• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

B. Hasil Penelitian Terdahulu

Adapun hasil-hasil penelitian yang dapat penulis dijadikan referensi tidak terlepas dari topik penelitian yaitu mengenai persediaan barang dagang.

Berikut ini adalah tabel dari hasil penelitian terdahulu : Tabel 2. 4 Hasil Penelitian Terdahulu

Aspek Dina Rachmatika (2019) Ulfi Taqwaning Bekti (2019) Periode Analisis 1 Januari – 31 Maret 2019 1 Januari – 31 Maret 2019 1 Februari – 28 Februari

2021 Permasalahan 1. Bagaimana pengakuan

dan pengukuran

Lanjutan

Tujuan Penelitian 1. Untuk mengetahui pengakuan dan

Hasil Penelitian Hasi penelitian persediaan rumus biaya

Sumber : (Rachmatika, 2019) dan (Bekti, 2019)

15 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis dan Pendekatan Penelitian

Jenis penelitian yang akan penulis gunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif, karena penulis akan mengumpulkan data transaksi pembelian, transaksi penjualan, dan persediaan awalnya. Menurut Muri Yusuf (Yusuf, 2014), penelitian kualitatif adalah jika ingin mengungkapkan sebuah keadaan ataupun suatu objek, atau mendapatkan pemahaman mengenai suatu masalah yang dihadapi. Data kualitatif ini seperti gambar, kata, ataupun kejadian.

Pendekatan yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif. Menurut Sugiyono, metode deskripsitf ini adalah penelitian yang dilakukan dengan menganalisis suatu penelitian tetapi tidak dalam kesimpulan yang lebih luas. (Sugiyono, 2011). Dikarenakan penulis akan menyusun data yang telah diperoleh dan kemudian menganalisis data tersebut sehingga didapatkan informasi untuk masalah yang dihadapi.

B. Variabel Penelitian

Adapun beberapa variabel penelitian yang digunakan penulis yaitu sebagai berikut :

1. Pengakuan dan Pengukuran Persediaan Barang Dagang

Menurut SAK EMKM, entitas mengakui persediaan pada saat persediaan barang tersebut diperoleh, sebesar biaya perolehan persediaan barangnya. Dan untuk menentukan biaya perolehan persediaan barang, maka dari itu entitas dapat memilih antara dua rumus yaitu rata-rata tertimbang atau rumus biaya Masuk Pertama-Keluar Pertama (MPKP).

(Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), 2016). Pengakuan persediaan pada Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru adalah persediaan yang

telah diperoleh dari jumlah harga beli dengan biaya-biaya lain yang terkait, sedangkan pengukuran persediaan tidak ada dilakukan.

2. Penyajian Persediaan Barang Dagang

Menurut SAK EMKM, akun persediaan disajikan ke dalam kelompok aset pada laporan posisi keuangan. Pada saat persediaan barang dijual, maka jumlah yang tercatat diterima sebagai beban pada periode di mana pendapatan yang terkait diterima. (Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), 2016). Sedangkan Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru tidak melakukan penyajian data persediaan barangnya.

C. Jenis dan Sumber Data 1. Jenis Data

Jenis data yang digunakan penulis pada penelitian ini adalah : a. Data Kuantitatif

Pada buku Sugiyono tahun 2014, data kuantitatif adalah data yang hasil analisisnya dapat ditampilkan menggunakan statistik dan data yang didapat bersifat numerik atau angka. (Sugiyono, 2014).

Data yang digunakan oleh penulis yaitu persediaan awal, transaksi pembelian, dan transaksi penjualan pada Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru beserta 15 (lima belas) daftar barang yang akan diteliti.

b. Data Kualitatif

Menurut Sugiyono, data kualitatif adalah data yang dihasilkan dari penelitian ini tidak bersifat numerik atau berupa angka dan hasil yang didapat pun berupa gambaran yang ditemukan dari lapangan kerja. (Sugiyono, 2014).

Data kualitatif yang digunakan oleh penulis yaitu data-data mengenai sejarah Toko Bangunan Sumber Usaha II dan struktur organisasi dan Surat Ijin Tempat Usaha (SITU).

2. Sumber Data

Sumber data yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut :

a. Data Primer

Pada bukunya Kuncoro menjelaskan bahwa data primer ialah data yang dikumpulkan dan di dapat dari narasumber objek penelitian demi mencapai suatu tujuan. (Kuncoro, 2009).

Data primer dalam penelitian ini yaitu berupa wawancara langsung oleh penulis dengan pemilik Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru tanpa perantara dan data mengenai transaksi pembelian dan transaksi penjualan serta persediaan awalnya.

b. Data Sekunder

Menurut Kuncoro, data sekunder merupakan data yang dibuat oleh orang lain dan penulis dapat mencari data tersebut melalui sumber lain dan masih berkaitan dengan informasi data yang ingin di cari. (Kuncoro, 2009).

Data sekunder yang penulis gunakan yaitu bukti transaksi pembelian, NPWP, dan SITU.

D. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut :

1. Metode Observasi

Metode Observasi yang dilakukan oleh penulis yaitu dengan melakukan kunjungan langsung pada Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru untuk memperoleh informasi lebih banyak.

2. Metode Wawancara

Metode Wawancara yang dilakukan oleh penulis yaitu dengan cara melakukan tanya jawab kepada pemilik toko untuk mengetahui seputar sejarah singkat Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru, struktur dan data lain yang berhubungan dengan transaksi penjualan dan pembelian serta persediaan.

3. Metode Dokumentasi

Metode dokumentasi yang dilakukan oleh penulis yaitu mengumpulkan bukti-bukti yang berhubungan dengan penelitian, seperti

nota pembelian dan nota penjualan yang ada pada Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru.

4. Studi Kepustakaan

Pada metode ini penulis membaca dan mempelajari literatur yang juga membahas tentang permasalahan pada penelitian ini.

E. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah:

1. Mengumpulkan data-data berupa data persediaan awal, pembelian, dan penjualan.

2. Membuat kartu persediaan menggunakan rumus biaya MPKP-Perpetual.

3. Mencatat dan menjurnal persediaan barang dagang dengan metode perpetual.

4. Membuat Perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) sebagian dan membuat Laporan Laba Rugi sebagian.

5. Menyajikan Laporan Posisi Keuangan sebagian.

19 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Sejarah Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru

Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru adalah suatu usaha dagang yang menjual berbagai macam jenis bahan dan alat bangunan.

Toko ini telah berdiri sejak 15 tahun yang lalu atau lebih tepatnya pada tahun 2006 yang didirikan oleh Bapak Jamalludin yang beralamat di Jalan A. Yani Km 30, Trikora, Banjarbaru. Berdirinya Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru yaitu untuk menyediakan berbagai jenis bahan dan alat-alat bangunan bagi masyarakat secara mudah dan dengan harga terjangkau.

2. Struktur Organisasi

“Struktur organisasi menspesifikasikan pembagian kerja dan menunjukkan bagaimana fungsi atau aktivitas yang beraneka ragam yang dihubungkan sampai batas tertentu, juga menunjukkan tingkat spesialisasi aktivitas kerja.” (Sastrohadiwiryo, 2005)

Struktur organisasi tidak hanya dibutuhkan dalam perusahaan besar, tetapi usaha yang kategorinya masih kecil pun harus memiliki struktur organisasi. Dalam struktur organisasi dapat dilihat setiap penempatan dan pembagian tiap karwayan yang telah ditentukan oleh pemilik perusahaan. Dengan adanya struktur organisasi dalam suatu perusahaan maka tugas, wewenang, dan tanggung jawab setiap karyawan akan tertata dengan jelas. Dengan adanya struktur organisasi juga akan mempermudah dalam mencapai tujuan karena pekerjaan yang dilakukan lebih terfokus.

Berikut struktur organisasi pada Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru :

Bagan 4. 1 Struktur Organisasi Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru Sumber : Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru

Berdasarkan bagan struktur organisasi diatas, berikut ini adalah uraian singkat mengenai tugas dan tanggung jawab masing-masing bagian pada Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru :

a. Pemilik toko

Pemilik toko merupakan pemilik dana yang ada pada toko, bertugas untuk mengatur dana yang masuk dan keluar, mengawasi dan bertanggung jawab atas kegiatan usaha, menerima laporan mengenai penjualan dan pembelian yang terjadi pada toko.

b. Kasir

Kasir bertugas mencatat setiap penerimaan dan pengeluaran yang terjadi dan membuat nota penjualan apabila pembeli memintanya.

c. Karyawan Toko

Karyawan toko bertugas untuk melayani pembeli dan memberikan informasi maksimal mengenai barang-barang yang dijual kepada pembeli.

d. Karyawan Pengiriman

Karyawan pengiriman memiliki tugas yaitu mengantarkan barang-barang yang telah dipesan oleh pembeli dalam jumlah yang banyak.

Karyawan Pengiriman Pemilik Toko

Kasir Karyawan Toko

3. Metode Pencatatan Transaksi Penjualan dan Pembelian pada Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru

Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru dalam setiap transaksi penjualan dan pembelian tidak melakukan pencatatan. Pada saat pembelian terjadi Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru biasanya akan mengumpulkan bukti transaksi dari supplier dan tidak dilakukan pencatatan, sedangkan pada saat transaksi penjualan Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru tidak akan selalu membuatkan nota tetapi hanya akan membuatkan nota apabila pembeli memintanya.

Dibawah ini adalah nota penjualan dan pembelian pada Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru :

Gambar 4. 1 Nota Pembelian Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru Sumber : Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru

Gambar 4. 2 Nota Penjualan Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru Sumber : Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru

4. Metode Pencatatan pada Persediaan Barang Dagang pada Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru

Mulai dari awal berdiri Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru tidak pernah melakukan pencatatan terhadap persediaan barang dagang yang masuk ataupun keluar, sehingga Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru tidak mengetahui berapa banyak stok yang tersisa. Untuk mengetahui sisa persediaan yang ada pada gudang, Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru hanya akan melihat jumlah barang yang ada dan apabila tersisa sedikit Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru akan melakukan pembelian pada supplier. Metode

seperti ini akan menimbulkan kecurangan atau terjadi salah perhitungan persediaan.

Pengakuan dan pengukuran persediaan pada Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru adalah ketika persediaan yang telah diperoleh sebesar harga beli dengan biaya-biaya yang terkait. Setelah melakukan pemesanan kepada supplier dan menerima nota pembelian, karyawan akan menyimpan persediaan ke dalam gudang dan untuk mengetahui jumlah persediaan biasanya akan dilakukan perhitungan fisik persediaan.

Cara untuk menghidari kecurangan atau terjadi salah perhitungan terhadap persediaan barang dagang pada Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru yaitu dengan mencatat setiap persediaan barang dagang yang masuk ataupun keluar, sehingga Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru lebih mudah mengetahui banyaknya jumlah persediaan dan dapat mengurangi adanya kecurangan dan kerugian pada Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru.

B. Pembahasan Hasil Penelitian

1. Metode Pencatatan Persediaan Barang Dagang pada Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru

Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru mulai dari awal berdirinya tidak melakukan pencatatan terhadap persediaannya sesuai dengan SAK EMKM karena Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru tidak mengetahui bagaimana metode pencatatan persediaan yang tepat.Setiap ada terjadi transaksi pembelian atau penjualan Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru hanya akan mengumpulkan bukti-bukti tersebut dan setelah sebulan akan membuang bukti-bukti tersebut. Maka dari itu Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru tidak dapat mengetahui banyak barang yang keluar ataupun masuk setiap adanya transaksi dan tidak dapat mengetahui berapa stok yang tersisa dalam gudang. Untuk mengetahui sisa persediaan Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru hanya akan melihat sisa barang yang

tersedia, apabila tersisa sedikit maka Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru akan melakukan pembelian.

2. Evaluasi Terhadap Metode Pencatatan Persediaan Barang Dagang pada Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjabaru

Berdasarkan evaluasi terhadap metode pencatatan Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru tidak melakukan pencatatan terhadap keluar masuknya persediaan, sehingga sangat rentan terhadap kecurangan dan kerugian. Dengan demikian penulis menyarankan agar Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru melakukan pengakuan dan pengukuran atas persediaan dimana setelah menerima persediaan dari supplier agar melakukan pencatatan persediaan barang dagang ke dalam kartu persediaan dan menggunakan rumus biaya Masuk Pertama Keluar Pertama (MPKP)-Perpetual.

Dengan menggunakan sistem pencatatan metode perpetual setiap terjadi masuk dan keluar persediaan akan dicatat pada kartu persediaan sehingga dapat dengan mudah mengetahui persediaan yang tersedia pada gudang. Kartu persediaan memiliki informasi atas pembelian, penjualan, dan saldo akhir persediaan. Sehingga jumlah persediaan yang tersedia dapat dengan mudah diketahui dan dapat diinformasikan kepada pembeli. Dengan dilakukan pencatatan juga dapat mengantisipasi apabila terjadi kekosongan pada persediaan sehingga dapat lebih dulu melakukan penambahan persediaan yang habis. Sebaliknya, apabila persediaan yang tersedia masih banyak maka Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru tidak perlu melakukan penambahan stok persediaan sehingga tidak terjadi penumpukan barang yang dapat berakibat kerugian.

Penulis menggunakan rumus biaya Masuk Pertama Keluar Pertama (MPKP) dimana barang yang masuk pertama akan keluar pertama.

Rumus ini sesuai dengan kondisi penjualan Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru yang lumayan tinggi dan tanpa harus melakukan

perhitungan dari rata harga pokoknya seperti pada rumus biaya rata-rata tertimbang.

Data yang dapat dipaparkan berkenaan dengan persediaan guna membuat kartu persediaan menggunakan rumus biaya Masuk Pertama Keluar Pertama (MPKP)-Perpetual. Berikut ini adalah data persediaan awal, data pembelian, dan data penjualan untuk bulan Februari 2021 pada Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru.

Tabel 4. 1 Persediaan Awal Barang Dagang Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru

Per 1 Februari 2021

Sumber : Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru

Berikut adalah data pembelian dan data penjualan Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru pada periode 1 Februari – 28 Februari 2021 dalam tabel 4.2 berikut :

Tabel 4. 2 Data Pembelian Barang Dagang Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru

Per 1 Februari – 28 Februari 2021

No Tanggal Nama Barang Satuan Unit Harga/Unit Jumlah

1 06/2/2021 Semen Conch Sak 150 Rp 48.500 Rp 7.275.000

12/2/2021 200 Rp 48.500 Rp 9.700.000

Lanjutan

Jumlah 4.850 Rp 253.475.000

Sumber : Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru

27 Tabel 4. 3 Data Penjualan Barang Dagang

Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru Per 1 Februari – 28 Februari 2021

No Nama Barang Februari 2021

Total 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28

1 Semen Conch 30 41 45 40 25 35 40 37 35 23 16 30 27 25 41 35 20 30 21 16 25 637

2 Semen 3 Roda 20 10 27 33 14 25 19 22 25 20 21 25 17 19 11 22 28 25 30 14 427

3 Semen Gresik 17 19 15 21 15 23 17 22 16 12 20 13 28 19 12 14 283

4 Taso 75 x 65 35 30 33 28 25 30 25 31 35 29 30 331

5 Taso 75 x 75 25 27 23 30 22 25 20 27 21 23 243

6 Reng Taso 40 32 25 28 30 30 31 25 45 30 26 41 35 37 25 20 30 30 560

7 Tras Mandau 10 12 10 5 11 8 15 15 20 17 20 143

8 Tras Kingkong 25 20 30 25 35 31 22 25 28 30 40 39 35 29 30 33 30 507

9 Tras Diamon 20 15 17 16 12 20 23 15 20 16 25 14 15 20 248

10 Hollow 2x4 A 10 15 10 14 16 12 10 15 14 116

11 Hollow 2x4 AA 8 11 15 10 13 15 13 16 14 115

12 Hollow 4x4 B 12 10 8 10 15 11 9 13 15 15 118

13 Hollow 4x4 BB 8 10 13 12 10 10 10 17 12 102

14 Seng Soka 30 25 40 29 35 25 30 27 31 30 25 30 40 30 35 28 37 31 45 603

15 Seng Mahkota 70 65 65 75 50 60 55 59 61 50 45 45 50 50 66 70 60 55 49 50 1.150

Sumber : Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru

Tabel 4. 4 Rekapitulasi Penjualan Barang Dagang Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru

Per 1 Februari – 28 Februari 2021

No Nama Barang Satuan Unit Harga/Unit Jumlah

Sumber : Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru

Berdasarkan data Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaruperiode 1 Februari – 28 Februari 2021, Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru telah melakukan transaksi jual beli. Dari data tersebut, maka nilai persediaan pada Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru dapat dihitung dengan menggunakan rumus biaya Masuk Pertama-Keluar Pertama (MPKP)-Perpetual dapat dilihat pada tabel 4.5 s.d 4.19 berikut :

Tabel 4. 5 Kartu Persediaan Rumus Biaya MPKP-Perpetual Semen Conch

Per 1 Februari – 28 Februari 2021

Nama Bahan Bangunan : Semen Conch

Satuan : Sak

Tabel 4. 6 Kartu Persediaan Rumus Biaya MPKP-Perpetual Semen 3 Roda

Per 1 Februari – 28 Februari 2021

Nama Bahan Bangunan : Semen 3 Roda

Satuan : Sak

Tabel 4. 7 Kartu Persediaan Rumus Biaya MPKP-Perpetual Semen Gresik

Per 1 Februari – 28 Februari 2021

Nama Bahan Bangunan : Semen Gresik

Satuan : Sak

Tabel 4. 8 Kartu Persediaan Rumus Biaya MPKP-Perpetual Taso 75 x 65

Per 1 Februari – 28 Februari 2021

Nama Bahan Bangunan : Taso 75 x 65

Tabel 4. 9 Kartu Persediaan Rumus Biaya MPKP-Perpetual Taso 75 x 75

Per 1 Februari – 28 Februari 2021

Nama Bahan Bangunan : Taso 75 x 75

Tabel 4. 10 Kartu Persediaan Rumus Biaya MPKP-Perpetual Reng Taso

Per 1 Februari – 28 Februari 2021

Nama Bahan Bangunan : Reng Taso

Satuan : Batang

Tabel 4. 11 Kartu Persediaan Rumus Biaya MPKP-Perpetual Tras Mandau

Per 1 Februari – 28 Februari 2021

Nama Bahan Bangunan : Tras Mandau

Satuan : Batang

Tabel 4. 12 Kartu Persediaan Rumus Biaya MPKP-Perpetual Tras Kingkong

Per 1 Februari – 28 Februari 2021

Nama Bahan Bangunan : Tras Kingkong

Satuan : Batang

Tabel 4. 13 Kartu Persediaan Rumus Biaya MPKP-Perpetual Tras Diamon

Per 1 Februari – 28 Februari 2021

Nama Bahan Bangunan : Tras Diamon

Satuan : Batang

Tabel 4. 14 Kartu Persediaan Rumus Biaya MPKP-Perpetual Hollow 2 x 4 A

Per 1 Februari – 28 Februari 2021

Nama Bahan Bangunan : Hollow 2x4 A

Satuan : Batang

Tanggal

Masuk Keluar Saldo

Kuantitas Harga Jumlah

Kuantitas Harga Jumlah

Kuantitas Harga Jumlah

Rp Rp Rp Rp Rp Rp

Saldo Awal 35 16.000 560.000

02/02/2021 10 16.000 160.000 25 16.000 400.000

05/02/2021 15 16.000 240.000 10 16.000 160.000

07/02/2021 10 16.000 160.000 - - -

08/02/2021 50 16.500 825.000 50 16.500 825.000

09/02/2021 14 16.500 231.000 36 16.500 594.000

12/02/2021 16 16.500 264.000 20 16.500 330.000

16/02/2021 12 16.500 198.000 8 16.500 132.000

17/02/2021 50 16.500 825.000 58 16.500 957.000

19/02/2021 10 16.500 165.000 48 16.500 792.000

23/02/2021 15 16.500 247.500 33 16.500 544.500

24/02/2021 14 16.500 231.000 19 16.500 313.500

Total 100 1.650.000 116 1.896.500 19 313.500

Sumber : Diolah oleh penulis

Tabel 4. 15 Kartu Persediaan Rumus Biaya MPKP-Perpetual Hollow 2 x 4 AA

Per 1 Februari – 28 Februari 2021

Nama Bahan Bangunan : Hollow 2x4 AA

Satuan : Batang

Tabel 4. 16 Kartu Persediaan Rumus Biaya MPKP-Perpetual Hollow 4 x 4 B

Per 1 Februari – 28 Februari 2021

Nama Bahan Bangunan : Hollow 4x4 B

Satuan : Batang

Tabel 4. 17 Kartu Persediaan Rumus Biaya MPKP-Perpetual Hollow 4 x 4 BB

Per 1 Februari – 28 Februari 2021

Nama Bahan Bangunan : Hollow 4x4 BB

Satuan : Batang

Tabel 4. 18 Kartu Persediaan Rumus Biaya MPKP-Perpetual Seng Soka

Per 1 Februari – 28 Februari 2021

Nama Bahan Bangunan : Seng Soka

Satuan : Lembar

Tabel 4. 19 Kartu Persediaan Rumus Biaya MPKP-Perpetual Seng Mahkota

Per 1 Februari – 28 Februari 2021

Nama Bahan Bangunan : Seng Mahkota

Satuan : Lembar

44 Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru

Per 1 Februari – 28 Februari 2021

Tgl Transaksi Nama Barang Unit Perhitungan Jurnal

Pembelian (Rp) Penjualan (Rp) HPP (Rp) Akun Debit (Rp) Kredit (Rp)

45

46

47

48

9 Pembelian Tras Diamon 100 6.550.000 Persediaan 7.525.000

Hollow 2 x 4 AA 50 975.000 Kas 7.525.000

Jumlah 7.525.000

Penjualan Semen Conch 37 1.850.000 1.794.500 Kas 7.710.500

Semen Gresik 15 802.500 772.500 Penjualan 7.710.500

Tras Mandau 11 803.000 786.500 HPP 7.452.000

Tras Kingkong 22 1.408.000 1.375.000 Persediaan 7.452.000

Hollow 2 x 4 A 14 252.000 231.000

Hollow 4 x 4 B 10 230.000 210.000

Seng Mahkota 55 2.365.000 2.282.500

Jumlah 7.710.500 7.452.000

10 Pembelian Tras Kingkong 80 5.000.000 Persediaan 6.100.000

Hollow 4 x 4 B 50 1.100.000 Kas 6.100.000

Jumlah 6.100.000

Penjualan Semen Conch 35 1.750.000 1.697.500 Kas 13.437.500

Semen 3 Roda 22 1.144.000 1.120.000 Penjualan 13.437.500

Semen Gresik 23 1.230.500 1.184.500 HPP 13.111.000

Taso 75 x 65 25 2.050.000 2.012.500 Persediaan 13.111.000

Taso 75 x 75 30 2.790.000 2.745.000

Reng Taso 31 1.333.000 1.286.500

Tras Diamon 20 1.340.000 1.310.000

Seng Soka 30 1.800.000 1.755.000

Jumlah 13.437.500 13.111.000

49

11 Pembelian Semen Gresik 100 5.200.000 Persediaan 5.200.000

Kas 5.200.000

Jumlah 5.200.000

Penjualan Semen Conch 23 1.150.000 1.115.500 Kas 8.192.000

Reng Taso 25 1.075.000 1.037.500 Penjualan 8.192.000

Tras Kingkong 25 1.600.000 1.562.500 HPP 7.938.000

Hollow 2 x 4 AA 10 210.000 194.500 Persediaan 7.938.000

Seng Soka 27 1.620.000 1.579.500

Seng Mahkota 59 2.537.000 2.448.500

Jumlah 8.192.000 7.938.000

12 Pembelian Semen Conch 200 9.700.000 Persediaan 29.950.000

Taso 75 x 65 200 16.100.000 Kas 29.950.000

Reng Taso 100 4.150.000

Jumlah 29.950.000

Penjualan Semen Conch 16 800.000 776.000 Kas 11.638.000

Semen 3 Roda 25 1.300.000 1.275.000 Penjualan 11.638.000

Taso 75 x 75 22 2.046.000 2.013.000 HPP 11.325.000

Tras Mandau 8 584.000 572.000 Persediaan 11.325.000

Tras Kingkong 28 1.792.000 1.750.000

Hollow 2 x 4 A 16 288.000 264.000

Hollow 4 x 4 B 15 345.000 330.000

Seng Soka 31 1.860.000 1.813.500

Seng Mahkota 61 2.623.000 2.531.500

Jumlah 11.638.000 11.325.000

50

51

16 Pembelian Tras Kingkong 170 10.625.000 Persediaan 10.625.000

Kas 10.625.000

Jumlah 10.625.000

Penjualan Semen Conch 25 1.250.000 1.212.500 Kas 9.132.000

Semen Gresik 6 321.000 312.000 Penjualan 9.132.000

Taso 75 x 65 25 2.050.000 2.012.500 HPP 8.895.000

Taso 75 x 75 20 1.860.000 1.830.000 Persediaan 8.895.000

Hollow 2 x 4 A 12 216.000 198.000

Seng Soka 25 1.500.000 1.462.500

Seng Mahkota 45 1.935.000 1.867.500

Jumlah 9.132.000 8.895.000

17 Pembelian Hollow 2 x 4 A 50 825.000 Persediaan 825.000

Kas 825.000

Jumlah 825.000

Penjualan Semen Conch 41 2.050.000 1.988.500 Kas 8.192.000

Semen 3 Roda 25 1.300.000 1.275.000 Penjualan 8.192.000

Semen Gresik 12 642.000 624.000 HPP 7.957.000

Reng Taso 26 1.118.000 1.079.000 Persediaan 7.957.000

Tras Kingkong 40 2.560.000 2.500.000

Hollow 2 x 4 AA 15 315.000 292.500

Hollow 4 x 4 B 9 207.000 198.000

Jumlah 8.192.000 7.957.000

52

18 Pembelian Reng Taso 150 6.300.000 Persediaan 6.300.000

Kas 6.300.000

Jumlah 6.300.000

Penjualan Tras Mandau 15 1.095.000 1.079.500 Kas 8.666.000

Tras Kingkong 39 2.496.000 2.437.500 Penjualan 8.666.000

Tras Diamon 20 1.340.000 1.310.000 HPP 8.449.500

Seng Soka 30 1.800.000 1.755.000 Persediaan 8.449.500

Seng Mahkota 45 1.935.000 1.867.500

Jumlah 8.666.000 8.449.500

19 Pembelian Seng Soka 200 11.800.000 Persediaan 11.800.000

Kas 11.800.000

Jumlah 11.800.000

Penjualan Semen Conch 35 1.750.000 1.697.500 Kas 8.152.000

Semen 3 Roda 17 884.000 867.000 Penjualan 8.152.000

Semen Gresik 20 1.070.000 1.040.000 HPP 7.928.000

Reng Taso 41 1.763.000 1.718.000 Persediaan 7.928.000

Tras Kingkong 35 2.240.000 2.187.500

Hollow 2 x 4 A 10 180.000 165.000

Hollow 4 x 4 BB 10 265.000 253.000

Jumlah 8.152.000 7.928.000

53

54

22 Pembelian Semen 3 Roda 200 10.300.000 Persediaan 32.300.000

Hollow 2 x 4 AA 50 1.000.000 Kas 32.300.000

Seng Mahkota 500 21.000.000

Jumlah 32.300.000

Penjualan Semen Conch 30 1.500.000 1.465.500 Kas 10.243.500

Semen 3 Roda 11 572.000 561.000 Penjualan 10.243.500

Semen Gresik 19 1.016.500 1.007.000 HPP 10.051.000

Taso 75 x 65 35 2.870.000 2.817.500 Persediaan 10.051.000

Tras Kingkong 30 1.920.000 1.875.000

Hollow 4 x 4 BB 10 265.000 260.000

Seng Soka 35 2.100.000 2.065.000

Jumlah 10.243.500 10.051.000

23 Pembelian Tras Kingkong 100 6.300.000 Persediaan 7.425.000

Hollow 4 x 4 B 50 1.125.000 Kas 7.425.000

Jumlah 7.425.000

Penjualan Taso 75 x 75 21 1.953.000 1.932.000 Kas 7.811.000

Reng Taso 25 1.075.000 1.050.000 Penjualan 7.811.000

Tras Diamon 25 1.675.000 1.647.000 HPP 7.648.500

Hollow 2 x 4 A 15 270.000 247.500 Persediaan 7.648.500

Seng Mahkota 66 2.838.000 2.772.000

Jumlah 7.811.000 7.648.500

55

24 Penjualan Semen 3 Roda 22 1.144.000 1.122.000 Kas 9.470.000

Reng Taso 20 860.000 840.000 Penjualan 9.470.000

Tras Mandau 17 1.241.000 1.224.000 HPP 9.269.500

Tras Diamon 14 938.000 924.000 Persediaan 9.269.500

Hollow 2 x 4 A 14 252.000 231.000

Hollow 4 x 4 B 15 345.000 336.500

Seng Soka 28 1.680.000 1.652.000

Seng Mahkota 70 3.010.000 2.940.000

Jumlah 9.470.000 9.269.500

25 Pembelian Reng Taso 100 4.200.000 Persediaan 4.200.000

Kas 4.200.000

Jumlah 4.200.000

Penjualan Semen Conch 21 1.050.000 1.029.000 Kas 12.774.000

Semen 3 Roda 28 1.456.000 1.432.000 Penjualan 12.774.000

Semen Gresik 12 642.000 636.000 HPP 12.530.500

Taso 75 x 65 29 2.378.000 2.334.500 Persediaan 12.530.500

Tras Kingkong 33 2.112.000 2.076.000

Hollow 2 x 4 AA 16 336.000 320.000

Seng Soka 37 2.220.000 2.183.000

Seng Mahkota 60 2.580.000 2.520.000

Jumlah 12.774.000 12.530.500

56

26 Penjualan Semen Conch 16 800.000 784.000 Kas 11.209.500

Semen 3 Roda 25 1.300.000 1.287.500 Penjualan 11.209.500

Taso 75 x 75 23 2.139.000 2.116.000 HPP 11.033.500

Reng Taso 30 1.290.000 1.275.000 Persediaan 11.033.500

Tras Diamon 15 1.005.000 990.000

Hollow 4 x 4 BB 17 450.500 442.000

Seng Soka 31 1.860.000 1.829.000

Seng Mahkota 55 2.365.000 2.310.000

Jumlah 11.209.500 11.033.500

27 Pembelian Seng Soka 100 5.900.000 Persediaan 5.900.000

Kas 5.900.000

Jumlah 5.900.000

Penjualan Semen 3 Roda 30 1.560.000 1.545.000 Kas 12.721.000

Semen Gresik 14 749.000 742.000 Penjualan 12.721.000

Taso 75 x 65 30 2.460.000 2.415.000 HPP 12.512.500

Tras Mandau 20 1.460.000 1.440.000 Persediaan 12.512.500

Tras Diamon 20 1.340.000 1.320.000

Hollow 4 x 4 B 15 345.000 337.500

Seng Soka 45 2.700.000 2.655.000

Seng Mahkota 49 2.107.000 2.058.000

Jumlah 12.721.000 12.512.500

57

28 Penjualan Semen Conch 25 1.250.000 1.225.000 Kas 7.950.000

Semen 3 Roda 14 728.000 721.000 Penjualan 7.950.000

Reng Taso 30 1.290.000 1.275.000 HPP 7.803.000

Tras Kingkong 30 1.920.000 1.890.000 Persediaan 7.803.000

Hollow 2 x 4 AA 14 294.000 280.000

Hollow 4 x 4 BB 12 318.000 312.000

Seng Mahkota 50 2.150.000 2.100.000

Jumlah 7.950.000 7.803.000

Sumber : Diolah oleh penulis

Dari kartu persediaan dan jurnal pembelian dan penjualan diatas akan didapatkan nilai persediaan akhir masing-masing jenis bahan bangunan. Berikut ini disajikan nilai persediaan akhir dari 15 (lima belas) jenis bahan bangunan pada tabel 4.21 berikut :

Tabel 4. 21 Persediaan Akhir Barang Dagang Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru

Per 1 Februari – 28 Februari 2021

No Nama Barang Satuan Unit Harga/Unit Jumlah

Setelah mengetahui jumlah persediaan akhir 15 (lima belas) jenis bahan bangunan, penulis akan membuat rekapitulasi Laporan Harga Pokok Penjualan dan bisa diketahui laba kotor per nama barang tersebut. Selanjutnya, Laporan Laba Rugi dimana HPP pada Laporan Laba Rugi diambil dari total HPP di kartu persediaan untuk memperlihatkan besarnya laba atau rugi sebelum pajak penghasilan yang didapatkan Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru dengan 15 (lima belas) jenis bahan bangunan yang dijadikan sampel penelitian mulai 1 Februari – 28 Februari 2021 yang terlihat pada tabel 4.22 dan 4.23 berikut :

Tabel 4. 22 Rekapitulasi HPP dan Perhitungan Laba Kotor Per Barang Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru

Per 1 Februari – 28 Februari 2021

No Nama Barang Penjualan HPP Laba Kotor

Tabel 4. 23 Laporan Laba Rugi (sebagian) Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru

Per 1 Februari – 28 Februari 2021

Pendapatan Penjualan :

Dari hasil perhitungan di atas diketahui bahwa nilai laba sebelum pajak pada Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru adalah Rp8.205.000,00 selama periode 1 Februari – 28 Februari 2021. Nilai ini akan disajikan dalam Laporan Posisi Keuangan kelompok ekuitas seperti yang terlihat pada tabel 4.24 berikut :

Tabel 4. 24 Laporan Posisi Keuangan Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru

Per 28 Februari 2021

Toko Bangunan Sumber Usaha II Banjarbaru Laporan Posisi Keuangan

Jumlah kas dan setara kas XXX

Piutang usaha XXX

Persediaan Rp 310.415.000

Beban dibayar dimuka XXX

Aset tetap XXX

Akumulasi penyusutan (XXX)

Jumlah Liabilitas dan Ekuitas XXX

Sumber : Diolah oleh penulis

61 BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang penulis lakukan pada bab sebelumnya, maka penulis akan menguraikan beberapa simpulan dan saran guna memberikan masukan bagi entitas yang berkenaan dengan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang penulis lakukan pada bab sebelumnya, maka penulis akan menguraikan beberapa simpulan dan saran guna memberikan masukan bagi entitas yang berkenaan dengan

Dokumen terkait