• Tidak ada hasil yang ditemukan

ACEH BARAT DAYA

E. Prosedur Penelitian

3. Hasil Pengamatan

Hasil pengamatan pada siklus I dapat dideskripsikan pada Tabel 4 di bawah ini.

Tabel 4. Hasil Rekap Nilai Tes Siklus I No Hasil

(angka)

Hasil

(huruf) Arti Lambang

Jumlah Siswa Persen 1. 85 – 100 A Sangat Baik 2 9,52% 2. 75 – 84 B Baik 5 23,81% 3. 65 - 74 C Cukup 2 9,52% 4. 55 – 64 D Kurang 9 42,86% 5. < 54 E Sangat Kurang 3 14,29% Jumlah 21 100%

Sumber : Hasil tabulasi data Oktober 2013

Berdasarkan data tabel di atas tergambar hasil tes siklus I, menunjukkan bahwa hasil yang mencapai nilai A (sangat baik) adalah 2 siswa (9,52%), sedangkan yang mendapat nilai B (baik) adalah 5 siswa atau (23,81%), sedangkan dari jumlah 21 siswa yang masih

mendapat nilai C (cukup) sebanyak 2 siswa (9,52%), sedangkan yang mendapat nilai D (kurang) ada 9 siswa (42,86%), sedangkan yang mendapat nilai E (sangat kurang) 3 siswa atau 14,29%.

Tabel 5. Ketuntasan Belajar Siswa Hasil Tes Siklus I

No Ketuntasan Jumlah Siswa

Jumlah Persen

1. Tuntas 8 38,10%

2 Belum Tuntas 13 61,90%

Jumlah 21 100%

Berdasarkan Tabel 5 ketuntasan belajar siswa dari sejumlah 21 siswa terdapat 8 atau 38,10% yang sudah mencapai ketuntasan belajar. Sedangkan 13 siswa atau 61,90% belum mencapai ketuntasan. Adapun dari hasil

nilai siklus I dapat dijelaskan bahwa perolehan nilai tertinggi adalah 85, sedangkan nilai rendah 50, dengan nilai rata-rata kelas sebesar 65,71 seperti pada tabel di bawah ini.

Tabel 6. Rata-rata Hasil Tes Siklus I

No Keterangan Nilai

1. Nilai Tertinggi 85

2. Nilai Terendah 50

3. Nialai Rata-rata 65,71

Sumber : Data yang diolah Oktober 2013

80

Usmayani, S.Pd* adalah Guru SMP Negeri 1 Susoh 4. Refleksi

Berdasarkan hasil tes kemampuan awal dengan hasil tes kemampuan siklus I dapat dilihat adanya pengurangan jumlah siswa yang masih di bawah kriteria ketuntasan minimal. Pada pra siklus jumlah siswa yang di bawah KKM sebanyak 21 siswa dan pada akhir siklus

I berkurang menjadi 14 siswa, nilai rata-rata kelas meningkat dari 53,33 menjadi 65,71. Jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar mengalami peningkatan jika dibandingkan siklus I, seperti pada tabel dibawah ini.

Tabel 7. Perbandingan Hasil Nilai Tes Pra Siklus dan Siklus I No Hasil Tes (dalam

huruf)

Jumlah Siswa yang Berhasil Pra siklus Siklus I

1. A (85 – 100) - 2 2. B (75 – 84) - 5 3. C (65 – 74) 3 2 4. D (55 – 64) 10 9 5. E ( < 54 ) 8 3 Jumlah 21 21

Sumber : Hasil tabulasi data Oktober 2013

Peningkatan ketuntasan belajar siswa tampak pada tabel di bawah ini, jika

dibandingkan hasil pra siklus dan siklus I dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 8. Perbandingan Ketuntasan Belajar antara Pra Siklus dengan Siklus I

No Ketuntasan

Jumlah Siswa

Pra Siklus Siklus I Jumlah Persen Jumlah Persen

1. Tuntas 3 14,29% 8 38,10%

2. BelumTuntas 18 85,71% 13 61,90%

Jumlah 21 100% 21 100%

Peningkatan hasil rata- rata kelas nampak ada perubahan pra siklus dengan siklus I.

Tabel 9. Perbandingan Nilai Rata-Rata Pra Siklus dan Siklus I No Keterangan Pra siklus Siklus I

1 Nilai tertinggi 70 85

2 Nilai terendah 35 50

3 Nilai rata- rata 53,33 65,71

Berdasarkan data pada Tabel 9 di atas, dapat disimpulkan bahwa pelajaran IPS, khususnya pada kompetensi dasar Mendeskripsikan uang dan lembaga keuangan. Oleh karena itu, rata-rata kelas pun mengalami kenaikan menjadi 12,38%. Walaupun sudah terjadi kenaikan seperti tersebut di atas, namun hasil tersebut belum optimal. Hal ini dapat terlihat dari hasil observasi bahwa dalam kegiatan pembelajaran masih terdapat

beberapa siswa yang kurang aktif dalam melakukan kegiatan pembelajaran, karena sebagian siswa beranggapan bahwa kegiatan secara kelompok akan mendapat prestasi yang sama. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan pembelajaran pada siklus II.

81

Usmayani, S.Pd* adalah Guru SMP Negeri 1 Susoh B. Deskripsi Hasil Siklus II

Berdasarkan hasil refleksi pada siklus I, maka pelaksanaan tindakan pada siklus II dapat dideskripsikan sebagai berikut.

1. Perencanaan Tindakan

Perencanaan tindakan dalam siklus II dapat diuraikan sebagai berikut:

Pemilihan materi dan penyusunan rencana pelasaksanaan pembelajaran dalam siklus II, pada hakikatnya merupakan perbaikan atas kondisi siklusI Materi pelajaran dalam siklus II adalah mata uang asing.

a. Atas dasar materi pelajaran tersebut kemudian dilanjutkan dengan pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Tema yang dipilih pada siklus II kompetensi dasar Mendeskripsikan uang dan lembaga keuangan. Alokasi waktu yang dibutuhkan untuk kegiatan tersebut adalah 4 x 40 menit dengan 2 kali tatap muka.

b. Pembentukan kelompok belajar siswa. Siswa dalam satu kelas dibagi atas 5 kelompok belajar untuk Mendeskripsikan uang dan lembaga keuangan.

2. Pelaksanaan Tindakan

Pelaksanaan tindakan pada siklus II dapat dideskripsikan sebagai berikut:

a. Pelaksanaan Tatap Muka

Tatap muka I dan II dengan RPP tentang materi mata uang asing.

Media pembelajaran yang digunakan adalah gitar. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut.

1) Guru memberikan evaluasi atas kegiatan pembelajaran pada siklus1. Menyampaikan tujuan pembelajaran dengan materi mata uang asing. 2) Mehasil siswa dengan materi mata

uang asing..

3) Membagi kelompok belajar untuk mengerjakan LKS

4) Siswa secara kelompok ditugaskan mendeskripsikan materi mata uang asing..

5) Siswa berdiskusi secara kelompok menentukan Fungsi, tujuan perbakan di Indonesia

6) Secara kelompok siswa

mempresentasikan hasil kerja kelompoknya di depan kelas materi menentukan Fungsi, tujuan perbakan di Indonesia

7) Guru menyimpulkan kegiatan dan hasil yang didapat.

8) Guru memberikan tes akhir secara tertulis

9) Guru menilai hasil evaluasi. 10)

Gambar 3. Kondisi Pelaksanaan Pembelajaran pada Siklus II Pada pelaksanaan pembelajaran pada

siklus II siswa masih belajar secara kelompok, namun dalam kegiatan kelompok ini siswa tertantang untuk lebih mandiri dalam

menguasai materi. Karena disamping belajar secara kelompok namun siswa berkompetesi secara pribadi.

a. Wawancara

82

Usmayani, S.Pd* adalah Guru SMP Negeri 1 Susoh Wawancara dilaksanakan pada saat siswa melakukan kegiatan pembelajaran. Wawancara diperlukan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa dalam memahami, memadukan dengan mata pelajaran lain. Disamping itu, wawancara digunakan untuk mengidentifikasi kesulitan-kesulitan yang dialami oleh siswa. Hasil wawancara digunakan sebagai bahan refleksi.

b. Observasi

Observasi dilaksanakan pada keseluruhan kegiatan tatap muka, dalam

hal ini observasi dilakukan oleh 2 (dua) observer yaitu bidang studi IPS kelas IX-2 SMP Negeri 1 Susoh. Observasi dilaksanakan untuk mengetahui aktivitas siswa secara langsung dalam proses pembelajaran. Hasil observasi digunakan sebagai bahan refleksi.

3. Hasil Pengamatan

Hasil pengamatan pada siklus II dapat dideskripsikan seperti pada Tabel 11 berikut ini.

Tabel 10. Rekap Hasil Nilai Tes Siklus II No Hasil

(Angka)

Hasil

(Huruf) Arti Lambang

Jumlah Siswa Persen 1 85-100 A Sangat Baik 13 61,90% 2 75-84 B Baik 4 19,05% 3 65-74 C Cukup 2 9,52% 4 55-64 D Kurang 2 9,52% 5 <54 E Sangat Kurang - -Jumlah 21 100%

Sumber : Tabulasi Data Oktober 2013

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa yang mendapatkan nilai sangat baik (A) 61,90% atau 13 siswa, sedangkan yang mendapat nilai baik (B) adalah 19,05% atau 4 siswa. Dan yang mendapat nilai C (cukup) adalah 9,52% atau sebanyak 2 siswa. Sedangkan yang

mendapat nilai D (kurang) adalah 9,52% atau sebanyak 2 siswa dan E tidak ada. Jadi nilai rata-rata kelas 83,80.

Ketuntasan belajar pada siklus II dapat ditabulasikan seperti pada tabel 4.12 di bawah ini.

Tabel 11. Ketuntasan Belajar Siklus II

No Ketuntasan Belajar Jumlah Siswa Jumlah Persen

1. Tuntas 19 90,48%

2. Belum Tuntas 2 9,52%

Jumlah 21 100%

Berdasarkan data tersebut di atas diketahui bahwa siswa yang mencapai ketuntasan sebanyak 19 siswa (90,48%) yang

berarti sudah ada peningkatan. Rata-rata kelas pun menjadi meningkat. Hasil Nilai Rata- rata Siklus II dapat diperjelas di bawah ini.

Tabel 12. Rata-rata Hasil Tes siklus II

No Keterangan Nilai

1 Nilai tertinggi 95

2 Nilai Terendah 65

3 Nilai Rata-rata 83,80

Sumber : Data yang diolah November 2013

83

Usmayani, S.Pd* adalah Guru SMP Negeri 1 Susoh 4. Refleksi

Berdasarkan nilai hasil siklus I dan nilai hasil siklus II dapat diketahui bahwa pembelajaran dengan pendekatan contextual teaching and learning (CTL) dapat

meningkatkan hasil belajar IPS, khususnya kompetensi dasar Mendeskripsikan uang dan lembaga keuangan.. Untuk lebih jelasnya pada Tabel 13 berikut dipaparkan hasil refleksi pada