• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN PUSTAKA

A. Kajian Pustaka

4 Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat

Masyarakat merupakan terjemahan dari istilah bahasa Inggris yaitu society dan dari bahasa Arab yaitu syaraka yang berarti bergaul, ikut, serta, dan peran serta. Soerjono Soekanto (2007 : 132) berkata : “Masyarakat setempat

adalah suatu wilayah kehidupan sosial yang ditandai suatu derajad hubungan sosial yang tertentu”. Masyarakat merupakan kelompok besar manusia yang reltive permanen, serta menganut dan menjunjung tinggi suatu sistem nilai dan kebudayaan tertentu. Berdasarkan hukum alam, manusia merupakan makhluk sosial yang selalu hidup dalam kelompok.Hidup bersama dan masyarakat demikian penting bagi manusia, sehingga merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari hakekat manusia itu sendiri.Masyarakat adalah kelompok manusia yang tinggal di dalam suatu wilayah tertentu dengan batas-batas yang jels dan yang menjadi faktor utamanya adalah adanya hubungan yang kuat diantara sesama anggota kelompok dibandingkan hubungan dengan orang-orang di luar kelompoknya.

Sedangkan sosial ekonomi adalah suatu hal atau aktifitas yang menyangkut seseorang dalam hubungannya dengan orang lain dalam hal pemenuhan kebutuhan hidupnya (ekonomi). Dalam hal ini yang dimaksud dengan sosial ekonomi yaitu menyangkut ciri/kondisi serta kengiatan atau aktifitas dari masyarakat dalam melakukan segala usaha dengan cara bekerja untuk pemenuhan kebutuhan dalam peningkatan kesejahteraan hidup. Sementara itu, kehidupan sosial ekonomi adalah perilaku sosial dari masyarakat yang menyangkut interaksinya dan perilaku ekonomi dari masyarakat yang berhubungan dengan pendapatan dan pemanfaatannya. Bila berbicara mengenai kehidupan sosial ekonomi berarti yang juga membahas tentang kebutuhan dan bagaimana seseorang berusaha memenuhi kebutuhan tersebut,dan pemanfaatan hasil ekonomi yang diperoleh. Jadi, kehidupan sosial ekonomi yang dimaksud adalah

27

cara-cara atau strategi yang diterapkan seseorang dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, serta pemanfaatan penghasilan atau hasil hasil ekonomi yang diperolah,dan juga berbicara mengenai keadaan hidup sehari-hari ( Rohmantun, 2011 dalam http://skripsisosial.wordpress.com).

Menurut Kreach, kehidupan sosial ekonomi seseorang atau keluarga diukur melalui pekerjaan, tingkat pendidikan, dan pendapatan. Sedangkan Werner memberikan ciri-ciri berupa pekerjaan,pendapatan, jenis rumah tinggal dan daerah tempat tinggal. Sementara menurut Sugihen kondisi ekonomi dan sosial seseorang cenderung menjadi rujukan dalam penentuan statusnya dalam masyarakat. Ukuran yang dipakai didasarkan pada salah satu atau kombinasi yang mencakup tingkat pendapatan, pendidikan, prestise atau kekuasaan. Sedangkan Menurut Koentjaraningrat, selain faktor pekerjaan, pendapatan, dan pendidikan, faktor lain yang sering diikuti sertakan oleh beberapa ahli lainnya adalah perumahan, kesehatan, bentuk investasi, besar hubungan dan sosialisasi dalam lingkungan masyarakat (Mulyanto, 1982).

Sementara itu, sebagai indikator untuk mengambarkan dampak sosial ekonomi yang dirasakan masyarakat dari keberadaan Water Park di Kabupaten Maros, maka peneliti menentukan tiga hal yang dapat menggambarkan kehidupan sosial ekonomi masyarakat disana melalui pola interaksi masyarakatnya, tingkat pendapatan, serta tabungan/invertasi mereka. Untuk memahami secara singkat mengenai ketiganya, lebih jelasnya dapat kita lihat sebagai berikut:

a. Interaksi sosial

Manusia merupakan makhluk Tuhan yang tidak dapat hiduo sendiri, mereka membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidup, baik kebutuhan fisik maupun rohani serta kebutuhan lain untuk kelangsungan hidupnya. Setiap individu memliki potensi untuk memenuhi kebutuhan tersebut, namun potensi yang ada sangat terbatas sehingga harus meminta bantuan kepada individu lain yang sama-sama hidup di lingkungan sekitar. Oleh karena itu, untuk memenuhi segala kebutuhan hidup maka masyarakat mengadakan interkasi sosial (Mutmainnah,2009 dalam digilib.uin-suka.ac.id).

Interkasi sosial Menurut Gillin dan Gillin adalah merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan-hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok (Soekanto,2007:55). Sedangkan Astrid Soesanto dalam bukunya menyatakan bahwa interaksi sosial adalah hubungan antara manusia yang menghasilkan hubungan tetap dan pada akhirnya memungkinkan pembentukan struktur sosial.

Hasil interaksi sangat ditentukan oleh nilai dan arti serta interprestasi yang diberikn oleh pihak-pihak yang terlibat dalam interaksi ini (Soesanto, 1984).

Apabila dua orang bertemu, interaksi sosial dimulai pada saai itu. Mereka saling menegur, berjabat tangan, saling berbicara atau bahkan mungkin melakukan perkelahian. Dari beberapa ahli dapat disimpulkan bahwa, interaksi adalah hubungan timbal balik antara dua orang atau lebih, dan masing-masing orang yang terlibat di dalamnya memainkan peran secara aktif.Dalam interaksi juga lebih dari sekedar terjadi hubungan antara pihak-pihak yang terlibat melainkan

29

terjadi saling mempengaruhi. (ml.scribd.com/doc/8946054/Defenisi-interaksi-Sosial-Menurut-Ahli).

Menurut Kingsley Davis yang dikutip oleh Soerjono Seoskanto, suatu interaksi sosial tidak akan mungkin terjadi apabila tidak memenuhi dua syarat, pertama: adanya kontak sosial, dan dua: adanya komunikasi. Sedangkan bentuk interaksi ada dua macam pula, yakni yang melalui proses yang asosiatif (kerja sama, akomodasi, dan asimilasi) serta melalui proses yang disasiotatif (persaingan, kontravensi dan pertentangan) (Soekanto, 2007:65-67).

Secara ringkas proses asosiatif merupakan bentuk dari interaksi yang bersifat persatuan atau mengikat.Proses asosiatif terdiri atas: (1) Kerja sama yang memiliki pengertian sebagai suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok manusia untuk mencapai satu atau beberapa tujuan bersama.(2) Akomodasi yang memiliki pengertian bahwa adanya suatu keseimbangan dalam interaksiantara orang-perorangan atau kelompok-kelompok manusia dalam kaitannya dengan norma-norma dan nilai-nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat yang juga menunjuk pada usaha-usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan yaitu usaha-usaha untuk mencapai kestabilan. Dan (3) Asimilasi yang memiliki pengertian yaitu suatu proses sosial dalam taraf kelanjutan, yang ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat antara individu atau kelompok dan juga meliputi usaha-usaha untuk mempertinggi kesatuan tindak, sikap dan proses-proses mental dengan memperhatikan kepentingan-kepentingan dan tujuan-tujuan bersama,

yang dalam arti asimilasi ialah berkaitan dengan peleburan perbedaan budaya.

(Soekanto, 2007:65-81).

Sedangkan proses disasosiatif ialah bentuk interaksi sosial yang dapat merenggangkan hubungan solidaritas antar individu.Proses disosiatif meliputi persaingan, kontravensi, dan konflik. (1) Persaingan (competition) adalah proses sosial dimana individu atau kelompok manusia bersaing mencari keuntungan melalui suatu bidang kehidupan yang pada suatu masa tertentu menjadi pusat perhatian umum, dengan cara menarik perhatian publik atau mempertajam prasangka yang ada, tanpa mengunakan ancaman atau kekerasan. (2) Kontravensi (contravention) merupakan bentuk proses sosial yang berada antara persaingan dan pertentangan atau pertikaian. Kontravensi adalah sikap mental yang tersembunyi terhadap orang-orang lain atau unsur-unsur kebudayaan golongan tertentu, yang dapat berubah menjadi kebencian, tetapi tidak sampai pada pertentangan pertikaian. (3) Pertentangan/pertikaian (conflict) ialah suatu proses sosial dimana individu atau kelompok berusaha memenuhi tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan dengan ancaman atau kekerasa. (Soekanto, 2007:81-96).

b. Pendapatan

Pendapatan secara umum dapat diartikan sebagai hasil usaha dalam suatu periode/waktu tertentu. Selain itu, defenisi pendapatan juga adalah total uang yang diterima atau terkumpul dalam suatu periode. Dalam suatu periode disini maksudnya adalah pendapatan tersebut didapat seseorang melalui aktifitas kerja dalam suatu periode tertentu yang membuat seseorang memperoleh upah atau

31

pendapatan atas kengiatan atau pekerjaan yang telah dilakukannya. Pekerja dan keluarganya mempunyai ketergantungan terhadap besarnya upah yang diterima untuk memenuhi kebutuhan hidup, mulai dari kebutuhan pangan, sandang, papan, dan beragam kebutuhan lainnya.

Pendapatan sendiri merupakan salah satu faktor penentu kesejahteran masyarakat, besar kecilnya pendapatan seseorang berbeda dengan yang lainnya.

Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya faktor modalm pekerjaan, dan tingkat pengetahuan. Tingkat pendapatan juga merupakan indikator yang banyak dipakai untuk melihat pembangunan secara umumTingkat pendapatan dapat menyebabkan terjadinya dinamika kehidupan sosial dalam masyarakat suatu wilayah, juga merupakan salah satu indikator untuk melihat kondisi sosial ekonomi masyarakat (www.wikipedia.org/defenisi-pendapatan/).

c. Investasi dan Tabungan

Secara halafiah, investasi adalah penyimpanan uang dengan tujuan memperoleh return yang diharapkan lebih besar dibanding bunga deposito untuk memenuhi tujuan yang ingin dicapai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan dan sesuai dengan kemampuan akan modal. Atau dapat diartikan juga sebagai suatu pengorbanan dalam bentuk penundaan pengeluaran sekarang untuk memperoleh keuntungan (return) yang lebih baik di masa datang (Brigade antivurus.com/softnews/arti-penting/apa-itu-investasi/).

Sedangkan Tabungan adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikonsumsikan. Jadi disimpan dan akan digunakan di masa yang akan datang.

Pendapatan merupakan faktor utama yang terpenting untuk menentukan

konsumsi dan tabungan. Keluarga-keluarga yang tidak mampu akan membelanjakan sebagian besar bahkan seluruh pendapatannya untuk keperluan hidupnya. Individu yang berpendapatan tinggi akan melakukan tabungan lebih besar daripada individu yang berpendapatan rendah. Tabungan dapat dilakukan oleh seorang pedangang dengan membeli barang dangangan dengan maksud untuk mengkonsumsi lebih besar pada waktu yang akan datang.