BAB III METODOLOGI PENELITIAN
B. Metode Penelitian
1 DJuju Sudjana, Evaluasi Program Pendidikan Luar Sekolah, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2006), hlm.212-213
2 Muhammad Idrus, Metode Penelitian Ilmu Sosial Pendekatan Kualitatif Dan Kuantitatif (Yogyakarta: Erlangga, 2009).
3 Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Sosial & Ekonomi ( Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2013). Hal. 129.
Sumber data dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dari hasil wawancara peneliti terhadap para pedagang kaki lima yang berjualan di kawasan Danau Situ Gintung dengan pengamatan bagaimana kegiatan sehari-hari para pedagang tersebut, dan semua dicatat di dalam data tertulis.
Selain sumber data diperoleh dari hasil wawancara dan pengamatan, sumber data tertulis lainya juga diperlukan seperti data dari buku, internet, dan juga foto-foto sebagai sumber data lainya yang juga sebagai bukti bahwa peneliti telah melakukan penelitian.
D. Teknik Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data yang diinginkan dan relevan dengan penelitian ini maka digunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut:
a. Observasi (pengamatan)
Metode observasi adalah metode pegumpulan data yang digunakan untuk menghimpun data penelitian, data penelitian tersebut diamati oleh peneliti. Dalam arti bahwa dihimpun melalui pengamatan peneliti melalui pengunaan pancaindra.4
b. Wawancara
Metode wawancara juga biasa disebut dengan metode interview.
Metode wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan responden atau orang yang di wawancarai.5
Wawancara dilakukan dengan bertatap muka langsung dengan pedagang kaki lima di kawasan danau Situ Gintung, Instrumen yang digunakan adalah perekam suara dan pedoman wawancara. Dalam penelitian ini, wawancara dilakukan guna mencari informasi bagaimana interkasi sosial yang terjadi antar pedagang kaki lima di kawasan Danau Situ Gintung.
4 ibid. hal. 142.
5 ibid. hal. 133.
c. Dokumentasi
Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu.
Dokumen dapat berbentuk tulisan, gambar, atau karya monumental dari seseorang. Dokumen yang berbentuk tulisan misalnya catatan harian, sejarah kehidupan, ceritera, biografi, peraturan, kebijakan. Dokumen yang berbentuk gambar, misalnya foto, gambar hidup, sketsa dan lain-lain.
Dokumen yang berbentuk karya misalnya karya seni yang dapat berupa gambar, patung, film, dan lain-lain. Studi dokumen merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif.6 Hasil penelitian dari observasi atau wawancara akan lebih dapat dipercaya apabila didukung dengan adanya dokumentasi seperti foto- foto yang berguna melengkapi data.
E.
Instrumen Penelitian
Peneliti berperan sebagai instrumen kunci dalam penelitian, para peneliti kualitatif mengumpulkan sendiri data melalui studi dokumentasi, observasi, dan wawancara. Kehadiran peneliti dalam penelitian ini dilakukan sesuai kesepakatan dengan objek penelitian dalam rangka mengumpulkan data dan informasi berkenan dengan fokus penelitian. Untuk memudahkan tugas peneliti sebagai instrumen kunci, maka peneliti menggunakan acuan berupa pedoman observasi, pedoman wawancara, dan daftar dokumen yang dibutuhkan sebagai usaha menggali informasi dari sumber data penelitian.7
Instrumen penelitian dapat disebut sebagai alat pengumpul data.
Perlunya alat untuk pengumpulan data seperti pedoman wawancara untuk setiap informan, panduan observasi, dan form isian dokumentasi. Peneliti mengumpulkan data dilapangan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, serta studi dokumentasi.8
6 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.(Bandung:
Alfabeta.2009). hal 240
7 Creswell John w, Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, Dan Mixed (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2016)
8 Sanapiah Faisal, Format-Format Penelitian Sosial (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2007).
1. Pedoman Observasi
Tabel 3.2 Pedoman Observasi
No Aspek yang Diamati Keterangan
1
Mengamati letak Pedagang-pedagang yang berjualan di kawasan Danau Situ Gintung
2 Mengamati aktivitas saat membuka warung atau Dagangannya
3 Mengamati interaksi yang terjadi antar sesama Pedagang
2. Pedoman Wawancara
Table 3.3
Kisi-Kisi Pedoman Wawancara
No Aspek Masalah Sub Aspek Masalah Keterangan
1 Pedagang Latar belakang berdagang
dikawasan Danau Situ Gintung No 1-5
2 Kontravensi Komunikasi dan hubungan antar
pedagang No 6-8
3 Kerjasama Bentuk kerja sama antar pedagang No 9-10
4 Persaingan Bentuk persaingan antar pedagang No 11-12
5 Konflik Koflik yang terjadi antar pedagang No 13-14
6 Akomodasi Bentuk akomodasi yang lakukan
antar pedagang No 15-16
3. Pedoman Dokumentasi
Tabel 3.4
Pedoman Dokumentasi
No Indikator Keterangan
1. Letak Pedagang
2. Foto bersama Pedagang
F. Teknik Pengambilan Sampel
Untuk memperoleh informasi mengenai fokus penelitian ini, maka peneliti menggunakan teknik sampling bertujuan (purposive sampling), purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel dari sumber data dengan pertimbangan tertentu, yaitu dari pedagang-pedagang disana yang memungkinkan untuk di jadikan informan dan yang diharapkan memberikan informasi yang tepat dan akurat sehingga memudahkan peneliti mmenjelajahi objek situasi sosial yang.9
G. Uji Keabsahan Data
Salah satu syarat bagi analisis data adalah memiliki data yang valid dan raliabel. untuk itu, dalam kegiataan penelitian kualitatif pun dilakukan validasi data. Triangulasi dalam pengujian kredibilitas ini diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan berbagai waktu. Dengan demikian terdapat triangulasi sumber, triangulasi teknik pengumpulan data, dan triangulasi waktu.10
H. Teknik Analisis Data
Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung dan setelah pengumpulan data dalam periode selesai. Pada saat wawancara peneliti sudah melakukan analisis terhadap jawaban yang diwawancarainya. Bila jawaban yang diwawancarai telah di analisis dan ternyata belum memuaskan, peneliti akan melanjutkan pertanyaan lagi sampai tahap tertentu hingga memperoleh data yang di anggap kredibel.
Milles and Huberman mengungkapkan aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas sehingga datanya sudah jenuh. Aktivitas dalam analisis data, yaitu:
reduction data, display data dan consuling drawing/verification.11
9 Endang Widi Winarni, Teori dan Praktik Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, PTK, R &
D(Jakarta: PT Cahaya Prima Sentosa, 2018). Hal. 153
10 ibid. hal. 183.
11 Ibid. Hal. 171
a. Data reduction (reduksi data)
Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya. Dengan demikian, data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempemudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya.12
b. Data display (penyajian data)
Setelah data direduksi maka langkah selanjutnya menampilkan display data, dalam penelitian kualitatif, penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart, dan sejenisnya. Dalam hal ini Milles dan Huberman menyatakan data yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah data berupa teks yang bersifat naratif.13
c. Conclusion drawing/verification (kesimpulan/verifikasi)
Langkah ketiga dalam analisis data kualitatif menurut Milles dan Huberman adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara sehingga akan berubah bila ditemukan bukti-bukti yang kuat untuk mendukung tahap pengumpulan berikutnya. Apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal didukung bukti-bukti yang valid dan konsisten, saat peneliti kembali ke lapangan untuk mengumpulkan data maka kesimpulan yang dikemukakan bersifat kredibel.14
12 Ibid. hal 172.
13 Ibid. hal. 173.
14 Ibid. hal. 174.
35 BAB IV
PEMBASAHAN DAN ANALISIS
A. Deskripsi Data
1. Gambaran umum Kecamatan Ciputat timur
Kecamatan Ciputat Timur merupakan salah satu kecamatan yang ada di kota Danau Situ Gintung, Provinsi Banten. Kecamatan Ciputat Timur merupakan hasil dari pemekaran Kecamatan Ciputat. Luas wilayah daerah 15.43Km² atau sebesar 10.6 persen dari luas kota Danau Situ Gintung. Kecamatan Ciputat Timur berjarak 9.8 Km dari pusat kantor pemerintahan Kota Danau Situ Gintung tepatnya di Jalan Maruga Kelurahan Serua Kecamatan Ciputat sebagai berikut:
Utara: Kecamatan Pondok Aren dan Kota sebagai kantor pemerintahan Kota Tanggerang selatan dan memiliki batas administrasi Jakarta Selatan
Timur: Kota Jakarta Selatan Provinsi DKI Jakarta
Barat: Kecamatan Ciputat dan Kecamatan Pamulang
Selatan: Kecamatan Ciputat. Pondok Aren dan Kota Jakarta Selatan Provinsi DKI Jakarta
Bentuk Topografi wilayah Kecamatan Ciputat Timur merupakan wilayah daratan yang memiliki ketinggian 65meter diatas permukaan laut.
Kelurahan Rengas merupakan wilayah yang paling tinggi dari permukaan laut yaitu 70meter dpl. Sedangkan Kelurahan Pisangan dan Rempoa merupakan wilayah yang paling rendah dari permukaan laut yaitu 60 meter dpl. Karena letaknya yang strategis maka sebagian besar wilayah Kecamatan Ciputat Timur merupakan wilayah pemukiman serta sentra perdagangan dan jasa. Pesatnya perkembangan wilayah Kecamatan Ciputat Timur karena wilayah Kecamatan Ciputat Timur merupakan salah satu daerah penyangga ibukota Jakarta. Sebagai wilayah perkotaan,
pertumbuhan penduduk Kecamatan Ciputat Timur sangat dinamis, terdiri dari beraneka suku, adat istiadat, dan budaya serta berbagai karakter.1 2. Wilayah penelitian Danau Situ Gintung
Gambar 4.1 Peta Danau Situ Gintung
Situ Gintung adalah danau kecil buatan yang terletak di Kecamatan Ciputat Timur, kota Danau Situ Gintung, Provinsi Banten. Lokasi danau ini ada disebelah barat daya Kota Jakarta, dengan luas mencapai 21.4 hektar.
Awal pembentukan situ (danau) ini adalah sebagai waduk yang berfungsi sebagai tempat penampungan air hujan dan untuk perairan ladang pertanian di sekitarnya, dibuat antara tahun 1932-1933 dengan luas awal 31 ha. Kapasitas penyimpanannya mencapai 2,1 juta meter kubik.
Situ ini adalah bagian dari daerah aliran Sungai Cisadane merupakan salah satu sungai utama Provinsi Banten dan Jawa Barat sumber berasal dari Gunung Salak dan Gunung Pangrango di (Kabupaten Bogor, sebelah
1 Badan Pusat Statistik Kota Tanggerang Selatan, Kecamatan Ciputat Timur Dalam Rangka 2018(Tanggerang Selatan: Cv.Putra Jaya,2018).
selatan Kabupaten Tangerang) yang mengalir ke Laut Jawa panjang sungai ini sekitar 80 km dan bendungan aliran Kali Pesanggrahan, Di tengah-tengah situ terdapat sebuah pulau kecil yang menyambung sampai ke tepi daratan seluas kurang lebih 1,5 ha yang bernama Pulau Situ Gintung beserta hutan tanaman yang berada sekitarnya. Semenjak tahun 1970-an kawasan pulau dan salah satu tepi Situ Gintung dimanfaatkan sebagai tempat wisata alam dan perairan di mana terdapat restoran, kolam renang, dan outbond. Terhitung tahun 2011 Situ Gintung berubah nama menjadi Bendungan Gintung (sesuai dengan PP No. 37 Tentang Bendungan Tahun 2010).2
B. Deskripsi umum informan penelitian
Hasil dari observasi yang telah dilakukan oleh peneliti, dapat diketahui para pedagang kaki lima di kawasan Danau Situ Gintung aktivitas pedagang dimulai dari pagi pukul 06.00-18.00, tetapi itu khusus dihari libur atau sabtu dan minggu, di hari biasa dari senin sampai jumat para pedagang hanya buka
2 https://id.wikipedia.org/wiki/Situ_Gintung 20.45
pada sore hari yaitu sekitar pukul 14.00-18-00 WIB.ini untuk para pedagang yang tidak tetap. Pedagang yang mempunyai lapak tetap dihari biasa pun tetap buka dari pagi hingga sore hari tepatnya pukul 07.00-18-00. Para pedagang terdiri dari pedagang makanan dan minuman. Mereka menempati lapak-lapak yang sering mereka tempati, lapak mereka ada yang sudah tetap dan juga ada yang berpindah-pindah, contohnya seperti sesama pedagang es cincau yang harus berbagi tempat sesuai siapa yang duluan datang, dan mereka saling mengatur posisi bagaimana lapak mereka berjualan.
Pedagang disini tidak semua orang asli dari daerah Situ Gintung, ada juga beberapa perantau dari daerah lain contohnya dari daerah Brebes, Jawa Tengah. Akan tetapi mereka yang perantau sudah lama tinggal di sekitaran Situ Gintung atau di daerah Ciputat Timur.
Informan penelitian ini meliputi berbagai kategori, jumlah informan ada 6 orang yang terdiri dari pedagang makanan minuman, pedagang es cincau, pedagang tahu gejrot. Berikut ini akan menjelaskan deskripsi umum dari semua informan dalam penelitian ini, antara lain sebagai berikut.
1. Ibu Yeyen
Ibu Yeyen adalah salah satu pedagang dikawasan Danau Situ Gintung. Usia beliau sekitaran 39 tahun, Ibu Yeyen merupakan warga asli daerah sekitaran Danau Situ Gintung. Sehingga Ibu Yeyen sangat mudah untuk bisa ataupun mendapat izin untuk bergadang di kawasan Danau Situ Gintung ini. Ibu Yeyen memulai berdagang di kawasan ini sejak 2017, bisa terbilang baru akan tetapi sudah sangat dekat dengan pedagang-pedagang lainnya. Dagangan yang dijual oleh Ibu Yeyen yaitu makanan dan minuman seperti pop mie, telor-teloran dan lain-lain.
Latar belakang Ibu Yeyen hanya seorang ibu rumah tangga biasa yang ikut berjualan di kawasan Danau Situ Gintung, karena melihat banyak pedagang yang berjualan disana dan dari sisi lain Ibu Yeyen berdagang karena ingin membantu suami memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
2. Mba Rahma
Mba Rahma tergolong pedagang muda, usia Mba Rahma sekitar 25 tahun dan mempunyai 1 orang anak. Mba Rahma menjual makanan dan minuman seperti roti bakar, sosis bakar, dan minuman kopi serta segala macam es. Mba Rahma juga baru 3 bulan berjualan di kawasan ini karena ikut dengan saudara yang juga berjualan disini.
Sebelum menjadi pedagang Mba Rahma merupakan seorang pegawai di sebuah perusahaan swasta dan baliau terkena PHK semenjak pandemic covid 19, pada akhirnya Mba Rahma ikut dengan saudaranya untuk berjualan di kawasan Danau Situ Gintung, karena kondisi yang susah jalan satu-satunya untuk memenuhi kebutuhan hidup ya Mba Rahma harus berjualan untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.
3. Bapak Somi
Bapak Somi adalah perantau dari daerah Brebes Jawa Tengah yang pindah ke Danau Situ Gintung karena menikah dengan istrinya yang merupakan warga asli Danau Situ Gintung, persis tidak jauh dari kawasan Danau Situ Gintung. Beliau terbilang baru berdagang di kawasan ini, yaitu sekitar 3 bulanan. Beliau bersama istrinya membangun sebuah lapak di pinggiran danau yang menjadi lahan tepat dagangannya, beliau menjual berbagai jenis makanan dan minuman. Bapak Somi juga merupakan saudara dari Mba Rahma yang sama-sama berjualan di kawasan ini, saling berkerja sama satu sama lain dalam hal menjajakan dagangannya.
Pak Somi bercerita sedikit, hal yang membuat beliau berdagang di sini dikarenakan beliau juga punya usaha yang sama di kampungnya dan sekarang dikelola oleh saudaranya dan sudah berkembang. Beliau berharap juga usahanya disini juga berkembang dan menjadi tabungan beliau di hari tuanya.
4. Ibu Ruswati
Ibu Ruswasti berusia 50 tahun merupakan salah satu pedagang makanan dan minuman dan tergolong sudah lama berjualan di kawasan Danau Situ Gintung, beliau berjualan sejak tahun 2015 berarti sudah 5
tahun Bu Ruswati berjualan di sini. Beliau meruapakan perantau dari daerah Kebumen Jawa Tengah, tetapi sudah tinggal lama disini sehingga sudah menjadi warga asli sini dengan memiliki KTP Danau Situ Gintung.
Sebelum itu semua Bu Ruswati adalah seorang pegawai disalah satu perusahaan swasta dan semenjak berhenti beliau langsung berinisiatif untuk berjualan, karena untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
Karena beliau berfikir jika mengandalkan penghasilan dari suaminya tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.
5. Bapak Ewo
Bapak Ewo merupakan salah satu pedagang di kawasan Danau Situ Gintung. Beliau menjual es cincau sebagai pekerjaannya yang ia lakoni sejak muda. Pak Ewo berjualan di kawasan ini sejak 5 tahun lalu karena di kawasan ini selalu ramai pengunjung yang datang dan bukan hanya Pak Ewo saja yang berjualan es cincau disini ada 2 teman lainnya juga berjualan disini dan mereka saling atur posisi setiap berjualan dengan waktu yang sama. Biasanya pak ewo datang kesini itu kisaran jam 15.00 sampai 17.00 atau menjelang magrib.
Pak Ewo juga seorang perantau dari daerah Kuningan Jawa Barat.
Beliau sudah cukup lama merantau dari daerah asalnya. Beliau juga membawa keluarganya untuk sama-sama tinggal disini.
6. Bapak Anas
Bapak Anas mulai berjualan di kawasan ini sejak sebelum tanggul Situ Gintung jebol. Beliau merupakan perantau dari daerah Brebes Jawa tengah, akan tetapi sudah lama menetap di daerah sini. Beliau meruapkan satu-satunya pedagang tahu gejrot yang ada di kawasan Danau Situ Gintung, dan sudah sangat kenal dengan pedagang-pedagang disekitar lapak tempat ia berjualan.
C. Pembahasan dan analisis
1. Latar Belakang Pedagang Danau Situ Gintung
Perbedaaan pada masyarakat merupakan keragaman yang unik yang di Indonesia. Perbedaan itu karena adanya sturktur dari masyarkat dan tempat tinggal juga mempunyai peranan yang penting untuk membentuk suatu karakter dalam masyrakat itu sendiri. Kehidupan masyarakat kota maupun pinggiran kota yang sangat amat sibuk dengan pekerjaan-pekerjaan yang ada, serta lapangan kerja yang sulit dicari karena kalah saing antar pelamar kerja menjadi hal yang sangat wajar dikehidupan perkotaan. Dan ini menjadi hal yang harus dipikirkan bagaimana malanjutkan hidup serta mencari sesuatu yang dapat menopang kehidupan itu sendiri dengan berbisnis ataupun kata mudahnya berdagang sesuatu hal di tempat yang menjadi tujuan para orang untuk mencari sesuatu hal dalam kebutuhan hidupnya. Ini yang menjadi corak kehidupan masyarakat kota yang sangat heterogen dan harus saling memikirkan diri sendiri untuk bagaimana ia bertahan hidup di keadaan seperti ini.
Kota Danau Situ Gintung mempunyai suatu tempat yang menjadi daya tarik bagi masyarakat daerah sekitar maupun luar daerah, yaitu Danau Situ Gintung dengan menikmati keindahan dan sejuknya alam dengan pemandangan hijau serta danau yang cukup indah. Disana orang dapat menikmati sambil berolahraga dihari libur ataupun hari biasa untuk memenuhi kebutuhan tubuhnya. Dan ini yang menjadi alternatif bagi warga sekitar ataupun warga yang tinggal tidak terlalu jauh dengan kawasan Danau Situ Gintung untuk berjualan yang menjadi pekerjaan barunya. Ini merupakan kesempatan yang baik untuk menopang kehidupan sehari-hari, walaupun hasil tidak seberapa akan tetapi masih bisa untuk memenuhi kebutuhan pokok untuk sehari-hari.
Motivasi untuk menambah penghasilan agar memenuhi kehidupan sehari-hari menjadi alasan utama mereka berjualan di kawasan Danau Situ Gintung, seperti pernyataan dari mba Rahma:
“buat kebutuhan sehari-hari, bantu suami juga buat penghasilan, jadikan tercukupi tuh mas, alhamdulilah dah semenjak jualan disini jadi kebagian semua gituh”.3
Kemudian hal yang berbeda yang disampaikan oleh ibu yeyen sebagai berikut:
“Karena ngeliat orang berjualan, jadi ya ada niatan untuk berjualan dan juga karena kampung sendiri juga”4
Bagi para pedaganag di kawasan Danau Situ Gintung, menjadi pedagang makanan dan minuman, dan pedagang lainnya telah memberi warna bagi mereka, sehingga pendapatan keluarga dapat meningkat.
Meskipun tidak terlalu besar pengaruhnya, akan tetapi mampu mengingkatkan sedikit perekonomian keluarga dan juga dapat memberikan keleluasaan bagi pedagang untuk memenuhi kebutuhaan sehari-harinya.
2. Kelompok Pedagang dalam Kawasan Danau Situ Gintung
Kelompok sosial sangat penting karena sebagian besar kegiatan manusia berlangsung didalamnya. Berbagai jenis kelompok sosial yang ada tanpa kita sadari kita termasuk dala bagian kelompok tersebut, bergabung dengan sebuah kelompok merupakan sesuatu yang murni dari diri sendiri atau juga secara kebetulan. Misalnya, seseorang terlahir dari keluarga tertentu. Namun ada juga yang merupakan sebuah pilihan. Dua faktor utama mengarahkan pilihan tersebut adalah kedekatan dan kebersamaan.
Tingkat kedekatan dan geografis sangat berpengharuh terhadap keterlibatan seseorang kedalam sebuah kelompok, kelompok-kelompok tersusun atas berbagai macam individu yang saling berinteraksi satu sama lain, saling melihat, saling berbicara, saling bersosialisasi. Kedekatan fisik meningkatkan peluang interaksi dan merupakan kegiatan bersama yang memungkinkan terbentuknya kelompok sosial, sehingga kedekatan
3 Lampiran 2, Hasil Wawancara dengan Mba Rahma pada tanggal 2 November 2020
4 Lampiran 1, Hasil Wawancara dengan Ibu Yeyen pada tanggal 2 November 2020
menumbuhkan interaksi, ini menjadi peran penting dalam terbentuknya kelompok pertemanan.
Summer mengungkapkan bahwa didalam masyrakat terdapat beberapa kelompok sosial yaitu in group dan out group. In group merupakan kelompok sosial yang dijadikan tempat oleh individu-individunya untuk mengidentifikasi dirinya. Out group merupakan kelompok sosial yang oleh individunya diartikan sebagai lawan in group jelasnya kelompok sosial di luar anggotanya out group. Kelompok in group dipengaruhi oleh tingkat kedekatan misalnya kedekatan fisik dan kedekatan personal, seperti dalam kelompok pedagang di Danau Situ Gintung.
Dalam menjajakan barang dagangannya kedekatan fisik para pedagang menjadi salah satu faktor pembentukan kelompok pedagang di kawasan Danau Situ Gintung. Penempatan mereka saat berjualan memang tidak diatur akan tetapi disana hanya menerapkan siapa yang datang lebih awal ataupun yang sudah lama menempati tempat tertentu. Dan jarak pedagang satu ke pedagang lainya sangat dekat atau bersampingan, karena ini pedagang dapat berkomunikasi secara terbuka, tanpa ada batasan fisik apapun, mereka saling mengobrol setiap harinya dan tanpa disadari dengan kedekatan fisik tempat mereka akan menciptakan rasa kebersamaan antar pedagang. Seperti yang dirasakan oleh Ibu Yeyen saat diwawancari sebagai berikut.
“Deket karena yah tetanggaan sih ya mas, yah deket semua lah ya, saling obrol saling membantu satu sama lain juga, udh lama juga jualan sama-sama disini yah masa ngak deket mas, intinya saling pengertian aja sih kalo buat saya mah”5
Hal yang sama juga di ungkapkan oleh mba rahma sebagai berikut:
“Yang penting ramah ke sesama pedagang disini, karena memang keluarga dan teman yah kalo dideretan sini mas, jadi yah sering ngobrol ya kita semua disini.”6
“Yang penting ramah ke sesama pedagang disini, karena memang keluarga dan teman yah kalo dideretan sini mas, jadi yah sering ngobrol ya kita semua disini.”6