• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

D. Hasil Penelitian yang Relevan

Penelitian tentang penyelenggaraan kelas khusus Bakat Istimewa Olahraga

(BIO) belum pernah dilakukan sebelumnya. Namun, ada beberapa penelitian yang

masih satu topik dengan penelitian tersebut antara lain penelitian kelompok yang

ditulis oleh Tatang M. Amirin, dkk pada tahun 2011 dengan judul

“Penyelenggaraan Pembinaan Program Kelas Khusus Olahraga (KKO) di Sekolah

Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Sewon, Bantul”, skripsi tentang “Pembinaan

Prestasi Olahraga pada Kelas Plus Olahraga di SMA Negeri 5 Kota Magelang

tahun 2010” yang ditulis Rahmat Tri Kuncoro serta disertasi yang ditulis oleh

Amrozi Khamidi mengenai “Penyelenggaraan Pendidikan Berbasis Olahraga

(Studi Multi Kasus pada Sekolah Sepakbola di Surabaya, Sekolah Menengah Atas

Negeri Olahraga Sidoarjo dan Prodi S1, S2, S3 Olahraga Universitas Negeri

Surabaya)” pada tahun 2011 serta skripsi yang ditulis oleh Mumuk Mulyasih pada

tahun 2012 yang berjudul “Implementasi Kebijakan Penyelenggaraan Program

Kelas Olahraga di SMP Negeri 13 Yogyakarta”. Selain beberapa penelitian yang

telah disebutkan diatas, penyelenggaraan kelas khusus Bakat istimewa Olahraga

(BIO) erat kaitannya dengan program akselerasi sehingga terdapat contoh

penelitian yang relevan terhadap penelitian ini, yaitu skripsi tentang

“Implementasi Manajemen Pembelajaran Program Akselerasi di Madrasah Aliyah

Negeri 3 Malang” yang ditulis oleh Binti Roikhatul Jannah pada tahun 2010.

Penelitian mengenai Penyelenggaraan Pembinaan Program Kelas Khusus

Olahraga (KKO) di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Sewon, Bantul

54

penyelenggaraan program KKO, landasan yuridis penyelenggaraan program

KKO, manajemen pelaksanaan pembinaan program KKO serta keterkaitan antara

prestasi akademik dengan prestasi olahraga pada program KKO. Hasil penelitian

tersebut menunujukkan :

1. Landasan filosofi program KKO adalah bahwa program KKO dilaksanakan

untuk memfasilitasi siswa yang memiliki bakat dan minat khusus di bidang

olahraga, sehingga dengan difasilitasinya bakat dan minat tersebut siswa

bisa diarahkan pada pencapaian prestasi. Dengan kata lain, penyelenggaraan

program KKO berlandaskan pada “olahraga prestasi”, yaitu pembinaan dan

pengembangan olahraga yang dilakukan untuk diarahkan pada pencapaian

prestasi.

2. Landasan psikologis penyelenggaraan program KKO adalah “bakat dan

minat” siswa terhadap olahraga, sehingga dengan adanya bakat dan minat

tersebut, siswa perlu dibina dan dikembangkan agar potensi siswa dapat

berkembang secara optimal.

3. Landasan yuridis penyelenggaraan program KKO mengacu pada kebijakan

pemerintah meliputi: Undang-undang RI Nomor 23 tahun 2002 tentang

Perlindungan Anak, Undang-undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang

sistem pendidikan nasional, Undang-undang RI Nomor 3 tahun 2005 tentang

sistem keolahragaan nasional, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia

Nomor 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan, Peraturan

Pemerintah Republik Indonesia nomor 16 tahun 2007 tentang

55

nomor 34 tahun 2006 tentang pembinaan prestasi peserta didik yang

memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa

4. Manajemen pelaksanaan pembinaan program KKO meliputi

pengorganisasian program KKO, kurikulum, peserta didik, sarana dan

prasarana, pembiayaan, tenaga pelatih dan humas.

5. Prestasi akademik dan prestasi olahraga bukanlah merupakan hal yang

memiliki keterkaitan.

Skripsi mengenai Pembinaan Prestasi Olahraga pada Kelas Plus Olahraga di

SMA Negeri 5 Kota Magelang tahun 2010yang ditulis oleh Rahmat Tri Kuncoro

menyajikan hasil penelitian sebagai berikut 1) Organisasi kelas plus olahraga

dikelola oleh menejemen sekolah sehingga tidak ada kepengurusan tersendiri, 2)

Perekrutan atlet dengan beberapa tahap tes. 3) Perekrutan pelatih dengan metode

tersendiri, 4) Program latihan yang diterapkan tiga kali dalam satu minggu, 5)

Sarana dan prasarana cukup memadai untuk proses pembinaan, 6) Dana untuk

membiayai kelas plus olahraga murni dari pemerintah kota magelang.

Hasil penelitian untuk disertasi tentang “Penyelenggaraan Pendidikan

Berbasis Olahraga (Studi Multi Kasus pada Sekolah Sepakbola di Surabaya,

Sekolah Menengah Atas Negeri Olahraga Sidoarjo dan Prodi S1, S2, S3 Olahraga

Universitas Negeri Surabaya)” yang ditulis oleh Amrozi Khamidi pada tahun

2011 menyajikan hasil penelitian sebagai berikut :

1. Visi dan misi lembaga pendidikan berbasis olahraga menjadi acuan

penciptaan program dan pencapaian tujuan lembaga yang memadukan ilmu

56

dengan lembaga pendidikan umumnya, prestasi lembaga mencerminkan

keberhasilan yang memadukan antara keberhasilan pendidikan umum dan

prestasi olahraga.

2. Acuan kurikulum lembaga pendidikan berbasis olahraga adalah dasar yang

digunakan dalam pengembangan materi pengajaran yang memadukan

kurikulum pelajaran umum dan ilmu olahraga, target dan tujuan kurikulum

lembaga merupakan keseimbangan antara keberhasilan pendidikan umum

dan olahraga dan pembentukan atlit-atlit berprestasi, metode dan proses

kegiatan belajar mengajar (KBM) memadukan antara pemberian materi

pelajaran dan praktek olahraga mampu menghasilkan keberhasilan

pendidikan umum dan prestasi olahraga.

3. Perencanaan strategis sumber daya masyarakat menjadi acuan

pengembangan lembaga yang terprogram mampu mensejajarkan lembaga

dalam mengikuti tuntutan perubahan zaman, pengelolan pembagian tugas

mengacu pada struktur organisasi diatur oleh lembaga pendidikan yang lebih

tinggi mampu menjembatani proses manajemen yang efektif dan dinamis,

peningkatan keefektifan manajemen diawali dengan pembagian tugas yang

tepat sesuai peningkatan kualitas SDM berdampak pada keberhasilan.

4. Pengelolaan sarana gedung dilakukan dengan memperhatikan manfaat serta

kebutuhan dalam penyampaian materi dan disesuikan dengan kapasitas

siswa serta tuntutan perkembangan lembaga, penerapan pendidikan melalui

sarana laboratorium mempermudah siswa menerima materi serta

57

lapangan mutlak dilakukan khususnya terhadap cabang olahraga yang ada

dan mengikuti rencana pengembangan sekolah, penyediaan dan pengelolaan

sarana multi media mempermudah proses belajar mengajar juga menjadikan

lulusan yang menguasai dan mengikuti perkembangan teknologi, penyediaan

dan pengelolaan sarana media informasi dan komunikasi mempermudah dan

menambah wawasan dan menjadikan lulusan yang menguasai dan mengikuti

perkembangan informasi, penyediaan dan pengadaan sarana penunjang

pendidikan tidak mutlak milik sekolah tetapi pemanfaatan dan kerjasama

dengan pihak lain dapat ditempuh untuk mencapai tujuan lembaga.

Hasil penelitian dalam skripsi yang ditulis oleh Mumuk Mulyasih pada

tahun 2012 dengan judul “Implementasi Kebijakan Penyelenggaraan Program

Kelas Khusus Olahraga di SMP Negeri 13 Yogyakarta” menunjukkan bahwa:

1. Implementasi kebijakan penyelenggaraan kelas olahraga yang dilihat dari

aspek: pengorganisasian kelas olahraga sudah dijalankan oleh pengelola

kelas olahraga, akan tetapi dalam pengarsipan surat dan dokumen kelas

olahraga masih perlu dibenahi kembali; dalam kegiatan olahraga di sekolah

sudah dapat dilaksanakan dengan mengacu pada kurikulum dan pada

program latihan yang dibuat oleh masing-masing pelatih cabang olahraga;

dari segi akademik, belum dapat meningkatkan mutu akademik siswa kelas

olahraga karena dalam proses kegiatan belajar mengajar di sekolah siswa

sulit untuk berkonsentrasi dan memperhatikan saat guru sedang memberikan

materi pelajaran di kelas serta motovasi/keinginan siswa untuk belajar

58

2. Faktor pendukung meliputi: dukungan dari berbagai instansi pemerintah dan

Kesbangpor, yang sudah banyak memberikan kemudahan dalam segi

pendanaan, fasilitas/sarana dan prasarana maupun publikasi, terdapat sarana

dan prasarana yang sudah memadai serta adanya kebersamaan juga

komunikasi yang sudah terjalin.

3. Faktor penghambat meliputi: kurangnya pemahaman dari pihak orangtua,

komitmen yang rendah dari pihak guru, kurangnya kedisiplinan dari pelatih,

kurangnya kedisiplinan siswa kelas olahraga dan motivasi belajar siswa

yang rendah.

Skripsi mengenai program akselerasi yang berjudul “Implementasi

Manajemen Pembelajaran Program Akselerasi di Madrasah Aliyah Negeri 3

Malang” yang ditulis oleh Binti Roikhatul Jannah pada tahun 2010 memaparkan

hasil penelitian bahwa madarasah Aliyah Negeri 3 Malang telah menerapakn

manajemen pembelajaran program akselerasi dengan baik. Hal tersebut dibuktikan

dari semua proses manajemen pembelajaran telah dilaksanakan secara maksimal.

1. Dalam tahap perencanaan, dilakukan perekrutan siswa, dan guru membuat

perangkat pembelajaran khusus program akselerasi.

2. Tahap pengorganisasian dilakukan penyediaan guru yang kompeten, guru

dibentuk pengurus khusus program akselerasi, kurikulum yang disusun

berdiferensiasi, strategi active learning, serta penyediaan sarana dan prasarana yang relevan.

59

3. Dalam tahap penggerakan, siswa diberikan modul, kurikulum diarahkan

pada program MIPA, metode penugasan, modul, ceramah, diskusi serta

penggunaansarana dan prasarana oleh guru dan siswa.

4. Tahap pengawasan, dilakukan dengan bentuk ulangan harian, ulangan

60