• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN PUSTAKA

A. Kajian Pustaka

2. Pengertian Pembangunan Pariwisata

Pembangunan merupakan suatu usaha responsif manusia terhadap lingkungannya. Apakah itu lingkungan sosial, ekonomi, ataupun lingkungan alamnya. Pembangunan itu berarti juga sebagai usaha yang dilakukan secara sadar dan mendasar untuk menciptakan kondisi yang lebih baik. Esensi dari pembangunan itu adalah menciptakan (sesutu yang berguna) yang belum ada menjadi ada dan meningkatkan yang telah ada. Dan tujuan akhir dari

pembangunan tersebut (Susanto,1984). Sedangkan pengertian parawisata sendiri seperti yang telah dibahas sebelumnya, menurut peninjauan secara etimologis, berasal dari bahasa sansekerta yang terdiri dari dua suku kata yaitu “pari” dan

“wisata”. Pari berarti berulang-ulang atau berkali-kali, sedangkan wisata berarti perjalanan atau bepergian. Jadi pariwisata berarti perjalanan yang dilakukan secara berulang-ulangatau berkali-kali, sedangkan obyek wisata adalah tempat atau keadaan alam yang dimiliki sumber daya wisata yang dibangun dan dikembangkan sehingga mempunyai daya tarik dan diusahakan sebagai tempat yang dikunjungi wisatawan.

Garis-garis besar haluan negara mengamanatkan bahwa pembangunan dan pengembangan sektor pariwisata bertujuan untuk meningkatkan penerimaan devisa, meningkatkan kesempatan berusaha dan kesempatan kerja, memperkenalkan alam dan budaya nusantara serta mempererat pergaulan antar bangsa, seperti yang tercamtum dalam Instruksi Presiden No.9 Tahun 1969 Bab II Pasal 2 (Soekardijo) yang berbunyi bahwa :

“Pembangunan pariwisata bertujuan untuk meningkatkan

pendapatan devisa pada khususnya dan pendapatan negara dan masyarakat pada umumnya “ .

Adapun Visi Kementrian kebudayaan dan pariwisata Tahun 2010-2014, Yakni,:“Terwujudnya bangsa indonesia yang mampu memperkuan jati diri dan karakter bangsa serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat”. Visi ini mengandung berbagai tujuan, dalam hal ini pariwisata, yaitu : “Mengembangkan kepariwisataan yang mampu memberikan kontribusi yang Signifikan terhadap

13

perekonomian dan kesejahteraan masyarakat”. (Kemenbudpar,2010). Sedangkan menurut undang-undang No.25 Tahun 2000 tentang pembangunan nasional, maka tujuan pembangunan pariwisata adalah: i) Mengembangkan dan memperluas diversifikasi produk dan kualitas pariwisata Nasional; ii) berbasis pada pemberdayaan masyarakat, kesenian dan sumber daya (Pesona) alam lokal yang memperhatikan kelestarian seni dan budaya tradisional serta kelestarian lingkunagn hidup setempat dan; iii) Mengembangkan serta memperluas pasar pariwisata terutama pasar luar negeri.

Didalam undang-undang No.9 Tahun 1990 Kepariwisataan, juga menyatakan bahwa: 1) Wisata adalah kengiatan perjalanan atau sebagian dari kengiatan tersebut dilakukan secara sukarela bersifat sementara untuk menikmati obyek dan daya tarik wisata. 2) Wisatawan adalah orang yang meningmati kengiatan wisata. 3) Pariwisata adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata, termasuk pengusaha obyek dan daya tarik wisata serta usaha-usaha yang terkait di bidang tersebut.4) Kepariwisataan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan penyelenggaraan pariwisata. Untuk itu indonesia trus berupaya meningkatkan sektor pariwisata, yang diharapkan terus mampu meningkatkan kesempatan kerja, pendapatan masyarakat serta berkontribusi pada produk domestik bruto, hal ini sesuai dengan kajian Dowid J. Villesrs (Wahab, 1997) bahwa kalau mesin penggerak penyerapan tenaga kerja pada abad ke-19 adalah pertanian, pada abad ke-20 adalah industri manufacturing dan pada abad ke-21 adalah pariwisata.

Pariwisata sendiri adalah suatu kengiatan yang secara langsung menyentuh dan melibatkan masyarakat, sehingga membawa berbagai dampak terhadap masyarakat setempat. ia dikatakan mempunyai energi dobrak yang luar biasa, yang mampu membuat masyarakat setempat mengalami metamorpose dalam berbagai aspeknya, bahkan pariwisata sendiri adalah industri yang berkembang sangat cepat bahkan tercepat di dunia saat ini. Disejumalah negara, baik negara maju maupun negara-negara berkembang pariwisata digerakkan sebagai perekrut tenaga kerja yang sangat besar dan menjadi sumber pendapatan ekonomi yang sangat besar pula. Sebagaimana diketahui bahwa kengiatan kepariwisataan adalah kengiatan uang mengutamakan pelayanan yang berorientasi pada kepuasaan pelanggan. Dilihat dari pengertian tersebut dapat digambarkan bahwa sebagian besar dari kengiatan pariwisata adalah berupa kengiatan manusia yang bersifat memenuhi keinginan manusia, terutama kebutuhan primer bukan lagi semata-mata kebutuhan sekunder apalagi kebutuhan tersier.

Dari pengertian tersebut dapat dilihat bahwa kengiatan kepariwisataan terjadi semata-mata merupakan kengiatan yang menempuh jarak dan waktu tertentu yang terlepas dari aktifitas keseharian seperti aktifitas kerja, dan yang lainnya, tetapi aktifitas yang dilakukan di luar tersebut melibatkan berbagai pihak lainnya terutama dalam pemakaian fasilitas yang berhubungan dengan pariwisata.

Pariwisata sebagai suatu bagian aktifitas manusia berupaya didefenisiskan dalam berbagai sudut pandang oleh banyak ahli pariwisata dunia. Sementara pandapat Gartner (1996 dalam Madebayu, blogspot, 2009) menyebutkan bahwa pengertian pariwisata tidak hanya mencakup tentang aspek leisure, akan tetapi

15

pariwisata merupakan sistem yang terbuat dari loma elemen yang berinteraksi dengan alam yang lebih luas, elemen manusia, wisatawan, dan tiga elemen goegrafi yaitu wilayah yang melakukan kengiatan (generating region), rute yang dilalui ( transit route), dan wilayah yang dituju (destination region) dan satu elemen ekonomi yaitu industri ekonomi. kesemuanya itu di atur dalam fungsi-fungsinya yang berbeda-beda berinteraksi secara fisik, teknologi, sosial, budaya, ekonomi dan faktor politik. Elemen yang dinamis terdiri dari orang-orang yang melakukan perjalanan, agak panjang yang didasari atas fikiran bersenang-senang, yang keterlibatannya dalam perjalanan meninggalkan rumah secara temporer paling sedikit satu malam. Dari pengertian yang dijabarkan lebih luas tersebut memberikan penegasan bahwa pemahaman terhadap pariwisata tidak hanya terbatas kepada aktifitas manusianya, akan tetapi mencakup berbagai elemen lainnya.

Berbagai pengertian dari pariwisata telah berusaha memberikan defenisi yang lebih jelas mengenai pariwisata tersebut. Perlunya kejelasan dalam hal ini adalah untuk mendukung argumen terhadap aktifitas kepariwisataan yang oleh sebagaian orang masih melihatnya sebagai suatu bentuk kengiatan ekonomi semata-mata. Gartner (Dalam Madebayu.blogspot, 2009) juga berusaha mendefenisikan tentang pariwisata secara lebih akademis. Yang bermakna pada artian bahwa, kengiatan pariwisata sangat dekat dengan dinamisnya kehidupan manusia yang disatu sisi di dasari oleh keinginan untuk memenuhi kebutunnya, tetapi di sisi lain tidak terlepas dari akibat yang di timbulkan oleh aktifitas

tersebut, terutama dampak terhadap kehidupan sosial budaya, ekonomi, dan lingkungan fisik.