BAB III METODE PENELITIAN
C. Desain Penelitian
5. Kesimpulan
Dalam penelitian kualitatif, kesimpulan yang disapat kemungkianan dapt menjawab fokus penelitian yang sudah dirancang sejak awal penelitian. Ada kalanya kesimpulan yang diperoleh tidak digunakan untuk menjawab pertanyaan.
Hal ini sesuai dengan jenis penelitian kualitatif itu sendiri bahwa maslahnya timbul dalam penelitian kualitatif sifatnya masih sementara dan dapat berkembang setelah peneliti terjun ke lapangan.
Harapan dalam penelitian kualitatif adalah menemukan teori baru. Temuan itu dapat berupa gambar suatu objek yang dianggap belum jelas, setelah ada penelitian gambar yang belum jelas itu bisa dijelaskan dengan teori-teori yang
41 ditemukan. Selanjutnya teori yang didapatkan bisa menjadi pijakan pada penelitian-penelitian selanjutnya.
Perencanaan
Penyusunan Instrumen
Pengumpulan Data
Analisis Data
Kesimpulan
Gambar 3.1 Desain Penelitian D. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah sebagai berikut ini.
1. Observasi
Observasi merupakan kemampuan diri seseorang untuk menggunakan pengamatannya melalui hasil kerja panca indra mata serta dibantu dengan panca indra lainnya. Pengamatan juga digunakan sebagai metode utama, di samping wawancara tak berstruktur, untuk mengumpulkan data (Bungin, 2010:138). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data observasi partisipasi pasif dimana peneliti datang ke tempat kegiatan, namun tidak ikut terlibat di dalamnya. Metode yang digunakan peneliti dalam melakukan observasi adalah dengan menggunakan anecdotal record. Anecdotal record adalah deskripsi atau catatan rekaman tentang episode-episode atau peristiwa-peristiwa yang
42 berlangsung dalam situasi natural alias wajar atau natural (Supratiknya, 2012:47).
Dalam penulisan anecdotal record penulis menggunakan anecdotal record tematik, sehingga ada beberapa pedoman yang digunakan untuk mencatat hal-hal yang penting sesuai dengan tema. Dalam metode anecdotal record, observer mencatat dengan teliti dan merekam perilaku-perilaku yang dianggap penting dan bermakna yang sesuai dengan tema. Kegiatan observasi ini bertujuan untuk mengumpulkan data-data mengenai kegiatan pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan di kelas II dan IV salah satu SD Swasta di Kecamatan Banguntapan.
Observasi yang dilakukan pada saat proses pembelajaran berlangsung meliputi kegiatan pendahuluan atau kegiatan pendahuluan sampai kegiatan penutup.
Pengamatan dilakukan secara langsung untuk mendapatkan gambaran yang utuh terkait fokus penelitian.
2. Wawancara
Wawancara yaitu percakapan dengan maksud tertentu yang dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan, dan orang yang diwawancarai (interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu (Moleong, 2000:135). Wawancara dalam penelitian ini dilakukan kepada guru kelas II dan IV, serta kepala sekolah. Wawancara dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan langsung kepada narasumber. Peneliti melakukan wawancara sesuai dengan pedoman wawancara yang telah dibuat.
Panduan wawancara berisi petunjuk secara garis besar tentang proses dan isi wawancara. Panduan ini dibuat agar proses wawancara lebih terfokus pada permasalahan.
Dalam proses wawancara, pertanyaan yang digunakan berkembang sesuai dengan alur jawaban yang diberikan narasumber, karena peneliti menggunakan bentuk wawancara semi terstruktur. Ciri dari wawancara semi terstruktur (Koentjroro, 2010) adalah petanyaannya terbuka namun ada batasan tema dan alur pembicaraan. Hal itu berarti bahwa jawaban yang diberikan oleh narasumber tidak dibatasi, sehingga narasumber bebas mengemukakan pendapat apa pun selama masih dalam konteks pembicaraan. Selain itu, dalam wawancara semi terstruktur bersifat fleksibel tetapi terkontrol. Pertayaan yang diajukan bersifat fleksibel tetapi masih ada kontrol dari peneliti yaitu tema wawancara. Selanjutnya peneliti
43 dapat mengembangkan pertanyaannya sesuai dengan alur pembicaraan. Dalam wawancara semi terstruktur diperlukan pedoman wawancara yang dijadikan patokan dalam mengatur alur pembicaraan. Hal ini dilakukan untuk memperoleh data mengenai bagaimana implementasi Pendekatan Saintifik dalam Kurikulum 2013 yang meliputi pelaksanaan pembelajaran.
3. Angket
Angket adalah kumpulan pertanyaan-pertanyaan yang tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden tentang diri pribadi atau hal-hal yang ia ketahui. Dalam penelitian ini diberikan kepada guru kelas II B dan IV B serta siswa kelas II B dan IV B di salah satu SD Swasta wilayah Kecematan Banguntapan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana respon guru dan siswa terhadap proses pelaksanaan pembelajaran menggunakan penekatan saintifik.
4. Dokumentasi
Dokumen yaitu setiap bahan tertulis ataupun film, baik yang sifatnya pribadi maupun resmi sebagai sumber data yang dapat dimanfaatkan untuk menguji, menafsirkan, bahkan untuk meramalkan sesuatu (Moleong, 2000:161).
Studi dokumentasi digunakan untuk melengkapi penggunaan metode observasi, wawancara dan angket dalam penelitian kualitatif. Studi dokumentasi dalam penelitian ini dilakukan untuk memperoleh data mengenai perencanaan, proses pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian pembelajaran. Studi dokumentasi yang dilakukan mengenai pelaksanaan pembelajaran bertujuan untuk memperoleh dokumen berupa gambar-gambar saat berlangsungnya proses pelaksanaan pembelajaran guru kelas II dan IV di salah satu SD Swasta wilayah Kecamatan Banguntapan.
E. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian merupakan suatu alat yang digunakan untuk memperoleh data dalam penelitian. Instrumen untuk setiap jenis penelitian berbeda-beda. Instrumen dalam penelitian kualitatif adalah peneliti itu sendiri.
Namun, peneliti tetap membutuhkan alat bantu untuk mendukung berlangsungnya kegiatan pengumpulan data. Alat bantu tersebut berhubungan dengan teknik
44 pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu observasi, wawancara, angket, dan studi dokumentasi. Maka alat bantu tersebut berupa pedoman dari teknik-teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu pedoman observasi, pedoman wawancara, angket dan dokumentasi.
Berikut ini adalah penjelasan-penjelasan untuk masing-masing alat bantu tersebut.
1. Observasi
Pedoman observasi pelaksanaan pembelajaran menggunakan Pendekatan Saintifik dalam Kurikulum 2013 Kelas II dan IV di salah satu SD Swasta wilayah Kecamatan Banguntapan. Pedoman observasi ini digunakan untuk membantu peneliti mengumpulkan data selama proses pelaksanaan pembelajaran. Pedoman observasi ini berisi langkah-langkah pembelajaran menggunakan Pendekatan Saintifik seperti yang disebutkan dalam Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014.
Adapun pedoman observasi selengkapnya dapat dilihat pada lampiran. Berikut ini adalah kisi-kisi pedoman observasi pelaksanaan pembelajaran menggunakan Pendekatan Saintifik dalam Kurikulum 2013.
Tabel 3.1 Indikator Proses Pembelajaran Menggunakan Pendekatan Saintifik
No Langkah
Pembelajaran Deskripsi Indikator Guru Indikator Peserta didik
45
46
47 2. Wawancara
Berikut ini pedoman-pedoman wawancara yang digunakan oleh peneliti untuk memperoleh data penelitian.
a) Pedoman wawancara guru tentang implementasi Pendekatan Saintifik dalam Kurikulum 2013 di Kelas II dan IV di salah satu SD Swasta wilayah Kecamatan Banguntapan. Pedoman wawancara ini digunakan untuk mengetahui proses pelaksanaan pembelajaran tentang implementasi Pendekatan Saintifik dalam Kurikulum 2013. Kisi-kisi ini disusun berdasarkan Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014 dan Permendikbud Nomor 104 Tahun 2014. Berikut ini adalah kisi-kisi pedoman wawancara guru tentang implementasi Pendekatan Saintifik dalam Kurikulum 2013.
Tabel 3.2 Kisi-kisi Wawancara Guru
No. Kategori Indikator
1 Pelaksanaan Pembelajaran
Kegiatan saat pendahuluan
Langkah-langkah pendekatan saintifik Penggunaan media
Penilaian Kegiatan penutup
b) Pedoman wawancara Kepala Sekolah tentang implementasi Pendekatan Saintifik dalam Kurikulum 2013 di Kelas II dan IV di salah satu SD wilayah Kecamatan Banguntapan. Pedoman wawancara ini digunakan untuk mengetahui tentang implementasi Pendekatan Saintifik dalam Kurikulum 2013. Berikut ini adalah kisi-kisi pedoman wawancara Kepala Sekolah tentang implementasi Pendekatan Saintifik dalam Kurikulum 2013.
Tabel 3.3 Kisi-Kisi Wawancara Kepala Sekolah
No Indikator
1 Pelaksanaan Pembelajaran 2 Fasilitas
3 Perkembangan guru terkait kurikulum 2013
48 3. Angket
Lembar angket ini berisi pernyataan-pernyataan tentang proses pelaksanaan pembelajaran. Dalam angket ini guru dan guru diminta untuk memilih jawaban yang telah disediakan oleh peneliti dengan cara memberi tanda centang (√) pada kolom yang dipilih. Berikut ini adalah kisi-kisi angket respon guru terhadap pelaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan Saintifik dalam Kurikulum 2013.
Tabel 3.4 Kisi-kisi Angket
No Indikator No Item
1. Kegiatan Mengamati 1 – 4
2. Kegiatan Menanya 5 – 8
3. Kegiatan Mengumpulkan Informasi 9 – 12
4. Kegiatan Menalar 13 – 16
5. Kegiatan Mengomunikasikan 17 – 20
4. Dokumentasi
Studi dokumentasi merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif. Hasil penelitian akan lebih kredibel (dapat dipercaya) jika didukung dengan dokumen-dokumen yang ada.
Dokumentasi juga dilakukan pada saat pelaksanaan pembelajaran menggunakan Pendekatan Saintifik dengan cara mengambil gambar serta merekam data hasil wawancara.
F. Kredibilitas dan Transferabilitas 1. Kredibilitas
Penelitian kualitatif perlu memiliki kredibilitas dan transferabilitas.
Lincoln & Guba (dalam Poerwandari, 1998:205 ) mengusulkan penggunaan istilah kredibilitas untuk mengganti konsep validitas. Validitas kualitatif atau kredibilitas merupakan upaya pemeriksaan terhadap akurasi hasil penelitian dengan menerapkan prosedur-prosedur tertentu (Creswell, 2007:285). Kredibilitas penelitian kualitatif dapat dilihat dari keberhasilannya dalam mencapai maksud mengeksplorasi masalah atau mendeskripsikan setting, proses, kelompok sosial atau pola interaksi yang kompleks. Dalam penelitian kualitatatif validitas atau kredibilitas dapat diartikan sebagai jujur, adil, seimbang, dan sesuai berdasarkan
49 sudut pandang narasumber yang diteliti. Credibility dapat diperiksa melalui kelengkapan data yang diperoleh dari berbagai sumber. Uji kredibilitas data atau kepercayaan terhadap data hasil penelitian kualitatif antara lain dilakukan dengan triangulasi dan member check.
a. Triangulasi
Triangulasi dalam penelitian kualitatif diartikan sebagai pengujian keabsahan data yang diperoleh dari berbagai sumber, berbagai metode dan berbagai waktu. Oleh karenanya terdapat teknik pengujian keabsahan data melalui triangulasi sumber, triangulasi metode dan triangulasi waktu. Triangulasi sumber digunakan untuk menguji keabsahan data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh kepada beberapa sumber. Data yang diperoleh dideskripsikan, dikategorikan, mana pandangan yang sama, mana yang berbeda serta mana yang spesifik dari ketiga sumber tersebut. Data yang telah dianalisis sampai menghasilkan suatu kesimpulan selanjutnya dimintakan kesepakatan pada tiga sumber data tadi. Triangulasi teknik untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek pada sumber yang sama tetapi dengan teknik berbeda. Misalnya data yang diperoleh melalui wawancara kemudian dicek dengan data hasil observasi atau hasil analisis dokumen. Apabila terdapat hasil yang berbeda, peneliti melakukan diskusi lebih lanjut dengan sumber data yang bersangkutan untuk mendapatkan data yang dianggap benar. Setiap sumber data memiliki sudut pandang yang berbeda. Dalam beberapa hal, waktu pengambilan data sering kali mempengaruhi kredibilitas data. Misalnya, data yang diperoleh melalui wawancara pada pagi hari, berbeda dengan data yang diperoleh melalui wawancara pada siang hari atau sore hari. Untuk itu, diperlukan pengujian pada waktu dan situasi yang berbeda. Apabila menghasilkan data berbeda, pengambilan data perlu dilakukan berulang-ulang sampai mendapatkan kepastian data.
Berdasarkan uraian di atas, peneliti melakukan triangulasi teknik untuk menguji hasil penelitian agar mendapatkan hasil yang dapat dipercaya.
b. Member Check
Member check adalah proses pengecekan data yang diperoleh peneliti kepada sumber datanya. Tujuannya adalah untuk mengetahui kesesuaian data yang ditemukan dengan data yang diberikan oleh sumber data. Apabila data yang
50 ditemukan disepakati oleh sumber data maka data tersebut valid, akan tetapi bila tidak disepakati perlu dilakukan diskusi lebih lanjut dengan sumber data. Jika perbedaannya sangat jelas peneliti harus merubah hasil temuannya. Member check dapat dilakukan setelah pengumpulan data selesai, setelah mendapat temuan, atau setelah memperoleh kesimpulan.
2. Transferabilitas
Transferabilitas mengindikasikan bahwa pendekatan yang digunakan peneliti konsisten jika diterapkan oleh peneliti-peneliti lain untuk proyek-proyek yang berbeda (Creswell, 2007:285). Transferabilitas ini mengarah pada sejauh mana suatu penelitian yang dilakukan pada suatu kelompok tertentu dapat diaplikasikan pada kelompok lain, tetapi penelitian yang akan diaplikasikan atau ditransferkan pada kelompok lain harus relevan atau memiliki banyak kesamaan dengan setting di mana penelitian dilakukan. Keteralihan (transferability), dengan melakukan uraian rinci dari data ke teori, dari kasus ke kasus lain sehingga setiap pembaca laporan penelitian ini mendapatkan gambaran yang jelas dan dapat menerapkannya pada konteks lain yang sejenis.
G. Teknik Analisis Data
Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan bahan-bahan lain, sehingga dapat mudah dipahami, dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain (Bogdan dalam Sugiyono, 2012: 334). Analisis data dilakukan dengan mengorganisasikan data, menjabarkannya ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan yang dapat diceritakan kepada orang lain. Hasil dari wawancara dan observasi yang dilakukan peneliti terhadap proses pembelajaran terhadap pemahaman guru harus disimpulkan dengan bahasa yang baik agar mudah dipahami orang lain. Kemudian data yang diperoleh dari dokumentasi juga disusun dengan rapi dan diberi keterangan agar pembaca lebih paham dan mengerti.
51 Gambar 3.2 Komponen dalam Analisis Data Model Miles dan Huberman
Setelah data-data tersebut dibaca, ditelaah, dan dipelajari maka dilakukan reduksi data, langkah selanjutnya ialah penyajian data, dan terakhir mengadakan kesimpulan atau verifikasi. Data Collection atau pengumpulan data pada penelitian ini dengan menggunakan observasi, wawancawa, angket dan dokumentasi mengenai menggunakan pendekatan saintifik pada Kurikulum 2013.
Setelah data dikumpulkan kemudian data di reduksi.
1. Reduksi data adalah proses analisis untuk memilih, memusatkan perhatian, menyederhanakan, mengabstraksikan serta mentransformasikan data yang muncul dari catatan lapangan dan observasi. Mereduksi data berarti membuat rangkuman, memilih hal-hal pokok, memfokuskan pada hal-hal penting, mencari tema dan pola, serta membuang yang dianggap tidak perlu. Dalam observasi ini difokuskan pada penggunaan pendekatan saintifik pada Kurikulum 2013. Peneliti mengamati bagaimana keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran. Data yang diambil harus benar-benar sesuai dengan kenyataan yang ada di lapangan. Dengan demikian, data yang direduksi akan memberikan gambaran yang lebih spesisifik dan mempermudah peneliti melakukan pengumpulan data selanjutnya serta mencari data tambahan jika diperlukan. Semakin lama peneliti berada di lapangan, jumlah data akan semakin banyak, semakin kompleks dan rumit. Untuk itulah diperlukan reduksi data sehingga data tidak bertumpuk dan mempersulit analisis selanjutnya.
2. Setelah data direduksi, langkah analisis selanjutnya adalah penyajian data (Data/Display) Penyajian data diarahkan agar data hasil reduksi terorganisasikan, tersusun dalam pola hubungan, sehingga makin mudah dipahami. Penyajian data dapat dilakukan dalam bentuk uraian naratif, bagan, hubungan antar kategori,
Data Collection
Data Redukction
Data Display
Conclusions Drawing Veriflying
52 diagram alur (flowchart), dan lain sejenisnya. Data dalam penelitian ini akan disajikan dalam bentuk uraian naratif. Apabila data sudah lengkap, maka disusun dan dirancang dalam bentuk uraian agar lebih jelas dan dapat dipahami oleh orang lain. Penyajian data dalam bentuk-bentuk tersebut akan memudahkan peneliti memahami apa yang terjadi dan merencanakan kerja penelitian selanjutnya.
Dalam penelitian ini, peneliti menyajikan data tentang pelaksanaan yang ditemui dalam implementasi Pendekatan Saintifik dalam Kurikulum 2013 dalam bentuk teks yang bersifat deskriptif. Data tersebut berasal dari hasil obervasi pembelajaran, wawancara dengan guru kelas II dan IV serta kepala sekolah, angket respon siswa terhadap proses pembelajaran.
3. Pada tahap akhir data di verifikasi atau data ditarik kesimpulannya. Langkah ketiga dalam analisis data kualitatif menurut Miles dan Huberman adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan dalam penelitian kualitatif mungkin dapat menjawab rumusan masalah mungkin juga tidak. Namun, jika kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel. Dalam penelitian ini, data tentang proses pelaksanaan pembelajaran yang ditemui dalam implementasi Pendekatan Saintifik dalam Kurikulum 2013 serta upaya yang dilakukan guru kelas untuk mengatasinya telah tertulis dalam penyajian data, kemudian dianalisis untuk memperoleh kesimpulan.
53 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian
Pada bagian ini peneliti akan membahas (1) pelaksanaan penelitian, (2) latar belakang narasumber, (3) hasil penelitian, dan (4) pembahasan. Seluruh verbatim wawancara dan transkrip observasi pada bab ini dapat dilihat pada lampiran 4.1 sampai 4.15
1. Pelaksanaan Penelitian
Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2018/2019, yaitu bulan Februari–Maret 2019. Berikut adalah tabel jadwal pengambilan data:
Tabel 4.1 Jadwal Pengambilan Data Wawancara
No. Narasumber Tanggal Waktu Tempat Keterangan
1. Guru (G1) 19 - 02 – 2019 09.30 – 09.54 Ruang Tamu Kepsek
Wawancara formal tentang Implementasi pendekatan saintifik pada pembelajaran di kelas. pada pembelajaran di kelas.
Peneliti dalam mengumpulkan data melakukan wawancara kepada 3 narasumber di sekolah tempat peneliti melakukan penelitian. Narasumber tersebut adalah kepala sekolah, guru kelas IV, dan guru kelas II. Tipe wawancara yang digunakan yaitu semi terstruktur. Teknik ini digunakan peneliti untuk menggali lebih dalam mengenai Kurikulum 2013 dan bagaimana implementasi pendekatan saintifik pada kurikulum 2013 ketika pembelajaran di kelas. Wawancara yang pertama dilakukan oleh peneliti pada 19 Februari 2019 yaitu 3 hari setelah melakukan observasi pembelajaran kepada guru kelas IV sebagai narasumbernya.
Kedua wawancara dilakukan oleh peneliti kepada guru kelas II pada tanggal 23
54 Februari 2019 yang dilakukan pada hari terakhir melakukan kegiatan observasi pembelajaran di kelas II. Lalu wawancara yang ketiga dilakukan oleh peneliti kepada Kepala sekolah setelah seluruh kegiatan penelitian di sekolah tersebut berlangsung yaitu satu minggu setelah melakukan observasi pembelajaran pada 02 Maret 2019.
Tabel 4.2 Pelaksanaan Observasi
No. Kegiatan Waktu Tempat Tingkatan Keterangan
1.
2. Selasa, 12-02-2019 Pertemuan ke- 2
3. Rabu, 13-02-2019 Pertemuan ke- 3
8. Selasa, 19-02-2019 Pertemuan ke- 2
9. Rabu, 20-02-2019 Pertemuan ke- 3
10. Kamis, 21-02-2019 Pertemuan ke- 4
11. Jumat, 22-02-2019 Pertemuan ke- 5
12. Sabtu, 23-02-2019 Pertemuan ke- 6
Dalam pengumpulan data selain wawancara yaitu kegiatan observasi.
Observasi dilakukan pada salah satu tingkatan kelas atas dan salah satu tingkatan kelas bawah. Untuk kelas atas pada kelas IV dan untuk kelas bawah pada kelas II.
Observasi pertama dilakukan di tingkatan kelas atas yaitu kelas IV selama 1 Sub Tema pembelajaran yaitu selama 6 pembelajaran didalamnya. Kegiatan observasi pada kelas atas berlangsung mulai tanggal 11 Februari 2019 – 16 Februari 2019.
Untuk tingkatan kelas bawah berlangsung setelah observasi pada kelas atas yaitu tanggal 18 Februari 2019 – 23 Februari 2019. Sistem yang dilakukan sekolah ini yaitu menyelesaikan 1 Sub Tema dalam 6 hari sehingga satu pembelajaran terselesaikan dalam satu hari. Kegiatan observasi ini dilakukan untuk melihat bagaimana implementasi dari pendekatan saintifik dalam pembelajaran dengan Kurikulum 2013. Dalam kegiatan observasi yang diteliti adalah proses pembelajaran maka peran seluruhnya diperlukan baik guru, siswa, dan seluruh
55 kegiatan didalamnya. Sehingga dari kegiatan ini dapat menemukan informasi-informasi yang terkait dengan pendekatan saintifik dalam pembelajaran.
2. Latar Belakang Narasumber
Latar belakang meliputi pembelajaran yang ada di kelas, agar peneliti dapat mengetahui mengenai implementasi pendekatan saintifik pembelajaran kurikulum 2013. Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yang berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Tujuan peneliti melaksanakan observasi pembelajaran di kelas ini adalah untuk mengetahui bagaimana guru mengimplementasikan pendekatan saintifik pada saat proses pembelajaran. Proses pengimplementasian pendekatan saintifik meliputi aspek mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/mencoba, menalar, dan mengomunikasikan. Peneliti melakukan observasi di tingkatan kelas atas dan kelas bawah yaitu kelas II dan kelas IV.
Seperti penjabaran peneliti diatas bahwa narasumber yang memberikan informasi dalam penelitian ini terdapat 3 narasumber. Narasumber tersebut terdiri dari kepala sekolah, guru kelas IV dan guru kelas II. Narasumber yang pertama yaitu Guru kelas atas yaitu Wali kelas IV. Beliau seorang Bapak yang berinisial VG. Beliau telah menjadi guru selama 9 tahun. Namun, untuk di jenjang Sekolah Dasar beliau sudah 8 tahun mengajar. Hal ini diperkuat dengan hasil wawancara berikut.
“Mengajar kalo di SD sejak 2011, tapi kalo dengan yang non SD dulu sempat satu tahun mengajar SMK.” (W:1, G:1, B: 1-3)
Saat ini beliau dipercaya sebagai Wali Kelas IV dan sebagai bidang kurikulum di sekolah. Pemahaman beliau tentang Kurikulum 2013 sudah baik dikarenakan beliau selalu mengikuti perkembangannya. Dari awal diluncurkan beliau sudah diberi tanggung jawab oleh kepala sekolah yang lama untuk mengurusi masalah kurikulum. Beliau juga sempat ikut menyusun buku kurikulum dan beberapa kali mengikuti bedah kurikulum yang dilakukan oleh pemerintah dan yang dilakukan oleh yayasan. Hal ini diperkuat dengan hasil wawancara berikut.
“Sejak awal diluncurkan dan diresmikan kurikulum 13 sudah mulai diterapkan dan kebetulan waktu itu saya di tunjuk saya dan rekan-rekan
56 yang lain ditunjuk oleh kepala sekolah yang lama untuk tugas tambahannya dibidang kurikulum jadi sempat menyusun buku kurikulumnya.” (W:1, G:1, B 9-13)
Selain itu, narasumber berikutnya juga merupakan guru kelas. Guru muda ini seorang perempuan yang berinisial YB. Dikatakan guru muda karena ibu ini baru saja menyelesaikan studinya di tahun 2018. Dan langsung bergabung dengan SD yang digunakan peneliti sebagai tempat penelitian. Dalam pemahaman tentang Kurikulum 2013 sendiri guru mengatakan bahwa telah memiliki bekal dari pembelajaran saat kuliah dan dalam kegiatan praktiknya. Selain itu, guru juga mengikuti pelatihan yang dilakukan oleh pihak yayasan. Hal tersebut sesuai dengan hasil wawancara yang dilakukan peneliti.
“Ada pelatihan menggunkan aplikasi rapot penggunaan kurikulum 2013 itu ada pelatihan 3 hari jadi dulu saya dengan guru bahasa inggris jadi matematika parallel dengan guru bahasa inggris semua satu kanisius di jogja ada pelatihan seperti itu jadi pembuatan apanamanya awal-awal sebelum pembelajaran anak-anak masih libur itu kita udah pelatihan terus masuk disini lihat RPPnya ternyata RPPnya berbeda lagi belajar RPP lagi cara nyusunya seperti apa walaupun waktu penelitian kita dapat tugas membuat rpp silabus yang disesuaikan kelompok masing-masing kan di
“Ada pelatihan menggunkan aplikasi rapot penggunaan kurikulum 2013 itu ada pelatihan 3 hari jadi dulu saya dengan guru bahasa inggris jadi matematika parallel dengan guru bahasa inggris semua satu kanisius di jogja ada pelatihan seperti itu jadi pembuatan apanamanya awal-awal sebelum pembelajaran anak-anak masih libur itu kita udah pelatihan terus masuk disini lihat RPPnya ternyata RPPnya berbeda lagi belajar RPP lagi cara nyusunya seperti apa walaupun waktu penelitian kita dapat tugas membuat rpp silabus yang disesuaikan kelompok masing-masing kan di