BAB III METODE PENELITIAN
A. Hasil Penelitian
3. Hasil Pengembangan Desain Produk
Tahap pengembangan desain produk awal multimedia pembelajaran Negara-negara Asia Tenggara yang peneliti lakukan diantaranya:
a. Membuat Garis-garis Besar Isi Program Multimedia (GBIPM) yang memuat indikator-indikator yang ingin dicapai dalam pelajaran IPS pokok bahasan Negara-negara di Asia Tenggara. Indikator tersebut diadaptasi dari Silabus yang selama ini digunakan di Kelas VI SD Negeri 1 Teluk Purwokerto.
b. Menyusun materi yang akan dimasukkan ke dalam multimedia. Materi bersumber pada silabus, RPP, dan BSE.
c. Membuat flow chart sebagai acuan pengembangan dalam bentuk instruksional arah jalannya multimedia.
d. Membuat story board sebagai acuan pengembangan bentuk visual dan audio multimedia. Bentuk visual multimedia yang akan digunakan terdapat beberapa komponen, diantaranya jenis font, bentuk tombol, karakter tokoh, setting tempat dan penempatan komponen-komponen tersebut agar optimal dalam menyampaikan materi. Bentuk audio yang digunakan untuk mendukung penyampaian materi, diantaranya, suara backsound, dan sound button.
1) Jenis font yang dirancang dalam multiedia pembelajaran ini yaitu Arial dan Calibri. Arial digunakan sebagai font pada judul dan
tombol multimedia, sedangkan Calibri digunakan sebagai font uraian materi.
2) Bentuk tombol yang dirancang pada multimedia adalah lingkaran dengan icon atau teks di tengah sebagai simbol/lambang nama dan fungsi masing-masing tombol. Simbol/lambang dan teks dibuat dengan tujuan agar lebih paham fungsi tombol tersebut.
Gambar 3 Bentuk tombol dalam multimedia
3) Karakter tokoh dibuat dengan konsep seorang pembawa acara yang elegan.
Gambar 4 Karakter Pembawa Acara Multimedia Pembelajaran
4) Penempatan komponen dirancang dengan memperhatikan informasi utama dan pendukung yang akan disampaikan dalam multimedia, termasuk ukuran komponen-komponen tersebut.
e. Membuat produk multimedia dengan menggunakan software Adobe Flash Professional CS6 dengan pilihan Action Script 2.0 sebagai software utama untuk membuat program. Software lainnya yang digunakan yaitu CorelDRAW X6 untuk membuat dan memodifikasi gambar yang akan digunakan dalam program. Teks, gambar, dan suara yang sesuai dengan rancangan yang dilakukan pada langkah sebelumnya, antara lain :
1) Multimedia diberi judul “Multimedia Pembelajaran Negara-Negara Asia Tenggara” agar sesuai dengan tujuan dibuatnya multimedia pembelajaran ini.
2) Materi yang terdapat dalam multimedia pembelajaran Negara-negara Asia Tenggara yaitu tentang letak wilayah dan informasi mengenai Negara-negara Asia Tenggara.
Gambar 5 Contoh Materi Multimedia Pembelajaran
3) Gambar pada multimedia disesuaikan dengan isi materi dan memperhatikan prinsip-prinsip kemenarikan, warna, dan ukuran,
serta penempatannya. Pembuatan gambar pada multimedia dilakukan dengan menggunakan CorelDRAW X6.
4) Teks pada multimedia dikembangkan memperhatikan prinsip tata letak, kesesuaian, kejelasan, dan ukuran. Kalimat yang digunakan jelas dan sederhana sesuai dengan sasaran pengguna.
5) Suara/musik pada multimedia dikembangkan dengan memperhatikan kejelasan dan kesesuaian dengan anak-anak. Suara/musik dipilih berdasarkan saran ahli multimedia, yaitu memilih tempo suara/musik yang lambat atau tidak terlalu cepat agar tidak terkesan terburu-buru.
6) Bentuk tombol di dalam multimedia dikembangkan dengan memperhatikan konsistensi dan efektivitas. Penempatan tombol yang konsisten dibuat agar efektif dan memudahkan dalam pemakaiannya.
f. Desain cover CD multimedia dibuat dengan memperhatikan kesesuaian komposisi dan keserasian antara background, tulisan, gambar, huruf, tata letak, dan warna. Desain cover dibuat dengan menggunakan CorelDRAW X6. Gambar cover didesain sesuai materi yang ada dalam multimedia, yaitu Negara-Negara Asia Tenggara.
Gambar 6. Cover CD Multimedia Pembelajaran
g. Validasi Ahli
Setelah Multimedia pembelajaran Negara-negara Asia Tenggara selesai diproduksi, selanjutnya peneliti melakukan validasi kepada ahli media dan ahli materi. Untuk setiap validasi yang dilakukan, validasi pada ahli media dan ahli materi dilakukan dua kali. Berikut adalah hasil validasi dari ahli multimedia dan ahli materi terhadap multimedia pembelajaran yang peneliti kembangkan:
1) Validasi Ahli Materi
Validasi ahli materi dilakukan oleh dosen PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta, Ibu Sekar Purbarini, M.Pd. Validasi ahli materi terhadap produk
multimedia pembelajaran yang dikembangkan dilakukan dalam dua tahap yang meliputi aspek pembelajaran dan aspek kebenaran isi materi. Adapun hasil dari tahap-tahap validasi adalah sebagai berikut:
a) Hasil validasi materi multimedia pembelajaran pada tahap pertama dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 8. Hasil Penilaian Ahli Materi tahap pertama
No Indikator Skor Kategori
1 Kesesuaian isi materi dengan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran
5 Sangat Baik
2 Kejelasan judul program 4 Baik
3 Kejelasan sasaran pengguna 4 Baik
4 Kesesuaian isi materi dengan sasaran pengguna
4 Baik
5 Kemudahan pemahaman materi 4 Baik
6 Kesesuaian gambar dengan materi 4 Cukup
7 Evaluasi yang diberikan sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran
4 Baik
8 Ketepatan cakupan materi 4 Baik
9 Runtutan materi 3 Baik
10 Kejelasan isi materi 3 Baik
Jumlah Skor 39
Baik
Rata-rata 3,9
Berdasarkan data, jumlah skor secara keseluruhan adalah 39 dengan rata-rata skor 3,9. Angka ini apabila dikonversikan dalam skala 5 dapat ditarik kesimpulan bahwa multimedia pembelajaran “Negara-negara Asia Tenggara” yang dikembangkan masuk dalam kriteria “Baik”.
Pada saat validasi materi yang pertama, ahli materi memberi saran agar materi memiliki konsistensi dalam isi materi tiap Negara dan diberikan peta. Hasil akhir penilaian yang diberikan oleh validator menyatakan bahwa multimedia pembelajaran Negara-negara Asia Tenggara ini baik uji coba lapangan tanpa revisi.
Gambar 7. Hasil revisi ahli materi
b) Validasi ahli materi multimedia pembelajaran “Negara-negara Asia Tenggara” tahap kedua diperoleh hasil dalam tabel berikut:
Tabel 9. Hasil Penilaian Ahli Materi tahap kedua
No Indikator Skor Kategori
1 Kesesuaian isi materi dengan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran
5 Sangat Baik
2 Kejelasan judul program 4 Baik
3 Kejelasan sasaran pengguna 4 Baik
4 Kesesuaian isi materi dengan sasaran pengguna
5 Sangat baik
5 Kemudahan pemahaman materi 4 Baik
6 Kesesuaian gambar dengan materi 4 Baik
7 Evaluasi yang diberikan sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran
5 Sangat baik
8 Ketepatan cakupan materi 4 Baik
9 Runtutan materi 4 Baik
10 Kejelasan isi materi 4 Baik
Jumlah Skor 43
Sangat baik
Rata-rata 4,3
Berdasarkan data, jumlah skor secara keseluruhan adalah 43 dengan rata-rata skor 4,3. Angka ini apabila dikonversikan dalam skala 5 dapat ditarik kesimpulan bahwa multimedia pembelajaran “Negara-negara Asia Tenggara” yang dikembangkan masuk dalam kriteria “Sangat Baik” dan multimedia pembelajaran ini dikatakan “layak uji coba lapangan tanpa revisi”.
2) Validasi Ahli Media
Validasi ahli media dilakukan oleh dosen TP Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta, Ariyawan Agung Nugroho, S.T. dosen TP FIP UNY. Validasi ahli terhadap produk multimedia pembelajaran yang dikembangkan
dilakukan dalam 3 tahap yang meliputi tampilan, pemrograman dan desain cover CD. Adapun hasil dari tahap-tahap validasi adalah:
a) Hasil penilaian ahli media tahap I
Tabel 10. Hasil Penilaian Ahli Media Tahap Pertama
No Indikator Skor Kategori
1 Kesesuaian proporsi layout (tata letak teks dan gambar)
4 Baik 2 Kesesuaian pemilihan background 4 baik 3 Kelengkapan petunjuk penggunaan multimedia 3 Cukup 4 Kesesuaian penggunaan proporsi warna 5 Sangat baik 5 Kesesuaian pemilihan jenis huruf 5 Sangat baik
6 Kejelasan kalimat 4 Baik
7 Kejelasan musik/suara 3 Cukup
8 Kesesuaian pemilihan musik dengan materi 3 Cukup 9 Kesesuaian sajian gambar dan animasi 4 Baik 10 Kejelasan gambar dan animasi dengan materi 4 Baik 11 Konsistensi tampilan tombol 4 Baik 12 Kemudahan pemakaian program 5 Sangat baik 13 Kemudahan memilih menu program 5 Sangat baik 14 Efektifitas fungsi tombol 4 Baik 15 Kemudahan berinteraksi dengan program 5 Sangat baik 16 Kemudahan tombol navigasi untuk dipahami 4 Baik 17 Kecepatan reaksi tombol 5 Sangat baik Jumlah Skor
Rata-rata
71
Sangat baik 4,17
Berdasarkan data, jumlah skor secara keseluruhan adalah 71 dengan rata-rata skor 4,17. Angka ini apabila dikonversikan dalam skala 5 dapat ditarik kesimpulan bahwa multimedia pembelajaran “Negara-negara Asia Tenggara ” yang dikembangkan masuk dalam kriteria “Sangat Baik”. Tetapi, dari hasil penilaian ini validator memberi saran agar pengembang merevisi beberapa
bagian dari Multimedia Pembelajaran Negara-negara Asia Tenggara tersebut adalah sebagai berikut:
Gambar 8. Hasil Revisi Ahli Media
b) Hasil Penilaian ahli multimedia tahap II
Tabel 11. Hasil Penilaian Ahli Multimedia Tahap Kedua
No Indikator Skor Kategori
1 Kesesuaian proporsi layout 4 Baik
2 Kesesuaian pemilihan background 4 Baik
3 Kelengkapan petunjuk penggunaan multimedia
3 Cukup
4 Kesesuaian penggunaan proporsi warna 5 Sangat baik 5 Kesesuaian pemilihan musik dengan materi 5 Sangat baik
6 Kejelasan kalimat 4 Baik
7 Kejelasan musik/suara 4 Baik
8 Kesesuaian pemilihan musik dengan materi 4 Baik
9 Kesesuaian gambar dengan materi 5 Sangat baik
10 Kejelasan gambar 4 Baik
11 Konsistensi tampilan tombol 4 Baik
12 Kemudahan pemakaian program 5 Sangat baik
13 Kemudahan memilih menu program 5 Sangat baik
14 Efektifitas fungsi tombol 4 Baik
15 Kemudahan berinteraksi dengan program 5 Sangat baik 16 Kemudahan tombl navigasi untuk dipahami 4 Baik
17 Kecepatan reaksi tombol 5 Sangat baik
18 Kesesuaian gambar cover dengan materi 4 Baik
19 Kelengkapan gambar cover 4 Baik
20 Kejelasan informasi tentang isi multimedia 3 Cukup 21 Kesesuaian komposisi warna dan gambar
cover untuk anak kelas VI SD
5 Sangat Baik
22 Kemenarikan desain cover 4 Baik
Jumlah Skor Rata-rata
94
Sangat baik 4,27
Berdasarkan data, jumlah skor secara keseluruhan adalah 94 dengan rata-rata skor 4,27. Angka ini apabila dikonversikan dalam skala 5 dapat ditarik kesimpulan bahwa multimedia pembelajaran “Negara-negara Asia Tenggara” yang dikembangkan masuk dalam kriteria “Sangat Baik” dan ahli media menyatakan bahwa
multimedia pembelajaran Negara-negara Asia Tenggara ini baik untuk uji coba lapangan tanpa revisi.