PEMUNGUTAN PEKTIN (C)
ANALISIS MINYAK NABATI (D)
IV. HASIL PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN Hal-hal yang harus ada pada percobaan:
1. Asumsi-asumsi yang ada percobaan.
2. Hasil dari percobaan dan pembahasannya, kaitkan dengan teori yang ada dan beri penjelasannya mengenai pencapaian tujuan percobaan.
3. Bandingkan kualitas minyak nabati percobaan dengan standar kualitas minyak nabati yang digunakan, bila ada ketidaksesuaian beri penjelasan logis mengapa hal itu bisa terjadi.
V. KESIMPULAN
Berisi kesimpulan-kesimpulan yang diperoleh dari praktikum ini. Kesimpulan dibuat berkaitan dengan tujuan dan berhubungan dengan pembahasan.
VI. DAFTAR PUSTAKA
Griffin, R.C., 1927, “Technical Methods of Analysis”, 2 ed, pp. 309-311, McGraw Hill Book Company, Inc., New York.
Groggins, P.H., 1958,”Unit Processes in Organic Synthesis”, pp. 107-110, Mc Graw Hill Book Compant, Inc., New York.
Ketaren, S., 1986, “Minyak dan Lemak Pangan”, hal 22-23, 61-72, Penerbit Universitas Indonesia, Jakarta.
Kirk, R.E., and Othmer, D.F., 1950, “Encyclopedia of Chemical Technology”, vol 5, pp 817-819, Interscience Encyclopedia, Inc., New York.
Werthem, E., 1948, “Introduction Organic Chemistry”, pp. 339-354, Mc Graw Hill Book Company, Inc., New York.
VII. LAMPIRAN
A. Identifikasi Hazard Proses dan Bahan Kimia 1. Hazard Proses
Pada percobaan ini digunakan suhu yang tinggi dengan menggunakan kompor listrik sebagai sumber panas. Kompor listrik dan steker harus dijaga agar tidak terkena cairan untuk mencegah bahaya hubungan singkat. Karena bekerja pada suhu yang tinggi, ada potensi bahaya terjadinya luka bakar pada kulit jika menyentuh sumber panas ataupun terkena cairan panas, maka praktikan harus berhati-hati dalam percobaan.
2. Bahan Kimia
a. Kalium Hidroksida
Senyawa ini berwujud padatan, bersifat racun, non-flamable, higroskopis, korosif, iritan, dan non-explosive. Jika mata terpapar, segera basuh dan siram mata dengan air dingin minimal 15 menit secara terus – menerus. Jika kulit terkena senyawa ini, segera siram dengan banyak air minimal 15 menit sambil melepas pakaian dan sepatu yang terkontaminasi. Jika terhirup, korban segera dibawa ke tempat dengan udara yang segar. Jika korban pingsan, segera diberi nafas buatan.
Jika terdapat tumpahan dalam jumlah kecil, gunakan alat yang tepat untuk menempatkan tumpahan ke wadah pembuangan limbah. Jika terdapat tumpahan dalam jumlah besar, jangan menyentuh bahan yang tertumpah tersebut, gunakan semprotan air untuk mengurangi uap, dan menetralisir residu dengan larutan encer asam sulfat. Simpan dalam wadah kering yang di tempat yang sejuk dan berventilasi baik. Jangan menambahkan air ke dalam bahan.
b. Larutan Etanol 96 %
Senyawa ini bersifat irritant, volatil, flammable, non-explosive, dan tidak toxic. Jika mata terpapar, segera siram mata dengan air dingin minimal 15 menit. Jika terkena kulit, segera siram dengan air dan gunakan sabun pada area kulit yang terkena bahan kimia. Jika terhirup, segera bawa korban ke tempat terbuka. Jika korban pingsan, beri korban pernapasan buatan.
Jika terdapat tumpahan dalam jumlah kecil, encerkan dengan air lalu dipel, atau serap dengan bahan kering inert kemudian tempatkan dalam wadah pembuangan limbah. Jika terdapat tumpahan dalam jumlah yang besar, karena etanol merupakan cairan yang mudah terbakar maka jauhkan dari panas dan sumber
api, serap dengan pasir atau bahan yang tidak mudah terbakar lainnya, dan jangan menyentuh bahan yang tertumpah. Simpan pada wadah tertutup rapat dan tersegel di tempat yang sejuk dan berventilasi baik, serta jauhkan dari panas dan sumber api.
c. Natrium hidroksida
Senyawa ini bersifat higroskopis, non-flammable, korosif, iritan, tidak beracun,
non-explosive, dan berupa padatan. Jika mata terpapar, segera basuh dan siram mata dengan banyak air dingin minimal 15 menit. Jika terkena kulit, segera siram dengan air dan lepaskan pakaian yang terkena bahan kimia, cuci kulit dengan sabun desinfektan, lalu oleskan krim anti-bakteri. Jika terhirup, segera bawa korban ke tempat terbuka. Jika korban pingsan, beri napas buatan. Jika tertelan, segera hubungi petugas medis.
Jika terdapat tumpahan dalam jumlah kecil, gunakan alat yang tepat untuk menempatkan tumpahan ke wadah pembuangan limbah dan menetralisir residu dengan larutan encer asam asetat jika perlu. Jika terdapat tumpahan dalam jumlah besar, gunakan semprotan air untuk mengurangi uap dan menetralisir residu dengan larutan encer asam asetat. Simpan pada wadah kering tertutup rapat di tempat yang sejuk dan berventilasi baik. Jauhkan dari oksidator, reduktor, logam, asam, alkali, dan tempat lembab.
d. Asam hidroklorida
Senyawa ini bersifat korosif, iritan, non-flamable, non-explosive, non-toxic, dan berwujud cairan. Jika mata terpapar, segera basuh dan siram mata dengan banyak air dingin minimal 15 menit. Jika terkena kulit, segera siram dengan banyak air pada bagian kulit yang terkena minimal 15 menit, dan gunakan sabun desinfektan dan krim anti-bakteri. Jika terhirup, segera bawa ke tempat terbuka dan diberi nafas buatan jika pingsan. Jika tertelan, segera hubungi petugas medis.
Jika terdapat tumpahan dalam jumlah kecil, encerkan dengan air kemudian dipel, atau diserap dengan bahan kering inert dan tempatkan dalam wadah pembuangan limbah, serta menetralisir residu dengan larutan natrium karbonat jika perlu. Jika terdapat tumpahan dalam jumlah besar, serap dengan pasir atau bahan tidak mudah terbakar lainnya, gunakan semprotan air untuk mengurangi uap, dan menetralisir residu dengan larutan encer natrium karbonat.
Bahan kimia ini tidak berbahaya bagi manusia dan tidak perlu penanganan khusus untuk penyimpanan dan pertolongan jika terpapar.
f. Phenolphtalein
Senyawa ini bersifat tidak beracun, flammable, irritant, non-explosive, non- corrosive, tidak berwarna, dan reaktif dengan oksidator. Jika mata terpapar, segera basuh dan siram mata dengan banyak air dingin minimal 15 menit. Jika terkena kulit, segera siram dengan banyak air minimal 15 menit dan gunakan sabun serta krim anti-bakteri. Jika terhirup, segera bawa korban ke tempat terbuka dan beri pernapasan buatan jika pingsan. Lepaskan aksesoris yang sifatnya menekan seperti ikat pinggang dan berhati - hati pada saat memberi napas buatan supaya tidak ikut terpapar bahan kimia beracun ini. Segera hubungi petugas medis jika keadaan semakin parah.
Jika terdapat tumpahan dalam jumlah kecil, encerkan dengan air kemudian dipel, atau diserap dengan bahan kering inert, dan ditempatkan dalam wadah pembuangan limbah. Jika terdapat tumpahan dalam jumlah besar, karena sifat bahan mudah terbakar maka jauhkan dari panas dan sumber api. Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan berventilasi baik.
g. Minyak nabati (minyak goreng)
Minyak ini bersifat flammable. Jika berkontak dengan kulit, cuci dengan air dan gunakan sabun. Jika terhirup, segera bawa korban ke tempat terbuka dengan udara bebas. Jika keadaan semakin parah, hubungi petugas kesehatan.
B. Penggunaan Alat Perlindungan Diri
Alat perlindungan diri yang digunakan dalam percobaan ini adalah :
1. Jas laboratorium lengan panjang untuk melindungi tubuh dari percikan zat berbahaya.
2. Masker untuk melindungi saluran pencernaan dan pernapasan dari bahan volatil dan beracun.
3. Sarung tangan untuk melindungi tangan dari zat yang iritan dan korosif. 4. Sepatu tertutup untuk melindungi kaki dari percikan bahan kimia korosif.
5. Goggle untuk melindungi mata dari percikan bahan kimia korosif, iritan, dan beracun.
C. Manajemen Limbah
Limbah yang dihasilkan pada percobaan ini adalah : 1. Limbah NaOH.
Masukkan limbah ini ke dalam wadah limbah basa karena larutan ini tergolong basa kuat.
2. Limbah HCl + NaOH.
Masukkan limbah ini ke dalam wadah limbah non-halogen karena larutan ini mengandung NaCl.
3. Limbah KOH alkoholisis.
Masukkan limbah ke wadah limbah basa. 4. Limbah minyak + KOH alkoholisis + HCl.
Limbah ini berasal dari proses penentuan asam lemak total. Masukkan limbah ini ke wadah limbah non-halogen.
D. Data Percobaan