HASIL DAN PEMBAHASAN
sebanyak 20 persen rumah tangga penerima pendapatan kelompok atas menikmati
4.2.5. Hasil pengujian hipotesis
Ket : Gini Rasio daerah pantai = 0,47072 ; Gini Rasio dataran rendah = 0,27092 ; Gini Rasio dataran tinggi pegunungan = 0,23040 ; dan Gini Rasio Kabupaten Deli Serdang = 0,35416 Gambar 4.9 Kurva Lorenz Gabungan
Pantai Rendah Pegunu ngan Deli Serdang 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
4.2.5. Hasil pengujian hipotesis
Berdasarkan kriteria uji yang diberlakukan untuk hipotesis ke 1, maka diperoleh keputusan untuk menerima hipotesis ke 1, yang mengatakan Ada perbedaan kategori ketimpangan pendapatan rumah tangga pada daerah pantai, dataran rendah, dan dataran tinggi pegunungan di Kabupaten Deli Serdang, karena baik berdasarkan
alat analisis Kriteria Bank Dunia maupun dengan Kurva Lorenz dan Gini Rasio, daerah pantai mempunyai ketimpangan pendapatan rumah tangga tergolong kategori sedang, sementara dataran rendah dan dataran tinggi pegunungan mempunyai ketimpangan pandapatan rumah tangga tergolong kategori rendah.
Tabel 4.19 Kategori Ketimpangan Menurut Kelompok Wilayah No. Kelompok
Wilayah
Kriteria Bank Dunia (40 % Rumah tangga Kelompok Bawah Menikmati Pendapatan Total (%) Angka Gini Rasio Kategori Ketimpangan Pendapatan Rumah tangga
1. Daerah Pantai 14,21 0,47072 Sedang
2. Dataran Rendah 22,56 0,27092 Rendah
3. Dataran Tinggi Pegunungan
24,72 0,2304 Rendah
4. Deli Serdang 19,71 0,35416 Rendah
Sumber : Data di Olah dari Hasil Penelitian
Berdasarkan kriteria uji yang diberlakukan untuk hipotesis ke 2, maka diperoleh keputusan untuk menolak hipotesis ke 2, yang mengatakan ketimpangan pendapatan rumah tangga Kabupaten Deli Serdang secara umum tergolong kategori sedang atau tinggi (distribusi pendapatan yang relatif tidak merata), karena ternyata baik berdasarkan alat analisis Kriteria Bank Dunia maupun dengan Kurva Lorenz dan Gini Rasio, ketimpangan pendapatan rumah tangga Kabupaten Deli Serdang secara umum tergolong kategori rendah.
Mengingat dari hasil penelitian ini, daerah pantai mempunyai ketimpangan pendapatan rumah tangga tergolong kategori sedang (distribusi pendapatan yang relatif tidak merata), maka perlu ditelusuri lebih jauh faktor-faktor sosial yang mempengaruhi pengeluaran rumah tangga pada daerah pantai di Kabupaten Deli
Serdang yang menyebabkan ketimpangan pendapatan rumah tangga nya tergolong kategori sedang (distribusi pendapatan yang relatif tidak merata)
Berdasarkan hipotesis sementara, diduga faktor tanggungan rumah tangga, lama pendidikan kepala rumah tangga, dan umur kepala rumah tangga signifikan mempengaruhi pengeluaran rumah tangga pada daerah pantai, sehingga menyebabkan ketimpangan pendapatan rumah tangga nya tergolong kategori sedang.
Dengan memakai bantuan Statistical Package For Social Studies (SPSS) version 14.0, dari sampel sebanyak 80 rumah tangga diperoleh hasil penghitungan regresi linear berganda sebagaimana Tabel 4.20.
Tabel 4.20 Hasil Penghitungan Regresi Linear Berganda
Variabel Koefisien t Hitung Signifikansi
Intercep -3.892.529 -3,228 0,002
Tanggungan Rumah Tangga 205.218,6 1,57 0,121
Lama Pendidikan Kepala Rumah Tangga
341.760,5 5,361 0,000
Umur Kepala Rumah Tangga 45.475,430 2,770 0,007
R2 = 0,325 ; F hit = 12,207 SE = 1.845.486,90 ; Sig F = 0,000 Sumber : Data di Olah dari Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil tersebut, maka analisis tentang model regresi linear berganda adalah sebagai berikut :
1. Persamaan regresi linear berganda nya
2. Koefisien determinasi (R2) sebesar 0,325 yang berarti sebesar 32,5 persen variasi dari pengeluaran rumah tangga dapat dijelaskan oleh variasi dari ketiga variabel tanggungan rumah tangga, lama pendidikan kepala rumah tangga dan umur kepala rumah tangga dalam model, sedangkan sisanya sebesar 67,5 persen lagi dijelaskan oleh faktor-faktor lainnya diluar model tersebut.
3. Uji F, dari hasil yang diperoleh F hit sebesar 12,207 dengan tingkat signifikansi 0,000. Karena probabilitas sebesar 0,000 jauh lebih kecil dari 0,05 maka model regresi bisa dipakai untuk memprediksi pengeluaran rumah tangga, atau dengan kata lain ketiga variabel input tersebut secara bersama-sama signifikan mempengaruhi pengeluaran rumah tangga.
4. Uji t, dari hasil yang diperoleh untuk variabel lama pendidikan kepala rumah tangga dan umur kepala rumah tangga masing-masing mempunyai angka sig (0,000) < 0,05 dan sig (0,007) < 0.05. Hal ini menyatakan bahwa secara individu, variabel lama pendidikan kepala rumah tangga dan umur kepala rumah tangga signifikan mempengaruhi pengeluaran rumah tangga pada daerah pantai. Sedangkan variabel tanggungan anggota rumah tangga mempunyai angka signifikansi 0,121 < 0,05. Ini berarti variabel tersebut secara individu tidak nyata mempengaruhi pengeluaran rumah tangga pada daerah pantai. Kenyataan ini mungkin terjadi karena memang berdasarkan analisis diatas, daerah pantai mempunyai ketimpangan pendapatan rumah tangga dengan kategori sedang (distribusi pendapatan yang relatif tidak merata), dimana rumah tangga yang mempunyai tanggungan sedikit belum tentu mempunyai pengeluaran yang sedikit
dan sebaliknya. Ada rumah tangga yang mempunyai tanggungan sedikit, pengeluaran nya lebih besar, dan sebaliknya ada rumah tangga yang mempunyai tanggungan banyak, tetapi pengeluarannya lebih sedikit.
Santoso dalam Purba (2008), mengemukakan bahwa untuk mendeteksi adanya heterokedastisitas ditentukan dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot. Berdasarkan grafik pada Lampiran 14, menunjukkan bahwa tidak ada pola yang jelas serta titik-titik menyebar secara acak yang bermakna tidak ada heteroskedastisitas (kesalahan pengganggu yang tidak homogen).
Tabel 4.21 Hasil Uji Asumsi Regresi
No. Variabel Nilai VIF Toleransi
1. Tanggungan Rumah Tangga 1,054 0,949
2. Lama Pendidikan Kepala Rumah Tangga 1,097 0,912
3. Umur Kepala Rumah Tangga 1,078 0,928
4. DW = 0,658
DW hitung sebesar 0,658 tidak berada diantara angka DW dibawah -2 atau diatas +2, pada tingkat kepercayaan 95 persen, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi autokorelasi pada model ini, baik positif maupun negatif. Dengan kata lain tidak ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada suatu pengamatan dengan pengamatan lainnya.
Nilai VIF (Varians Inflation Factor) dan tolerance berguna untuk mendeteksi adanya multikolinearitas antar variabel independent. Dengan pedoman suatu model regresi yang bebas multikolinearitas adalah mempunyai nilai VIF disekitar angka 1 dan mempunyai toleransi mendekati angka 1 (Santoso dalam Purba, 2008) maka
dapat disimpulkan model regresi tersebut tidak mengalami problem multikolinearitas baik dilihat dari tolerance maupun VIF.
Keputusan terhadap hipotesis ke 3 yang mengatakan bahwa variabel tanggungan rumah tangga, pendidikan kepala rumah tangga, dan umur kepala rumah tangga secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pengeluaran rumah tangga pada daerah pantai adalah diterima. Namun apabila di uji secara parsial, ternyata dari ketiga faktor sosial yang di teliti, hanya faktor sosial lama sekolah kepala rumah tangga dan umur kepala rumah tangga saja yang berpengaruh signifikan terhadap pengeluaran rumah tangga pada daerah pantai di Kabupaten Deli Serdang. Sedangkan faktor tanggungan rumah tangga tidak signifikan mempengaruhi pengeluaran rumah tangga secara parsial pada daerah pantai. Hal ini terjadi karena memang hasil analisis di atas menyatakan daerah pantai mempunyai ketimpangan pendapatan rumah tangga yang masih tergolong kategori sedang (distribusi pendapatan yang relatif tidak merata), ini berarti rumah tangga yang mempunyai tanggungan sedikit belum tentu mempunyai pengeluaran yang sedikit dan sebaliknya. Ada rumah tangga yang mempunyai tanggungan sedikit, pengeluaran nya lebih besar, dan sebaliknya ada rumah tangga yang mempunyai tanggungan banyak, tetapi pengeluarannya lebih sedikit.
Melihat data yang ada, sarana dan prasarana pendidikan secara umum sudah di anggap memadai menurut jenjang pendidikan pada wilayah pantai di Kabupaten Deli Serdang, tetapi persoalannya bukan pada sarana dan prasarana, melainkan kemauan warga tersebut untuk bersekolah lebih lama lagi dari sekarang ini khusus
nya pada 40 % kelompok rumah tangga bawah, karena menurut penelitian ini kepala rumah tangga nya hanya mengikuti pendidikan selama 7,22 tahun saja, sementara secara rata-rata kepala rumahtangga pada daerah pantai mengikuti pendidikan selama 8,74 tahun (Tabel 4.22).
Tabel 4.22 Deskripsi Pendapatan per Kapita per Bulan dan Rata-rata Lama Sekolah Kepala Rumah tangga Menurut Kelompok Wilayah
No. Kelompok Wilayah
Pendapatan per Kapita per Bulan (Rp)
Rata-rata Lama Sekolah Kepala Rumah tangga (Tahun)
1. Daerah Pantai - 40 % Kelompok Bawah 475.120 204.899 8,74 7,22 2. Dataran Rendah 352.369 9,02 3. Dataran Tinggi Pegunungan 295.584 7,85 4. Deli Serdang 381.382 8,71
Sumber : Data di Olah dari Hasil Penelitian
Tabel 4.22 juga memberikan gambaran secara deskripsi, meski daerah pantai mempunyai ketimpangan pendapatan rumah tangga tergolong kategori sedang (Distribusi pendapatan yang relatif tidak merata) bila dibandingkan dengan ketimpangan pendapatan rumah tangga dataran rendah dan dataran tinggi pegunungan yang tergolong kategori rendah (Distribusi pendapatan yang relatif merata), namun pengeluaran per kapita per bulan penduduk nya tergolong tinggi bila dibandingkan dengan pengeluaran per kapita per bulan dataran rendah maupun dataran tinggi pegunungan, bahkan melebihi pengeluaran per kapita per bulan penduduk Kabupaten Deli Serdang secara umum. Sementara itu, untuk dataran tinggi pegunungan, meski ketimpangan pendapatan rumah tangga nya tergolong kategori rendah (Distribusi
pendapatan yang relatif merata), namun pengeluaran per kapita per bulan penduduk nya tergolong masih rendah.
Berdasarkan analisis di atas, dapat disusun matriks kategori ketimpangan pendapatan rumah tangga bila dikaitkan dengan pendapatan per kapita per bulan rumah tangga menurut tipologi wilayah di Kabupaten Deli Serdang sebagaimana Tabel 4.23.
Tabel 4.23 Matriks Kategori Ketimpangan Pendapatan Rumah Tangga dengan Kategori Pendapatan Per Kapita per Bulan Menurut Kelompok Wilayah
Kategori Pendapatan per Kapita per Bulan Kategori
Ketimpangan
Pendapatan Rumah Tangga
Rendah Sedang Tinggi
Rendah Tinggi Pegunungan Rendah
-Sedang - - Pantai
Tinggi - -
Sumber : Data di Olah dari Hasil Penelitian
Matriks tersebut memberikan masukan bahwa di antara ketiga kelompok wilayah tersebut, persoalan yang serius ada pada kelompok dataran tinggi pegunungan dan daerah pantai bila dikaitkan dengan pengembangan wilayah tersebut. Pada daerah pantai, Distribusi pendapatan yang relatif tidak merata akan dapat memicu gejolak sosial di tengah-tengah masyarakat terutama antara masyarakat yang berpenghasilan tinggi dengan masyarakat yang berpenghasilan rendah, meskipun dari sisi ekonomi akan ber dampak positip bagi pengembangan wilayah tersebut mengingat pengeluaran per kapita per bulan penduduk nya yang tergolong tinggi akan dapat membantu roda perekonomian wilayah tersebut. Pada dataran tinggi
pegunungan, distribusi pendapatan yang relatif merata, namun pengeluaran per kapita per bulan penduduk nya tergolong rendah, akan berdampak negatif dari sisi sosial, karena pengeluaran perkapita yang rendah merupakan cermin kemampuan riil penduduk nya secara umum yang kurang baik dalam memenuhi kebutuhan konsumsinya. Kondisi ini akan mengakibatkan daerah tersebut sulit mengembangkan roda perekonomian nya, dan dari sisi sosial akan dapat membawa kepada dampak yang tidak baik terhadap kesehatan masyarakatnya, karena masyarakat tidak akan berpikir lagi tentang kualitas makanan yang sehat bergizi, disebabkan ke tidak-mampuannya dalam penyediaan dana untuk itu. Di samping hal tersebut, pada sisi sosial lainnya seperti bidang pendidikan, kondisi tersebut akan berdampak pada angka putus sekolah maupun ke engganan masyarakat nya untuk bersekolah, di karena kan tidak ada nya biaya.