• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

B. Hasil Penelitian yang Relevan

Pada bagian ini, peneliti akan menjelaskan hasil penelitian yang relevan sesuai dengan Kurikulum 2013. Pertama, Utami (2015) melakukan penelitian tentang “Implementasi Pendekatan Saintifik Dalam Kurikulum 2013 Pada Siswa Kelas II SDN Prembulan, Pandowan, Galur, Kulon Progo”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, penilaian pembelajaran, hambatan yang ditemui guru, dan upaya mengatasi hambatan dalam implementasi Pendekatan Saintifik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif.

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengunakan alat bantu pedoman observasi, pedoman wawancara, lembar angket, dan pedoman analisis RPP. Hasil penelitian menunjukan bahwa perencanaan pembelajaran yang dilakukan guru adalah mengkaji silabus dan buku siswa, serta menyusun RPP yang menjabarkan langkah kegiatan Pendekatan Saintifik. Guru sudah melaksanakan pembelajaran menggunakan Pendekatan Saintifik yang meliputi kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/mencoba, mengasosiasi/menalar, dan mengomunikasikan. Namun, pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan tersebut belum maksimal.

Penelitian yang telah dilakukan oleh Utami memiliki kesamaan dengan peneliti terkait penelitian yang akan dilakukan peneliti. Kesamaan tersebut terlihat dari judul yang dipaparkan yaitu Implementasi Pendekatan Saintifik 2013 di SD.

29 Selain itu juga memiliki kesamaan dari segi instrumen yang digunakan sehingga ada ketekaitan antara penelitian terdahulu dengan yang akan diteliti.

Kedua, penelitian yang dilakukan oleh Ariffiando (2014) “Studi Deskriptif Pembelajaran Tematik dengan Menerapkan Pendekatan Saintifik di Kelas 4 Sekolah Dasar Negeri 1 Kota Bengkulu”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran Tematik dengan menerapkan pendekatan Saintifik di kelas IV SD Negeri 01 Kota Bengkulu. Pendekatan dan jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini yaitu 1) Pada perencanaan pembelajaran, terdapat komponen-komponen yang sudah lengkap, diantaranya: (a) Identitas RPP, (b) Kompetensi inti/KI, (c) Materi pembelajaran, (d) Pendekatan/metode (e) Alat, media dan sumber yang digunakan; 2) Pada pelaksanaan pembelajaran guru terlihat belum maksimal dalam melaksanakan pembelajaran tematik dengan menerapkan pendekatan saintifik, hal ini terlihat dari kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan, masih terdapat komponen pendekatan saintifik yang belum dilaksanakan yaitu menanya dan mencoba; 3) Guru juga belum maksimal dalam melakukan tahap evaluasi yang terdiri dari penilaian aspek sikap, aspek pengetahuan dan aspek keterampilan siswa. Hal ini terlihat dari hasil penelitian, guru belum melakukan penilaian ketiga aspek tersebut secara maksimal dengan menggunakan instrumen penilalian masing-masing dari setiap aspek.

Penelitian yang dilakukan oleh Ariffiando memiliki kesamaan dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Dalam penelitian beliau juga meneliti tentang pendekatan saintifik dan jenis penelitian kualitatif deskriptif yang sama dengan yang diteliti oleh peneliti.

Ketiga, penelitian yang dilakukan Tria (2014) Studi Deskriptif Pengelolaan Pembelajaran Tematik dengan Menggunakan Pendekatan Scientific di Kelas IV SD Negeri 81 Kota Bengkulu. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengelolaan pembelajaran tematik dengan menggunakan pendekatan scientific di kelas IV SDN Negeri 81 Kota Bengkulu. Pendekatan dan jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi dengan uji kredibilitas data melalui triangulasi. Data yang diperoleh dianalisis melalui reduksi data, penyajian

30 (display) data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu 1) dalam tahap perencanaan guru tidak melaksanakan. Karena guru hanya berpedoman pada buku guru yang telah disiapkan oleh pemerintah dalam pengimplementasian kurikulum 2013 sehingga menyebabkan guru merasa tidak perlu lagi untuk membuat silabus dan RPP untuk proses pembelajaran., 2) pada tahap pelaksanaan pembelajarannya sudah runtut mulai dari tahapan pendahuluan, tahap inti dan tahap penutup. Hanya saja pada kedua guru ini belum melaksanakan kelima tahapan dari pendekatan saintifik, 3) dalam proses pembelajaran guru belum terlihat melakukan penilaian pada ketiga aspek penilaian yang ada pada kurikulum 2013, 4) untuk tahap tindak lanjut, guru belum melaksanakan pemberian tindak lanjut kepada siswa.

Penelitian ini memiliki beberapa kesamaan dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Kesamaan tersebut terlihat dari judul yaitu tentang pengelolaan pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Selain itu juga memiliki kesamaan dari segi jenis penelitian yang digunakan sehingga ada ketekaitan antara penelitian terdahulu dengan yang akan diteliti.

Gambar 2.1 Hasil Penelitian yang Relevan

Utami (2015)

“Ragam Implementasi Pendekatan Saintifik Pada Pembelajaran Kurikulum 2013 di SD Swasta Wilayah Kecamatan Banguntapan.”

31 C. Kerangka berpikir

Kurikulum di Indonesia terus mengalami perubahan dari masa ke masa.

Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mengikuti perkembangan zaman dan memperbaiki guruan di Indonesia. Kurikulum 2013 merupakan pengembangan dari kurikulum yang sudah ada sebelumnya, yaitu Kurikulum Berbasis Kompetensi dan Kurikulum Tingkat Satuan Guruan. Kurikulum 2013 merupakan rancang bangun pembelajaran yang didesain untuk mengembangkan potensi siswa, bertujuan untuk mewujudkan generasi bangsa Indonesia yang bermartabat, beradab, berbudaya, berkarakter, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, menjadi warga negara yang demokratis, dan bertanggung jawab yang mulai dioperasikan pada tahun pelajaran 2013/2014 secara bertahap.

Pada setiap aplikasi kurikulum mempunyai aplikasi pendekatan pembelajaran berbeda-beda, demikian pada kurikulum sekarang ini. Pendekatan ilmiah (Scientific Approach) adalah pendekatan pembelajaran yang diterapkan pada aplikasi pembelajaran kurikulum 2013. Pendekatan ini berbeda dari pendekatan pembelajaran kurikulum sebelumnya. Pada setiap langkah inti proses pembelajaran, guru akan melakukan langkah-langkah pembelajaran sesuai dengan pendekatan ilmiah.

Pendekatan saintifik merupakan salah satu inovasi pembelajaran yang diterapkan pada kurikulum 2013. Tujuan dari pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik yaitu menuntut siswa untuk berpikir tingkat tinggi.

Kebermaknaan dalam pembelajaran menjadi suatu hal yang sangat penting untuk diperoleh oleh setiap guru guna mambangun individu yang berkarakter. Untuk mencapai tujuan tersebut, pelaksanaan pembelajaran harus sesuai dengan tahapan yaitu tahap pendahuluan atau persiapan, tahap inti yang meliputi kegiatan mengamati, menanya, mencoba, menalar, mengomunikasikan dan tahap penutup atau evaluasi. Berdasarkan hasil kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik diharapkan melahirkan siswa yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif melalui penguatan sikap, ketrampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi.

32 Gambar 2.2 Kerangka Berpikir Pelaksanaan Pembelajaran Pendekatan Saintifik

INPUT OUTPUT

33 BAB III

METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif (qualitative research). Metodologi kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati (Bogdan & Taylor dalam Moleong, 2007:4). Pendekatan ini diarahkan pada latar dari individu tersebut secara holistik (utuh). Jadi dalam hal ini tidak boleh mengisolasikan individu atau organisasi ke dalam variabel atau hipotesis, tapi perlu memandangnya sebagai bagian dari suatu keutuhan.

Penelitian kualitatif adalah mengamati orang dalam lingkungan, berinteraksi dengan mereka dan menafsirkan pendapat mereka tentang dunia sekitar (Nasution 2003:5). Penelitian kualitatif (qualitative research) adalah suatu penelitian yang ditujukan untuk mendiskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktifitas sosial, sikap, kepercayaan, persepsi, pemikiran orang secara individu maupun kelompok (Sukmadinata 2005:60).

Penelitian kualitatif ini secara spesifik lebih diarahkan pada penggunaan metode studi kasus. Sebagaimana pendapat yang menyebutkan bahwa pendekatan kualitatif dapat juga disebut dengan case study ataupun qualitative, yaitu penelitian yang mendalam dan mendetail tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan subjek penelitian (Lincoln dan Guba dalam Pujosuwarno, 1992:34). Studi kasus dapat diartikan sebagai suatu teknik mempelajari seseorang individu secara mendalam untuk membantunya memperoleh penyesuaian diri yang baik (Surya dan Djumhur dalam Pujosuwarno, 1986:1).

Penggunaan studi kasus sebagai suatu metode penelitian kualitatif memiliki beberapa keuntungan (Lincoln & Guba dalam Mulyana, 2004:201), yaitu: 1) Studi kasus dapat menyajikan pandangan dari subjek yang diteliti. 2) Studi kasus menyajikan uraian yang menyeluruh yang mirip dengan apa yang dialami pembaca kehidupan sehari-hari. 3) Studi kasus merupakan sarana efektif untuk menunjukkan hubungan antara peneliti dan responden. 4) Studi kasus dapat

34 memberikan uraian yang mendalam yang diperlukan bagi penilaian atau transferabilitas.

Pada dasarnya penelitian dengan jenis studi kasus bertujuan untuk mengetahui tentang sesuatu hal secara mendalam. Maka dalam penelitian ini, peneliti akan menggunakan metode studi kasus untuk meneliti tentang implementasi pendekatan saintifik dalam kurikulum 2013 di SD Swasta wilayah Kecamatan Banguntapan.

B. Setting Penelitian

Setting dalam penelitian ini meliputi: tempat penelitian, waktu penelitian, subjek penelitian dan objek penelitian.

1. Tempat penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di salah satu SD Swasta wilayah Kecamatan Banguntapan. Sekolah ini terletak dipinggir jalan gang dan berada disekitar pemukiman warga. Akses untuk menuju sekolah cukup rumit karena harus masuk ke daerah pemukiman warga dan melewati perlintas kereta. Adanya penelitian ini, peneliti berharap kegiatan penelitian ini akan berjalan dengan lancar sesuai rencana yang telah disusun.

2. Waktu penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada 11 Februari 2019 sampai 2 Maret 2019.

Penentuan waktu penelitian mengacu pada kalender akademik SD dan jadwal guru yang akan diteliti.

3. Subjek penelitian

Subjek penelitian adalah informan atau orang yang akan dimanfaatkan untuk memberikan informasi/data terkait penelitian. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IIB dan IVB serta kepala sekolah. Hal ini dikarenakan guru kelas dan siswa merupakan pihak yang terlibat/mengalami langsung dan saling mendukung terlaksananya proses pembelajaran menggunakan Pendekatan Saintifik dalam Kurikulum 2013 di salah satu SD di Kecamatan Banguntapan.

35 4. Objek penelitian

Objek penelitian adalah informasi/data yang diperoleh dari subjek penelitian. Objek dalam penelitian ini adalah kegiatan-kegiatan yang merupakan bentuk dari implementasi Pendekatan Saintifik dalam Kurikulum 2013 pada kelas II dan IV serta berbagai bentuk dukungan yang diberikan untuk memperlancar kegiatan tersebut.

C. Desain Penelitian 1. Perencanaan

Penelitian dilaksanakan di salah satu SD yang berada di Kecamatan Banguntapan. Sekolah ini berada ditengah-tengah pemukiman warga dan berada dipinggir jalan. Namun, pembelajaran tetap berjalan kondusif. Halaman sekolah cukup luas dan memiliki pendopo yang besar. Terdapat pohon-pohon rindang dan sejuk tetapi halaman tetap selalu terlihat bersih dari sampah daun.

Peneliti melakukan konsultasi dengan dosen pembimbing terkait lokasi yang akan digunakan peneliti. Setelah lokasi tersebut mendapat persetujuan dari dosen pembimbing. Peneliti meminta izin kepada pihak sekolah dan melakukan observasi pada sekolah tersebut. Penelitian dilakukan selama 1 sub tema pembelajaran di setiap kelas yang digunakan yaitu kelas II dan kelas IV.

Hasil observasi dan wawancara yang dilakukan bahwa guru kelas sudah menerapkan Kurikulum 2013. Guru sudah menggunakan perangkat pembelajaran yang disusun bersama kelompok guru lainnya. Namun, dalam pelaksanan masih belum maksimal dikarenakan keterbatasan waktu dan sarana prasarana.

2. Penyusunan Instrumen

Instrumen penelitian merupakan suatu alat yang digunakan untuk memperoleh data dalam penelitian. Instrumen untuk setiap jenis penelitian berbeda-beda. Instrumen dalam penelitian kualitatif adalah peneliti itu sendiri.

Namun peneliti tetap membutuhkan alat bantu untuk mendukung berlangsungnya kegiatan pengumpulan data. Alat bantu tersebut berhubungan dengan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu observasi, wawancara, angket, dan studi dokumentasi. Maka alat bantu tersebut berupa pedoman dari teknik-teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian

36 ini, yaitu pedoman observasi, pedoman wawancara, angket dan dokumentasi.

Berikut ini adalah penjelasan-penjelasan untuk masing-masing alat bantu tersebut.

1. Observasi, Pedoman observasi pelaksanaan pembelajaran menggunakan Pendekatan Saintifik dalam Kurikulum 2013 di Kelas II dan IV di SD Swasta wilayah Kecamatan Banguntapan. Pedoman observasi ini digunakan untuk membantu peneliti mengumpulkan data selama proses pelaksanaan pembelajaran.

2. Pedoman wawancara guru tentang implementasi Pendekatan Saintifik dalam Kurikulum 2013 di Kelas II dan IV di SD Swasta wilayah Kecamatan Banguntapan. Pedoman wawancara ini digunakan untuk mengetahui tentang implementasi Pendekatan Saintifik dalam Kurikulum 2013, yang meliputi pelaksanaan pembelajaran.

3. Pedoman wawancara Kepala Sekolah tentang implementasi Pendekatan Saintifik dalam Kurikulum 2013 di Kelas II dan IV di SD Swasta Wilayah Kecamatan Banguntapan. Pedoman wawancara ini digunakan untuk mengetahui tentang implementasi Pendekatan Saintifik dalam Kurikulum 2013.

4. Angket ini berisi pernyataan-pernyataan tentang proses pelaksanaan pembelajaran. Dalam angket ini guru dan siswa diminta untuk memilih jawaban yang telah disediakan oleh peneliti dengan cara memberi tanda centang (√) pada kolom yang dipilih.

5. Dokumentasi yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran 2013.

Dokumentasi juga dilakukan pada saat pelaksanaan pembelajaran menggunakan Pendekatan Saintifik dengan cara mengambil gambar serta merekam data hasil wawancara.

3. Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah sebagai berikut ini.

a. Observasi

Observasi merupakan kemampuan diri seseorang untuk menggunakan pengamatannya melalui hasil kerja panca indra mata serta dibantu dengan panca indra lainnya. Pengamatan juga digunakan sebagai metode utama, di samping wawancara tak berstruktur, untuk mengumpulkan data (Bungin, 2010:138). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data observasi

37 partisipasi pasif dimana peneliti datang ke tempat kegiatan, namun tidak ikut terlibat di dalamnya. Metode yang digunakan peneliti dalam melakukan observasi adalah dengan menggunakan anecdotal record. Anecdotal record adalah deskripsi atau catatan rekaman tentang episode-episode atau peristiwa-peristiwa yang berlangsung dalam situasi natural alias wajar atau natural (Supratiknya, 2012: 47).

Dalam penulisan anecdotal record penulis menggunakan anecdotal record tematik, sehingga ada beberapa pedoman yang digunakan untuk mecatat hal-hal yang penting sesuai dengan tema. Dalam metode anecdotal record, observer mencatat dengan teliti dan merekam perilaku-perilaku yang dianggap penting dan bermakna yang sesuai dengan tema. Kegiatan observasi ini bertujuan untuk mengumpulkan data-data mengenai kegiatan pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan di kelas II dan IV salah satu SD di Kecamatan Banguntapan.

Observasi yang dilakukan pada saat proses pembelajaran berlangsung meliputi kegiatan pendahuluan atau kegiatan pendahuluan sampai kegiatan penutup.

Pengamatan dilakukan secara langsung untuk mendapatkan gambaran yang utuh terkait fokus penelitian.

b. Wawancara

Wawancara yaitu percakapan dengan maksud tertentu yang dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan, dan orang yang diwawancarai (interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu (Moleong, 2000 : 135). Wawancara dalam penelitian ini dilakukan kepada guru kelas II dan IV, serta kepala sekolah. Wawancara dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan langsung kepada narasumber. Peneliti melakukan wawancara sesuai dengan pedoman wawancara yang telah dibuat.

Panduan wawancara berisi petunjuk secara garis besar tentang proses dan isi wawancara. Panduan ini dibuat agar proses wawancara lebih terfokus pada permasalahan.

Dalam proses wawancara, pertanyaan berkembang sesuai dengan alur jawaban yang diberikan narasumber, karena peneliti menggunakan bentuk wawancara semi terstruktur. Hal itu berarti bahwa jawaban yang diberikan oleh Narasumber tidak dibatasi, sehingga narasumber bebas mengemukakan pendapat apa pun selama masih dalam konteks pembicaraan. Selain itu, dalam wawancara

38 semi terstruktur bersifat fleksibel tetapi terkontrol. Pertayaan yang diajukan bersifat fleksibel tetapi masih ada kontrol dari peneliti yaitu tema wawancara.

Selanjutnya peneliti dapat mengembangkan pertanyaannya sesuai dengan alur pembicaraan. Dalam wawancara semi terstruktur diperlukan pedoman wawancara yang dijadikan patokan dalam mengatur alur pembicaraan. Hal ini dilakukan untuk memperoleh data mengenai bagaimana implementasi pendekatan saintifik dalam Kurikulum 2013 yang meliputi pelaksanaan pembelajaran.

c. Angket

Angket merupakan kumpulan pertanyaan-pertanyaan yang tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden tentang diri pribadi atau hal-hal yang ia ketahui. Dalam penelitian ini diberikan kepada guru kelas II B dan IV B serta guru kelas II B dan IV B di SD Swasta wilayah Kecematan Banguntapan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana respon guru dan siswa terhadap proses pelaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik.

d. Dokumentasi

Dokumen yaitu setiap bahan tertulis ataupun film, baik yang sifatnya pribadi maupun resmi sebagai sumber data yang dapat dimanfaatkan untuk menguji, menafsirkan, bahkan untuk meramalkan sesuatu (Moleong, 2000:161).

Studi dokumentasi digunakan untuk melengkapi penggunaan metode observasi, wawancara dan angket dalam penelitian kualitatif. Studi dokumentasi dalam penelitian ini dilakukan untuk memperoleh data mengenai perencanaan, proses pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian pembelajaran. Studi dokumentasi yang dilakukan mengenai pelaksanaan pembelajaran bertujuan untuk memperoleh dokumen berupa gambar-gambar saat berlangsungnya proses pelaksanaan pembelajaran siswa kelas II B dan IV B di salah satu SD Swasta wilayah Kecamatan Banguntapan.

4. Analisis Data

Analisis data merupakan proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan bahan-bahan lain, sehingga dapat mudah dipahami, dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain (Bogdan dalam Sugiyono 2012:334). Analisis data dilakukan dengan

39 mengorganisasikan data, menjabarkannya ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan yang dapat diceritakan kepada orang lain. Hasil dari wawancara dan observasi yang dilakukan peneliti terhadap proses pembelajaran terhadap pemahaman guru harus disimpulkan dengan bahasa yang baik agar mudah dipahami orang lain. Kemudian data yang diperoleh dari dokumentasi juga disusun dengan rapi dan diberi keterangan agar pembaca lebih paham dan mengerti. Setelah data-data tersebut dibaca, ditelaah, dan dipelajari maka dilakukan pengumpulan data, reduksi data, langkah selanjutnya penyajian data, dan terakhir mengadakan kesimpulan atau verifikasi. Data Collection atau pengumpulan data pada penelitian ini dengan menggunakan observasi, wawancawa, angket dan dokumentasi mengenai menggunakan pendekatan saintifik pada Kurikulum 2013. Setelah data dikumpulkan kemudian data di reduksi.

1. Reduksi data adalah proses analisis untuk memilih, memusatkan perhatian, menyederhanakan, mengabstraksikan serta mentransformasikan data yang muncul dari catatan lapangan dan observasi. Mereduksi data berarti membuat rangkuman, memilih hal-hal pokok, memfokuskan pada hal-hal penting, mencari tema dan pola, serta membuang yang dianggap tidak perlu.

Dalam observasi ini difokuskan pada penggunaan pendekatan saintifik pada Kurikulum 2013. Peneliti mengamati bagaimana keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran. Data yang diambil harus benar-benar sesuai dengan kenyataan yang ada di lapangan. Dengan demikian, data yang direduksi akan memberikan gambaran yang lebih spesisifik dan mempermudah peneliti melakukan pengumpulan data selanjutnya serta mencari data tambahan jika diperlukan. Semakin lama peneliti berada di lapangan, jumlah data akan semakin banyak, semakin kompleks dan rumit. Untuk itulah diperlukan reduksi data sehingga data tidak bertumpuk dan mempersulit analisis selanjutnya.

2. Setelah data direduksi, langkah analisis selanjutnya adalah penyajian data (Data/Display) penyajian data diarahkan agar data hasil reduksi terorganisasikan, tersusun dalam pola hubungan, sehingga makin mudah dipahami. Penyajian data dapat dilakukan dalam bentuk uraian naratif, bagan,

40 hubungan antar kategori, diagram alur (flow chart), dan lain sejenisnya. Data dalam penelitian ini akan disajikan dalam bentuk uraian naratif. Apabila data sudah lengkap, maka disusun dan dirancang dalam bentuk uraian agar lebih jelas dan dapat dipahami oleh orang lain. Penyajian data dalam bentuk-bentuk tersebut akan memudahkan peneliti memahami apa yang terjadi dan merencanakan kerja penelitian selanjutnya. Dalam penelitian ini, peneliti menyajikan data tentang pelaksanaan yang ditemui dalam implementasi Pendekatan Saintifik dalam Kurikulum 2013 dalam bentuk teks yang bersifat deskriptif. Data tersebut berasal dari hasil obervasi pembelajaran, wawancara dengan guru kelas II dan IV serta kepala sekolah, angket respon siswa terhadap proses pembelajaran.

3. Pada tahap akhir data di verifikasi atau data ditarik kesimpulannya.

Langkah ketiga dalam analisis data kualitatif menurut Miles dan Huberman adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan dalam penelitian kualitatif mungkin dapat menjawab rumusan masalah mungkin juga tidak.

Namun, jika kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel. Dalam penelitian ini, data tentang proses pelaksanaan pembelajaran yang ditemui dalam implementasi Pendekatan Saintifik dalam Kurikulum 2013 serta upaya yang dilakukan guru kelas untuk mengatasinya telah tertulis dalam penyajian data, kemudian dianalisis untuk memperoleh kesimpulan.

5. Kesimpulan

Dalam penelitian kualitatif, kesimpulan yang disapat kemungkianan dapt menjawab fokus penelitian yang sudah dirancang sejak awal penelitian. Ada kalanya kesimpulan yang diperoleh tidak digunakan untuk menjawab pertanyaan.

Hal ini sesuai dengan jenis penelitian kualitatif itu sendiri bahwa maslahnya timbul dalam penelitian kualitatif sifatnya masih sementara dan dapat berkembang setelah peneliti terjun ke lapangan.

Harapan dalam penelitian kualitatif adalah menemukan teori baru. Temuan itu dapat berupa gambar suatu objek yang dianggap belum jelas, setelah ada penelitian gambar yang belum jelas itu bisa dijelaskan dengan teori-teori yang

41 ditemukan. Selanjutnya teori yang didapatkan bisa menjadi pijakan pada penelitian-penelitian selanjutnya.

Perencanaan

Penyusunan Instrumen

Pengumpulan Data

Analisis Data

Kesimpulan

Gambar 3.1 Desain Penelitian D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah sebagai berikut ini.

1. Observasi

Observasi merupakan kemampuan diri seseorang untuk menggunakan pengamatannya melalui hasil kerja panca indra mata serta dibantu dengan panca indra lainnya. Pengamatan juga digunakan sebagai metode utama, di samping wawancara tak berstruktur, untuk mengumpulkan data (Bungin, 2010:138). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data observasi partisipasi pasif dimana peneliti datang ke tempat kegiatan, namun tidak ikut terlibat di dalamnya. Metode yang digunakan peneliti dalam melakukan observasi adalah dengan menggunakan anecdotal record. Anecdotal record adalah deskripsi

Observasi merupakan kemampuan diri seseorang untuk menggunakan pengamatannya melalui hasil kerja panca indra mata serta dibantu dengan panca indra lainnya. Pengamatan juga digunakan sebagai metode utama, di samping wawancara tak berstruktur, untuk mengumpulkan data (Bungin, 2010:138). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data observasi partisipasi pasif dimana peneliti datang ke tempat kegiatan, namun tidak ikut terlibat di dalamnya. Metode yang digunakan peneliti dalam melakukan observasi adalah dengan menggunakan anecdotal record. Anecdotal record adalah deskripsi

Dokumen terkait