HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisis Statistik Deskriptif
4.4 Hasil Pengujian Hipotesis
Pada pengujian hipotesis, akan dilakukan analisis koefisien determinasi, pengujian pengaruh simultan (uji F), dan pengujian pengaruh parsial (uji t). Nilai-nilai statistik dari koefisien determinasi, uji F, dan uji t tersaji pada Tabel 4.8.
a. Analisis Koefisien Determinasi
Berdasarkan Tabel 4.8, diketahui nilai koefisien determinasi (Adjusted R-squared) sebesar . Nilai tersebut dapat
diartikan UP, PROF, SOLV, dan KAP mampu
mempengaruhi/menjelaskan AUD secara simultan atau bersama-sama sebesar 56,25%, sisanya sebesar 43,75% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.
b. Uji Signifikansi Pengaruh Simultan (Uji F)
Uji bertujuan untuk menguji pengaruh variabel bebas secara bersama-sama atau simultan terhadap variabel tak bebas. Berdasarkan
Tabel 4.8, diketahui nilai Prob. (F-statistics), yakni 0,0000 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel bebas, yakni UP, PROF, SOLV, dan KAP secara simultan, berpengaruh signifikan terhadap variabel AUD.
c. Uji Signifikansi Pengaruh Parsial (Uji t)
Berdasarkan Tabel 4.8, hasil pengujian secara parsial adalah sebagai berikut:
Nilai koefisien dari variabel bebas UP adalah -18,06, yakni bernilai negatif. Nilai tersebut dapat diinterpretasikan variabel UP berpengaruh negatif terhadap variabel AUD. Diketahui nilai Prob dari variabel UP adalah 0,0000, yakni < 0,05, maka variabel UP berpengaruh signifikan (secara statistika) terhadap variabel AUD, pada tingkat signifikansi 5%.
Nilai koefisien dari variabel bebas PROF adalah -34,93, yakni bernilai negatif. Nilai tersebut dapat diinterpretasikan variabel PROF berpengaruh negatif terhadap variabel AUD. Diketahui nilai Prob dari variabel PROF adalah 0,1522, yakni > 0,05, maka variabel PROF tidak berpengaruh signifikan (secara statistika) terhadap variabel AUD, pada tingkat signifikansi 5%.
Nilai koefisien dari variabel bebas SOLV adalah 50,32, yakni bernilai positif. Nilai tersebut dapat diinterpretasikan variabel SOLV berpengaruh positif terhadap variabel AUD. Diketahui nilai Prob dari variabel SOLV adalah 0,0273, yakni < 0,05, maka
variabel SOLV berpengaruh signifikan (secara statistika) terhadap variabel AUD, pada tingkat signifikansi 5%.
Nilai koefisien dari variabel bebas KAP adalah -6,82, yakni bernilai negatif. Nilai tersebut dapat diinterpretasikan variabel KAP berpengaruh negatif terhadap variabel AUD. Diketahui nilai Prob dari variabel KAP adalah 0,4052, yakni > 0,05, maka variabel KAP tidak berpengaruh signifikan (secara statistika) terhadap variabel AUD, pada tingkat signifikansi 5%.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap audit delay. Hasil uji ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Kartika (2011) dan Yuliyanti (2011) yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap audit delay. Hal ini dikarenakan semakin besar suatu perusahaan, maka semakin baik pula pengendalian internalnya sehingga dapat mengurangi tingkat kesalahan dalam penyajian laporan keuangan yang akan memudahkan auditor dalam melakukan pengauditan atas laporan keuangan tersebut. Namun, hasil uji ini tidak konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Lestari (2010), Indra dan Arisudhana (2012) dan Saemargani (2015) yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap audit delay.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa profitabilitas tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap audit delay. Hasil uji ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan Kartika (2011) dan Yuliyanti (2011) yang menyatakan bahwa profitabilitas tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap audit
delay. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, profitabilitas tidak berpengaruh terhadap audit delay karena tuntutan dari pihak-pihak yang berkepentingan tidak terlalu besar sehingga tidak memicu perusahaan untuk mempublikasikan laporan keuangan dengan lebih cepat. Namun, hasil uji ini tidak konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Lestari (2010) dan Saemargani (2015) yang menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh terhadap audit delay karena profitabilitas yang tinggi merupakan kabar baik sehingga perusahaan tidak akan menunda untuk mempublikasikan laporan keuangan perusahaan tersebut.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa solvabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap audit delay. Hasil uji ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Kartika (2011) dan Lestari (2010) yang menyatakan bahwa solvabilitas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap audit delay. Menurut Lestari (2010), rasio solvabilitas yang tinggi mengakibatkan panjangnya waktu yang dibutuhkan dalam penyelesaian audit. Namun, hasil uji ini tidak konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Yuliyanti (2011) yang menyatakan solvabilitas tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap audit delay.
Kemampuan perusahaan dalam membayarkan semua utang-utangnya ternyata tidak berpengaruh terhadap audit delay. Hal tersebut disebabkan karena standar pekerjaan auditor yang telah diatur dalam SPAP menyatakan bahwa pelaksanaan prosedur audit perusahaan baik yang memiliki total utang besar dengan jumlah debtholder yang banyak atau perusahaan dengan utang yang kecil dan jumlah debtholder sedikit tidak akan mempengaruhi proses penyelesaian audit laporan keuangan, karena auditor yang ditunjuk pasti telah menyediakan waktu sesuai
dengan kebutuhan untuk menyelesaikan proses pangauditan utang (Yugo Trianto dalam Yuliyanti, 2011).
Hasil pengujian menunjukkan bahwa reputasi kantor akuntan publik (KAP) tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap audit delay. Maka artinya perusahaan LQ 45 yang diaudit oleh KAP non big four juga memiliki audit delay yang hampir sama dengan perusahaan LQ 45 yang diaudit oleh KAP big four. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Kartika (2011), Febrianty (2011) dan Saemargani (2015) yang menyatakan bahwa reputasi KAP tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap audit delay. Menurut Febrianty (2011), reputasi KAP tidak berpengaruh terhadap audit delay karena semakin baik kualitas KAP maka KAP tersebut belum memberikan jaminan terhadap kualitas audit yang dilakukan dengan salah satunya yaitu ketepatan waktu dalam menyampaian laporan audit, dimana seharusnya semakin besar KAP, semakin banyak memiliki sumber daya, lebih banyak auditor ahli dan sistem informasi yang canggih serta memiliki sistem kerja audit yang baik sehingga akan semakin cepat dalam penyelesaian laporan keuangan. Selain itu, kualitas KAP yang baik juga akan lebih tepat waktu dalam penyampaian laporan keuangan untuk menjaga image atau citra KAP di mata publik. Namun, hasil uji ini tidak konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Yuliyanti (2011) dan Indra dan Arisudhana (2012) yang menyatakan bahwa reputasi KAP berpengaruh terhadap audit delay.
BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bagian sebelumnya, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Variabel ukuran perusahaan memiliki pengaruh terhadap audit delay pada perusahaan LQ 45 yang terdaftar di BEI pada tahun 2010-2016. Hal ini dibuktikan dengan nilai p-value uji t kurang dari alfa 5 persen yaitu 0,0000.
Dengan hasil tersebut, maka ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap audit delay.
2. Variabel profitabilitas tidak memiliki pengaruh terhadap audit delay pada perusahaan LQ 45 yang terdaftar di BEI pada tahun 2010-2016. Hal ini dibuktikan dengan nilai p-value uji t lebih dari alfa 5 persen yaitu 0,1522.
Dengan hasil tersebut, maka profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay.
3. Variabel solvabilitas memiliki pengaruh terhadap audit delay pada perusahaan LQ 45 yang terdaftar di BEI pada tahun 2010-2016. Hal ini dibuktikan dengan nilai p-value uji t kurang dari alfa 5 persen yaitu 0,0273. Dengan hasil tersebut, maka solvabilitas berpengaruh signifikan terhadap audit delay.
4. Variabel reputasi kantor akuntan publik tidak memiliki pengaruh terhadap audit delay pada perusahaan LQ 45 yang terdaftar di BEI pada tahun 2010-2016. Hal ini dibuktikan dengan nilai p-value uji t lebih dari alfa 5 persen
yaitu 0,4052. Dengan hasil tersebut, maka reputasi kantor akuntan publik tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay.
5. Secara simultan (bersama-sama) dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen, semua variabel independen berpengaruh terhadap audit delay. Secara parsial dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen, variabel independen ukuran perusahaan dan solvabilitas berpengaruh signifikan terhadap variabel audit delay, sedangkan untuk variabel profitabilitas dan reputasi kantor akuntan publik tidak berpengaruh signifikan secara statistik terhadap audit delay.
5.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan yang telah dikemukakan di atas, maka saran-saran yang diajukan adalah:
1. Bagi Auditor
Hasil penelitian ini memberikan informasi mengenai rata-rata audit delay pada perusahaan LQ 45 dan faktor-faktor yang mempengaruhinya sehingga para auditor dapat mengendalikan faktor-faktor dominan yang mempengaruhi audit delay. Auditor disarankan untuk merencanakan pekerjaan lapangan dengan baik agar proses audit dapat dilakukan dengan efektif dan efisien sehingga dapat meminimalkan audit delay.
2. Bagi Perusahaan
Perusahaan sebaiknya mengevaluasi kinerja perusahaan secara berkala agar dapat mengendalikan faktor-faktor dominan yang dapat mempengaruhi Audit delay. Penelitian ini memiliki implikasi bagi perusahaan yaitu perusahaan
sebaiknya dapat menyediakan data - data yang dibutuhkan auditor dengan lengkap sehingga auditor tidak kesulitan selama pemeriksaan, dan dapat mempublikasikan laporan keuangan lebih awal.
3. Bagi Penelitian Selanjutnya
Penelitian selanjutnya sebaiknya menggunakan populasi atau sampel dari perusahaan selain perusahaan yang terdaftar dalam indeks LQ 45. Selain itu, penelitian selanjutnya sebaiknya menambah variabel independen lain yang belum digunakan dalam penelitian ini serta menambah periode penelitian.