan kredit modal kerja II sebesar Rp. 1.250.000.000 (satu milyar dua ratus lima puluh juta rupiah) yang outstandingnya (saldo debet dari fasilitas kredit yang telah ditarik) sebesar Rp.1.225.000.000 (satu milyar dua ratus dua puluh lima juta rupiah). Kemudian bank memberikan tambahan/suplesi kredit dan diakui telah diterima oleh debitur sebesar Rp. 325.000.000 (tiga ratus dua puluh lima juta rupiah). Dengan demikian jumlah maksimum kredit sebesar Rp. 1.550.000.000 (satu milyar lima ratus lima puluh juta rupiah) dengan jaminan:
a. Sebidang tanah Hak milik nomor 1290/Desa Sukorejo, seluas 2695
m2 atas nama JULLY CHANNI dan;
b. Sebidang tanah Hak milik nomor 34/Desa Jagalan, seluas 197 m2
atas nama CHANDRA SOEGIANTO.
Bahwa selanjutnya ada persetujuan perpanjangan kredit yang semula harus dilunasi pada tanggal 23 April 2009 diperpanjang dalam jangka waktu 12 bulan terhitung mulai tanggal 23 April 2009. Maka, selanjutnya pelunasan dilakukan selambat-lambatnya tanggal 23 April 2010. Telah dibayar utang sebesar Rp. 1.200.000.000 (satu milyar dua ratus juta rupiah), dengan demikian sisa kredit Rp. 350.000.000 (tiga ratus lima puluh juta rupiah) dan masih menyisakan 1 agunan yaitu
berupa sebidang tanah hak milik nomor: 1290, seluas 2695 m2 atas
nama JULLY CHANNI. Selanjutnya sebidang tanah hak milik tersebutlah yang menjadi obyek sengketa.
Bahwa obyek sengketa tersebut oleh Tergugat I telah di lelang di kantor Tergugat IV pada Tanggal 20 Oktober 2011. Permohonan lelang yang dilakukan oleh Tergugat I dan dilaksanakan oleh Tergugat IV dianggap tidak memenuhi standar aturan yang ada dan cenderung menabrak nilai-nilai etika proses pelelangan. Pemberitahuan lelang oleh Tergugat IV diberitahukan kepada para Penggugat hanya sehari sebelum pelelangan dan pemenang lelang adalah Tergugat II yang saat itu masih menjabat sebagai Pemimpin PT. BRI Cabang Kediri, harga limit lelang yang sejumlah Rp. 375.000.000;- (tiga ratus tujuh puluh lima juta rupiah) dirasa terpaut jauh dari harga pasaran obyek sengketa lelang. Berdasarkan alasan tersebut, lelang yang dilakukan oleh Tergugat IV pada tanggal 20 Oktober 2011 dinyatakan tidak mempunyai kekuatan hukum yang sah/batal demi hukum.
Tabel 1: Alat Bukti Penggugat
KODE JENIS SURAT
P-1 Foto copy Akta Perjanjian Kredit, tanggal 15 Mei 2007,
Nomor: 101;
P-2 Foto copy Akta Perubahan, tanggal 23 April 2008, Nomor:
177;
P-3 Foto copy Akta Persetujuan Perpanjangan Kredit, tanggal
23 April 2009, Nomor: 153;
P-4 Foto copy Buku Tanah Hak Milik No.1290, tanggal 03
November Nomor: 199;
P-5 Foto copy Salinan Peraturan Menteri Keuangan Nomor
93/PMK.06/2010 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Lelang, tanggal 23 April 2010.
3. Jawaban Para Tergugat
Penggugat merupakan nasabah dari Tergugat I yang pertama kali mendapatkan fasilitas kredit berdasarkan Akta Perjanjian Membuka Kredit No. 101 tanggal 15 Mei 2007 yang dibuat dihadapan Notaris Paulus Bingadiputra, S.H sampai dengan Perjanjian Addendum Restrukturisasi Kredit No. 164 tanggal 21 Mei 2010. Dalam hal menjamin pelunasan kredit diatas, Para Penggugat menjaminkan agunan berupa:
a. SHM No. 1290/ Desa Sukorejo a/n Jully Channi yang telah
dipasang Hak Tanggungan Tingkat I/SHT I No.686/2007;
b. SHM No. 34/ Desa Jagalan a/n Chandra Soegianto yang telah
dipasang Hak Tanggungan Tingkat I/SHT I No.458/2007;
c. SHGB No. 2850/Kelurahan Kalisari a/n Chandra yang telah
dipasang Hak Tanggungan Tingkat I/SHT I No.8120/2007.
Selanjutnya, Para Penggugat melanggar ketentuan yang tercantum dalam perjanjian kredit tersebut, serta melanggar isi dari addendum perjanjian restrukturisasi kredit yang telah disepakati Para Penggugat dan Tergugat I atau dengan kata lain Para Penggugat wanprestasi. Kemudian, Tergugat I memberikan SP (Surat Peringatan) sebanyak 3 kali, yakni:
1. Surat Peringatan I No. B.1460-KC-XVI/ADK/04/2011;
2. Surat Peringatan II No. B.1597-KC-XVI/ADK/04/2011;
Dikarenakan tidak adanya tanggapan dari Penggugat terhadap surat- surat peringatan yang telah diberikan oleh Tergugat I, maka berdasarkan pada ketentuan yang berlaku dan yang telah disepakati dalam perjanjian kredit tersebut, penyelesaian kredit macet tersebut
diselesaikan melalui parate executie.
Penggugat dalam gugatannya menyatakan bahwa
pemberitahuan lelang yang disampaikan oleh Tergugat IV hanya sehari sebelum dilaksanakannya lelang tidaklah dapat dijadikan alasan lelang yang telah dilaksanakan melalui KPKNL (Tergugat IV) dapat dibatalkan karena para penggugat telah diberitahu melalui surat peringatan sebanyak 3 (tiga) kali yakni pada tanggal 13 April 2011, 27 April 2011, dan 31 Mei 2011. Tergugat I juga telah mengumumkan berita lelang melalui media massa yaitu Koran Surya dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari sebelum pelaksanaan lelang, kemudian Tergugat I melalui Tergugat IV telah melaksanakan lelang sebanyak 3 (tiga) kali yaitu pada tanggal 18 Agustus 2011, 15 September 2011, dan baru laku terjual pada tanggal 20 Oktober 2011. Jadi, sangatlah tidak
beralasan apabila pemberitahuan dilakukan sehari sebelum
pelaksanaan lelang tanggal 20 Oktober 2011 dijadikan dasar untuk menyatakan proses lelang bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Berkaitan dengan dalil gugatan pelawan pada angka 5 bahwa harga lelang sebesar Rp. 375.000.000, adalah benar karena harga lelang tersebut telah diappraisal atau dinilai secara benar, nyata,
transparan dan sesuai dengan cara dan peraturan penilaian agunan yang berlaku di Indonesia dan telah disesuaikan dengan harga pasaran yang berlaku dan data pasar serta data dari kepala desa setempat yang telah diolah sehingga ditentukan harga yang cocok dan sesuai dengan harga pasar wajar pada umumnya. Harga atau nilai pasar wajar obyek sengketa sebelumnya telah disetujui dan diketahui bahkan ditanda tangani oleh Para Penggugat yang dituangkan dalam lembar penilaian jaminan (Pj-07) yang akan dijadikan bukti dipersidangan oleh Tergugat I pada tahap pembuktian nantinya.
Menimbang, bahwa untuk meneguhkan dalil-dalil bantahannya, Tergugat I telah mengajukan bukti-bukti surat, sebagai berikut:
Tabel 2: Alat Bukti Tergugat I
KODE JENIS SURAT
T.I-1 Foto copy Salinan Akta Perjanjian Kredit tanggal 15 Mei 2007,
Nomor: 101;
T.I-2 Foto copy Salinan Akta Persetujua Perpanjangan dan
Restrukturisasi Kredit, tanggal 21 Mei 2010, Nomor: 164;
T.I-3 Foto copy Salinan Buku Tanah Hak Tanggungan Nomor:
686/2007, tanggal 18 Juni 2007;
T.I-4 Foto copy Surat Peringatan ke-I (satu), tanggal 13 April 2011,
No. B.1460-KC.XVI/ADK/04/2011;
T.I-5 Foto copy Surat Peringatan ke-II (dua), tanggal 27 April 2011,
No. B.1527-KC.XVI/ADK/04/2011;
T.I-6 Foto copy Surat Peringatan ke-III (tiga), tanggal 31 Mei 2011,
No. B.1966-KC.XVI/ADK/04/2011;
T.I-7 Foto copy Laporan Penilaian Jaminan (Untuk Tanah Yang
Tidak Ada Bangunannya) atas nama Chandra Soegianto, tanggal 08 Februari 2010;
T.I-8 Foto copy Kutipan Risalah Lelang Nomor: 1042/2011, tanggal
20 Oktober 2011;
Menimbang, bahwa untuk meneguhkan dalil-dalil bantahannya, Tergugat II juga telah mengajukan bukti surat, sebagai berikut:
Tabel 3:
Alat Bukti Tergugat II
KODE JENIS SURAT
T.II-1 Foto copy Peraturan Bank Indonesia Nomor: 7/2/PBI/2005
Tentang Penilaian Kualitas Aktiva Bank Umum, tanggal 20 Januari 2005;
T.II-2 Foto copy Surat Edaran Nomor: S.26-DIR/ADK/08/2007
Tentang Kualitas Aktiva Produktif dan Kualitas Agunan Yang Diambil Alih (AYDA), tanggal 20 Agustus 2007;
T.II-3 Foto copy Surat Permohonan Lelang Ulang Nomor: B.7233-
KC/XVI/ADK/09/2011, tanggal 12 September 2011;
T.II-4 Foto copy Surat Keputusan NOKEP: 179-DIR/SDM/03/2010
Tentang Pemindahan Unit Kerja Direksi PT. Bank Rakyat Indonesia (PERSERO) Tbk. Tanggal 19 Maret 2010.
Sumber: Putusan PN Kediri No: 61/Pdt.G/2012/PN Kdr
Menimbang, bahwa selanjutnya Tergugat IV juga telah mengajukan bukti surat, sebagai berikut:
Tabel 4:
Alat Bukti Tergugat IV
KODE JENIS SURAT
T.IV-1 Foto copy Surat Nomor: B.4233-KC/ADK/09/2011 tanggal 12
September 2011, perihal permohonan lelang;
T.IV-2 Foto copy Surat Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara
dan Lelang Malang Nomor: S.2019/WKN.10/KNL.03/2011 tanggal 11 Oktober 2011, perihal Penetapan Hari dan Tanggal Pelaksanaan Lelang;
T.IV-3 Foto copy Surat Peringatan ke-I (satu), tanggal 13 April 2011,
No. B.1460-KC.XVI/ADK/04/2011, yang dikeluarkan oleh Kantor PT. Bank Rakyat Indonesia (PERSERO) Tbk. Kantor Cabang;
T.IV-4 Foto copy Surat Peringatan ke-II (dua), tanggal 27 April 2011,
No. B.1527-KC.XVI/ADK/04/2011, yang dikeluarkan oleh Kantor PT. Bank Rakyat Indonesia (PERSERO) Tbk. Kantor Cabang;
T.IV-5 Foto copy Surat Peringatan ke-III (tiga), tanggal 31 Mei 2011,
Kantor PT. Bank Rakyat Indonesia (PERSERO) Tbk. Kantor Cabang;
T.IV-6 Foto copy Surat Keterangan Pendaftaran Tanah Nomor:
45/2011, tanggal 03 Agustus 2011, yang dikeluarkan oleh Kantor PT. Bank Rakyat Indonesia (PERSERO) Tbk. Kantor Cabang;
T.IV-7 Foto copy Surat Nomor: B.465-KC-XVI/ADK/10/2011 tanggal
11 Oktober 2011, perihal pemberitahuan pelaksanaan lelang ulang;
T.IV-8 Foto copy Pengumuman Lelang Ulang Eksekusi Hak
Tanggungan melalui Harian Surya, tanggal 13 Oktober 2011;
T.IV-9 Foto copy Risalah Lelang Nomor: 1042/2011 tanggal 20
Oktober 2011.
Sumber: Putusan PN Kediri No: 61/Pdt.G/2012/PN Kdr
4. Pertimbangan dan Putusan Hakim
Mengenai pertimbangan hakim dan amar putusannya, disajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut:
Tabel 5:
Pertimbangan dan Putusan Hakim Dalam Putusan Pengadilan Negeri No.61/Pdt.G/2012/PN.Kdr dan Putusan Mahkamah Agung No.1908
K/Pdt/2014 ITEM Putusan PN No.61/Pdt.G/2012/PN.Kdr Putusan MA No.1908 K/Pdt/2014 PERTIMBANGAN HAKIM
- Bahwa Kantor Pelayanan
Kekayaan Negara Dan Lelang (KPKNL) Malang tidak memenuhi standar aturan yang ada dan cenderung menabrak nilai- nilai etika proses
pelelangan
- Bahwa pemenang lelang
merupakan pimpinan dari PT. BRI Tbk. Kantor Cab.Kediri selaku kreditur, sehingga patut
dipertimbangkan apakah ia boleh menjadi pemenang lelang (Tergugat II) eksekusi hak tanggungan.
- Bahwa Judex
Facti/Pengadilan Tinggi Surabaya yang menguatkan putusan Pengadilan Negeri Kediri tidak salah menerapkan hukum, sebab putusan dan pertimbangannya telah tepat dan benar yaitu mengabulkan gugatan untuk sebagian, karena sesuai dengan hasil pemeriksaan di
- Bahwa harga limit obyek lelang yang ditentukan oleh pemohon/penjual terlalu rendah, sehingga tidak sesuai dengan harga obyek di pasaran.
- Terkait nilai limit, hakim
juga menyatakan bahwa kreditur telah melanggar prosedur lelang
sebagaimana ketentuan dalam Pasal 36 ayat (5) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 93/PMK.06/2010
menyatakan bahwa “Dalam hal bank kreditur akan ikut menjadi peserta pada lelang eksekusi berdasarkan Pasal 6 UUHT, nilai limit harus ditetapkan oleh penjual berdasarkan hasil penilaian dari penilai”. Berdasarkan pasal 6 UUHT nilai limit paling sedikit Rp.
300.000.000 (tiga ratus juta rupiah).
- Bahwa kreditur telah
melanggar asas-asas dalam lelang yaitu asas keadilan.
- Bahwa tergugat I, II, dan
IV telah memenuhi salah 1(satu) unsur perbuatan melawan hukum.
telah dapat
membuktikan dalil- dalilnya untuk sebagian yaitu bahwa nilai limit lelang ditentukan oleh Tergugat I sendiri, bukan berdasarkan tim penilai.
- Bahwa selain ini
keberatan tersebut mengenai penilaian hasil pembuktian yang bersifat penghargaan tentang suatu
kenyataan, hal mana tidak dapat
dipertimbangkan dalam pemeriksaan pada tingkat kasasi, karena pemeriksaan dalam tingkat kasasi hanya berkenaan dengan adanya kesalahan penerapan hukum, adanya pelanggaran hukum yang berlaku, adanya kelalaian dalam memenuhi syarat- syarat yang diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan. - Bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut, ternyata Judex Facti/Pengadilan Tinggi Surabaya dalam perkara ini tidak bertentangan dengan hukum/undang- undang, maka permohonan kasasi yang diajukan oleh
Para Pemohon Kasasi: I. PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk. KANTOR CABANG KEDIRI, II. KEPALA KANTOR PELAYANAN KEKAYAAN NEGARA DAN LELANG (KPKNL) MALANG, tersebut harus ditolak.
- Bahwa oleh karena
permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi I, II ditolak dan Pemohon Kasasi I, II ada di pihak yang kalah, maka Pemohon Kasasi I, II dihukum untuk membayar biaya perkara dalam tingkat kasasi ini.
PUTUSAN - Mengabulkan gugatan para
Penggugat untuk sebagian.
- Menyatakan Tergugat I dan
Tergugat IV telah melakukan perbuatan melawan hukum yang merugikan para Penggugat.
- Menyatakan lelang
terhadap obyek sengketa yang dilaksanakan oleh Tergugat IV pada tanggal 20 Oktober 2011
sebagaimana tercantum dalam Risalah Lelang Nomor: 1042/2011, tanggal 20 Oktober 2011, tidak
- Menolak permohonan
kasasi dari Pemohon
Kasasi: I. PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk. KANTOR \ - CABANG KEDIRI, II. KEPALA KANTOR PELAYANAN KEKAYAAN NEGARA DAN LELANG (KPKNL) MALANG. - Menghukum Para
mempunyai kekuatan hukum.
- Memerintahkan kepada
Tergugat II untuk tidak memindah-tangankan (balik nama) terhadap obyek sengketa sebelum putusan ini mempunyai kekuatan hukum tetap.
- Menghukum kepada
Tergugat I dan IV untuk membayar biaya perkara sejumlah Rp. 1.746.000,00 (satu juta tujuh ratus empat puluh enam ribu rupiah).
- Menolak gugatan para
Penggugat untuk selain dan selebihnya.
Pemohon
Kasasi/Tergugat I/Para Pembanding untuk membayar biaya perkara dalam tingkat kasasi ini sejumlah Rp. 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).
Sumber: Putusan PN Kediri No: 61/Pdt.G/2012/PN Kdr & Putusan MA No:
1908/K/Pdt/2014.56
III. Analisis Terhadap Putusan No.61/PDT.G/2012/PN Kediri Dalam