TINJAUAN PUSTAKA
2.6. Hasil Penelitian Terdahulu
Promosi merupakan suatu upaya untuk mengenalkan produk pada konsumen. Promosi pada usaha tanaman hias dapat dilakukan melalui berbagai cara seperti melalui iklan pada majalah, radio dan televisi, brosur/leaflet, pameran,
display pada pusat perbelanjaan, kontes, web-site dan lain-lain.
3) Manajemen keuangan
Pengelolaan keuangan tidak kalah penting dengan manajemen produksi maupun pemasaran. Kesalahan penanganan keuangan akan mengakibatkan langkah produksi dan pemasaran terhambat atau tidak berjalan sama sekali. Oleh karena itu, manajemen keuangan merupakan salah satu aspek penting dalam menjalankan usaha tanaman hias. Pengelolaan keuangan pada usaha tanaman hias secara umum ditujukan pada kontrol biaya produksi tanaman. Adapun yang menjadi biaya dalam produksi tanaman hias menurut Mason (2004) adalah lahan, tenaga kerja, modal, peralatan dan material/bahan.
2.6. Hasil Penelitian Terdahulu
Mengkaji penelitian terdahulu merupakan salah satu cara untuk mendapatkan informasi tentang penelitian yang pernah dilakukan. Penelitian terdahulu dapat dijadikan acuan, terutama yang berkaitan dengan topik penelitian yang sedang dilakukan. Adapun penelitian-penelitian terdahulu yang berkaitan dengan topik yang akan diteliti adalah sebagai berikut :
Nusawanti (2009), melakukan penelitian yang berjudul Analisis Strategi Pengembangan Usaha Roti pada Bagas Bakery di Kabupaten Kendal dengan menggunakan alat analisis matriks IFE, matriks EFE, matriks IE, matriks SWOT dan matriks QSPM. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi usaha roti pada Bagas Bakery di Kabupaten Kendal. Berdasarkan hasil analisis matriks IE menggambarkan posisi Bagas Bakery berada pada posisi V yaitu tahap hold and maintain melalui strategi penetrasi pasar. Kemudian dari matriks SWOT diperoleh delapan alternatif strategi dan dari hasil matriks QSPM diperoleh prioritas strategi bagi Bagas Bakery berturut-turut yaitu (1) meningkatkan kualitas sumber daya manusia, (2) menngkatkan mutu produk dan pelayanan, (3) melakukan pengaturan dalam pengalokasian keuangan perusahaan, (4) memanfaatkan Skim Kredit yang
ditawarkan pemerintah untuk meningkatkan kapasitas produksi sehingga mampu mengatasi kelebihan permintaan terhaap produk Bagas Bakery saat ini, (5) mengembangkan produk baru pada pasar konsumen yang sudah ada, (6) memperbaiki label kemasan produk, (7) mengoptimalkan saluran distribusi yang ada dalam penyampaian produk dari produsen ke konsumen, (8) membuka outlet khusus untuk direct selling.
Penelitian Chaizar (2007) berjudul Analisis Pendapatan Usahatani Phillodendron Millo, Tanaman Hias Euphorbia dan Tanaman Hias Puring di PD Atsumo, Sawangan Depok, Jawa Barat. tujuan penelitian ini adalah menganalisis pendapatan usahatani yang diperoleh PD Atsumo dan menganalisis produk apakah yang akan menjadi produk unggulan pada PD Atsumo. Analisis data dilakukan dengan analisis pendapatan usahatani dan analisis rasio R/C untuk menganalisis produk usahatani paling efisien yang akan menjadi produk unggulan PD Atsumo. Berdasarkan analisis, usahatani bunga potong Phillodendron Millo dan tanaman hias Puring di PD Atsumo menguntungkan sedangkan usahatani tanaman hias Euphorbia tidak menguntungkan. Penulis memberikan saran bahwa PD Atsumo hendaknya melanjutkan pengembangan usahataninya setelah mendapatkan produk unggulan dengan membuka kios tambahan di pasar bunga Rawa Belong atau tempat strategis lainnya agar lebih mudah dijangkau konsumen. Dengan langkah ini konsumen potensial, khususnya konsumen individual, dapat terjaring dan harga jual yang dapat ditetapkan juga lebih tinggi.
R. Irsan Nurgozali (2008) melakukan penelitian yang berjudul Rancangan Strategi Pengembangan Usaha Tanaman Hias Kelompok Tani Al-Busyro Florist Tanah Baru Bogor dengan menggunakan alat analisis matriks IFE, matriks EFE, matriks IE, matriks SWOT dan Rancangan Arsitektur Strategik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor lingkungan eksternal dan internal yang mempengaruhi usaha Al-Busyro Florist untuk merumuskan strategi pengembangan usaha Al-Busyro Florist dan membuat rancangan arsitektur startegik untuk mengimplementasikan strategi yang telah dirumuskan. Berdasarkan pemetaan matriks IE, kelompok tani Al-Busyro Florist berada pada kuadran V yaitu tahap hold and maintain dengan alternatif strategi utama penetrasi pasar dan pengembangan produk. Strategi yang direkomendasikan
21
dalam pengembangan usaha pada kelompok tani AL-Busyro Florist berdasarkan analisis SWOT adalah (1) diversifikasi produk, (2) peningkatan produksi, kualitas dan mutu (3) perbaikan sistem manajemen dan peningkatan kualitas SDM, (4) pengurusan legalitas badan hukum kelompok tani Al-Busyro Florist, (5) peningkatan promosi, (6) pertahankan sistem kemitraan yang saat ini telah dijalankan, (7) riset pasar lingkungan usaha. Setelah di dapatkan alternatif strategi dari matriks SWOT maka tahap selanjutnya adalah membuat rancangan arsitektur strategik. Rancangan arsitektur strategik ini dibuat dalam jangka waktu tiga tahun sesuai dengan sasaran yang ingin dicapai.
Simanjuntak (2006) berjudul Analisis Kepuasan Konsumen Rental Tanaman Hias pada Alam Segar Indoor Plant Rental, Ciputat. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis penilaian konsumen terhadap tingkat kinerja dan kepentingan atribut produk dan pelayanan yang diberikan rental tanaman hias Alam Segar dan merumuskan strategi pemasaran bagi rental tanman hias Alam Segar untuk mempertahankan konsumennya dan menjangkau alternatif atau berlangganan dengan pesaing Alam Segar. Alat analisis yang digunakan adalah
Importance and Performance Analysis (IPA). Berdasarkan analisis, konsumen
Alam Segar disimpulkan sudah merasa puas dengan produk dan pelayanan Alam Segar. Strategi pemasaran yang dapat diterapkan untuk mempertahankan konsumen lama dan menjangkau konsumen baru dengan cara meningkatkan kinerja atribut yang ada. Untuk atribut harga dapat diterapkan strategi harga dengan penetapan harga diskon kuantitas, potongan promosi dan harga peristiwa khusus untuk konsumen baru maupun lama. Khusus konsumen lama, sekaligus untuk menjaga loyalitas perlu dilakukan pemberian diskon harga. Untuk atribut kesegaran, pemesanan, keluhan, kerusakan dan penantaan diterapkan strategi produk, bentuknya membuat form pemesanan, peningktan pengetahuan tentang desain interior, menambah jenis tanaman yang ada, melakukan perawatan ekstra terhadap tanaman, memberikan garansi dan realisasi terhadap keluhan konsumen, menjalin kerjasama dengan pemasok untuk peningkatan jenis atau perawatan tanaman. Sedangkan utnuk meningkatkan kinerja promosi dilakukan strategi promosi dengan mendorong konsumen lama, mengajak konsumen baru bekerjasama dengan Alam Segar, tetap aktif mengikuti pameran tanaman hias dan
menyebarkan materi penawaran produk berbasis CD kepada calon konsumen atau konsumen yang sudah berhenti bekerjasama.
Lestari (2008) melakukan penelitian dengan judul Analisis Formulasi Strategi Pengembangan Usaha Galeri Tanaman Hias Kebun Raya Cibodas. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan alat analisis matriks EFI, matriks EFE, matriks IE, matriks SWOT dan matriks QSPM. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis dan mengidentifikasi faktor-faktor kunci kekuatan-kelemahan dari lingkungan internal dan faktor-faktor kunci peluang-ancaman dari lingkungan eksternal Galeri Kebun Raya Cibodas, untuk memformulasikan strategi pengembangan usaha untuk Galeri KRC berdasarkan analsis lingkungan internal dan eksternal dan untuk menentukan prioritas atau memilih strategi pengembangan usaha yang terbaik bagi galeri KRC. Berdasarkan pemetaan matriks IE, galeri KRC berada pada kuadran V yaitu tahap hold and maintain. Posisi kuadaran ini menunjukkan posisi internal dan eksternal galeri KRC dalam kondisi sama yaitu sedang atau sama dengan rat-rata indutri. Strategi yang tepat untuk galeri KRC adalah stability strategy. Bentuk-bentuk umumnya seperti strategi penetrasi pasar dan strategi pengembangan produk atau strategi intensif lainya. Empat alternatif strategi utama yang relevan untuk dilaksanakan oleh galeri KRC adalah (1) Berusaha meraih lebih besar share dari segmen pasar pengunjung KRC, (2) Memperbaiki produk, (3) Melakukan pemasaran lebih intensif dan terintegrasi dan (4) Mengembangkan penyediaan produk komplemen. Startegi yang paling prioritas untuk dijalankan adalah strategi perbaikan produk.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan sebelumnya maka dalam penelitian ini mengambil topik analisis strategi bisnis pada Tyas Orchid, Bogor. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya yaitu terletak pada lokasi penelitian dan waktu penelitian