• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka hasil pengujian dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Pengaruh Pendapatan Per Kapita Terhadap Penanaman Modal Dalam Negeri

Pendapatan Per Kapita berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), ini terlihat dari hasil olah data dimana koefisien variabel pendapatan per kapita sebesar 0,621 dengan nilai signifikan lebih besar dari 0,05 (0,408 > 0,05).

Hal ini menjelaskan bahwa ketika Pendapatan Per Kapita meningkat maka pendapatan rata-rata penduduk akan mengalami kenaikan maka tidak akan mempengaruhi proses kegiatan obligasi, saham dan deposito yang mempengaruhi nilai investasi perusahaan yang artinya setiap kenaikan Pendapatan Per Kapita tidak mempengaruhi terjadinya kenaikan Penanaman Modal Dalam Negeri di Provinsi Sulawesi Selatan.

Hal ini sesuai dengan teori klasik yang mengatakan bahwa investasi hanya dipengaruhi oleh tingkat suku bunga dan tabungan juga dipengaruhi oleh tingkat suku bunga, berarti makin tinggi stabil tingkat suku bunga yang ditawarkan maka keingininan masyarakat untuk menabung meningkat dan keinginan investor untuk berinvestasi semakin meningkat. Jadi, dari teori tersebut dapat diketahui bahwa tingkat pendapatan tidak mempengaruhi penanaman modal, tetapi tingkat suku bungalah yang berpengaruh sebagai selisih dari tingkat pengembalian modal.

45

Hasil tersebut sesuai dengan penelitian yang pernah dilakukan oleh Mukarramah HM Mustadir pada tahun 2014 dengan judul “Pengaruh tingkat suku kredit dan pendapatan per kapita terhadap pertumbuhan investasi di Kota Makassar periode 2002 – 2011” dimana hasil penelitiannya Variable independen (𝑋1) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap variabel dependen dengan nilai koefisien 0,134 dan tingkat signifikansi 0,60.

Sedangkan variabel independen (𝑋2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen dengan nilai koefisien 2,137 dan tingkat signifikansi 0,16.

2. Pengaruh Inflasi Terhadap Penanaman Modal Dalam Negeri di Provinsi Sulawesi Selatan

Inflasi berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), ini terlihat dari hasil olah data dimana koefisien variabel inflasi sebesar 0,637 dengan nilai signifikan lebih besar dari 0,05 (0,117 > 0,05).

Hal ini menjelaskan bahwa ketika terjadi Inflasi atau setiap terjadinya kenaikan harga barang dan jasa, maka akan menurunkan nilai investasi yang mengakibatkan daya beli perusahaan menurun, yang menujukkan bahwa ketika Inflasi meningkat maka akan meyebabkan turunnya Penanaman Modal Dalam Negeri di Provinsi Sulawesi Selatan.

Hasil tersebut sesuai penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Mukarramah HM Mustadir pada tahun 2014 dengan judul “Pengaruh tingkat suku bunga kredit dan pendapatan per kapita terhadap pertumbuhan investasi

di Kota Makassar periode 2002 – 2011” dimana hasil penelitiannya Variabel independen (𝑋1) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap variabel dependen dengan nilai koefisien 0,134 dan tingkat signifikansi 0,60.

Sedangkan variabel independen (𝑋2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen dengan nilai koefisien 2,137 dan tingkat signifikansi 0,16.

27 BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat ditarik beberap kesimpulan sebagai berikut :

1. Pendapatan Per Kapita berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), ini terlihat dari hasil olah data dimana koefisien variabel pendapatan per kapita sebesar 0,621 dengan nilai signifikan lebih besar dari 0,05 (0,408 > 0,05). Hal ini menjelaskan bahwa ketika Pendapatan Per Kapita meningkat maka pendapatan rata-rata penduduk akan mengalami kenaikan maka tidak akan mempengaruhi proses kegiatan obligasi, saham dan deposito yang mempengaruhi nilai investasi perusahaan yang artinya setiap kenaikan Pendapatan Per Kapita tidak mempengaruhi terjadinya kenaikan Penanaman Modal Dalam Negeri di Provinsi Sulawesi Selatan.

2. Inflasi berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), ini terlihat dari hasil olah data dimana koefisien variabel inflasi sebesar 0,637 dengan nilai signifikan lebih besar dari 0,05 (0,117 > 0,05). Hal ini menjelaskan bahwa ketika terjadi Inflasi atau setiap terjadinya kenaikan harga barang dan jasa, maka akan menurunkan nilai investasi yang mengakibatkan daya beli perusahaan menurun, yang menunjukkan bahwa ketika Inflasi meningkat maka akan meyebabkan turunnya Penanaman Modal Dalam Negeri di Provinsi Sulawesi Selatan.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan di atas maka peneliti dapat memberikan beberapa saran sebagai berikut :

1. Bagi pemerintah untuk lebih membuka ruang-ruang investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) agar Kegiatan menanam modal untuk melakukan usaha di wilayah negara kesatuan republik indonesia lebih banyak yang dilakukan oleh penanam modal dalam negeri dengan menggunakan modal dalam negeri.

2. Bagi penelti selanjutnya disarankan agar mengembangkan objek penelitiannya pada variabel-variabel lainnya yang memiliki kaitan dengan pertumbuhan ekonomi.

49

DAFTAR PUSTAKA

Amanus Khalifah Fil’Ardy Yunus. 2009. Analisis faktor penentu ketidakseimbangan permintaan dan penawaran kredit investasi pada sektor pertanian di Indonesia tahun 2003 – 2007.

Badan koordinasi penanaman modal daerah (BKPMD) Sulawesi Selatan.Tentang Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN)

Bank Indonesia (BI) Wilayah Sulawesi Selatan. Tentang suku bunga dan inflasi Badan Pusat Statistik (BPS). Statistik Sulawesi Selatan 2001 – 2014.

Boediono. 1998. Seri Sinopsis Pengantar Ilmu Ekonomi 2 Ekonomi Makro. Jakarta:

PT. BPFE.

Eko Prasetyo. 2011. Skripsi, Analisis Pengaruh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Penanaman Modal Asing (PMA), Tenaga Kerja, dan Ekspor Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Jawa Tengah Periode 1985 – 2009.

Froyen Richard T 2005. Macroeconomics Theory & Policies, Ed international 8th.

Canada : Pearson Prentice Hall.

Fitrah Afrizal. 2013. Analisis pengaruh tingkat investasi, belanja pemerintah, dan tenaga kerja terhadap PDRB di provinsi Sulawesi Selatan periode 2001 – 2011.

Jhon Polman F.L Purba. 2008. Skripsi, Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Tabungan Dan Investasi Swasta Di Indonesia.

Kasmir. 2004. Manajemen Perbankan, Cet ke lima. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Mankiw N.Gregory. 2003. Teori Makroekonomi, Edisi Ke 5.Jakarta: Erlangga.

Mankiw. 2006. Makroekonomi, Edisi Ke 6. Jakarta: Erlangga.

Mahyudi, Ahmad. 2004. Ekonomi Pembangunan Dan Analisis Data Empiris. Bogor : Ghalia Indonesia.

Mukarramah HM Mustadir. 2014. Skripsi, Pengaruh Tingkat Suku Bunga Kredit Dan Pendapatan Perkapita Terhadap Pertumbuhan Investasi Di Kota Makassar Periode 2002 –2011.

Nanga, M. 2005. Ekonomi Makro, Teori Masalah, Dan Kebijakan, Ed 2. Jakarta: PT.

Raja Grafindo Persada.

Nopirin. 1992. Ekonomi Moneter, Ed 3. Yogyakarta: BPFE.

Putong, Iskandar Dan Nuring Dyah Andjasmawati. 2010. Pengantar Ekonomi Makro.

Jakarta: Mitra Wacana Media.

Samuelson Paul A & William D. Nordhaus. 1992. Makroekonomi (Terjemahan), Edisi Ke 14. Jakarta: Erlangga.

Siradjuddin. 2012. Pengantar Teori Ekonomi Makro. Makassar: Alauddin University Press.

Sukirno, Sadono. 2000. Makroekonomi Modern (Perkembangan Pemikiran Dari Klasik Hingga Keynesian Baru), Edisi 1, Cetakan 1. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Sukirno. 1994. Pengantar Teori Makroekonomi, Edisi 2, Cetakan 13. Jakarta : PT.

Raja Grafindo Persada.

Sukirno. 2011. Makro Ekonomi Teori Pengantar, Edisi 3, Cetakan 20. Jakarta:

Rajawali Pers.

Tio Adianto. 2011. Analisis Pengaruh Penanaman Modal Asing (PMA), Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), dan Ekspor Total Terhadap Perekonomian Indonesia.

Undang – Undang RI. No. 6. Tentang Penanaman Modal Dalam Negeri.

Vio Achfuda Putra. 2010. Skripsi, Analisis Pengaruh Suku Bunga Kredit, PDB, Inflasi, dan Tingkat Tekhnologi Terhadap PMDN di Indonesia Periode 1986 – 2008.

LAMPIRAN

Lampiran 1 Hasil Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas

Sumber : Output SPSS 25, Tahun 2020 Uji Multikolinearitas

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardize d Coefficients

t Sig.

Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant

) -1.241 3.730 -.333 .749

PDRB x1 .621 .706 .334 .881 .408 .681 1.469

Inflasi x2 .673 .376 .678 1.788 .117 .681 1.469

a. Dependent Variable: Y

Sumber : Output SPSS 25, Tahun 2020

Uji Autokorelasi

Runs Test

Unstandardized Residual

Test Valuea -.68069

Cases < Test Value 5

Cases >= Test Value 5

Total Cases 10

Number of Runs 8

Z 1.006

Asymp. Sig. (2-tailed) .314 a. Median

Uji Heteroskedastisitas

Lampiran 2 Hasil Uji Analisis Regresi Linear Berganda

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardize d Coefficients

t Sig.

Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) -1.241 3.730 -.333 .749

PDRB x1 .621 .706 .334 .881 .408 .681 1.469

Inflasi x2 .673 .376 .678 1.788 .117 .681 1.469

a. Dependent Variable: Y

Lampiran 3 Hasil Uji Hipotesis

a. Predictors: (Constant), x2, x1 b. Dependent Variable: y b. Predictors: (Constant), x2, x1

Uji Parsial (Uji t )

BIOGRAFI PENULIS

Zulfajri, lahir pada tanggal 30 agustus 1998 di Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan, anak keenam dari enam bersaudara yang merupakan hasil buah cinta dari pasangan Zainuddin dan Nurlela.

Penulis menempuh pendidikan formal dimulai dari SD 265 Bintarore dan lulus pada tahun 2010. Pada tahun yang sama, penulis melanjutkan pendidikannya di SMPN 4 Bulukumba dan lulus pada tahun 2013. Pada tahun yang sama pula, penulis melanjutkan pendidikan di SMAN 1 Bulukumba dengan mengambil jurusan IPA dan berhasil lulus pada tahun 2016.

Alhamdulillah, pada tahun 2016 penulis tercatat sebagai mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar dan mengambil jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Syukur Alhamdulillah berkat pertolongan Allah SubhanahuwaTa’ala melalui perjuangan keras, dan motivasi tinggi diiringi doa dari kedua orang tua dan saudara, perjuangan panjang penulis dalam mengikuti pendidikan di perguruan tinggi dapat berhasil dengan tersusunnya skripsi ini. Penulis berharap setiap mahasiswa yang melakukan penyelesaian skripsi agar mengedepankan proses bukan hasil dan tidak hanya menargetkan cepat selesai tetapi skripsi tersebut dapat bermanfaat untuk orang lain dengan menjadikannya sebagai salah satu wadah untuk menambah ilmu pengetahuan.

ZULFAJRI 105711116916

by Zulfajri

Dokumen terkait