4.2.2. Hasil Penilaian Aspek Sikap 1. Hasil Pretes Aspek Sikap
4.2.2.2. Hasil Postes Aspek Sikap
a. Hasil Postes Kelas Eksperimen
Hasil penilaian sikap kelas eksperimen diperoleh lembar penilaian diri siswa. Berikut adalah tabel distribusi frekuensi dan statistik nilai sikap di kelas eksperimen.
Tabel 4.23
Distribusi Frekuensi Postes Sikap Eksperimen sikap_eksperimen
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid 74 1 3.4 3.4 3.4 75 2 6.9 6.9 10.3 79 1 3.4 3.4 13.8 81 2 6.9 6.9 20.7 82 2 6.9 6.9 27.6 83 3 10.3 10.3 37.9 84 1 3.4 3.4 41.4 85 1 3.4 3.4 44.8 86 3 10.3 10.3 55.2 87 3 10.3 10.3 65.5 88 1 3.4 3.4 69.0 89 1 3.4 3.4 72.4 91 2 6.9 6.9 79.3 93 1 3.4 3.4 82.8 94 2 6.9 6.9 89.7 95 2 6.9 6.9 96.6 96 1 3.4 3.4 100.0 Total 29 100.0 100.0 (Olahan data SPSS 21.00 Distribusi Frekuensi)
88
Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui bahwa semua siswa pada kelas eksperimen mendapat nilai > 70. Hal tersebut menunjukkan bahwa sikap kelas eksperimen rata-rata baik jika dibandingkan dengan hasil observasi, seperti yang dikemukakan oleh Widoyoko (2012 : 116) : Sangat Baik (80 – 100), Baik (70 –
79), Cukup (60 – 69) dan Kurang (kurang dari 60%). Tabel 4.24
Statistik Penilaian Sikap Kelas Eksperimen Statistics sikap_eksperimen N Valid 29 Missing 0 Mean 85.93 Std. Error of Mean 1.139 Median 86.00 Mode 83a Std. Deviation 6.135 Variance 37.638 Range 22 Minimum 74 Maximum 96 Sum 2492 Percentiles 25 82.00 50 86.00 75 91.00 (Olahan data SPSS 21.00 Statistik)
Jadi tampak dari tabel diatas, harga rata-rata hitung atau mean adalah 85.93. Hal tersebut menunjukkan bahwa kelas eksperimen rata-rata kelasnya sudah baik. Sedangkan median atau nilai tengah adalah sebesar 86.00 dengan modus atau nilai yang sering muncul adalah 83. Nilai terendah adalah 74, sedangkan nilai tertinggi adalah 96. Hasil penilaian sikap kelas eksperimen sudah baik karena sudah lebih dari 70. Hal itu menunjukkan kelas eksperimen datanya tersebar secara merata.
89
b. Hasil Postes Kelas Kontrol
Hasil penilaian sikap kelas kontrol diperoleh lembar penilaian diri siswa. Berikut adalah tabel distribusi frekuensi dan statistik nilai sikap di kelas eksperimen :
Tabel 4.25
Distribusi Frekuensi Penilaian Sikap Kontrol sikap_kontrol
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid 73 1 3.6 3.6 3.6 77 3 10.7 10.7 14.3 79 1 3.6 3.6 17.9 80 3 10.7 10.7 28.6 81 3 10.7 10.7 39.3 82 2 7.1 7.1 46.4 83 6 21.4 21.4 67.9 85 2 7.1 7.1 75.0 86 2 7.1 7.1 82.1 90 1 3.6 3.6 85.7 91 2 7.1 7.1 92.9 93 2 7.1 7.1 100.0 Total 28 100.0 100.0 (Olahan data SPSS 21.00 Distribusi Frekuensi)
Berdasarkan tabel tersebut pada kelas kontrol dapat diketahui bahwa semua siswa pada kelas kontrol mendapat nilai > 70. Hal tersebut menunjukkan bahwa sikap kelas kontrol rata-rata baik jika dibandingkan dengan hasil observasi, seperti yang dikemukakan oleh Widoyoko (2012 : 116) : Sangat Baik (80 –
100), Baik (70 – 79), Cukup (60 – 69) dan Kurang (kurang dari 60%).
90 Tabel 4.26
Statistik Penilaian Sikap Kelas Kontrol Statistics sikap_kontrol N Valid 28 Missing 0 Mean 83.14 Std. Error of Mean .940 Median 83.00 Mode 83 Std. Deviation 4.972 Variance 24.720 Range 20 Minimum 73 Maximum 93 Sum 2328 Percentiles 25 80.00 50 83.00 75 85.75 (Olahan data SPSS 21.00 Statistik)
Jadi tampak dari tabel diatas, harga rata-rata hitung atau mean adalah 83.14. Hal tersebut menunjukkan bahwa kelas kontrol rata-rata kelasnya sudah baik. Sedangkan median atau nilai tengah adalah sebesar 83.00 dengan modus atau nilai yang sering muncul adalah 83. Nilai terendah adalah 73, sedangkan nilai tertinggi adalah 93. Hasil penilaian sikap kelas kontrol sudah baik karena sudah lebih dari 70. Hal itu menunjukkan kelas kontrol datanya tersebar secara merata.
91
c.Analisis Deskriptif Rata-rata Hasil Penilaian Sikap Kelas Eksprimen dan Kelas Kontrol
Dalam penelitian ini, rangkuman hasil analisis deskriptif diperoleh melalui pengolahan data menggunakan IBM SPSS 21.00 adalah sebagai berikut:
Tabel 4.27
Deskriptif Nilai Penilaian Sikap Kelas Eksperimen dan Kontrol Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
sikap_eksperimen 29 74 96 85.93 6.135 sikap_kontrol 28 73 93 83.14 4.972 Valid N (listwise) 28
(Olahan data SPSS 21.00 Deskriptif Statistik)
Berdasarkan output hasil analisis dekriptif hasil penilaian sikap kelas eksperimen dengan jumlah data (N) sebanyak 29 dan hasil penilaian sikap kelas kontrol dengan jumlah data (N) sebanyak 28, dapat dilihat nilai terendah pada kelas eksperimen adalah 74 dan pada kelas kontrol adalah 73. Jika dibandingkan nilai terendah lebih tinggi kelas eksperimen berselisih 1. Sedangkan, nilai tertinggi siswa kelas eksperimen adalah 96 dan pada kelas kontrol adalah 93. Jika dibandingkan nilai terendah lebih tinggi kelas eksperimen berselisih 3. Rata-rata nilai pretes kelas eksperimen 85.93, sedangkan rata-rata nilai pretes kelas kontrol 83.14. Jika dibandingkan rata-rata hasil penilaian sikap lebih tinggi kelas eksperimen. Jadi, berdasarkan data diatas dapat disimpulkan hasil penilaian sikap lebih tinggi kelas eksperimen dibandingkan dengan kelas kontrol.
92
d. Uji Normalitas Penilaian Sikap Kelas Eksprimen dan Kelas Kontrol
Uji normalitas untuk mengetahui populasi data berdistribusi normal atau tidak. Dalam penelitian ini, hasil uji normalitas dilihat pada kolom Kolmogorov-Smirnov. Hal ini dilakukan karena jumlah data (N) dari kelas eksperimen dan kelas kontrol lebih dari 50 data, yaitu 57 siswa.
Uji normalitas dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4.28
Uji Normalitas Penilaian Sikap Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
Tests of Normality
Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk
Statistic df Sig. Statistic df Sig.
sikap_eksperimen .085 28 .200* .960 28 .345 sikap_kontrol .190 28 .110 .946 28 .153 (Olahan data SPSS 21.00 Normalitas)
Jika signifikansi > 0,05 maka H0 yang berbunyi data populasi berdistribusi normal dapat diterima. Sehingga Ha yang berbunyi data populasi tidak berdistribusi normal ditolak dan sebaliknya. Berdasarkan output hasil analisis normalitas data diatas, dapat diketahui bahwa nilai signifikansi untuk penilaian sikap kelas eksperimen adalah 0.200 dan kelas kontrol 0.110. Karena signifikansi untuk seluruh kelas variabel > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa populasi data hasil postes kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal.
93
Berikut ini Histogram data hasil penilaian sikap kelas eksperimen dan kelas kontrol :
Grafik 4.7
Uji Normalitas Postes Aspek Sikap Kelas Eksperimen
(Olahan data SPSS 21.00 Grafik Normalitas)
Grafik 4.8
Uji Normalitas Postes Aspek Sikap Kelas Kontrol
94
e.Uji Homogenitas Penilaian Sikap Kelas Eksprimen dan Kelas Kontrol
Uji homogenitas untuk mengetahui varian populasi data adalah sama atau tidak. Sebagai kriteria pengujian, jika signifikansi kelas eksperimen dan kelas kontrol > 0,05 maka dapat dikatakan bahwa varian dari kedua kelompok data adalah sama dan sebaliknya. Berikut tabel uji homogenitas hasil pretes kelas eksperimen dan kelas kontrol :
Tabel 4.29
Uji Homogenitas Penilaian Sikap Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
Test of Homogeneity of Variances penilaiansikap_eksperimen_kontrol
Levene Statistic df1 df2 Sig.
2.205 8 16 .085 (Olahan data SPSS 21.00 Homogenitas)
Berdasarkan hasil uji homogenitas yang dapat dilihat signifikansi sebesar 0,085 (> 0,05) maka dapat dikatakan bahwa varian dari kedua kelompok data adalah sama atau homogen. f.Uji Hipotesis
Berdasarkan hasil penilaian sikap yang dilaksanakan di akhir pembelajaran setelah mendapat perlakuan di kelas eksperimen dan kontrol, data dianalisis menggunakan tes. T-tes digunakan untuk melihat ada atau tidaknya perbedaan rata-rata antara dua kelompok sampel yang tidak berhubungan. Sehingga dapat diketahui pengaruh penerapan metode STAD
95
pada kelas eksperimen dan metode NHT pada kelas kontrol terhadap hasil belajar siswa kelas XII SMA. Karena menggunakan uji dua sampel maka signifikansi dapat dilihat pada Sig.(2-tailed). Adapun kriteria penngujian berdasarkan signifikansi T-test adalah sebagai berikut:
Ho diterima jika signifikansi > 0,05 Ho ditolak jika signifikansi < 0,05
Hipotesis untuk hasil penilaian sikap adalah sebagai berikut:
Ho : Tidak ada perbedaan yang signifikan hasil belajar aspek sikap siswa kelas XII SMA Kristen Satya Wacana Kota Salatiga Semester 1 Tahun Pelajaran 2016/2017 dalam Mata Pelajaran PPKn dengan menggunakan Metode Pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) dan Numbered Head Together (NHT).
Ha : Ada perbedaan yang signifikan hasil belajar aspek sikap siswa kelas XII SMA Kristen Satya Wacana Kota Salatiga Semester 1 Tahun Pelajaran 2016/2017 dalam Mata Pelajaran PPKn dengan menggunakan Metode Pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) dan Numbered Head Together (NHT).
96
Berikut adalah output Independent Sample T-test kelas eksperimen dan kelas kontrol :
Tabel 4.30
Uji Independent Sample T-test Penilaian Sikap Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
Independent Samples Test
Levene's Test for Equality of Variances
t-test for Equality of Means F Sig. t df Sig. (2-tailed) penilaian sikap_ek sperimen _kontrol Equal variances assumed 1.542 .220 1.881 55 .065 Equal variances not assumed 1.888 53.4 17 .064
(Olahan data SPSS 21.00 Independen Sampel Test)
Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui rata-rata (mean) hasil penilaian sikap kelas eksperimen sebesar 85,93 sedangkan hasil belajar kelas kontrol 83,14. Dapat dilihat hasil t sebesar 1.881 dengan df = 55. Pada kolom equal variances assumed diketahui sig. > 0,05 yaitu 0,65 yang berarti Ho yaitu tidak ada perbedaan yang signifikan hasil belajar aspek sikap siswa kelas XII SMA Kristen Satya Wacana Kota Salatiga Semester 1 Tahun Pelajaran 2016/2017 dalam Mata Pelajaran PPKn dengan menggunakan Metode Pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) dan Numbered Head Together (NHT) diterima dan Ha yaitu ada perbedaan yang
97
signifikan hasil belajar aspek sikap siswa kelas XII SMA Kristen Satya Wacana Kota Salatiga Semester 1 Tahun Pelajaran 2016/2017 dalam Mata Pelajaran PPKn dengan menggunakan Metode Pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) dan Numbered Head Together (NHT) ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan hasil belajar aspek sikap siswa kelas XII SMA Kristen Satya Wacana Kota Salatiga Semester 1 Tahun Pelajaran 2016/2017 dalam Mata Pelajaran PPKn dengan menggunakan Metode Pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) dan Numbered Head Together (NHT).