BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.10 Hasil Pengujian Stabilitas Fisik
4.10.1 Hasil Pengamatan Stabilitas Fisik Pada Suhu Kamar
Pengujian stabilitas fisik pada suhu kamar dilakukan selama 12 minggu dengan pengamatan setiap 1 minggu, sediaan nanoemulgel dan emulgel diamati perubahan warna, bau, pemisahan fase, pH, viskositas, dan ukuran partikel. Hasil pengamatan stabilitas fisik sediaan nanoemulgel dan emulgel pada suhu kamar dapat dilihat pada Tabel 4.14, Tabel 4.15, Gambar 4.10, Gambar 4.11 dan Gambar 4.12.
Gambar 4.10 Sediaan nanoemulgel ekstrak kombinasi ekstrak daun sendok dan rimpang kunyit sebelum penyimpanan 12 minggu pada suhu kamar Keterangan:
F1:Nanoemulgel Kombinasi Ekstrak Daun Sendok dan Rimpang Kunyit (6000rpm) F2:Nanoemulgel Kombinasi Ekstrak Daun Sendok dan Rimpang Kunyit (9000rpm) F3:Nanoemulgel Kombinasi Ekstrak Daun Sendok dan Rimpang Kunyit
(12000rpm)
F4:Nanoemulgel Kombinasi Ekstrak Daun Sendok dan Rimpang Kunyit (15000rpm)
HT : Hijau Tua (-): Tidak terdapat
Kh : Khas (+): Terdapat
F1 F2 F3 F4
Tabel 4.15 Data pengamatan stabilitas nanoemulgel pada penyimpanan 12 minggu .
Tabel 4.13 menunjukkan bahwa sediaan nanoemulgel F1, F2, F3 dan F4 yang disimpan pada suhu kamar konsistensinya tetap sedikit kental, warna dan bau nya tidak berubah dari awal pengamatan hingga penyimpanan selama 12 minggu.
Hal ini menunjukkan sediaan nanoemulgel F1, F2 F3 dan F4 stabil.
Gambar 4.11 Sediaan emulgel ekstrak kombinasi ekstrak daun sendok dan rimpang kunyit setelah penyimpanan 12 minggu pada suhu kamar
Emulgel
Tabel 4.15 Data pengamatan stabilitas emulgel pada penyimpanan 12 minggu
Lama penyimpanan Organoleptis
Warna Bau Pemisahan Fase
0 Hijau Tua Khas -
Tabel 4.15 menunjukkan bahwa sediaan emulgel yang disimpan pada suhu kamar menunjukkan perubahan warna dan dan tidak menunjukkan bau setelah penyimpanan 12 minggu. Hal ini menunjukkan bahwa sediaan emulgel dari kombinasi ekstrak daun sendok dan rimpang kunyit tidak stabil pada penyimpanan.
Hal ini menunjukkan nanoemulgel lebih stabil dibanding emulgel. Hal ini dapat disebabkan oleh semakin besar ukuran droplet semakin besar pula pengaruh gravitasi yang mempengaruhi kecepatan gerak droplet yang dapat meningkatkan terjadinya creaming (Nielloud, 2000).
4.10.1.1 Hasil Pengukuran pH
Pengukuran pH dilakukan selama 12 minggu pada suhu kamar setiap 1 minggu. Data hasil pengukuran pH dan grafik pengaruh lama penyimpanan terhadap pH nanoemulgel dan emulgel dapat dilihat pada Tabel 4.15 dan Gambar 4.12.
Tabel 4.16 Data pengukuran pH nanoemulgel dan emulgel pada penyimpanan
F1:Nanoemulgel Kombinasi Ekstrak Daun Sendok dan Rimpang Kunyit (6000rpm) F2:Nanoemulgel Kombinasi Ekstrak Daun Sendok dan Rimpang Kunyit (9000rpm) F3:Nanoemulgel Kombinasi Ekstrak Daun Sendok dan Rimpang Kunyit
(12000rpm)
F4:Nanoemulgel Kombinasi Ekstrak Daun Sendok dan Rimpang Kunyit (15000rpm)
Gambar 4.12 Grafik lama penyimpanan terhadap pH sediaan nanoemulgel dan emulgel kombinasi ekstrak daun sendok dan rimpang kunyit
5,60
Minggu 0 Minggu 4 Minggu 8 Minggu 12
Pada Gambar 4.12 menunjukkan bahwa selama penyimpanan semua sediaan baik nanoemulgel maupun emulgel yang disimpan pada suhu kamar selama 12 minggu. Data tersebut menunjukkan penurunan pH tetapi tidak begitu signifikan tetapi nilai pH yang dihasilkan masih memenuhi syarat pH kulit. Nilai pH sediaan yang memenuhi kriteria pH kulit dan tidak mengiritasi yaitu pH 4,5-6,5. Nilai pH yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kekeringan pada kulit dan jika berkelanjutan dapat menyebabkan iritasi kulit seperti gatal, ruam, memerah, dan bersisisk (Okuma, dkk., 2015 ; Bhalekar, dkk., 2015 ; Nikam, 2017).
4.10.1.2 Hasil Pengukuran Viskositas
Pengukuran viskositas dilakukan selama 12 minggu pada suhu kamar setiap 1 minggu. Data hasil pengukuran viskositas dan grafik pengaruh lama penyimpanan terhadap viskositas nanoemulgel dan gel dapat dilihat pada Tabel 4.16, Tabel 4.17 Gambar 4.13 dan Gambar 4.14.
Tabel 4.17 Data pengukuran viskositas nanoemulgel pada penyimpanan selama 12 minggu
0 499,50±0,00 499,50±0,00 499,50±0,00 499,50±0,00 1 499,50±0,00 499,50±0,00 499,50±0,00 499,50±0,00 2 499,00±0,00 499,00±0,00 498,33±0,58 498,00±0,00 3 498,17±0,29 497,67±0,29 496,83±0,29 496,33±0,29 4 496,50±0,00 496,17±0,29 495,00±0,00 494,83±0,29 5 494,67±0,58 494,33±0,29 494,00±0,00 493,00±0,00 6 494,67±0,58 493,00±0,00 492,17±0,29 491,67±0,29 7 492,50±0,50 490,67±0,29 490,17±0,29 489,67±0,29 8 492,17±0,29 490,67±0,29 485,67±0,29 485,00±0,00 9 489,67±0,58 486,67±0,29 485,00±0,00 485,00±0,00 10 486,67±0,29 485,00±0,00 482,00±0,00 480,83±0,29 11 486,67±0,29 485,00±0,00 482,00±0,00 481,00±0,00 12 485,00±0,50 483,00±0,00 481,83±0,29 480,00±0,00
Gambar 4.13 Diagram pengaruh lama penyimpanan terhadap viskositas nanoemulgel kombinasi ekstrak daun sendok dan rimpang kunyit Keterangan:
F1:Nanoemulgel Kombinasi Ekstrak Daun Sendok dan Rimpang Kunyit (6000rpm) F2:Nanoemulgel Kombinasi Ekstrak Daun Sendok dan Rimpang Kunyit (9000rpm) F3:Nanoemulgel Kombinasi Ekstrak Daun Sendok dan Rimpang Kunyit
(12000rpm)
F4:Nanoemulgel Kombinasi Ekstrak Daun Sendok dan Rimpang Kunyit (15000rpm)
Tabel 4.18 Data pengukuran viskositas emulgel pada penyimpanan selama 12 minggu
Data Pengukuran Viskositas Sediaan 12 Minggu
Minggu 0 Minggu 4 Minggu 8 Minggu 12
Gambar 4.14 Diagram pengaruh lama penyimpanan terhadap viskositas emulgel kombinasi ekstrak daun sendok dan rimpang kunyit
Pengukuran viskositas dilakukan setiap 1 minggu. Uji viskositas dibutuhkan oleh suatu sediaan untuk melihat sifat alir dari sediaan ketika diaplikasikan ke kulit.
Berdasarkan hasil yang diperoleh, viskositas sediaan mengalami penurunan seiring dengan lama penyimpanannya. Hal ini berbanding lurus dengan yang dikatakan oleh Harimurti dan Hidayaturahmah (2016) bahwa waktu penyimpanan yang semakin lama dapat menurunkan viskositas.
Salah satu penyebab menurunnya viskositas yaitu sifat karbopol yang higroskopis sehingga mampu menyerap uap air yang menyebabkan nanoemulgel dan emulgel mengalami penurunan viskositas. Penurunan pH sediaan juga dapat menyebabkan penurunan viskositas sediaan dikarenakan adanya perubahan struktur matriks gel, keadaan ini disebut sebagai sinersis yaitu molekul air yang terjebak dalam matriks gel keluar dari matriks dan mengakibatkan menurunnya nilai viskositas selama penyimpanan (Rowe, dkk., 2009). Semakin lama penyimpanan maka ukuran partikel semain besar yang menyebabkan nilai viskositas menurun karena jarak antara partikel-partikel meningkat (Fitriansyah dan Gozali, 2014).
Menurut hukum stokes, semakin lama penyimpanan maka ukuran partikel semakin
475
besar yang menyebabkan nilai viskositas menurun karena jarak antara partikel-partikel meningkat (Fitriansyah dan Gozali, 2014).
4.10.2 Hasil Pengukuran Distribusi Ukuran Partikel
Pengukuran ukuran partikel dilakukan di Laboratorium Nanomedicine Fakultas Farmasi, Universitas Sumatera Utara dengan menggunakan alat FRITSCH Analysette 22 NanoTec Particle Size Analizer pada suhu kamar. Diperoleh hasil pengukuran distribusi ukuran partikel selama 12 minggu penyimpanan dapat dilihat pada Tabel 4.19.
Tabel 4.19 Hasil pengukuran distribusi ukuran partikel selama 12 minggu penyimpanan
Pada Tabel 4.19 dapat dilihat hasil distribusi ukuran partikel nanoemulgel Kombinasi Ekstrak Daun Sendok dan Rimpang Kunyit yang disimpan pada suhu kamar selama 12 minggu. Tabel 4.19 menunjukkan bahwa sediaan nanoemulgel F4 mempunyai ukuran partikel yang lebih kecil dibandingkan dengan nanoemulgel F1,
F2, dan F3. Rata-rata ukuran partikel pada F1, F2, F3, dan F4 pada awal pembuatan berturut-turut adalah 181,97nm; 164,11nm; 153,09nm; 146,70nm.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan meningkatnya kecepatan pengadukan maka ukuran partikel sediaan nanoemulgel akan bertambah kecil dimana F1 (181,97nm) memiliki ukuran partikel lebih besar jika dibandingkan dengan nanoemulgel F2 (164,11nm), F3 (153,09 nm) dan F4 (146,70nm). Demikian juga hal nya dengan ukuran partikel sediaan nanoemulgel semakin bertambah besar seiring dengan lamanya penyimpanan. Namun ukuran partikel masih berada dalam jangkauan yang diterima untuk keperluan penghantaran obat (drug delivery), rerata ukuran partikel nano yang digunakan adalah 50-500nm (Angelia, dkk., 2019).
Sediaan emulgel yang diformulasi dengan menggunakan konsentrasi surfaktan yang lebih rendah dan pencampurannya tidak dengan menggunakan homogenizer sehingga menghasilkan ukuran partikel yang jauh lebih besar daripada seluruh sediaan nanoemulgel. Sehingga sediaan nanoemulgel dengan ukuran partikelnya yang kecil akan meningkatkan luas permukaan kontak, semakin tinggi luas permukaan kontak maka semakin cepat bahan obat masuk dan terabsorpsi ke dalam kulit sehingga dapat menghasilkan efek yang diinginkan dengan optimal (Furi dan Coniwanti, 2012; Ulaen dkk., 2013).