BAB II TINJAUAN PUSTAKA
B. Hasil Penelitian Terdahulu
Berikut untuk mengetahui perbandingan dari perbedaan dan persamaan dari hasil penelitian terdahulu yang menjadi referensi penulis dalam penelitian:
Tabel 2. 2. Hasil Penelitian Terdahulu
Aspek Billyes Barreva Fessy (2017)
Sistem Akuntansi Simpan Pinjam pada Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin
Koperasi Merpati Pos Banjarmasin
Periode simpan pinjam pada koperasi karyawan Merpati Pos akuntansi simpan pinjam pada Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin.
Lanjutan
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sistem akuntansi simpan pinjam pada Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin
a. Fungsi yang terkait dalam sistem akuntansi simpan pinjam pada Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin adalah fungsi pendaftaran anggota, fungsi kas, fungsi akuntansi, fungsi penerimaan permohonan pinjaman, dan fungsi pengambil keputusan.
b. Informasi yang diperlukan dalam sistem akuntansi simpan pinjam pada Koperasi
Karyawan Merpati Pos Banjarmasin yaitu simpanan wajib dan simpanan sukarela, jumlah simpanan wajib, jumlah simpanan sukarela, jumlah pinjaman, jumlah angsuran, otorisasi dari pengurus yang berwenang, identitas anggota dalam buku daftar anggota, identitas dalam kartu permohonan anggota, jangka waktu pelunasan pinjaman, dan besar angsuran per bulan.
c. Dokumen yang digunakan dalam sistem akuntansi simpan pinjam pada Koperasi
Karyawan Merpati Pos Banjarmasin adalah kuitansi simpanan pokok, bukti kas masuk, kertas permohonan pinjaman, kuitansi
peminjaman, bukti kas keluar.
d. Catatan akuntansi yang digunakan dalam sistem akuntansi simpan pinjam pada Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin yaitu daftar simpanan anggota, daftar pinjaman anggota, dan daftar angsuran
e. Unsur pengendalian intern dalam sistem akuntansi simpan pinjam pada Koperasi
Karyawan Merpati Pos Banjarmasin yaitu:
1) Organisasi Fungsi pendaftaran anggota, fungsi kas, fungsi akuntansi, fungsi
2) Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan a) Penggunaan dokumen
dengan tanggal
b) Setiap transaksi pembayaran simpanan pokok, simpanan wajib, dan simpanan sukarela dari anggota dilakukan dari awal sampai akhir hanya satu orang saja, yaitu oleh unit simpan pinjam.
c) Perputaran jabatan kepengurusan Koperasi Karyawan Merpati Pos secara rutin 3 tahun sekali d) Secara rutin dilakukan
perhitungan jumlah simpanan pokok, simpanan wajib, dan simpanan sukarela dari anggota.
e) Adanya pengawas yang bertugas yang bertugas sebagai
satuan pengawas intern yang bertugas untuk mengecek efektivitas unsur-unsur sistem pengendalian intern yang tidak
melaksanakan fungsi pendaftaran anggota, fungsi kas, fungsi akuntansi, fungsi penerimaan permohonan
pinjaman, dan fungsi pengambil keputusan.
Sumber :(Billyes Barreva Fessy, 2017), (Susia, 2013)
Terdapat persamaan hasil penelitian penulis dengan penelitian terdahulu, yaitu pada pembahasan mengenai sistem akuntansi simpan pinjam dan sistem akuntansi piutang.
Sedangkan untuk perbedaan hasil penelitian penulis dengan penelitian terdahulu pada peneliti Billyes yaitu, sistem akuntansi utang memiliki 3 prosedur dan sistem akuntansi piutang memiliki satu prosedur. Dan untuk perbedaan hasil penulis dengan penelitian terdahulu pada penelitian Lesta adalah penelitian tersebut hanya menggunakan sistem akuntansi piutang.
24
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis dan Pendekatan Penelitian
Dalam penelitian yang dilakukan penulis di Koperasi Karyawan Merpati Pos ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dan pendekatan penelitian deskriptif dengan menjabarkan mengenai sistem akuntansi simpan pinjam pada koperasi karyawan merpati pos.
B. Variabel Penelitian
Untuk mempermudah pemahaman tentang variabel yang digunakan untuk penelitian ini, maka penulis akan memperjelas pembahasan variabel yang diteliti yaitu Sistem Akuntansi Simpan Pinjam pada Koperasi Karyawan Merpati Pos. Adapun beberapa definisi operasional variabel yang terdapat dalam penelitian ini adalah Sistem Akuntansi Simpan Pinjam pada Koperasi Karyawan Merpati Pos merupakan sistem akuntansi utang dan piutang yang dibedakan menjadi sistem akuntansi utang dan sistem akuntansi piutang sebagaimana dijelaskan berikut ini:
1. Sistem Akuntansi Utang pada Koperasi Karyawan Merpati Pos Sistem akuntansi utang pada koperasi karyawan merpati pos yaitu suatu jaringan prosedur yang memproses data dari prosedur penerimaan anggota, dan transaksi penerimaan simpanan pokok, simpanan wajib, dan simpanan sukarela anggotanya, yang kemudian diinput kedalam daftar simpanan anggota dan kemudian data tersebut ditulis menjadi dokumen yang digunakan sebagai sumber dari pembuatan laporan pertanggung jawaban pengurus yang diolah secara manual.
2. Sistem Akuntansi Piutang pada Koperasi Karyawan Merpati Pos Sistem akuntansi piutang pada koperasi karyawan merpati pos yaitu jaringan prosedur yang memproses data dari transaksi permohonan pinjaman dan pemberian pinjaman yang akan dikembalikan oleh anggotanya sesuai dengan jangka waktu yang telah disepakati melalui angsuran yang dibayarkan setiap bulan.
C. Jenis dan Sumber Data 1. Jenis Data
a. Data Kualitatif
Sugiyono (2012: 15) menyatakan data kualitatif adalah data yang dinyatakan dalam bentuk kata, kalimat, dan gambar. Data kualitatif pada penelitian ini adalah data berupa sejarah singkat perusahaan, struktur organisasi, formulir-formulir untuk menjadi anggota, dan formulir untuk menyimpan dan meminjam dana
2. Sumber Data a. Data Primer
Data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data pada pengumpul data.
b. Data Sekunder
Data sekunder adalah sumber data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen.
D. Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data, yaitu sebagai berikut:
1. Wawancara
Penulis melakukan wawancara atau tanya jawab dengan pihak-pihak Koperasi Karyawan Merpati Pos, penulis mendapatkan sejarah singkat tentang Koperasi Karyawan Merpati Pos, struktur organisasi beserta tugas-tugas nya, dan mendapat penjelasan tentang alur bagaimana nasabah koperasi tersebut bisa menjadi anggota koperasi, meminjam dan menyimpan dana nya di Koperasi Karyawan Merpati Pos.
2. Dokumentasi
Penulis melakukan metode ini dengan cara mengumpulkan data mengenai dokumen dan data-data yang dibutuhkan untuk penelitian tentang sistem akuntansi simpan pinjam pada Koperasi Karyawan Merpati Pos.
3. Studi Pustaka
Penulis melakukan metode ini untuk mengumpulkan data dengan cara meninjau dan menganalisis buku, catatan-catatan, jurnal, dan karya tulis yang berhubungan dengan sistem akuntansi simpan pinjam pada koperasi.
E. Teknik Analisa Data
Adapun langkah-langkah yang dilakukan oleh penulis dalam teknik analisa data yaitu pengumpulan data berupa:
1. Deskripsi simpan pinjam pada Koperasi Kayawan Merpati Pos.
2. Fungsi yang terkait dengan sistem akuntansi pada Koperasi Karyawan Merpati Pos
3. Jaringan prosedur yang membentuk sistem akuntansi simpan pinjam pada Koperasi Karyawan Merpati Pos.
4. Informasi yang diperlukan pada sistem akuntansi simpan pinjam pada Koperasi Karyawan Merpati Pos.
5. Dokumen yang digunakan oleh sistem akuntansi simpan pinjam pada Koperasi Karyawan Merpati Pos.
6. Catatan akuntansi yang digunakan dalam pencatatan atas transaksi simpan pinjam pada Koperasi Karyawan Merpati Pos.
7. Sistem pengendalian intern yang ada pada sistem akuntansi simpan pinjam pada Koperasi Karyawan Merpati Pos.
Dan kemudian berdasarkan dari data yang telah dikumpulkan tersebut, penulis membuat bagan alir dokumen dari prosedur simpan pinjam pada Koperasi Karyawan Merpati Pos.
27
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Sejarah Singkat Kopkar Merpati Pos
Koperasi karyawan merpati pos didirikan pada tanggal 16 Juli 1980.
Pada saat itu anggotanya hanya berjumlah 31 orang. Untuk menjalankan kegiatannya para anggota menunjuk 3 orang pengurus, yang terdiri dari Ketua, Sekretaris, dan Bendahara.
Usaha koperasi karyawan merpati pos pada saat itu hanya berupa simpan pinjam. Namun setelah berjalan lebih dari 1 tahun, koperasi belum mampu melayani seluruh anggota karena kekurangan modal. Pada bulan Desember 1984 jumlah anggota bertambah menjadi 64 orang dan modal koperasi pun mulai terkumpul dan sejak saat itu koperasi mulai dapat melayani anggotanya dalam memberikan pinjaman walaupun masih terbatas jumlahnya.
Pada tahun 1985 s.d. 1989 jumlah anggota koperasi semakin meningkat, yaitu sebanyak 92 orang. Modal yang terkumpul tidak hanya dari dalam tetapi juga diperoleh dari luar. Dan anggota pun sudah daoat merasakan pelayanan pinjaman dari koperasi secara merata, walaupun jumlahnya tergolong masih tidak terlalu besar. Pada masa ini pengurus sudah berusaha untuk mengembangkan koperasi sebaik mungkin, namun pada waktu itu koperasi mendapat tuntutan dari anggota agar koperasi dapat melayani secara maksimal kepada anggotanya walaupun masih belum terealisasi oleh pengurus.
Dengan hal ini akhirnya pada bulan Februari 1990 pengurus mengundurkan diri melalui forum Rapat Anggota Tahunan. Dan pada saat itu juuga anggota mengangkat pengurus baru. Pada masa kepengurusan periode ini Koperasi Karyawan Merpati Pos semakin berkembang, bahkan berhasil membuka usaha pertokoan seperti melayani keperluan sehari-hari anggotanya. Jumlah anggota pada saat itu mencapai 153 orang.
Dan koperasi berkembang pesat pada bulan Juli 1994. Pada saat itu Ketua Koperasi Karyawan Merpati Pos dimutasi ke Kantor Pos Surabaya dan beberapa bulan kemudian Sekretaris Koperasi Karyawan Merpati Pos dimutasi ke Kantor Pos Samarinda. Setelah itu pada bulan Maret 1996 diadakan Rapat Anggota Tahunan oleh Pengurus yang ada untuk memutuskan menggati posisi Ketua dan Sekretaris.
Keberadaan Koperasi Karyawan Merpati Pos terlihat agak menurun setelah dimutasinya 2 orang pengurs yang merupakan penggerak kegiatan koperasi. Dengan hal ini dapat dilihat dari laporan administrasi pembukuan yang tahun-tahun sebelumnya selalu dibuat tetapi sejak saat itu sampai dengan tahun 2000 laporan administrasi pembukuan kurang jelas. Dan sejak tahun 1997 – 2000 pengurus tidak mengadakan Rapat Anggota Tahunan.
Ketika melihat kondisi koperasi yang semakin memburuk, maka pada bulan Juni 2001 Kepala Kantor Pos pada saat itu memutuskan untuk mendatangkan konsultan koperasi dari Balai Diklat Koperasi Kalimantan Selatan untuk membina dan menghidupkan Kembali keberadaan koperasi seperti tahun-tahun sebelumnya. Sejak saat itu mulai dilakukan pembenahan, seperti penertiban keanggota, simpanan pokok, simpanan wajib, organisasi dan manajemen sampai ke administrasi pembukuan.
Pada bulan Februari 2002 dilaksanakan Rapat Anggota Tahunan sekaligus mengangkat pengurus baru dengan berkat adanya bimbingan dari konsultan koperasi.
2. Struktur Organisasi dan Deskripsi Jabatan a. Struktur Organisasi
Struktur organisasi merupakan sebuah garis hirarki atau bertingkat yang mendeskripsikan komponen yang menyusun sebuah organisasi atau perusahaan terkait pembagian tugas dan tanggung jawab agar tidak terjadinya tumpang tindih dalam suatu wewenang dan tanggung jawab perorangan.
Struktur organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi yang ada pada suatu orginisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional untuk mencapai tujuan yang diharapkan dan diinginkan.
Struktur organisasi menggambarkan dengan jelas pemisah kegiatan pekerjaan antara yang satu dengan yang lain dan bagaimana hubungan aktivitas dan fungsi dibatasi
Dalam membangun sebuah organisasi, struktur organisasi sangatlah penting untuk menandakan bahwa suatu perusahaan tersebut aktif dan memiliki peran yang jelas. Berikut adalah struktur organisasi pada Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin:
Bagan 4. 1. Struktur Organisasi Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin Sumber: Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin
b. Deskripsi Jabatan
Adapun uraian tugas masing-masing bagian kepengurusan yang terdapat dalam struktur organisasi Kopkar Merpati Pos sebagai berikut:
1) Rapat Anggota
Kegiatan rapat anggota ini memiliki peran dalam menunjang penerapan akuntansi, yaitu sebagai berikut:
a) Menugaskan kepada pengurus untuk menetapkan kebijaksanaan akuntansi misalnya seperti metode penyusutan aktiva tetap, metode penyisihan piutang ragu-ragu, metode penilaian persediaan.
b) Menugaskan kepada pengurus untuk melaksanakan pedoman akuntansi yang ada dengan berpedoman kepada Prinsip Akuntansi Indonesia dan Standar Khusus Akuntansi untuk Koperasi,
c) Menugaskan kepada pengurus untuk melaporkan pertanggung jawaban keuangan akhir periode yang telah diaudit oleh Koperasi Jasa Audit atau Kantor Akuntan Publik.
d) Menugaskan kepada pengurus untuk Menyusun Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB) dan Perkiraan Perhitungan Hasil Usaha (PPHU) koperasi.
e) Menugaskan kepada pengurus agar menggunakan tenaga yang memenuhi persyaratan dalam bidang akuntansi untuk melaksanakan pengelolaan bidang akuntansi.
f) Menugaskan kepada pengurus untuk menetapkan batas kewenangan/otorisasi dalam kebijaksanaan keuangan dan renbarang.
g) Menetapkan rencana investasi jangka panjang karena hal tersebut berkaitan dengan struktur permodalan yang ada pada koperasi.
2) Pengurus
Pengurus terdiri atas:
a) Pengurus secara kolektif
Pengurus ini memiliki peran dalam menunjang penerapan akuntansi, yaitu sebagai berikut:
(1) Menetapkan ketentuan-ketentuan yang dapat mendorong penerapan akuntansi sesuai dengan penugasan dari Rapat Anggota dan mengawasi pelaksanaannya, sehingga dapat menjamin kemanfaatan dan keamanan serta pertanggung jawaban keuangan maupun harta kekayaan.
(2) Menetapkan batasan wewenang/otorisasi dalam penerimaan/pengeluaran uang dan barang.
(3) Mengangkat pegawai yang memenuhi persyaratan untuk mengelola bidang akuntansi.
(4) Meningkatkan keterampilan petugas yang berkaitan dengan bidang akuntansi melalui program training secara terencana dan berkesinambungan.
b) Ketua
Ketua ini memiliki peran dalam menunjang penerapan akuntansi, yaitu sebagai berikut:
(1) Merumuskan secara teknis ketetapan-ketetapan yang dihasilkan oleh Rapat Pengurus dan melaksanakannya sesuai dengan prosedur yang berlaku
(2) Membuat ketetapan tentang batasan wewenang/otorisasi dalam penerimaan/pengeluaran uang dan barang.
(3) Menganalisa dan memberi petunjuk mengenai laporan bidang usaha dan keuangan secara periodik yang dilaporkan oleh Manajer.
c) Sekretaris
Sekretaris ini memiliki peran dalam menunjang penerapan akuntansi, yaitu sebagai berikut:
(1) Bertanggung jawab atas kegiatan administrasi (2) Mengarahkan tugas karyawan
(3) Mengambil keputusan dibidang kesekretariatan (4) Menandatangani surat-surat bersama ketua
(5) Menetapkan pelaksana bimbingan organisasi dan penyuluhan
d) Bendahara
Bendahara ini memiliki peran dalam menunjang penerapan akuntansi, yaitu sebagai berikut:
(1) Bersama-sama dengan Kepala Bagian Keuangan menandatangani pengeluaran cek/giro bilyet sesuai dengan wewenangnya.
(2) Mengawasi/mengendalikan pengelolaan keuangan yang dilakukan oleh Manajer
3) Pengawas
Pengawas ini memiliki peran dalam menunjang penerapan akuntansi adalah mendorong untuk taat dalam pelaksanaan akuntansi dan keuangan melalui proses pemeriksaan.
4) Manajer
Manajer ini memiliki peran dalam menunjang penerapan akuntansi, yaitu sebagai berikut:
a) Melaksankan kebijaakn pengurus dibidang keuangan dan akuntansi yang telah diterapkan dalam Rapat Anggota dan Rapat Pengurus.
b) Membuat laporan pertanggung jawaban keuangan secara periodik (bulanan dan tahunan) serta lampiran hasil usaha masing-masing unit.
c) Melakukan pengesahan pengeluaran uang dan barang serta kekayaan sampai dengan batas wewenang yang didelegasikan oleh pengurus.
d) Mengambil langkah-langkah pengamanan terhadap uang dan barang serta kekayaan lainnya untuk menghindari kemungkinan terjadinya kerugian.
e) Menyusun rancangan rencana kerja dan RAPB, serta Perkiraan Perhitungan Hasil Usaha (PPHU).
5) Kepala Unit
Kepala unit ini memiliki peran dalam menunjang penerapan akuntansi, yaitu sebagai berikut:
a) Membantu kelancaran arus dokumen dari unit usaha kepada sub bagian akuntansi.
b) Mengkoordinir dan mengawasi pelaksanaan administrasi tambahan yang ada di unit usaha.
3. Kegiatan Usaha Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin Kegiatan usaha yang dilakukan Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin sebagai berikut:
a. Unit simpan pinjam
b. Unit usaha dagang seperti:
1) Toko makanan ringan dan minuman 2) Toko ATK
c. Unit usaha jasa seperti:
1) Jasa print 2) Jasa parkir
B. Pembahasan Hasil Penelitian
1. Sistem Akuntansi Simpan Pinjam pada Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin
a. Deskripsi Pokok
Sistem Akuntansi Simpan Pinjam pada Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin memiliki 4 prosedur sebagai berikut:
1) Prosedur permohonan anggota dan penerimaan simpanan pokok anggota koperasi
2) Prosedur penerimaan simpanan wajib dan simpanan sukarela anggota koperasi
3) Prosedur peminjaman kredit oleh anggota koperasi
4) Prosedur penerimaan angsuran pinjaman dari anggota koperasi Prosedur permohonan anggota dan penerimaan simpanan pokok anggota koperasi dan prosedur penerimaan simpanan wajib dan simpanan sukarela anggota koperasi merupakan sistem akuntansi utang bagi Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin sedangkan prosedur peminjaman kredit oleh anggota koperasi dan dan penerimaan angsuran pinjaman dari anggota koperasi merupakan sistem akuntansi piutang bagi Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin.
Ketika karyawan Kopkar Merpati Pos Banjarmasin mengajukan permohonan anggota maka akan langsung disetujui dan akan diproses dengan mengisi identitas ke dalam buku daftar anggota setelah itu maka anggota tersebut diwajibkan untuk membayar simpanan pokok dengan dibayarkan langsung oleh anggota atau lewaut potongan gaji sebesar Rp 50.000,00. Setelah calon anggota resmi menjadi anggota maka akan ada pembayaran simpanan wajib setiap bulan dengan pemotongan gaji anggota sebesar Rp 50.000,00.
Dan untuk simpanan sukarela sebenarnya masih ada, tetapi sekarang sudah tidak ada lagi anggota yang membayar iuran simpanan sukarela. Dan anggota juga dapat melakukan pinjaman di koperasi
dengan cara mengajukan permohonan pinjaman kepada koperasi lalu untuk keputusan diterima atau ditolak permohonan pinjaman anggota berdasarkan hasil kesepakatan rapat pengurus. Jika permohonan pinjaman diterima maka anggota akan menerima pinjaman sesuai dengan permohonan pinjaman yang diajukan atau sesuai keputusan koperasi dan akan disepakati oleh kedua belah pihak. Ketika koperasi menawarkan pinjaman kepada anggota maka ada angsuran pinjaman yang harus diterima dari anggota. Penerimaan angsuran anggota dilakukan koperasi dengan cara memotong gaji anggota sesuai dengan angsuran per bulan.
b. Fungsi yang Terkait
Fungsi yang terkait dalam sistem akuntansi simpan pinjam sebagai berikut:
1) Fungsi pendaftaran anggota
a) Menerima pengajuan permohonan anggota
b) Mengisi identitas anggota kedalam buku daftar anggota 2) Fungsi kas
a) Menerima simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan sukarela
b) Menyimpan uang simpanan pokok anggota c) Membuat bukti kas masuk
d) Mencatat kuitansi yang akan diserahkan kepada anggota e) Memproses dokumen yang diterima dari fungsi penerimaan
permohonan pinjaman f) Menyiapkan dana pinjaman g) Membuat bukti kas keluar
h) Mengarsipkan dokumen berupa KTP, slip gaji, kertas permohonan anggota
i) Menerima angsuran pinjaman dari anggota j) Membuat daftar simpanan
3) Fungsi akuntansi
a) Mengelola dokumen yang telah diproses sebelumnya pada fungsi kas
b) Menginput daftar simpanan c) Menginput daftar pinjaman d) Menginput daftar angsuran
e) Mengarsipkan dokumen berupa daftar simpanan daftar pinjaman, daftar angsuran, bukti kas masuk
4) Fungsi penerimaan permohonan pinjaman
a) Menerima permohonan pinjaman yang diajukan oleh anggota
b) Memberikan kertas permohonan pinjaman kepada anggota untuk diisi
5) Fungsi pengambil keputusan
a) Memproses dokumen yang diterima dari fungsi penerimaan permohonan pinjaman
b) Menganalisis permohonan pinjaman agar dapat memberikan keputusan diterima atau ditolak permohonan pinjaman
c) Pengotorisasian dari pengurus koperasi terhadap permohonan pinjaman
d) Mengonfirmasi kepada bagian pemotong gaji c. Jaringan Prosedur yang Membentuk Sistem
Jaringan prosedur yang membentuk sistem akuntansi simpan pinjam adalah:
1) Prosedur permohonan anggota dan penerimaan simpanan pokok anggota koperasi
Fungsi pendaftaran anggota menerima pengajuan permohonan dari calon anggota, setelah itu calon anggota dipersilahkan mengisi identitas anggota kedalam buku daftar anggota. Setelah anggota tersebut mengisi identitas anggota di buku daftar anggota, maka anggota harus membayar simpanan
pokok. Fungsi kas menerima simpanan pokok dari anggota sebesar Rp50.000,00 yang dibayarkan langsung ketika calon anggota melakukan pendaftaran atau lewat potongan gaji.
Setelah itu fungsi kas membuat bukti kas masuk yang akan diserahkan ke fungsi akuntansi dan mencatat kuitansi untuk diserahkan kepada anggota. Kemudian fungsi akuntansi menerima bukti kas masuk dari fungsi kas dan menginput data simpanan anggota pada aplikasi Microsoft Excel dan mencetaknya menjadi daftar simpanan anggota, lalu bukti kas masuk dan daftar simpanan anggota tersebut diarsip secara permanen sesuai tanggal.
2) Prosedur penerimaan simpanan wajib dan simpanan sukarela anggota koperasi
Fungsi kas menerima simpanan wajib dari anggota yang dibayarkan melalui potongan gaji dan menyimpan uang tersebut, setelah itu membuat bukti kas masuk melalui aplikasi Microsoft Excel dan mencetaknya. Dan dokumen tersebut akan diproses lebih lanjut oleh fungsi akuntansi. Selanjutnya fungsi akuntansi mengelola dokumen yang telah diproses pada fungsi kas, setelah itu menginput data simpanan anggota pada aplikasi Microsoft Excel dan mencetaknya menjadi daftar simpanan anggota.
Selanjutnya dokumen seperti bukti kas masuk dan daftar simpanan anggota akan diarsipkan secara permanen sesuai tanggal.
3) Prosedur peminjaman kredit oleh anggota koperasi
Fungsi permohonan pinjaman menerima permohonan pinjaman anggota berupa KTP, slip gaji, dan memberikan kertas permohonan pinjaman untuk diisi yang akan diserahkan kepada fungsi pengambil keputusan untuk menunggu hasil keputusan diterima atau ditolak atas permohonan pinjaman yang diajukan anggota tersebut.
Setelah itu fungsi kas memproses kertas permohonan pinjaman, slip gaji, KTP yang telah di otorisasi oleh pengurus dan menyiapkan dana yang akan dipinjamkan, dengan disertai pembuatan bukti kas keluar. Kertas permohonan pinjaman, slip gaji, dan KTP akan diarsip secara permanen sesuai tanggal.
Lalu fungsi akuntansi mengelola dokumen yang telah diproses pada fungsi kas yang berupa bukti kas keluar untuk menginput data pinjaman melalui Microsoft Excel dan mencetaknya menjadi daftar pinjaman anggota. Selanjutnya dokumen berupa bukti kas keluar dan daftar pinjaman anggota akan diarsip secara permanen sesuai tanggal.
4) Prosedur penerimaan angsuran pinjaman dari anggota koperasi Fungsi kas menerima angsuran pinjaman yang dibayarkan oleh anggota melalui potongan gaji dan menyimpan uang tersebut, setelah itu fungsi kas membuat bukti kas masuk melalui Microsoft Excel dan mencetaknya, lalu dokumen tersebut akan diproses lebih lanjut oleh fungsi akuntansi. Fungsi akuntansi mengelola dokumen yang telah diproses sebelumnya pada fungsi kas, setelah itu fungsi akuntansi akan melakukan penginputan data angsuran dan mencetaknya melalui Microsoft Excel menjadi daftar angsuran. Kemudian dokumen berupa bukti kas masuk, dan daftar angsuran akan diarsip secara permanen sesuai tanggal
d. Informasi yang diperlukan
Informasi yang diperlukan dalam sistem akuntansi simpan pinjam, yaitu:
1) Identitas anggota dibutuhkan untuk mencatat ke dalam buku daftar anggota dan mengisi kartu permohonan anggota
2) Simpanan pokok anggota dibayarkan saat awal anggota masuk
2) Simpanan pokok anggota dibayarkan saat awal anggota masuk