BAB V PENUTUP
C. Saran
Saran untuk penelitian pengembangan perangkat pembelajaran yang mengacu kurikulum 2013 adalah sebagai berikut.
1. Apabila melakukan wawancara di 7 SD maka lebih baik jika perangkat pembelajaran juga diuji cobakan pada 7 SD .
2. Peneliti lain sebaiknya mengembangkan model-model pembelajaran inovatif yang lain pada produk setiap perangkat pembelajaran tidak hanya menggunakan satu model saja.
3. Guru perlu menambahkan waktu yang cukup dalam mengamati sikap siswa saat proses pembelajaran berlangsung.
DAFTAR REFERENSI
Ahmadi, L. K. (2014). Pengembangan dan Model Pembelajaran Tematik
Integratif. Jakarta: Prestasi Pustaka.
Alwisol. (2005). Psikologi Kepribadian. Malang: Universitas Muhamadiyah Malang.
Asmani, Jamal Ma’mur. (2012). Tips Menjadi Guru Inspiratif, Kreatif, dan Inovatif. Yogyakarta: Diva Pres.
Bohlin, K. E. (2005). Teaching Character Education Through Literature. New York: Routletge Falmer.
Darmiyati, Z. (2011). Pentingnya Pendidikan Karakter. Yogyakarta: Press Edition.
Emzir. (2012). Analisis Data: Metodelogi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rajawali Pers.
Hidayatullah, F. (2010). Pendidikan Karakter Membangun Peradaban Bangsa. Surakarta: Yuma Pustaka.
Hudojo. (2001). Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Matematika. Malang: JICA.
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. (2013a). Materi Pelatihan Implementasi
Kurikulum 2013 SD Kelas IV. Jakarta: BPSDMPKMP.
Komalasari, K. (2010). Pembelajaran Kontekstual: Konsep dan Aplikasi. Bandung: Refika Aditama.
Kunandar. (2014). Penilaian Autentik (Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik
Berdasarkan Kurikulum 2013) Suatu Pendekatan Praktis. Jakarta: PT Raja
Grafindo Persada.
Lickona, T. (2012). Character Matters (Persoalan Karakter) Bagaimana
Membantu Anak Mengembangkan Penilaian Yang Baik, Terintegritas, dan Kebajikan Penting Lainnya. Jakarta: PT Bumi Aksara.
. (2013). Educating for Character (Mendidik untuk Membentuk
Karakter) Bagaimana Sekolah Dapat Mengajarkan Sikap Hormat dan Tanggung Jawab. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Ma’mur, J.A. (2012). Buku Panduan Internalisasi Pendidikan Karakter di
Seolah.Yogyakarta: Diva Press.
Majid, A. (2006). Pembelajaran Tematik Terpadu. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
. (2014). Pembelajaran Tematik Terpadu. Bandung: PT Remaja Rodaskarya.
Mulyasa. (2013). Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Nurhadi. (2002). Pendekatan Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK. Malang: Universitas Negeri Malang.
Nurhadi. (2004). Kurikulum 2004: Pertanyaan dan Jawaban. Jakarta: Grasindo. Poerwati, L. E. dan Sofan, A. (2013). Panduan Memahami Kurikulum 2013.
Jakarta: PT Prestasi Pustakaraya.
Poerwodarminto, W.J.S. (1976). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Jakarta: Balai Pustaka.
Prastowo, A. (2014). Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Yogyakarta: Diva Press.
Rahmat.J. (2000). Psikologi Komunikasi. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. Samsuri. (2010). Pendidikan Karakter Warga Negara.Yogyakarta: Diandra. Sanjaya, W. (2009). Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta:
Kencana.
Soedjadi R. (2000). Kiat Pendidikan Matematika di Indonesia. Jakarta: Depdiknas.
Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.
. (2012). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.
Susanto, M. S. (2007). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Jakarta: Balai Pustaka.
Trianto. (2011). Model Pembelajaran Terpadu: Konsep, Strategi, dan
Implementasinya dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Jakarta: Bumi Aksara.
Wardani, NS. (2011). Assesmen Pembelajaran Sekolah Dasar. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.
Mogi, I. M. W. (2013). “Pengembangan Bahan Ajar Mengacu Kurikulum 2013 Subtema Bersatu dalam Keberagaman Untuk Siswa Kelas IV Sekolah Dasar”. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Diakses pada tanggal 20 Agustus 2014, dari www.library.usd.ac.id.
Sugiarta, I G., Nyoman D., & Sadia, I W. (2013). “Penerapan Pendekatatan
Kontekstual Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa”. Jurnal Penelitian
Pascasarjana Undiksha, 3(1). Diakses pada tanggal 17 Juli 2014, dari
http://pasca.undiksha.ac.id/e-journal/index.php/jurnal_pendas/article/view/547.
Sumaji. (2007). “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Melalui Pendekatan Kontekstual Dengan Penilaian Portofolio”. Jurnal. Ponorogo:
Universitas Muhamadiyah Ponorogo. Diakses pada tanggal 24 Agustus
2014, dari
http://repository@gapuro_ump.ac.id/dspace/handle/123456789/4715.
Suryati dkk. (2006). “Pembelajaran Kontekstual sebagai Upaya Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa kelas V”. Jurnal. Jakarta. UIN Syarif Hidayatullah.
Diakses pada tanggal 26 Agustus 2014, dari http://repository@gapuro_uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456/4615.
Wiyana, Anitah,S., & Haryanto,S. (2013). “Pengaruh Pengetahuan Pendidikan Terhadap Kemampuan Menyusun RPP Guru SD Jatiyoso Tahun 2011/2012”. Jurnal Teknologi Pendidikan, 1(2). Diakses pada tanggal 30
Agustus 2014, dari http://jurnal.pasca.uns.ac.id.
Lampiran 1. Indikator Sikap
Indikator Disiplin
Mematuhi tata tertib atau peraturan bersama saat melakukan kegiatan belajar.
Mengumpulkan tugas tepat waktu Suyadi (2013:8 dan 195)
Kebiasaan dan tindakan yang konsisten dan tanpa paksaan serta kesadaran sesorang untuk melaksanakan peraturan yang berlaku sebagai wujud kematangan mental serta emosi positif.
KBBI, Poerwadaminta (1976:254) Tindakan dan keputusan untuk melatih batin dan watak supaya semua perbuatan sesorang selalu sesuai dengan tata tertib yang berlaku. Listyarti (2012:06)
Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
Kurniasih dan Sani (2014:68) Tindakan yang menunjukan perilaku tertib dan patuh pada semua ketentuan dan peraturan yang berlaku.
Indikator Percaya Diri
Sikap yakin terhadap kemampuan yang dimiliki.
Menyadari kemampuan yang dimiliki dengan berani tampil di depan teman-temannya.
Jamal Ma;mur Asmani, (2012:38)
Sebuah sikap yakin akan kemampuan dirinya sendiri dalam memenuhi setiap keinginan dan harapan.
Agung Dan Iswi Dharmanjaya (2004:13) Kepercayaan bahwa dirinya memiliki kemampuan sendiri yang bisa dimanfaatkannya dalam setiap waktu secara tepat.
Gael Lindenfield (1997:03)
Sebuah rasa puas terhadap dirinya sendiri.
Kurniasih dan Sani (2014:72)
Kondisi mental atau psikologis yang mampu memberikan keyakinan pada dirinya sendiri untuk membuat sebuah keputusan.
Indikator Santun
Poerwadarminta (1976:87)
Suatu tingkah laku dan budi bahasa yang halus dan baik.
Menunjukkan perilaku dan tutur kata yang baik saat mengkomunikasikan hasil pekerjaannya
Satria (Skripsi, 2005) Kepribadian yang baik, hormat, tersenyum, dan taat kepada suatu peraturan serta menghormati siapa saja.
Jamal Mamur Asmani, (2012:39)
Sifat yang halus dan baik dari sudut pandang tata bahasa maupun tata perilakunya kepada semua orang.
Merencanakan kegiatan bersama-sama.
Berpartisipasi dalam melakukan kegiatan kelompok ataupun kegiatan lainnya di dalam kelas
Tim Guru Eduka (2010:114)
Kerjasama adalah kegiatan yang dilakukan bersama-sama dengan tujuan untuk dapat menyelesaikan pekerjaan dengan cepat.
KBBI Marcus Susanto, Sumarsono Dkk. (2007: 554) Melakukan atau melaksanakan suatu kegiatan tidak hanya sendiri tetapi bersama orang lain yang berjumlah 2 orang (pihak) atau lebih.
KBBI Edisi 4 (2008: 681) Kegiatan atau usaha yang dilakukan oleh beberapa orang (lembaga, pemerintah, dsb) untuk mencapai tujuan bersama.
KBBI Edisi 4 (2008: 1427) Teliti adalah cermat;
seksama, dimata-matai
dengan- hati-hati; ingat-ingat ;.
Geddes & Grosset (1999: 9)
Accurate is conforming with the truth or an accepeted standard; done with care exact.
Oxford American Dictionary and Thesaurus (2003: 13)
Accurate: careful; precise; lacking errors. Conforming exactly a qualitative standard; physcal or quantitative target,
ect.
Hati-hati dan cermat dalam mengerjakan tugas sesuai dengan petunjuk
Mengikuti doa dengan tenang
Menghargai saat teman melakukan doa Meity Taqdir Qodratilah
(2011: 521)
Mengucakan syukur, berterimakasih kepada Allah SWT.
Merriam-Webster Inc and Longman Group Ltd (2003: 609)
Greatful is feeling or expressing thanks
Lampiran 2. Pertanyaan Wawancara Pra Penelitian
RUBRIK WAWANCARA
Nama : Guru Kelas : Nama SD :
No. Pertanyaan Jawaban
1. Apakah ibu memahami kekhasan kurikulum 2013?
2. Dapatkah ibu menjelaskan secara rinci kekhasan dari kurikulum 2013?
3. Sudahkah ibu menerapkan pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013?
4. Kesulitan apakah yang ibu alami pada waktu menerapkan kurikulum 2013?
No. Pertanyaan Jawaban
5. Pada saat pembelajaran apakah ibu mengalami kesulitan melakukan penilaian sikap dan ketrampilan?
6. Bagaimana cara ibu mengatasi kesulitan pada kurikulum 2013?
Kalibawang, September 2014 Narasumber
Lampiran 3. Hasil Wawancara Pra Penelitian
Lampiran 3. Hasil Wawancara Pra Penelitian
Lampiran 3. Hasil Wawancara Pra Penelitian
Lampiran 3. Hasil Wawancara Pra Penelitian
Lampiran 3. Hasil Wawancara Pra Penelitian