• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Aspek Hidrologi

4.1.3. Hasil Simulasi Hidrologi

Hasil simulasi hidrologi dengan model SWAT menunjukkan bahwa selama periode 1979 – 2013, rata-rata curah hujan tahunan di sekitar kawasan mikro-DAS TN Zamrud adalah sebesar 3.115 mm. Dengan kondisi tutupan hutan yang masih cukup bagus dan iklim yang cukup mendukung, sebagian besar air hujan yang diterima digunakan untuk proses evapotranspirasi oleh vegetasi dengan besaran rata-rata sebesar 1.327 mm/tahun. Selain digunakan untuk evapotranspirasi, air dialirkan menuju hilir dengan rasio sebanyak 358 mm/tahun melalui aliran permukaan dan 1.108 mm/tahun melalui aliran bawah tanah (air tanah), sedangkan sebagian kecil melalui aliran lateral. Besaran kehilangan air yang masuk kedalam aquifer dalam relative kecil, hanya sebanyak 59 mm/tahun. Kondisi ini menunjukkan bahwa kondisi tanah dan vegetasi di kawasan TN Zamrud masih cukup terjaga untuk mengontrol proses hidrologi berjalan dengan baik, dimana air yang masuk kedalam tanah (infiltrasi) masih cukup besar, yaitu 1.192 mm/tahun atau 38,2% dari jumlah air hujan yang diterima. Rendahnya fraksi air hujan yang menjadi aliran permukaan, menyebabkan materi sedimentasi yang dihasilkan oleh mikro DAS TN Zamrud juga relative kecil. Melalui simulasi, diperoleh besaran sedimentasi rata-rata tahunan di kawasan TN Zamrud adalah sebesar 1,7 ton/ha/tahun, dengan 25% sedimentasi tersebut tertinggal di dasar sungai dan danau. Ilustrasi hasil pemodelan hidrologi kawasan TN Zamrud untuk periode 1979-2013 tersaji pada Gambar 19.

Gambar 22. Hasil simulasi neraca air (a) dan simulasi sedimentasi (b) di mikro-DAS TN Zamrud pada periode 1979 - 2013

(a)

Dengan kondisi tutupan hutan yang relative masih bagus, kawasan TN Zamrud terbukti mampu menjadi penopang kelestarian sumber daya air di kawasan sekitarnya. Hasil simulasi hidrologi menunjukkan bahwa koefisien limpasan (rasio aliran permukaan dengan curah hujan) selama periode 1979 – 2013 adalah sebesar 11,3%, sedangkan koefisien aliran bawah tanah (rasio aliran bawah tanah dengan curah hujan) adalah sebesar 36,7%, dengan laju kehilangan air akibat proses evapotranspirasi adalah sebesar 43%. Rendahnya koefisien limpasan menunjukkan bahwa sebagian besar air hujan di sekitar kawasan TN Zamrud masih mampu diteruskan masuk kedalam tanah untuk mengisi akuifer dan mempertahankan ketinggian muka air gambut dan mensuplai ketersediaan air tanah untuk wilayah disekitarnya. Selain itu, rendahnya koefisien limpasan menyebabkan sedimentasi yang terjadi di sekitar kawasan TN Zamrud dapat ditekan dengan baik, sehingga hanya pada kisaran dibawah 2 ton/Ha/tahun, walaupun laju sedimentasi yang terjadi terus meningkat. Dengan demikian, berbagai risiko bencana yang mungkin terjadi di sekitar kawasan TN Zamrud seperti banjir saat musim penghujan dan kekeringan lahan saat musim kemarau dapat dikurangi dengan kondisi tutupan lahan yang masih cukup bagus di kawasan TN Zamrud. Gambar 20 menunjukkan trend perubahan koefisien limpasan, koefisien aliran air tanah, dan sedimentasi yang timbul tiap tahun di kawasan mikro-DAS TN Zamrud.

Gambar 23. Trend perubahan koefisien limpasan, koefisien aliran air tanah, dan sedimentasi di kawasan mikro-DAS TN Zamrud pada periode 1979 - 2013

Kondisi Iklim di sekitar TN Zamrud di masa mendatang, baik dibawah skenario RCP 4.5. dan RCP 8.5., diprediksikan akan mengalami perubahan dengan karakteristik penurunan curah hujan, dan kenaikan suhu udara rata-rata. Dengan kondisi iklim yang berubah, namun dibawah skenario A dimana tutupan lahan di TN Zamrud dibiarkan seperti kondisi saat ini yang masih alami, Business as usual scenario, kelestarian Sumber Daya Air di kawasan sekitar TN Zamrud masih cukup terjaga, dimana rata-rata koefisien limpasan hanya meningkat 1%, sementara koefisien aliran air tanah masih tetap terjaga (stabil). Namun demikian, sedimentasi diprediksi akan meningkat cukup signifikan, dimana rata-rata sedimentasi akan meningkat menjadi 5,5 ton/ha/tahun. Dengan demikian, kondisi perubahan iklim yang terjadi di sekitar kawasan TN Zamrud diprediksikan akan menyebabkan pendangkalan di sekitar sungai dan danau, sehingga rawan terjadi bencana banjir saat musim penghujan karena terjadi pengurangan volume tampungan. Trend perubahan koefisien limpasan, koefisien aliran air tanah, dan sedimentasi di kawasan mikro-DAS TN Zamrud pada periode 2045 – 2070 dibawah skenario A dimana tutupan lahan tetap lestari seperti saat ini tersaji pada Gambar 21.

Gambar 24. Trend perubahan koefisien limpasan, koefisien aliran air tanah, dan sedimentasi di kawasan mikro-DAS TN Zamrud pada periode 2045 – 2070 dibawah skenario A (tutupan lahan

Hasil simulasi hidrologi dengan skenario B dimana diasumsikan pada masa mendatang kawasan TN Zamrud berubah menjadi lahan kebun monokultur sawit, sebagaimana yang ada di sekitar kawasan saat ini, menunjukkan bahwa terjadi peningkatan koefisien limpasan, penurunan koefisien aliran air tanah, dan terutama peningkatan laju sedimentasi yang sangat tinggi. Diprediksikan, pada masa mendatang akan terjadi peningkatan koefisien limpasan sebanyak 5%, yang diimbangi dengan penurunan koefisien aliran air tanah. Kondisi ini menyebabkan di masa mendatang, kawasan sekitar TN Zamrud akan rawan mengalami bencana banjir saat musim penghujan, dan bencana kekeringan lahan saat musim kemarau. Selain itu, dengan berkurangnya aliran air yang terinfiltrasi ke dalam tanah, fluktuasi tinggi muka air gambut musiman akan terus meningkat, sehingga rentan terjadi kerusakan ekosistem gambut akibat kurangnya kelembaban tanah, akibatnya akan terjadi peningkatan risiko bencana kebakaran hutan. Meningkatnya koefisien limpasan juga berdampak pada peningkatan laju sedimentasi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa dibawah skenario perubahan lahan ini, sedimentasi akan meningkat menjadi 14 ton/ha/tahun, atau 2 kali lipat dari skenario A. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko banjir untuk daerah hulu dan mengganggu kelestarian ekosistem sungai dan danau. Trend perubahan koefisien limpasan, koefisien aliran air tanah, dan sedimentasi di kawasan mikro-DAS TN Zamrud pada periode 2045 – 2070 dibawah skenario B (tutupan lahan diganti perkebunan monokultur) tersaji pada Gambar 22.

Gambar 25. Trend perubahan koefisien limpasan, koefisien aliran air tanah, dan sedimentasi di kawasan mikro-DAS TN Zamrud pada periode 2045 – 2070 dibawah skenario B (tutupan lahan

Dokumen terkait