• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEORI

B. Hasil Penelitian Yang Relevan

Bedasarkan hasil penelitian terhadap penelitian-penelitian yang ada, penelitian yang berkaitan dengan penelitian yang telah disusun oleh penyusun, diantaranya:

1. Skripsi dari Retnowati mahasiswi Pendidikan Sosiologi (FIS) UNY pada tahun 2011. Penelitian yang berjudul “Bentuk Interaksi Antar Pedagang Aksesoris di Emperan Toko (Perko) Malioboro Yogyakarta”. Penelitian

17 I Wayan Sastrawam, “ Analisis fakto-faktor yang memperngaruhi pemilihan lokasi usaha pedagang kaki lima di pantai penimbangan kecamatan buleleng, kabupaten buleleng”, Vol.5 No.1, Tahun 2015, hal. 3

tersebut dilakukan di emperan Toko Malioboro Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antar pedagang aksesoris di Malioboro. Bentuk interaksi yang terjalin meliputi asosiatif dan disosiatif. Bentuk asosiatif yaitu berbentuk kerjasama yang berupa tukar menukar barang dagangan dan menjagakan barang dagangan ketika pemilik sedang istirahat atau tidak ada di tempat. Bentuk disosiatif yaitu dengan adanya konflik antar pedagang aksesoris yang disebabkan adanya salah paham dari para pedagang dalam mendapatkan pembeli. Letak persamaan penelitian yaitu bidang kajian yang diteliti sama-sama mengenai interaksi sosial yang dilakukan pedagang, metode yang digunakan juga sama-sama menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Perbedaan penelitian terletak pada lokasi penelitian.

Jika penelitian yang dilakukan Retnowati dilakukan di emperan Toko Malioboro penelitian ini dilakukan di kawasan Danau Situ Gintung Perbedaan lain terletak pada kondisi pedagang. Pedagang di Malioboro bersifat heterogen karena berasal dari daerah yang berbeda-beda dan sebagian besar tidak saling mengenal, sehingga akan lebih memunculkan persaingan antar pedagang, sedangkan penelitian ini kondisi padagang bersifat homogen karena sebagian besar pedagang berasal dari daerah yang sama yaitu di kawasan Danau Situ Gintung sehingga para pedagang tentunya sudah saling mengenal satu sama lainnya dan akan memberikan keunikan tersendiri saat pedagang melakukan interaksi dengan pedagang lain.18

2. Skripsi dari Megawati mahasiswi Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau, pada tahun 2017. Penelitian yang berjudul “Interaksi Sosial Pedagang Kaki Lima Di Pasar Puan Maimun Kabupaten Karimun Kepulauan Riau”. Untuk mengetahui bagaimana interaksi sosial yang terjadi antara pedagang kaki lima, faktor-faktor yang mempengaruhi terciptanya interaksi sosial yang berlangsung dan terjalin

18 Retnowati,” “Bentuk Interaksi Antar Pedagang Aksesoris di Emperan Toko (Perko) Malioboro Yogyakarta” skripsi pada fakultas Pendidikan Sosiologi (FIS) UNY pada tahun 2011.

antara pedagang kaki lima di Pasar Puan Maimun Kabupaten Karimun, maka penulis melakukan pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara mendalam dengan responden. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Interaksi Sosial serta Teori Struktural Fungsional. Metode yang digunakan adalah Kualitatif Deskriptif. Letak persamaan penelitian yaitu bidang kajian yang diteliti sama-sama mengenai interaksi sosial yang dilakukan pedagang, metode yang digunakan juga sama-sama menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif.19 Letak persamaan penelitian yaitu bidang kajian yang diteliti sama-sama mengenai interaksi sosial yang dilakukan pedagang, metode yang digunakan juga sama-sama menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Perbedaan penelitian terletak pada lokasi penelitian. Jika penelitian yang dilakukan Megawati dilakukan di Pasar Puan Maemun penelitian ini dilakukan di kawasan Danau Situ Gintung 3. Skripsi dari Ary Sulistiono mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji

Tanjungpinang, pada tahun 2017. Penelitian dengan Judul “Interaksi Antar Pedagang Kaki Lima Jalan Gambir Kota Tanjungpinang”. Penelitian ini termasuk penelitian pendekatan kualitatif dan jenis deskriptif, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi. Kemudian data yang telah terkumpul berupa kata-kata dianalisis denga teknik analisis deskriptif kualitatif. Adapun hasil temuan dalam penelitian yaitu bahwa interaksi yang terjadi dijalan Gambir kota Tanjungpinang dilihat dari keberadaan kelompoknya, bentuk interaksi yang terjadi adanya kerjasama, persaingan, dan pertikaian atau konflik dan bentuk persaingannya berupa persaingan ekonomi.20 Letak persamaan penelitian yaitu bidang kajian yang diteliti sama-sama mengenai interaksi sosial yang dilakukan pedagang, metode yang

19 Megawati, “Interaksi Sosial Pedagang Kaki Lima Di Pasar Puan Maimun Kabupaten Karimun Kepulauan Riau”. Skripsi pada Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau, Pekanbaru.2017

20 Ari sulistiono, “Interaksi Antar Pedagang Kaki Lima Jalan Gambir Kota Tanjungpinang” skripsi pada Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjung Pinang, 2017

digunakan juga sama-sama menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Perbedaan penelitian terletak pada lokasi penelitian.

penelitian yang dilakukan Ary Sulistiono dilakukan di Jalan Gambir Tanjung Pinang penelitian ini dilakukan di kawasan Danau Situ Gintung.

4. Jurnal dari Merliya Merliya, Ikhwan Ikhwan yang berjudul “Pola Interaksi Sosial Pedagang dengan Nelayan di Pasar Ikan Pantai Purus Padang Kecamatan Padang Barat”, pada tahun 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola interaksi sosial pedagang ikan di pasar ikan pantai Purus Padang Kecamatan padang Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Penelitian kualitatif ini menggunakan teknik pemilihan informan yaitu purposive sampling dengan jumlah informan yaitu 20 orang. Pengumpulan data dalam penelitian dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan studi dokumentasi yang dianalisis dengan teknik analisis data yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman.

Hasil penelitian menunjukan bahwa pola interaksi sosial pedagang dengan nelayan yaitu hubungan Patron-Klien.Hubungan patron-klien terjadi antara pedagang dengan nelayan pemilik kapal.Dimana yang bertindak sebagai patron yaitu pedagang, sedangkan yang menjadi klien yaitu nelayan, meskipun nelayan dalam hal ini sebagai pemilik kapal, namun hasil tangkapan yang sedikit yang disebabkan karena nelayan masih menggunakan alat tangkap tradisional membuat nelayan masih bergantung kepada pedagang.21

5. Jurnal dari Hetwin Fantiya, Dr. Luh Putu Sendratari, M. Hum, Dr. I Ketut Margi, M.Si yang berjudul “Interaksi Sosial Pedagang Kaki Lima di Tengah Masyarakat Multikultur Dan Potensinya Sebagai Media Pembelajaran Sosiologi di SMA”, pada tahun 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Interaksi sosial PKL (Pedagang Kaki Lima) etnis Bali dengan etnis non-Bali; (2) Interaksi sosial PKL non-Bali dengan masyarakat sekitar; (3) Interaksi sosial PKL non-Bali dengan

21 Merliya, dkk, “Pola Interaksi Sosial Pedagang dengan Nelayan di Pasar Ikan Pantai Purus Padang Kecamatan Padang Barat” jurnal perspektif: jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Vol 2, No 4, tahun 2019

keluarga dikampung halaman; dan (4) Aspek-aspek yang dijadikan sebagai media pembelajaran Sosiologi pada Bab Individu, Kelompok dan Hubungan Sosial. Konsep yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah tersebut yakni interaksi sosial, sektor informal, dan PKL.

Pendekatan yang digunakan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian etnografi, dengan langkah: penentuan informan yang terdiri dari PKL, pembeli, tukang parkir, Ketua dagang, Ketua Lingkungan Kelurahan Banjar Tegal dan Desa Pakraman Banyuasri.

Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Analisis data dilakukan dengan langkah reduksi, penyajian, dan kesimpulan.22

Dokumen terkait