BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
2. Hasil Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik adalah salah satu syarat dalam menggunakan analisis regresi linear berganda. Adapun cara yang digunakan antara lain sebagai berikut :
a. Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah data yang dimiliki berdistribusi normal atau tidak maka dilakukan pengujian dengan Kolmogorow-Smiwow.
Adapun dasar pengambilan uji Kolmogorow-Smiwow yaitu : 1) Jika nilai signifikasi > 0,05 maka data berdistribusi normal.
2) Jika nilai signifikasi < 0,05 maka data berdistribusi tidak normal.
35
Sumber : Output SPSS 25, tahun 2020 Gambar 4.2 Hasil Uji Normalitas
Berdasarkan gambar 4.2 di atas, terlihat titik-titik data mengikuti garis diagonal. Sehingga sebagaimana dasar pengambilan keputusan uji normalitas di atas maka peneliti menarik kesimpulan model regresi berdistribusi normal.
b. Uji Multikolinearitas
Uji Multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah variabel regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas atau independen.
Salah satu cara untuk mengetahui ada tidaknya multikolinearitas pada suatu model regresi adalah dengan melihat nilai Tolerance dan VIF (variance inflation faktor).
1) Jika nilai tolerance > 0,10 dan VIF < 10 maka tidak terjadi multikolenieritas.
2) Jika nilai tolerance < 0,10 dan VIF > 10 terjadi masalah pada multikolinearitas.
Tabel 4.5 Hasil Uji Multikolinearitas
Coefficientsa
Pendapatan Perkapita .681 1.469
Inflasi .681 1.469
a. Dependent Variable: Y
Sumber : Output SPSS 25, Tahun 2020
Berdasarkan hasil uji multikolinearitas pada Tabel 4.5, maka diperoleh nilai tolerance 0,681 < dari 0,10 dan VIF 1,469 > 10, maka dapat dikatakan bahwa terjadi multikolinearitas.
c. Uji Autokorelasi
Autokorelasi digunakan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi linear ada korelasi antara kesalahan penggangu pada periode t dengan kesalahan periode t sebelumnya. Jika terjadi korelasi maka dinamakan ada problem autokorelasi.
Cara yang digunakan untuk melihat ada tidaknya autokorelasi pada penelitian ini yaitu menggunakan uji runs test. Adapun dasar pengambilan keputusan dalam uji runs test, yaitu :
1) Jika nilai Asymp. Sig (2-tailed) < dari 0,05 maka terdapat gejala autokorelasi.
2) Jika nilai Asymp. Sig (2-tailed) > dari 0,05 maka tidak terdapat gejala autokorelasi.
37
Tabel 4.6 Hasil Uji Autokorelasi
Runs Test
Unstandardized Residual
Test Valuea -.68069
Cases < Test Value 5
Cases >= Test Value 5
Total Cases 10
Number of Runs 8
Z 1.006
Asymp. Sig. (2-tailed) .314
a. Median
Sumber : Output SPSS 25, Tahun 2020
Berdasarkan tabel 4.6 dapat diketahui bahwa nilai Asymp Sig (2-tailed) sebesar 0,314 > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat gejala atau masalah autokorelasi.
d. Uji Heteroskedastisitas
Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk mendeteksi ada tidaknya heteroskedastisitas, dapat dilihat dengan menggunakan uji scatterplot.
Dengan kriteria pengujian yaitu apabila penyebaran titik-titik data tidak berpola, titik-titik data menyebar diatas dan dibawah dan titik-titik data tidak mengumpul maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat heteroskedastisitas.
Sumber: Output SPSS 25, Tahun 2020
Gambar 4.3 Hasil Uji Heteroskedastisitas
Berdasarkan dari gambar 4.3 di atas hasil uji heteroskedastisitas menujukkan bahwa titik-titik menyebar secara acak dan tidak membentuk suatu pola tertentu, serta tersebar baik di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y. Jadi, dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi, sehingga layak dipakai dalam penelitian ini.
3. Hasil Analisis Regresi Berganda
Penelitian ini terdapat dua variabel bebas yaitu Pendapatan Per Kapita dan Infasi serta satu variabel terikat yaitu Penanaman Modal Dalam Negeri di Provinsi Sulawesi Selatan. Untuk menguji ada tidaknya pengaruh tiap variabell bebas terhadap variabel terikat maka dilakukan pengujian model regresi berganda dengan bantuan SPSS 25.
Tabel 4.7 Hasil Uji Analisis Regresi Berganda
Coefficientsa
Sumber: Output SPSS 25, Tahun 2020
39
Berdasarkan tabel 4.7 Hasil uji regresi linear berganda dapat diperoleh persamaan regresi sebagai berikut :
Y =Ξ± + ππππ + ππππ + e Y= -1,241 + 0,621 ππ + 0,673 ππ + e
Koefisien pada persamaan regresi linear berganda dapat dipahami sebagai berikut :
a. Nilai constant sebesar -1,241 yang berarti bahwa jika variabel lain bernilai konstan, maka nilai Y akan berubah dengan sendirinya sebesar nilai konstanta yakni -1,241%.
b. Nilai koefisien variabel X1 (Pendapatan Per Kapita) sebesar 0,621 bertanda positif artinya setiap kenaikan 1% pada tingkat Pendapatan Per Kapita maka Penanaman Modal Dalam Negeri akan mengalami peningkatan sebesar 0,621%.
c. Nilai koefisien variabel X2 (Inflasi) sebesar 0,673, bertanda positif artinya setiap kenaikan 1% pada tingkat Inflasi maka Penanaman Modal Dalam Negeri akan mengalami peningkatan sebesar 0,673%.
4. Hasil Uji Hipotesis
Uji hipotesis merupakan jawaban sementara dari rumusan masalah dalam penelitian. Uji hipotesis terbagi menjadi tiga yaitu :
a. Uji Koefisien Determinasi ( πΉπ)
Uji koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Nilai R2
mempunyai interval antara 0 sampai 1. Semakin besar nilai R2 (mendekati 1), semakin baik hasil untuk model regresi tersebut.
Tabel 4.8 Uji Koefisien Determinasi
Model Summaryb
Model R
R Square
Adjusted R
Square Std. Error of the Estimate
1 .561
a .315 .119 1.98639
a. Predictors: (Constant), x2, x1 b. Dependent Variable: y
Sumber: Output SPSS.25, Tahun 2020
Berdasarkan tabel 4.8 Dari hasil output SPSS di atas, didapatkan nilai Adjusted R Square sebesar 0,315 yang artinya pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) sebesar 31,5%. Sedangkan sisanya 68,5% dipengaruhi oleh variabel lain diluar persamaan regresi ini atau variabel yang tidak diteliti.
b. Uji Simultan (Uji f)
Uji f ini dilakukan untuk melihat pengaruh variabel-variabel independen terhadap variabel dependen secara keseluruan. Pengujian ini dilakukan dengan membandingkan antara nilai signifikansi yang diperoleh dari hasil perhitungan dengan derajat kesalahan (Ξ±) yang ditolerir dalam penelitian ini yaitu Ξ± = 0,05
Dasar pengambilan keputusan : 1) Berdasarkan nilai signifikasi (Sig)
41
a. Apabila nilai signifikansi yang diperoleh < dari Ξ± = 0,05, maka semua variabel bebas secara keseluruan berpengaruh nyata terhadap variabel terikat.
b. Apabila nilai signifikansi yang diperoleh > dari Ξ± = 0,05, maka semua variabel bebas secara keseluruan tidak berpengaruh nyata terhadap variabel terikat.
2) Berdasarkan perbandingan nilai F-hitung dengan F-tabel
a) Jika nilai F-hitung > F-tabel, maka semua variabel bebas secara keseluruhan berpengaruh nyata terhadap variabel terikat.
b) Jika nilai F-hitung < F-tabel, maka semua variabel bebas secara keseluruhan tidak berpengaruh nyata terhadap variabel terikat
Tabel 4.9 Hasil Uji Simultan (Uji F)
ANOVAa b. Predictors: (Constant), x2, x1
Sumber: Output SPSS.25, Tahun 2020
Berdasarkan Tabel 4.9 di atas dapat dilihat bahwa variabel independen (X) mendapatkan nilai F hitung sebesar 1,610 dan F tabel sebesar 5,32 (F hitung 1,610< F tabel 5,32) dengan nilai siginifikansi sebesar 0,266 (0,266 > 0,05). Ini berarti secara bersama-sama variabel
X1 (Pendapatan Per Kapita) dan X2 (Inflasi) tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel Y (Penanaman Modal Dalam Negeri).
c. Uji Parsial (Uji t)
Uji t ini dilakukan dengan cara pengujian variabel - variabel independen secara parsial (individu), digunakan untuk mengetahui signifikan dari pengaruh variabel independen secara individu terhadap variabel dependen.
Dasar pengambilan keputusan : 1) Berdasarkan nilai signifikansi (Sig.)
a) Jika nilai Signifikansi < Probabilitas 0,05 maka ada pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat atau hipotesis diterima.
b) Jika nilai signifikansi > probabilitas 0,05 maka tidak ada pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat atau hipotesis ditolak 2) Berdasarkan perbandingan nilai t-hitung dengan t-tabel
a) Jika nilai t-hitung > t-tabel maka ada pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat atau hipotesis diterima.
b) Jika nilai t-hitung < t-tabel maka tidak ada pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat atau hipotesis ditolak.
43
Tabel 4.10 Hasil Uji Parsial (Uji T)
S
Berdasarkan hasil regresi pada tabel 4.10 dapat disimpulkan:
1. Variabel X1 (Pendapatan Per Kapita) memperoleh t hitung sebesar 0,881 lebih kecil dari t tabel sebesar 2,364 (0,881 < 2,364) dengan nilai signifikansi 0,408 yang lebih besar dari 0,05 (0,408 > 0,05). Ini berarti variabel X1 (Pendapatan Per Kapita) berberpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap variabel Y (Penanaman Modal Dalam Negeri).
2. Variabel X2 (Inflasi) memperoleh nilai t hitung sebesar 1,788 lebih kecil dari t tabel sebesar 2,364 (1,788 > 2,364) dengan nilai signifikansi 0,117 lebih besar dari 0,05 (0,117 > 0,05). ini berarti variabel X2 (Inflasi) berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap variabel Y (Penanaman Modal Dalam Negeri).
C. Pembahasan
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka hasil pengujian dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Pengaruh Pendapatan Per Kapita Terhadap Penanaman Modal Dalam Negeri
Pendapatan Per Kapita berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), ini terlihat dari hasil olah data dimana koefisien variabel pendapatan per kapita sebesar 0,621 dengan nilai signifikan lebih besar dari 0,05 (0,408 > 0,05).
Hal ini menjelaskan bahwa ketika Pendapatan Per Kapita meningkat maka pendapatan rata-rata penduduk akan mengalami kenaikan maka tidak akan mempengaruhi proses kegiatan obligasi, saham dan deposito yang mempengaruhi nilai investasi perusahaan yang artinya setiap kenaikan Pendapatan Per Kapita tidak mempengaruhi terjadinya kenaikan Penanaman Modal Dalam Negeri di Provinsi Sulawesi Selatan.
Hal ini sesuai dengan teori klasik yang mengatakan bahwa investasi hanya dipengaruhi oleh tingkat suku bunga dan tabungan juga dipengaruhi oleh tingkat suku bunga, berarti makin tinggi stabil tingkat suku bunga yang ditawarkan maka keingininan masyarakat untuk menabung meningkat dan keinginan investor untuk berinvestasi semakin meningkat. Jadi, dari teori tersebut dapat diketahui bahwa tingkat pendapatan tidak mempengaruhi penanaman modal, tetapi tingkat suku bungalah yang berpengaruh sebagai selisih dari tingkat pengembalian modal.
45
Hasil tersebut sesuai dengan penelitian yang pernah dilakukan oleh Mukarramah HM Mustadir pada tahun 2014 dengan judul βPengaruh tingkat suku kredit dan pendapatan per kapita terhadap pertumbuhan investasi di Kota Makassar periode 2002 β 2011β dimana hasil penelitiannya Variable independen (π1) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap variabel dependen dengan nilai koefisien 0,134 dan tingkat signifikansi 0,60.
Sedangkan variabel independen (π2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen dengan nilai koefisien 2,137 dan tingkat signifikansi 0,16.
2. Pengaruh Inflasi Terhadap Penanaman Modal Dalam Negeri di Provinsi Sulawesi Selatan
Inflasi berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), ini terlihat dari hasil olah data dimana koefisien variabel inflasi sebesar 0,637 dengan nilai signifikan lebih besar dari 0,05 (0,117 > 0,05).
Hal ini menjelaskan bahwa ketika terjadi Inflasi atau setiap terjadinya kenaikan harga barang dan jasa, maka akan menurunkan nilai investasi yang mengakibatkan daya beli perusahaan menurun, yang menujukkan bahwa ketika Inflasi meningkat maka akan meyebabkan turunnya Penanaman Modal Dalam Negeri di Provinsi Sulawesi Selatan.
Hasil tersebut sesuai penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Mukarramah HM Mustadir pada tahun 2014 dengan judul βPengaruh tingkat suku bunga kredit dan pendapatan per kapita terhadap pertumbuhan investasi
di Kota Makassar periode 2002 β 2011β dimana hasil penelitiannya Variabel independen (π1) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap variabel dependen dengan nilai koefisien 0,134 dan tingkat signifikansi 0,60.
Sedangkan variabel independen (π2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen dengan nilai koefisien 2,137 dan tingkat signifikansi 0,16.
27 BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat ditarik beberap kesimpulan sebagai berikut :
1. Pendapatan Per Kapita berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), ini terlihat dari hasil olah data dimana koefisien variabel pendapatan per kapita sebesar 0,621 dengan nilai signifikan lebih besar dari 0,05 (0,408 > 0,05). Hal ini menjelaskan bahwa ketika Pendapatan Per Kapita meningkat maka pendapatan rata-rata penduduk akan mengalami kenaikan maka tidak akan mempengaruhi proses kegiatan obligasi, saham dan deposito yang mempengaruhi nilai investasi perusahaan yang artinya setiap kenaikan Pendapatan Per Kapita tidak mempengaruhi terjadinya kenaikan Penanaman Modal Dalam Negeri di Provinsi Sulawesi Selatan.
2. Inflasi berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), ini terlihat dari hasil olah data dimana koefisien variabel inflasi sebesar 0,637 dengan nilai signifikan lebih besar dari 0,05 (0,117 > 0,05). Hal ini menjelaskan bahwa ketika terjadi Inflasi atau setiap terjadinya kenaikan harga barang dan jasa, maka akan menurunkan nilai investasi yang mengakibatkan daya beli perusahaan menurun, yang menunjukkan bahwa ketika Inflasi meningkat maka akan meyebabkan turunnya Penanaman Modal Dalam Negeri di Provinsi Sulawesi Selatan.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan di atas maka peneliti dapat memberikan beberapa saran sebagai berikut :
1. Bagi pemerintah untuk lebih membuka ruang-ruang investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) agar Kegiatan menanam modal untuk melakukan usaha di wilayah negara kesatuan republik indonesia lebih banyak yang dilakukan oleh penanam modal dalam negeri dengan menggunakan modal dalam negeri.
2. Bagi penelti selanjutnya disarankan agar mengembangkan objek penelitiannya pada variabel-variabel lainnya yang memiliki kaitan dengan pertumbuhan ekonomi.
49
DAFTAR PUSTAKA
Amanus Khalifah FilβArdy Yunus. 2009. Analisis faktor penentu ketidakseimbangan permintaan dan penawaran kredit investasi pada sektor pertanian di Indonesia tahun 2003 β 2007.
Badan koordinasi penanaman modal daerah (BKPMD) Sulawesi Selatan.Tentang Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN)
Bank Indonesia (BI) Wilayah Sulawesi Selatan. Tentang suku bunga dan inflasi Badan Pusat Statistik (BPS). Statistik Sulawesi Selatan 2001 β 2014.
Boediono. 1998. Seri Sinopsis Pengantar Ilmu Ekonomi 2 Ekonomi Makro. Jakarta:
PT. BPFE.
Eko Prasetyo. 2011. Skripsi, Analisis Pengaruh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Penanaman Modal Asing (PMA), Tenaga Kerja, dan Ekspor Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Jawa Tengah Periode 1985 β 2009.
Froyen Richard T 2005. Macroeconomics Theory & Policies, Ed international 8th.
Canada : Pearson Prentice Hall.
Fitrah Afrizal. 2013. Analisis pengaruh tingkat investasi, belanja pemerintah, dan tenaga kerja terhadap PDRB di provinsi Sulawesi Selatan periode 2001 β 2011.
Jhon Polman F.L Purba. 2008. Skripsi, Analisis Faktor β Faktor Yang Mempengaruhi Tabungan Dan Investasi Swasta Di Indonesia.
Kasmir. 2004. Manajemen Perbankan, Cet ke lima. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Mankiw N.Gregory. 2003. Teori Makroekonomi, Edisi Ke 5.Jakarta: Erlangga.
Mankiw. 2006. Makroekonomi, Edisi Ke 6. Jakarta: Erlangga.
Mahyudi, Ahmad. 2004. Ekonomi Pembangunan Dan Analisis Data Empiris. Bogor : Ghalia Indonesia.
Mukarramah HM Mustadir. 2014. Skripsi, Pengaruh Tingkat Suku Bunga Kredit Dan Pendapatan Perkapita Terhadap Pertumbuhan Investasi Di Kota Makassar Periode 2002 β2011.
Nanga, M. 2005. Ekonomi Makro, Teori Masalah, Dan Kebijakan, Ed 2. Jakarta: PT.
Raja Grafindo Persada.
Nopirin. 1992. Ekonomi Moneter, Ed 3. Yogyakarta: BPFE.
Putong, Iskandar Dan Nuring Dyah Andjasmawati. 2010. Pengantar Ekonomi Makro.
Jakarta: Mitra Wacana Media.
Samuelson Paul A & William D. Nordhaus. 1992. Makroekonomi (Terjemahan), Edisi Ke 14. Jakarta: Erlangga.
Siradjuddin. 2012. Pengantar Teori Ekonomi Makro. Makassar: Alauddin University Press.
Sukirno, Sadono. 2000. Makroekonomi Modern (Perkembangan Pemikiran Dari Klasik Hingga Keynesian Baru), Edisi 1, Cetakan 1. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Sukirno. 1994. Pengantar Teori Makroekonomi, Edisi 2, Cetakan 13. Jakarta : PT.
Raja Grafindo Persada.
Sukirno. 2011. Makro Ekonomi Teori Pengantar, Edisi 3, Cetakan 20. Jakarta:
Rajawali Pers.
Tio Adianto. 2011. Analisis Pengaruh Penanaman Modal Asing (PMA), Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), dan Ekspor Total Terhadap Perekonomian Indonesia.
Undang β Undang RI. No. 6. Tentang Penanaman Modal Dalam Negeri.
Vio Achfuda Putra. 2010. Skripsi, Analisis Pengaruh Suku Bunga Kredit, PDB, Inflasi, dan Tingkat Tekhnologi Terhadap PMDN di Indonesia Periode 1986 β 2008.
LAMPIRAN
Lampiran 1 Hasil Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas
Sumber : Output SPSS 25, Tahun 2020 Uji Multikolinearitas
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardize d Coefficients
t Sig.
Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant
) -1.241 3.730 -.333 .749
PDRB x1 .621 .706 .334 .881 .408 .681 1.469
Inflasi x2 .673 .376 .678 1.788 .117 .681 1.469
a. Dependent Variable: Y
Sumber : Output SPSS 25, Tahun 2020
Uji Autokorelasi
Runs Test
Unstandardized Residual
Test Valuea -.68069
Cases < Test Value 5
Cases >= Test Value 5
Total Cases 10
Number of Runs 8
Z 1.006
Asymp. Sig. (2-tailed) .314 a. Median
Uji Heteroskedastisitas
Lampiran 2 Hasil Uji Analisis Regresi Linear Berganda
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardize d Coefficients
t Sig.
Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) -1.241 3.730 -.333 .749
PDRB x1 .621 .706 .334 .881 .408 .681 1.469
Inflasi x2 .673 .376 .678 1.788 .117 .681 1.469
a. Dependent Variable: Y
Lampiran 3 Hasil Uji Hipotesis
a. Predictors: (Constant), x2, x1 b. Dependent Variable: y b. Predictors: (Constant), x2, x1
Uji Parsial (Uji t )
BIOGRAFI PENULIS
Zulfajri, lahir pada tanggal 30 agustus 1998 di Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan, anak keenam dari enam bersaudara yang merupakan hasil buah cinta dari pasangan Zainuddin dan Nurlela.
Penulis menempuh pendidikan formal dimulai dari SD 265 Bintarore dan lulus pada tahun 2010. Pada tahun yang sama, penulis melanjutkan pendidikannya di SMPN 4 Bulukumba dan lulus pada tahun 2013. Pada tahun yang sama pula, penulis melanjutkan pendidikan di SMAN 1 Bulukumba dengan mengambil jurusan IPA dan berhasil lulus pada tahun 2016.
Alhamdulillah, pada tahun 2016 penulis tercatat sebagai mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar dan mengambil jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Syukur Alhamdulillah berkat pertolongan Allah SubhanahuwaTaβala melalui perjuangan keras, dan motivasi tinggi diiringi doa dari kedua orang tua dan saudara, perjuangan panjang penulis dalam mengikuti pendidikan di perguruan tinggi dapat berhasil dengan tersusunnya skripsi ini. Penulis berharap setiap mahasiswa yang melakukan penyelesaian skripsi agar mengedepankan proses bukan hasil dan tidak hanya menargetkan cepat selesai tetapi skripsi tersebut dapat bermanfaat untuk orang lain dengan menjadikannya sebagai salah satu wadah untuk menambah ilmu pengetahuan.