BAB II LANDASAN TEORI
B. Hasil Penelitian yang Relevan
Penelitian yang relevan dengan penelitian ini dijelaskan sebagai berikut.
Penelitian yang pertama adalah penelitian dari Indrawati (2014) yang melakukan penelitian dengan judul “Implementasi Pendidikan Karakter pada Program Adiwiyata Melalui Kegiatan Lingkungan Berbasis Partisipatif di SMK Negeri 1 Turen”. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan program, memaparkan implementasi program pendidikan karakter bangsa melalui program kegiatan lingkungan berbasis partisipatif dan memaparkan pelaksanaan pendidikan karakter dalam program Adiwiyata melalui kegiatan partisipatif di SMKN 1 Turen.
Hasil dari penelitian ini adalah penerapan pendidikan karakter bangsa melalui program kegiatan lingkungan berbasis partisipasif merupakan kegiatan yang melibatkan partisipasi semua anggota sekolah dalam melaksanakan berbagai tugas yang diberikan oleh sekolah, siswa dituntut untuk berperan aktif dalam mengikuti kegiatan partisipatif melalui budaya kebersihan. Kegiatan partisipatif yang diadakan oleh sekolah diharapkan dapat membentuk karakter siswa menjadi siswa yang berbudi pekerti baik dan dapat terbentuk melalui budaya sekolah yang menomersatukan kebersihan dan keindahan sekolah dalam berbagai kegiatan misalnya setiap satu minggu sekali bergotong-royong membersihkan lingkungan sekolah bersama-sama. Dalam proses partisipatif
37
siswa dalam menjalankan tugas yang diberikan sekolah nantinya akan dapat membentuk karakter siswa yang dilakukan melalui pembiasan.
Penelitian yang kedua adalah penelitian dari Zuchri, dkk, (2014) yang melakukan penelitian dengan judul “Pemetaan Implementasi Pendidikan Karakter di SD, SMP, dan SMA di Kota Yogyakarta”. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey yang mengambil sampel dengan teknik area cluster random sampling sehingga diperoleh sampel satu sekolah untuk SD dan SMA dan dua sekolah untuk SMP untuk wilayah Yogyakarta bagian Utara, Selatan, Barat dan Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter di SD, SMP, dan SMA di Kota Yogyakarta.
Hasil penelitian yang diperoleh yaitu menurut pendapat para guru, perancanaan pendidikan karakter di sekolah-sekolah Kota Yogyakarta sudah dilakukan dengan cukup baik, tetapi berdasarkan analisis RPP yang dibuat oleh guru, ada beberapa RPP yang belum mengandung nilai-nilai target yang akan dikembangkan dalam pembelajaran. Pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah sudah dipadukan dengan berbagai mata pelajaran. Akan tetapi, penilaian pengetahuan dan kemauan untuk mengaktualisasikan nilai-nilai target pendidikan karakter belum terdapat pada sebagian soal-soal yang dibuat guru.
Penilaian perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai target dilakukan oleh kebanyakan guru hanya dengan wawancara.
Penelitian yang ketiga adalah penelitian dari Yetri dan Firdaos (2017) yang melakukan penelitian dengan judul “Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat pada Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung”. Penelitian ini merupakan
38
penelitian kualitatif. Penelitian ini menggunakan latar alamiah, dengan tujuan menafsirkan fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan cara melibatkan beberapa metode yang ada.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan sekolah membangun kolaborasi dan pelibatan masyarakat dalam PPK masih menghadapi berbagai kendala dan dapat dikategorikan belum optimal. Pada umumnya masyarakat antusias menyambut program PPK, dan memiliki kemauan untuk berpartisipasi aktif dalam ikut mensukseskan program PPK. Selama ini sekolah belum menemukan desain kegiatan atau desain implementasi yang sesuai kebutuhan sekolah (minat, bakat, kemampuan, dan kreativitas sekolah serta kearifan lokal di lingkungan sekolah). Desain model implementasi PPK melalui kegiatan ekstrakurikuler yang ditawarkan dalam penelitian ini, masih merupakan model dasar, yang biasa diadopsi dan dimodifikasi oleh sekolah yang menyesuaikan kondisi sekolah, kesediaan, dan kesiapan masyarakat.
Penelitian yang keempat adalah penelitian dari Hermawan (2017) yang melakukan penelitian dengan judul “Implementasi Pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat pada Kegiatan Student Exchange SD Muhammadiyah Paesan Pekalongan”. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap implementasi pendidikan karakter berbasis masyarakat melalui kegiatan student exchange SD Muhammadiyah Paesan Kedungwangi Pekalongan di masyarakat desa Kranggan, Tersono, Batang. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat desa Kranggan Tersono Batang dalam kegiatan student exchange dapat dikatakan aktif dan baik.
39
Penelitian yang kelima adalah penelitian dari Nurdin (2017), yang berjudul “Kontribusi Tradisi Haroa dalam Pendidikan Karakter Masyarakat Buton”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan tradisi haroa dalam masyarakat Buton, untuk mengetahui bentuk-bentuk tradisi pada masyarakat Buton, dan untuk mengetahui nilai-nilai karakter dalam tradisi haroa masyarakat Buton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan haroa merupakan tradisi yang turun temurun yang dilakukan masyarakat Buton di mana pelaksanaannya dilakukan dari rumah ke rumah, di masjid, dan di tempat-tempat lain yang disepakati bersama. Adapun bentuk-bentuk pelaksanaan haroa dapat diklasifikasi menjadi (a) haroa memperingati hari-hari besar agama Islam, seperti Isra’Mi’raj, Maulid Nabi Muhammad SAW, Sya’ban, Ramadhan, malam Lailatul 1adar, hari raya 1dhul Fithri dan Idul Adha, (b) haroa syukuran/selamatan, (c) haroa kematian (poalona mate).
Nilai-nilai karakter yang terkandung dalam tradisi haroa adalah religius, syukur, kebersamaan, cinta dan kasih sayang, persatuan, tolong menolong, peduli, musyawarah, toleransi. Literature map penelitian dapat dilihat pada Gambar 2.2.
40
Gambar 2.2 Literature Map
Kelima penelitian relevan di atas memiliki persamaan dan perbedaan dengan penelitian yang peneliti lakukan. Beberapa persamaannya adalah sama-sama membahas mengenai implementasi atau penerapan pendidikan karakter terhadap peserta didik dan melihat upaya sekolah dalam penerapan PPK.
Beberapa perbedaannya adalah jenis penelitiannya, satuan yang menjadi tempat penelitian, dan objek sasaran yang dikenai penelitian. Dari persamaan dan perbedaan tersebut, peneliti berusaha melakukan penelitian dengan topik yang sama yaitu pendidikan karakter. Pentingnya penelitian yang peneliti
Zuchri, dkk (2014) Pemetaan Implementasi Pendidikan Karakter di SD, SMP, dan SMA di Kota
Yogyakarta Indrawati (2014) Implementasi Pendidikan Karakter
Pada Program Adiwiyata Melalui Kegiatan Lingkungan Berbasis Partisipatif di SMK Negeri 1 Turen
Yetri & Firdaos (2017) Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat Pada Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Di
Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung
Hermawan (2017) Implementasi Pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat Pada Kegiatan Student Exchange SD Muhammadiyah
Paesan Pekalongan
Nurdin (2017) Kontribusi Tradisi Haroa Dalam Pendidikan Karakter Masyarakat Buton
Penelitian ini:
Penerapan program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat di Sekolah Dasar
se-Kecamatan Turi
41
lakukan adalah akan diketahuinya sejauh mana penerapan PPK berbasis masyarakat dalam bentuk persentase dan bentuk penerapan apa saja yang dilakukan sekolah dengan komunitas atau masyarakat sekitar sebagai bagian untuk mendukung pendidikan karakter.