• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBINAAN KELAS KHUSUS BAKAT ISTIMEWA OLAHRAGA (BIO) DI SMA NEGERI 4 YOGYAKARTA.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PEMBINAAN KELAS KHUSUS BAKAT ISTIMEWA OLAHRAGA (BIO) DI SMA NEGERI 4 YOGYAKARTA."

Copied!
228
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Prestasi Olahraga per Cabang Olahraga Kelas Khusus BIO Hingga
Tabel 2.  Nilai UAN Peserta Didik Kelas Khusus BIO Tahun Ajaran 2010/2011
Gambar 1. Analisis Data Model Interaktif  Miles dan Huberman
Tabel 3. Struktur Kurikulum Kelas X
+3

Referensi

Dokumen terkait

Sesuai dengan hasil identifikasi penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan, dapat diambil kesimpulan bahwa potensi atlet istimewa cabang olahraga bulutangkis di wilayah

Dari data diatas dapat diketahui bahwa tingkat kebugaran aerobik siswa kelas bakat istimewa olahraga angkatan 2013 SMA Negeri 1 Slogohimo sebagian besar masuk dalam kategori baik,

Dengan demikian proses pemanduan bakat harus berkesinambungan dari tahap identivikasi, pemilian cabang olahraga, pembinaan ketrampilan, dasar dasar olahraga dan pembinaan

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terjadi beberapa pelanggaran kedisiplinan peserta didik Kelas X IPS 3 kelas khusus olahraga dalam pembelajaran yaitu

sistem pembinaan yang dilakukan pada Kelas Berbakat Istimewa Olahraga di. Daerah Istimewa Yogyakarta masih belum didukung perkembangan

Hasil penelitian ini secara keseluruhan terdapat peningkatan animo calon siswa dari tahun 2014-2015 pada Kelas Bakat Istimewa olahraga SMAN 1 Slogohimo, di tahun 2014 (40 siswa)

Pengidentifikasian bakat dalam suatu cabang olahraga sangat penting, diantaranya: memonitori secara terus-menerus dan membantu calon atlet menuju langkah penguasaan yang

Usia pembibitan olahraga di Indonesia ditetapkan berdasarkan jenjang pendidikan yaitu pada usia Sekolah Dasar (SD) sampai dengan Sekolah Menengah Atas (SMA). Ditinjau