• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

B. Hasil Penelitian Yang Relevan

Penelitian yang berkaitan tentang kurikulum 2013, penelitian perangkat pembelajaran, dan penelitian mengenai model pembelajaran kontekstual : Wiyana (2013), Mogi (2013), Sumaji (2005), Siswanto dan Mustofa (2012), Sugiarta (2013), Suryanti, Widodo, dan Rokhim (2006).

Penelitian Suryanti, Widodo, dan Rokhim (2006), penelitian yang berjudul “Pembelajaran Kontekstual Sebagai Upaya Mengatasi Kesulitan Siswa Kelas V Laboratoriun Unesa dalam Memahami Materi Panas”. Tujuan penelitian tindakan kelas untuk mengetahui apakah pembelajaran kontekstual dapat membantu mengatasi kesulitan siswa kelas V SD dalam memahami materi panas, dan untuk mengetahui hambatan dalam pembelajaran kontekstual. Penelitian ini menggunakan alur perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, danrefleksi untuk setiap siklusnya. Berdasarkan data selama dua siklus dan matriks

orang-butir skor hasil tes pemahaman konsep materi panas dan perpindahan panas ditemukan bahwa pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa dan faktor utama yangmenghambat implementasi pembelajaran kontekstual di kelas adalah guru, yang belum menguasai keterampilan dasar mengajar dan keterampilan dasar pengelolaanpembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan siklus I dan siklus II. Berdasarkan analisis data penelitian tindakan kelas ini maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Untuk mengatasi kesulitan siswa dalam memahami materi pokok panas dapat dilakukan pembelajaran kontekstual dengan pendekatan inkuiri dengan setting kelompok kooperatif. Model pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan aktivitas siswa di kelas dalam hal bertanya, mengemukakan pendapat/ide serta mendengarkan dengan aktif. Selain itu juga dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pokok panas. Hambatan yang ditemui selama penerapan pembelajaran kontekstual di kelas adalah guru itu sendiri, yang belum menguasai sejumlah keterampilan dasar mengajar dan keterampilan dasar pengelolaan pembelajaran (terutama dalam setting kelompok kooperatif).Sesuai hasil temuan pada penelitian ini maka direkomendasikan hal-hal sebagaiberikut: Pembelajaran dengan pendekatan kontekstual untuk meningkatkan pemahaman siswa dapat diterapkan pada materi pokok lain yang mempunyai karakteristik yang sama dengan materi pokok kalor.

Siswanto dan Mustofa (2012) yang berjudul “Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Kontekstual dengan Media Audiovisual Terhadap Kemampuan Berfikir Kritis dan Kreatif Siswa” tujuan dari penelitian ini adalah untuk

mengetahui penggunaan model pembelajaran kontekstual dengan media audio-visual memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa dari pada penggunaan model pembelajaran kontekstual dengan menggunakan media lembar kerja siswa. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah True Experimental Design Posttest-Only Control Design. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model pembelajaran kontekstual menggunakan media audio-visual memberikan pengaruh lebih baik daripada pembelajaran dengan model pembelajaran kontekstual menggunakan media lembar kerja siswa terhadap kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan model pembelajaran kontekstual dengan media audio-visual memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa dari pada penggunaan model pembelajaran kontekstual dengan menggunakan media lembar kerja siswa. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah True

Experimental Design Posttest-Only Control Design. Dari.

Penelitian Sumaji (2005), yang berjudul “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Melalui Pendekatan Kontekstual Dengan Penilaian Portofolio” dengan hasil perangkat pembelajaran yang dihasilkan adalah baik karena telah memenuhi kriteria sebagai berikut: 1) perangkat pembelajaran tersebut telah divalidasi oleh para ahli dan dinyatakan sebagai perangkat yang baik; 2 perangkat pembelajaran tersebutdapat dioperasikan oleh guru dengan alokasi waktu yang sesuai dan membuat peserta didik antusias dalam mengikuti pembelajaran; dan 3) respon peserta didik terhadap pembelajaran kontekstual dengan penilaian portofolio adalah baik 2. Secara umum kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran kontekstual

dengan penilaian portofolio adalah baik. Guru mampu mengoperasikan perangkat pembelajaran dengan alokasi waktu yang sesuai. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengamatan selama pembelajaran berlangsung, yaitu pada pertemuan I dan IItingkat kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran kontekstual dengan penilaian portofolio masuk dalam kategori baik. 3. Respon peserta didik terhadap pembelajaran matematika pendekatan kontekstual dengan penilaian portofolio adalah sangat baik, yaitu: 1) 100% peserta didik senang terhadap pembelajaran kontekstual dengan penilaian portofolio; 2) 100% peserta didik menganggap baru terhadap pembelajaran kontekstual dengan penilaian portofolio; 3) 100% peserta didik berminat untuk mengikuti pembelajaran kontekstual dengan penilaian portofolio berikutnya; 4) 100% peserta didik menyatakan jelas terhadap bimbingan yang diberikan guru selama pembelajaran.

Hasil penelitian Wiyana (2013), yang berjudul “Pengaruh Pengetahuan KTSP dan Pendidikan Terhadap Kemampuan Menyusun RPP Guru SDN Jatiyoso Tahun

2011/2012” tujuan dalam penelitian ini adalah adalah untuk mengetahui tentang

KTSP terhadap kemampuan menyusun RPP, pengaruh tingkat pendidikan guru terhadap kemampuan menyusun RPP, pengaruh antara tingkat pendidikan guru secara bersam-sama terhadap menyusun RPP. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri se Kecamatan Jatiyoso Kecamatan Jatiyoso Karanganyar. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 77 guru. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara proporsional rundom sampling. Teknik analisis data dengan uji persyaratan analisis (uji line aritas, uji multikolinearitas, uji heteroskedasisitas, uji auto korelasi, dan uji normalitas), analisis regresi linear berganda, uji keberartian, regresi linear ganda, uji koefisien determinasi dan sumbangan perediktor, (sumbangan relatif dan efektif).

Hasil penelitian ini adalah pendapat pengaruh tingkat pengetahuan tentang KTSP yang positif dan signifikan terhadap kemampuan menyusun RPP. Terdapat pengaruh tingkatpendidikan yang positif dan signifikan terhadap penyusunan RPP. Terdapat pengetahuan tentang KTSP dan tingkat pendidikan secara simultan yang signifikan terhadap kemampuan menyusun RPP.

Penelitian Mogi (2014) yang berjudul “Pengembangan Bahan Ajar Mengacu Kurikulum 2013 Subtema Bersatu dalam Keberagaman Untuk Siswa Kelas IV Sekolah Dasar” penelitian ini menggunakan metode penelitian modifikasi dari

Kemp Borg and Gall. Hasil penelitian adalah bahan ajar kurikulum 2013 subtema

bersatu dalam keberagaman untuk siswa kelas IV SD memiliki kualitas sangat baik dan layak digunakan dalam pembelajaran kurikulum 2013 berdasarkan validasi pakar kurikulum 2013, guru kelas IV pelaksana kurikulum 2013 dan siswa kelas IV. Skor re rata produk menunjukkan 4,67 dan termasuk dalam kategori “Sangat Baik”.

Dokumen terkait