• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN PUSTAKA

A. Kajian Pustaka

1. Hasil Penelitian Yang Relevan

Penelitian dari Novita Dewi Nurhayati (2009). Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta meneliti tentang Persepsi Masyarakat Tahap Argowisata Sondokoro Dalam Bidang Sosial Ekonomi (Study kasus masyarakat Nglano, kecamatan tasikmadu, kabupaten karanganyer).

Berdasarkan hasil penelitain yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa : (1) persepsi masyarakat terhadap Argowisata Sondokoro sangat baik karena mereka menilai dari adanya Argowisata Sondokoro mampu menyediakan lapangan pekerjaan yang baru. Wisata Argowisata Sondokoro adalah wisata history education yang berisi pendidikan sejarah yang bermanfaat sehingga masyarakat lebih menghargai tentang sejarah dan perjuangan para pendahulu kita. (2) perubahan ekonomi terjadi akibat dari meningkatnya jumlah pengunjung, sehingga untuk melayani atau memenuhi kebutuhan pengunjung maka terlihat bertambahnya para pedangang dan pengawai yang ada di Argowisata Sondokoro.

Bertambahnya pedagang dan penambahan pengawai menjadi perubahan pendapatan masyarakat. (3) Perubahan sosial yang terjadi adalah banyaknya para petani dan buruh tani yang beralih ke pedagang. Perubahan tersebut menunjukkan adanya dampak sosial akibat didirikannya Sondokoro. Perubahan perilaku dan pola hidup yang dulunya basisi petani karena dulu adalah areal tebu dan sawah saat masih aktifnya pabrik tebu, tetapi sekarang sudah berubah karena pabrik tebu

sudah tidak berfungsi seperti dahulu, dan lahan pertanian menyempit menjadikan perubahan sosial dalam hal ini perubahan jenis pekerjaan yang dilakukan oleh kebanyakan masyarakat. Perubahan bagi yang belum memiliki pekerjaan adanya Argowisata Sondokoro solusi walaupun memang kapasitas pengawai juga terbatas. Bagi yang bisa bekerja di Sondokoro akan meningkatkan prestise dan harga diri mereka dilingkungan masyarakat, mereka merasa lebih dihargai karena mereka sudah bekerja. Disamping perubahan positif ternyata ada juga perubahan sosial ekonomi yang mengarah ke negatif, khususnya bagi para pekerja yang terikat kontrak kerja dengan Sondokoro dimana pada saat libur yang biasanya melakukan kerja bakti ataupun tidak bisa dilakukan lagi. Hal tersebut bisa menjadi pemicu konflik sosial dalam masyarakat.

Untuk mengarahkan dan memfokuskan penelitian ini, teori sangatlah penting artinya, karena teori tersebut akan membantu dalam mencari dan menganalisis masalah dalam penelitian.Oleh karena itu penulis mencoba mengggunakan teori yang dianggap relevan dengan pokok penelitian, agar nantinya penelitian ini dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

a. Teori Interaksionisme Simbolik

Teori Interaksionisme Simbolik pada dasarnya berusaha memahami Perilaku manusia dari sudut pandang subjek.Teori ini menyarankan bahwa perilaku manusia harus di liat sebagai proses yang memungkinkan manusia membentuk mengatur perilaku mereka dengan mempertimbangkan ekspektasi orang lain yang menjadi mitra interaksi mereka.Teori ini pertama kali dicetuskan

9

oleh Georg simmel, seorang teoritis sosiologi yang berasal dari jerman.

Menurutnya, struktur-struktur dalam proses makro yang dipelajari oleh teori-teori fungsionalisme dan teori konflik adalah cerminan dari interaksi-interaksi khusus antara sesama manusia. Jika pemikiran structural fungsional sangat di pengaruhi oleh pemikiran biologis yaitu mengangkap masyarakat sebagai organisme biologis yaitu terdiri dari organ-organ yang saling ketergantungan, yang mana ketergantungan tersebut merupakan hasil atau konsekuensi agar organisme tersebut tetap dapat bertahan hidup, maka simmel sangat terkenal karena karyanya tentang masalah-masalah yang berskala lebih kecil, terutama tindakan dan interksi individual dan ia menjadi terkenal pada mulanya karena pemikirannya tentang bentuk-bentuk interaksi dan tipe-tipe orang yang berinteraksi.

Selama dekade awal perkembangannya teori interaksionisme simbolik seoalah-olah tetap tersembunyi dibelakang dominiasi teori fungsionalisme strktural yang merupakan suatu bangunan teori yang paling besar pengaruhnya dalam ilmu sosial. Setelah itu interksionisme simbolik berkembang menjadi perspektif dalam sosiologi berkat usaha dua teoritikus terkenal yakni Geoege Herbert Mead dan Herbert Blumer. GH Mead adalah pencetus teori sedang Blumer adalah murid dari mead yang mengembangkan ajaran gurunya. GH Mead menjelaskan tentang mind, self dan Society dalam interaksionisme simbolik.

Interksionanisme simbolik digunakan pertama kalinya oleh Herbert Blumer, adalah perspekstif psikologi sosial. Perspektif ini memusatkan perhatian pada analisa hubungan antar pribadi. Individu dipandang sebagai pelaku yang

mendefinisikan dan pribadi. Menurut teoretisi interaksionisme simbolik, kehidupan sosial pada dasarnya adalah “Interaksi manusia menggunakan simbol-simbol yang mempersentasikan apa yang mereka maksudkan untuk berkomunikasi dengan sesamanya, dan juga pengaruh yang ditimbulkan penafsiran atas simbol-simbol ini terhadap perilaku pihak-pihak yang terlibat dalam interaksi sosial. Penganutinteraksionisme simbolik berpandangan bahwa perilaku manusia pada dasarnya adalah produk dari interaprestasi mereka atas dunia sekeliling mereka, denagn kata lain, perilaku dipilih sebagai hal yang layak dilakukan berdasarkan cara individu mendefinisikan situasi yang ada.Ada empat konsep utama dalam toeri ini, antara lain:

a) Meaning/pemaknaan.

b) Self Consept/Konsep Diri c) Identity/identitas

d) Socialization/Sosialisasi

Keberadaan pembangunan objek wisata Maros Water park ditengah-tengah masyarakat dusun pattunuang Asue memberikan kesempatan yang besar bagi terbukanya interaksi sosial di dalamnya.Interaksi ini bersifat timbal balik, baik antar pedangang yang notabene merupakan masyarakat setempat dengan pihak pengelolah Maros Water Park, maupun antar masyarakat dengan pengunjung Water Park. Proses interaksi ini beserta teorinya akan dibahas secara mendetail pada bab hasil penelitian dan pembahasan.

11

b. Teori Makro dan Mikro

Teori Makro adalah salah satu bidang ekonomi yang melihat dan menganalisis kengiatan ekonomi di suatu negara dengan analisis yang bersifat menyeluruh (agregat).

Teori Mikro adalah salah satu bidang ilmu yang melihat dan menganalisis kengitan ekonomi dengan cara melihat dan menganalisis bagian-bagian kecil dari keseluruhan.

Hubungan ekonomi makro dengan mikro adalah saling berkaitan satu dengan yang lain. karena perubahan ekonomi secara menyeluruh (makro) tentulah hasil dari perubahan berjuta-juta individu dalam melakukan kengitan ekonomi.

Dengan kata lain perubahan yang terjadi dalam ekonomi makro merupakan hasil dari seluruh perubahan yang terjadi dalam ekonomi mikro. Dengan adanya teori makro ini memberikan pengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan mengurangi pengganguran. Dengan demikian keberadaan objek wisata Water Park di tengah-tengah masyarakat di kabupaten Maros memberikan kesempatan kerja yang besar kepada masyarakat setempat.