BAB III METODE PENELITIAN
B. Langkah-langkah Penelitian Pengembangan
Prosedur atau langkah-langkah dalam penelitian pengembangan ini mengadaptasi dari model pengembangan Borg dan Gall yang dikutip Sugiyono (2010: 408-426). Terdapat 10 langkah pengembangan, yaitu sebagai berikut:
1. Research and information collection (melakukan penelitian awal dan pengumpulan informasi awal).
2. Planning (melakukan perencanaan).
3. Develop Preliminary form of Product (mengembangkan bentuk awal produk).
4. Preliminary Field Testing (uji coba lapangan awal). 5. Main Product Revision (revisi hasil uji coba). 6. Main Field Testing (uji coba lapangan utama).
7. Operational Product Revision (revisi produk hasil uji lapangan). 8. Operational Field Testing (uji coba lapangan operasional). 9. Final Product Revision (revisi produk akhir).
10. Dissemination and Implementation (diseminasi dan implementasi).
Dari 10 langkah penelitian di atas, peneliti hanya melaksanakan hingga tahap ke-9 yaitu pada tahap revisi produk akhir. Pada tahap pengembangan kesepuluh yaitu diseminasi dan implementasi tidak dilakukan peneliti karena tujuan pengembangan hanya terbatas sampai pada tingkat kelayakan sehingga tidak sampai pada implementasi untuk mengukur tingkat efektifitas. Sembilan langkah yang ditempuh peneliti yaitu :
1. Penelitian dan Pengumpulan Informasi
Pada tahap ini peneliti mengumpulkan informasi terkait dengan pengembangan produk yang akan dilakukan. Kegiatan penelitian pendahuluan ini dilakukan dengan tujuan memperoleh informasi mengenai permasalahan dalam pembelajaran yang terjadi di sekolah tersebut, serta analisis untuk menyusun latar belakang dan rumusan masalah dalam penelitian.
a. Penelitian Awal
Tahap ini merupakan tahap awal yang dilakukan peneliti dalam rangka mengumpulkan informasi sebelum pengembangan produk dilakukan. Peneliti melakukan penelitian awal dengan studi lapangan untuk mencari informasi tentang kebutuhan siswa kelas VI SD Negeri 1 Teluk, Purwokerto, serta mengidentifikasi berbagai permasalahan yang dihadapi oleh siswa tersebut.
Studi lapangan yang peneliti lakukan yaitu melalui observasi tidak terstruktur dan wawancara tidak terstruktur kepada guru dan siswa kelas VI SD Negeri 1 Teluk, Purwokerto. Observasi dilakukan untuk mengetahui proses pembelajaran, media pembelajaran yang digunakan, kendala dalam pembelajaran dan untuk mengetahui karakter subyek penelitian. Selain observasi, peneliti juga melakukan wawancara untuk mengetahui hal-hal dari subyek yang lebih mendalam lagi terkait dengan masalah yang dihadapi siswa kelas VI
SD Negeri 1 Teluk, Purwokerto, dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, produk yang akan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan siswa kelas VI SD Negeri 1 Teluk, Purwokerto.
b. Studi Pustaka
Pada tahap ini peneliti juga melakukan studi pustaka diantaranya mencari buku kajian mengenai pengembangan multimedia pembelajaran, pengembangan program pembelajaran berbantuan komputer, karakteristik siswa kelas VI SD, dan mengenai pokok bahasan Negara-Negara Asia Tenggara.
2. Perencanaan
Pada tahap ini meliputi perencanaan pengembangan berdasarkan observasi awal dan wawancara. Tahapan-tahapan perencanaan tersebut yaitu :
a. Merencanakan desain dan konsep pengembangan multimedia pembelajaran sebagai salah satu pilihan sumber belajar.
b. Merencanakan isi pengembangan multimedia pembelajaran berdasarkan Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan Indikator mata pelajaran IPS pokok bahasan Negara-Negara Asia Tenggara. c. Pengumpulan materi sebagai bahan referensi, mencari gambar, video,
dan animasi (browsing di internet) terkait pokok bahasan Negara-Negara Asia Tenggara yang akan dimuat dalam pengembangan produk multimedia pembelajaran.
d. Penyediaan alat dan bahan yang diperlukan untuk pengembangan multimedia pembelajaran ini adalah laptop dengan software Adobe Flash CS 5 dan Corel Draw X6.
3. Pengembangan Desain Produk Awal
Pada tahap ini peneliti mengembangkan desain produk awal multimedia pembelajaran Negara-Negara Asia Tenggara. Langkah-langkah yang dilakukan sebagai berikut:
a. Merumuskan isi multimedia pembelajaran dan berkonsultasi dengan guru kelas VI SD Negeri 1 Teluk, Purwokerto, terkait dengan materi Asia Tenggara pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial.
b. Merumuskan desain multimedia pembelajaran Negara-Negara Asia Tenggara. Membuat GBIP (Garis Besar Isi Program) Multimedia Pembelajaran yang dibuat berdasarkan pada Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan Indikator mata pelajaran IPS Negara-negara Asia Tenggara.
c. Pembuatan flowchart dan storyboard pengembangan multimedia pembelajaran IPS pokok bahasan Negara-negara Asia Tenggara untuk siswa kelas VI di SD N Teluk I, Purwokerto. Flowchart terdiri dari beberapa komponen antara lain:
1) Intro dalam pengembangan multimedia pembelajaran interaktif untuk mata pelajaran IPS pokok bahasan Negara-negara Asia Tenggara berisi judul program yang disertai dengan musik
pembuka/pengiring, gambar, tombol untuk masuk ke menu utama, dan tombol keluar untuk keluar program.
2) Menu utama dalam pengembangan multimedia interaktif mata pelajaran IPS siswa kelas VI yang akan dibahas yaitu: menu standar kompetensi, materi, evaluasi, petunjuk, dan tombol keluar program.
3) SK-KD dalam pengembangan multimedia pembelajaran mata pelajaran IPS ini berisi tentang:
1. Standar Kompetensi 2. Kompetensi Dasar
4) Materi dalam pengembangan multimedia pembelajaran ini membahas secara umum pengertian kenampakan sosial dan keadaan alam Negara-negara Asia Tenggara.
5) Kuis dalam pengembangan multimedia pembelajaran ini berisi 10 soal pilihan ganda. Siswa dapat melihat nilai yang dicapai pada akhir tampilan kuis.
6) Petunjuk penggunaan dalam pengembangan multimedia pembelajaran IPS berisi tentang petunjuk tombol-tombol penggunaan program, sehingga memudahkan pengguna untuk menjalankan program.
7) Tombol keluar dalam pengembangan multimedia digunakan untuk keluar program.
Sedangkan storyboard adalah uraian yang berisi tentang visual penjelasan dari masing-masing alur dalam flowchart. Alur storyboard dalam multimedia pembelajaran adalah:
a) Frame 1: Intro dengan pembuka judul program berupa Negara-Negara Asia Tenggara disertai dengan musik pembuka, dan didahului tombol masuk & keluar.
b) Frame 2: Menu utama terdiri dari menu SK-KD, materi, kunci jawaban, kuis, petunjuk penggunaan, serta tombol keluar program. c) Frame 3: menu SK-KD berisi standar kompetensi dan kompetensi
dasar
d) Frame 4: menu materi, berisi tentang seluruh informasi mengenai tiap Negara Asia Tenggara.
e) Frame 5: kuis, berisi 10 soal latihan pilihan ganda.
f) Frame 6: menu petunjuk penggunaan, berisi petunjuk tampilan tombol-tombol dalam program untuk menjalankan program. g) Frame 7: tombol keluar
d. Evaluasi Media Hasil dari pengembangan produk awal terlebih dahulu dilakukan uji kelayakan oleh ahli media dan seorang ahli materi. Evaluasi media ini dilakukan dengan meminta pertimbangan ahli (expert judgement) yaitu ahli media dan ahli materi. Berdasarkan kritik, saran dan masukan pada proses validasi didapatkan data berkaitan dengan kekurangan atau kelemahan dari multimedia
pembelajaran Negara-Negara Asia Tenggara ini. Kemudian produk tersebut direvisi agar menjadi multimedia pembelajaran yang layak. 4. Uji Coba Lapangan Awal
Uji coba lapangan awal bertujuan mendapatkan informasi berupa penilaian dan saran terkait multimedia pembelajaran yang sedang dikembangkan. dilaksanakan dengan sampel yaitu kelompok sedang subyek penelitian. Kelompok sedang ini berjumlah 3 orang siswa kelas VI SD N 1 Teluk, Purwokerto. Ketiga siswa tersebut diberi kesempatan untuk mengoperasikan multimedia pembelajaran Negara-Negara Asia Tenggara yang sudah mengalami proses validasi materi dan validasi media. Setelah siswa tersebut selesai mengoperasikan multimedia pembelajaran tersebut, kemudian para siswa tersebut diberi angket, untuk mendapatkan data terkait melakukan revisi produk.
5. Revisi Hasil Uji Coba
Melakukan revisi terhadap produk multimedia pembelajaran berdasarkan masukan dan saran dari hasil uji coba lapangan awal. Revisi produk multimedia pembelajaran bertujuan untuk menghasilkan produk yang layak. Masukan dan saran selama proses uji coba lapangan dijadikan sebagai pedoman, sehingga mendapatkan multimedia pembelajaran baru yang sudah mengalami perbaikan.
6. Uji Coba Lapangan Utama
Uji coba lapangan untuk produk utama melibatkan subjek uji coba yang lebih banyak. Uji lapangan untuk produk utama ini melibatkan 8
orang siswa kelas VI. Uji coba lapangan utama dilaksanakan guna mengetahui kekurangan dari multimedia pembelajaran yang dikembangkan.
7. Revisi Produk Hasil Uji Coba Lapangan Utama
Melakukan revisi terhadap produk multimedia pembelajaran berdasarkan hasil uji coba lapangan. Data yang masuk kemudian dianalisis terlebih dahulu sehingga diperoleh suatu kesimpulan yang dijadikan sebagai acuan merevisi produk.
8. Uji Coba Lapangan Operasional
Uji coba lapangan operasional akan dilaksakan pada 15 siswa kelas VI di SD N Teluk I, Purwokerto, selaku subjek uji coba dalam penelitian pengembangan ini. Uji coba dilakukan dalam ruangan kelas secara konvensional melibatkan 15 siswa kelas VI SDN Teluk I, Purwokerto. 9. Revisi Produk Akhir
Revisi produk akhir multimedia pembelajaran dilakukan setelah uji pelaksanaan lapangan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis terlebih dahulu apakah masih ada masukan dan saran, sehingga diperoleh suatu kesimpulan yang dijadikan sebagai acuan merevisi produk.