BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.2 Hasil Uji Asumsi Klasik
4.2.4 Hasil Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu periode t dengan kesalahan periode t – 1. Jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada problem autokorelasi. Autokorelasi ada karena observasi yang berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lain.
Model regresi yang baik adalah regresi yang bebas autokorelasi. Pengujian autokorelasi dilakukan dengan menggunakan uji Durbin-Watson (DW-test). Kriteria untuk penilaian terjadinya autokorelasi dapat dilihat pada table berikut ini
Tabel 4.4
Kriteria Autokorelasi Durbin-Watson (DW)
Hipotesis 0 Ketentuan
Terjadi Autokorelasi Positif Jika nilai DW dibawah -2(DW < -2) Tidak Terjadi Autokorelasi Jika nilai DW berada diantara -2 dan +2
atau -2 ≤ DW ≤ 2
Terjadi Autokorelasi Negatif Jika nilai DW diatas 2 ( DW > 2 )
Dari lima varibel yaitu variable X1 (Kepemilikan Manajerial), X2 (Kebijakan Deviden), X3 (Keputusan Investasi), X4 (Keputusan Pendanaan), dan X5 (Ukuran Perusahaan), maka didapat hasil uji autokorelasi sebagai berikut
Tabel 4.5
Hasil Uji Durbin-Watson Model Summaryb
Model R
R Square
Adjusted R Square
Std. Error of
the Estimate Durbin-Watson
1 .745a .555 .505 .48591 1.155
Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS 23
Dari output di atas dapat dilihat bahwa nilai DW adalah 1,155.
Dengan demikian tidak terjadi autokolerasi karena nilai DW berada diantara -2 dan +2 atau -2 ≤ 1,155 ≤ 2.
4.2.5 Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis regresi linier berganda digunakan untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen, dimana penelitian ini menggunakan metode enter. Dari pengujian asumsi klasik dapat disimpulkan bahwa model regresi dapat digunakan dalam pengolahan data. Berdasarkan pengolahan data dengan SPSS, diperoleh hasil pada tabel 4.4 sebagai berikut :
Tabel 4.6
Hasil Uji Regresi Linear Berganda
Coefficientsa
a. Dependent Variable: nilai perusahaan Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS 23
Berdasarkan tabel diatas diperoleh persamaan regresi sebagai berikut :
Dari persamaan regresi tersebut, maka dapat diinterpretasikan beberapa hal berikut:
1. Nilai a (konstanta) adalah sebesar 3,881, hal ini menunjukkan bahwa jika nilai Kepemilikan Manajerial , Kebijakan Deviden, Keputusan
Investasi, Keputusan Pendanaan, dan Ukuran Perusahaan, bernilai konstanta maka akan menyebabkan peningkatan sebesar 3,881,
2. Kepemilikan Manajerial (X1) memiliki koefisien positif sebesar 0.005.
Peningkatan Kepemilikan Manajerial (X1) sebesar satu satuan, maka akan menyebabkan peningkatan Nilai Perusahaan (Y) sebesar 0.005, 3. Kebijakan Deviden (X2) memiliki koefisien negatif sebesar 0.120. Ini
menunjukan hubungan yang berlawanan arah dengan Nilai Perusahaan (Y). hal ini mengandung arti jika Kebijakan Dividen (X2) mengalami peningkatan sebesar satu satuan makan akan menyebabkan Nilai Perusahaan (Y) turun sebesar 0.120 dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain dari model regresi adalah tetap.
4. Keputusan Investasi (X3) memiliki koefisien positif sebesar 0.045.
Peningkatan Keputusan Investasi (X3) sebesar satu satuan, maka akan menyebabkan peningkatan Nilai Perusahaan (Y) sebesar 0.045,
5. Keputusan Pendanaan (X4) memiliki koefisien negatif sebesar 0.319.
Ini menunjukan hubungan yang berlawanan arah dengan Nilai Perusahaan (Y). hal ini mengandung arti jika Keputusan Pendanaan (X4) mengalami peningkatan sebesar satu satuan makan akan menyebabkan Nilai Perusahaan (Y) turun sebesar 0.319 dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain dari model regresi adalah tetap.
6. Ukuran Perusahaan (X5) memiliki koefisien negatif sebesar 0.168. Ini menunjukan hubungan yang berlawanan arah dengan Nilai Perusahaan (Y). hal ini mengandung arti jika Ukuran Perusahaan (X5) mengalami peningkatan sebesar satu satuan makan akan menyebabkan Nilai
Perusahaan (Y) turun sebesar 0.168 dengan asumsi bahwa variable bebas yang lain dari model regresi adalah tetap.
4.3 Hasil Pengujian Hipotesis
4.3.1 Hasil Pengujian Koefisien Determinasi (R2)
Berikut adalah hasil uji SPSS dengan menggunakan lima variable independent dan satu variable dependent:
Tabel 4.7
Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2) Model Summaryb
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .745a .555 .505 .48591
a. Predictors: (Constant), ukuran perusahaan, keputusan investasi, kebijakan dividen, kepemilikan manajerial, keputusan pendanaan
b. Dependent Variable: Nilai Perusahaan Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS 23
Dari tampilan output SPSS dalam Tabel 4.5 dapat dilihat bahwa besarnya adjusted R-square sebesar 0,505 atau 50,5 %. Hal ini berarti 50.5% variabel dependen Nilai Perusahaan dapat dijelaskan secara signifikan oleh variasi variabel independen. Variabel independen tersebut adalah Kepemilikan Manajerial, Kebijakan Dividen, Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, dan Ukuran Perusahaan. Sedangkan sisanya sebesar 49.5 % (100% - 50.5 %) dijelaskan oleh variabel lain di luar model regresi dalam penelitian ini.
4.3.2 Hasil Pengujian Uji Simultan (Uji F)
Uji F digunakan untuk menguji apakah semua variabel independen yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen (Gozhali, 2013). Dasar pengambilan keputusan sebagai berikut :
Jika Sig. F statistik < 0,05 signifikan secara statistik, maka Ho ditolak,
Jika Sig. F statistik > 0,05 signifikan secara statistik, maka Ho diterima.
Hipotesis yang diajukan di dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
H0: Tidak ada pengaruh antara Kepemilikan Manajerial, Kebijakan Deviden, Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, Ukuran Perusahaan, secara bersama – sama terhadap Nilai Perusahaan
Ha: Terdapat pengaruh antara Kepemilikan Manajerial, Kebijakan Deviden, Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, Ukuran Perusahaan, secara bersama – sama terhadap Nilai Perusahaan
Hasil penelitian dengan uji-F dapat dilihat pada tabel 4.6 sebagai berikut:
Tabel 4.8
Hasil Uji Simultan (Uji F) ANOVAa
Model
Sum of
Squares Df
Mean
Square F Sig.
1 Regression 13.226 5 2.645 11.203 .000b
Residual 10.625 45 .236
Total 23.851 50
a. Dependent Variable: Nilai Perusahaan
b. Predictors: (Constant), ukuran perusahaan, keputusan investasi, kebijakan deviden, kepemilikan manajerial, keputusan pendanaan
Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS 23
Berdasarkan hasil output SPSS di atas F hitung adalah 11,203 α 5% Numerator adalah (jumlah variabel - 1) atau 6 – 1 = 5 dan Denumerator adalah (jumlah kasus – jumlah variabel) atau 51 – 6 = 45 maka F tabel adalah 2,42. Sementara nilai sig sebesar < 0,05 (0,000 < 0,05 ) maka H0 ditolak dan Ha diterima , sehingga hipotesis yang menyatakan tidak ada pengaruh antara Kepemilikan Manajerial, Kebijakan Dividen, Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, dan Ukuran Perusahaan secara bersama – sama terhadap Nilai Perusahaan ditolak. Dengan demikian terbukti bahwa terdapat pengaruh antara Kepemilikan Manajerial, Kebijakan Dividen, Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, dan Ukuran Perusahaan secara bersama – sama terhadap Nilai Perusahaan.
4.3.3 Hasil Pengujian Uji Parsial (Uji t)
Uji t digunakan untuk menguji apakah secara parsial variabel Kepemilikan Manajerial, Kebijakan Deviden, Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, dan Ukuran Perusahaan memberikan pengaruh yang signifikan atau tidak terhadap Nilai Perusahaan. Untuk mengetahuinya dilakukan uji signifikan nilai koefisien variabel bebas dengan uji t yaitu dengan membandingkan nilai t hitung dengan t tabel dan nilai signifikansi level. Ada pun hipotesis dalam uji t ini yaitu :
Ho : Artinya variabel Kepemilikan Manajerial, Kebijakan
Deviden, Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, dan Ukuran Perusahaan secara parsial tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Nilai Perusahaan.
Ha :Artinya variabel Kepemilikan Manajerial, Kebijakan Deviden, Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, dan Ukuran Perusahaan secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Nilai Perusahaan
Berdasarkan nilai t hitung dan t tabel, yaitu :
- Jika nilai t hitung > t tabel maka variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat.
- Jika nilai t hitung < t tabel maka variabel bebas tidak dapat berpengaruh terhadap variabel terikat.
Berdasarkan nilai signifikan hasil output SPSS, yaitu :
- Jika nilai sig. < 0,05 maka variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat.
- Jika nilai sig. > 0,05 maka variabel bebas tidak berpengaruh terhadap variabel terikat.
Maka, dasar pengambilan keputusan dalam uji t adalah sebagai berikut:
- Jika nilai Sig. < 0,05 atau jika t hitung > t tabel, maka Ho ditolak Ha diterima,
- Jika nilai Sig. > 0,05 atau jika t hitung < t tabel, maka Ho diterima Ha ditolak
Berdasarkan pengolahan data dengan SPSS, diperoleh hasil pengujian sebagai berikut :
Tabel 4.9 a. Dependent Variable: Nilai Perusahaan
Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS 23
Berdasarkan output SPSS tersebut, maka secara parsial pengaruh dari masing - masing variabel independen terhadap variabel dependen dapat dijelaskan. Secara parsial pengaruh masing - masing variabel independen terhadap variabel dependen dapat diuraikan sebagai berikut:
-
Nilai t hitung X1 (Kepemilikan Manajerial) sebesar 0.378 sementara nilai t tabel sebesar 2.014 dan nilai signifikan 0.71. Jadi kesimpulannya karena t hitung < t tabel (0.378 < 2,014) dan nilai signifikan 0.71 > 0,05 maka H0 diterima, Ha ditolak. Jadi, secaraparsial antara X1 (Kepemilikan Manajerial) tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap Y (Nilai Perusahaan).
-
Nilai t hitung X2 (Kebijakan Deviden) sebesar 4.006 sementara nilai t tabel sebesar 2.014 dan nilai signifikan 0.00. Jadi kesimpulannya karena t hitung > t tabel (4.006 > 2,014) dan nilai signifikan 0.00 <0,05 maka H0 ditolak, Ha diterima. Jadi, secara parsial antara X2 (Kebijakan Deviden) terdapat pengaruh yang signifikan terhadap Y (Nilai Perusahaan).
-
Nilai t hitung X3 (Keputusan Investasi) sebesar 1.330 sementara nilai t tabel sebesar 2.014 dan nilai signifikan 0.19. Jadi kesimpulannya karena t hitung < t tabel (1.330 < 2,014) dan nilai signifikan 0.190 >0,05 maka H0 diterima, Ha ditolak. Jadi, secara parsial antara X3 (Keputusan Investasi) tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap Y (Nilai Perusahaan).
-
Nilai t hitung X4 (Keputusan Pendanaan) sebesar 2.020 sementara nilai t tabel sebesar 2.014 dan nilai signifikan 0.49. Jadi kesimpulannya karena t hitung < t tabel (2.020 < 2,014) dan nilai signifikan 0.49 > 0,05 maka H0 diterima, Ha ditolak. Jadi, secara parsial antara X4 (Keputusan Pendanaan) tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap Y (Nilai Perusahaan).-
Nilai t hitung X5 (Ukuran Perusahaan) sebesar 5.170 sementara nilai t tabel sebesar 2.014 dan nilai signifikan 0.00. Jadi kesimpulannya karena t hitung > t tabel (5.170 > 2,014) dan nilai signifikan 0.00 <0,05 maka H0 ditolak, Ha diterima. Jadi, secara parsial antara X5 (Ukuran Perusahaan) terdapat pengaruh yang signifikan terhadap Y (Nilai Perusahaan).
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan rumusan masalah yang telah dijabarkan pada awal bagian Bab I yaitu : “Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Kebijakan Deviden, Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, dan Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan Consumer goods yang terdaftar di BEI periode 2013 - 2015 baik secara simultan maupun parsial”, maka peneliti ingin menjawab dan menyimpulkan sesuai dengan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dipaparkan sebelumnya maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut :
1. Berdasarkan hasil pemaparan pengujian hipotesis koefisien determinasi (R2), koefisien korelasi dan koefisien determinasi (R-square). Nilai R menunjukkan tingkat hubungan antar variabel-variabel independen dan variabel dependen. Dari hasil olah data diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,745 atau sebesar 74,5 % artinya hubungan variabel Kepemilikan Manajerial, Kebijakan Deviden, Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, dan Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan adalah sangat erat. Hasil perhitungan nilai adjusted R square sebesar 0,505 atau sebesar 50,5 %, artinya 50,5 % variabel Nilai Perusahaan dipengaruhi oleh kelima variabel yakni Kepemilikan Manajerial, Kebijakan Deviden, Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, dan Ukuran Perusahaan.
2. Secara simultan variabel independen pada penelitian ini yang terdiri dari Kepemilikan manajerial, Kebijakan Deviden, Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, dan Ukuran Perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan consumer goods yang terdaftar di BEI periode 2013 – 2015. Jika kelima variabel tersebut meningkat, maka nilai perusahaan consumer goods yang terdaftar di BEI juga meningkat.
3. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dan mengacu pada perumusan serta tujuan dari penelitian ini, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
Hasil pengujian secara parsial, menunjukkan variabel kebijakan deviden dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel nilai perusahaan. Hal ini dapat dilihat dari nilai variabel kebijakan deviden thitung > ttabel dimana 4.006 > 2,014 dengan tingkat signifikansi 0,00 lebih kecil dari 0,05, dan nilai variabel ukuran perusahaan thitung > ttabel dimana 5.170 > 2,014 dengan tingkat signifikansi 0,00 > 0,05.
Hasil pengujian secara parsial, menunjukkan variabel kepemilikan manajerial, keputusan investasi berpengaruh positif dan tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Sedangkan keputusan pendanaan tidak berpengaruh positif dan tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel nilai perusahaan. Hal ini dapat dilihat dari nilai variabel kepemilikan manajerial thitung < ttabel dimana 0.378 < 2,014 dengan tingkat signifikansi 0,71 < 0,05, nilai variabel keputusan investasi thitung < ttabel dimana 1.330 < 2,014 dengan tingkat
signifikansi 0,190 > 0,05, dan nilai variabel keputusan pendanaan thitung
> ttabel dimana 2.020 > 2,014 dengan tingkat signifikansi 0,49 > 0,05.
5.2 Keterbatasan Penelitian
Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yang memerlukan perbaikan dan pengembangan dalam penelitian-penelitian berikutnya.
Keterbatasan-keterbatasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Sampel pada penelitian ini terbatas hanya pada perusahaan consumer goods yang terdaftar di BEI dengan kriteria tertentu sehingga hanya diperoleh 17 perusahaan sebagai sampel penelitian.
2. Tahun penelitian ini hanya terbatas pada 3 tahun saja, yaitu periode 2013 – 2015.
3. Peneliti hanya menggunakan beberapa rasio keuangan sebagai variabel independen sehingga penelitian yang dihasilkan hanya menggambarkan sebatas pada sebagian kecil rasio keuangan.
5.3 Saran
Berdasarkan hasil analisis penelitian dan keterbatasan penelitian, maka peneliti dapat memberikan beberapa saran, antara lain:
1. Bagi peneliti selanjutnya, objek penelitian agar ditambah menjadi seluruh perusahan yang ada di BEI, sehingga hasil penelitian dapat digeneralisasi.
2. Memperluas sampel penelitian misalnya memperpanjang periode pengamatan dan menambahkan sampel perusahaan dari semua jenis
kategori industri di pasar modal yang lain, misalnya di Bursa Efek Malaysia atau Bursa Efek Singapura agar sampel yang di dapat lebih akurat.
3. Untuk peneliti selanjutnya, indikator penelitian dapat diganti dengan variabel lain atau dapat menambah variabel yang lain yang di duga mempengaruhi perusahaan.
DAFTAR PUSTAKA
Anzlina, Corry Winda. 2013. Pengaruh Tingkat Likuiditas, Solvabilitas, Aktivitas, dan Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Real Estate dan Property di BEI Tahun 2006-2008. Jurnal Ekonomi, Vol. 16, No. 2, April 2013.
Arifin, Johar dan Muhammad Fakhrudin. 2001. Kamus Istilah Pasar Modal, Akuntansi, Keuangan Dan Perbankan. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Astriani, Eno Fuji. 2014. Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Leverage, Profitabilitas, Ukuran Perusahaan dan Invesment Opprtunity Set Terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal Akuntansi dan Bisnis,Vol. 2, No. 1, pp: 1-25.
Borolla. 2011. Analisis Pengaruh Struktur Kepemilikan terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal Prestasi. Vol. 7, No. 1. Hal. 62-78. Ambon.
Darminto. 2008. Pengaruh Profitabilitas, likuiditas, struktur Modal dan Struktur Kepemilikan Saham Terhadap Kebijakan Dividen. (Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial, Vol. 20 No.2, hal. 53-68).
Deitiana, Tita. 2011. Pengaruh Rasio Keuangan, Pertumbuhan Penjualan dan Dividen Terhadap Harga Saham. Jurnal Bisnis dan Akuntansi. 13(1). 57-66.
Dwi Priyatno, (2008). Mandiri Belajar SPSS. Yogyakarta, Mediakom.
Elqorni, Ahmad. 2009. Mengenai Teori Keagenan. http:// elqorni.
Worldpress.com.
Erlina, 2011. Metodologi Penelitian. Medan: Pusat Sistem Informasi Universitas Sumatera Utara. Hal. 82
Fadah, Isti. 2010. Ownership Structure, Dividend Payment, Agency Cost and Corporate Value (suatu Pengujian Model Struktural). Jurnal Ekuitas vol. 14.
No. 1. Hal. 46-57. Terakreditasi No. 110/DIKTI/Kep/2009
Ghozali, Imam. (2005). Aplikasi Analisis Multivariate dengan program SPSS, Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang. Hal.50-53
... 2006. Aplikasi Analisis Multivarite dengan SPSS, Cetakan Keempat, Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang. Hal. 63
... 2011. Aplikasi Analisi Multivariate Dengan Program IBM SPSS 19 (edisi kelima). Semarang: Universitas Diponegoro. Hal. 48
Gujarati, Damodar. (1999). Ekonomitrika Dasar, Terjemahan Sumarno Zain, Erlangga, Jakarta. Hal. 66
Hanafi, Mamduh. 2012. Analisis Laporan Keuangan. Edisi Ketiga, Cetakan Pertama. Penerbit UPP Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN.
Yogyakarta.
Hatta, A.J dan Wijaya, L.R.P. 2010. Pengaruh Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, dan Kebijakan Deviden terhadap Nilai Perusahaan. Kumpulan Makalah, Simposium Nasional Akuntansi 13 purwokerto. Hal. 1-21
Hermuningsih, Sri dan Dewi Kusuma Wardani. 2009. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Nilai PerusahaanYang Terdaftar Di Bursa Efek Malaysia dan Bursa Efek Jakarta. Jurnal Siasat Bisnis Vol. 13 No. 2, Agustus 2009 Hal. 173-183. Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa.
Jensen, Michael C. 1986, Agency cost Of Free Cash Flow, corporate Finance, and Takeovers, American Economic Review 76 (2). Hal. 323-329
Jensen, Michael C., William H. Meckling, 1976. Theory of The firm: Managerial Behavior. Agency Cost and Ownership Structure. The Journal of Financial Economics. 3. Hal. 305-360
Juniarti. 2013. Pengaruh Penerapan Good Corporate Governance Terhadap Nilai Perusahaan Yang Terdaftar di BEI 2007-2011. Bussiness Accounting Review, Vol. 1, No. 2, 306-318.
Kallapur, S & Trombley, M. A. 2001. The Invesment Opportunity Set:
Determinants, Consequense and Measurement. Managerial Finance Volume 27 Number 3.
Kuncoro, 2002. Manajemen Perbankan, Teori dan Aplikasi. Jakarta: PT. Indeks Kelompok Gramedia. Hal. 72
Kuncoro, Mudrajad. 2003. Metode Riset Untuk Bisnis & Ekonomi. Jakarta:
Erlangga, hal. 55
Lintner, John. 1962. Dividend, Earning, Leverage, Stock Price and Supply of Capital to Corporation, Review of Economics and Statistics, August. 166 Mahadwartha Putu Anom dan Jogiyanto Hartono. 2002. Uji Teori Keagenan
dalam Hubungan Interpendensi antara Kebijakan Hutang dengan Kebijakan Dividen. Simposium Nasional Akuntansi V. Semarang.
Mahendra, Alfredo. 2011. Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan (Kebijakan dividen Sebagai Variabel Moderating) Pada Perusahaan Manufaktur di BEI Universitas Udayana. Hal. 1-15
Martono dan D. Agus Harjitno. 2005. Manajemen Keuangan. Penerbit Ekonisia:
Yogyakarta. Hal. 68
Modgliani F. dan Miller, M. 1961. Dividend Policy Growth and Devaluation of Share, Journal of Bussiness. October. Hal. 433
Myers, Stewart C. 1977. Determinant of Corporate Borrowing. Journal of Financial Economics 9 (3): 237-264
Naiborhu, J. P. F. 2014. Pengaruh Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, Kebijakan Dividen dan Modal Intelektual Terhadap Nilai Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di BEI Periode 2010-2012. Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”. Yogyakarta.
Priyatno. 2008. Mandiri Belajar SPSS – bagi Mahasiswa dan Umum, Yogyakarta:
Mediakom. Hal. 71
Purnamasari, linda. 2009. . Interpendensi antara Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, dan Keputusan Dividen. Jurnal keuangan dan Perbankan, Vol.
13, No. 1, hlm 106-109.
Ramlall, Indranarain. 2009. Determinant Of Capital Structure Among Non-Quoted Maurition Firms Under Specifity of Leverage: Looking For a Modified Pecking Order Theory. International Research Journal of Finance and Economics, Vol. 31, Hal. 84.
Riyanto, Bambang. 2010. Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan. Yogyakarta:
BPFE.
Rizqia, Dwita Ayu, Siti Aisjah, dan Sumiati. 2013. Effect of Managerial Ownership, Financial Leverage, Profitability, Firm Size, and invesment opportunity on Dividend Policy and Firm Value. Research Journal of Finance and Accounting, 4(11), 120-130.
Rozeff, M. S. 1982. Growth, Beta and Agency Cost as Determinants of Dividend Payout Ratios. Journal of Financial research,5, pp 249-249
Sartono, R. A. dan Prasetyanta, A. 2005. Pengaruh Perubahan Dividen Terhadap Profibilitas Perusahaan Pada Masa Yang Akan Datang. Media Ekonomi dan Bisnis Vol. XVII No. 2, Desember, p.20-33.
Sawir, Agnes. 2004. Analisis Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan perusahaan, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Hal. 67
Senda, Fransiska Dhoru. 2013. Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional,Kebijakan Dividen, Profitabilitas, Leverage Financial, dan Invesment Opportunity Set Terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro Semarang. Hal. 1-6
Siallagan, Hamonangan dan Mas. Ud. Machfoedz. 2006. Mekanisme Corporate Governance, Kualitas Laba dan Nilai Perusahaan. Artikel Simposium Nasional Akuntansi (SNA) IX, Padang.
Sugiyono, (2008). Metode Penelitian Bisnis. Bandung. Alfabeta. Hal. 62 Sujianto, 2001. Dasar-Dasar Manajemen Keuangan. Yogyakarta. Hal.59
Sujoko dan Soebiantoro, U., 2007. Pengaruh Struktur Kepemilikan Saham, Leverage, Faktor Intern dan Faktor Ekstern Terhadap Nilai Perusahaan, Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, Vol 9, 47.
Sulistiono. 2010. “Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Struktur Modal dan Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan Manufaktur di BEI Tahun 2006-2008”. Hal. 73
Sutrisno, 2001. Manajemen Keuangan Teori, Konsep dan Aplikasi, Edisi Keempat, Cetakan Kedua, Ekonisia, Yogyakarta. Hal. 63
Sutrisno, Edy. (2012). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup. Hal. 74
Suwito dan Herawaty. 2005. “Analisis Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Tindakan Perataan Laba Yang Dilakukan Oleh Perusahaan Yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta”. SNA VIII Solo. September.
Syamsudin, Lukman. 2001. Manajemen Keuangan Perusahaan (Konsep Aplikasi Dalam Perencanaan, Pengawasan, dan pengambilan Keputusan). Jakarta:
PT. Raja Grafindo Persada.
Taswan, 2003. Analisis Pengaruh insider Ownership, Kebijakan hutang dan DevidenTerhadap Nilai Perusahaan Serta Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya, Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Vol. 10, No. 2, hal. 162-181 Wahidahwati. 2002. Kepemilikan Manajerial dan Agency Conflicts : Analisis Persamaan Simultan Non Linier dari Kepemilikan Manajerial, Penerimaan Risiko (Risk Taking), Kebijakan Utang dan Kebijakan Dividen. Simposium Nasional Akuntansi V, p. 601-625.
Warsono. 2003. Manajemen Keuangan Buku I. Edisi III. Hal. 59 Malang:
Bayumedia.
www. Google.co.id www. Idx.co.id
Zainab, Morovvati. Siboni., dan Pourali, Mohammad. Reza. (2015). The Relationship between Invesment Opportunity, Dividend Policy and Firm Value in Companies Listed in TSE: Evidence from IRAN. European Online Journal of Natural and Social Sciences. Vol. 4, No.1.ISSN 1805-3602.
LAMPIRAN
Lampiran 1 : Populasi Dan Sampel penelitian
Daftar Populasi Dan Sampel Penelitian Perusahaan Consumer Goods Yang Terdaftar Di BEI Periode 2013-2015
No Kode
Perusahaan
Nama Perusahaan Kriteria Keterangan I II III IV
Investama Tbk
Lampiran 2 : Data Variabel
Data penelitian Variabel Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Consumer Goods yang Terdaftar Di BEI Periode 2013-2015
No Kode
15 TCID Mandom Indonesia Tbk
125 125 125
16 UNVR Unilever Indonesia Tbk
10 10 10
17 CINT Chitose
International Tbk
35 50 50
Data Penelitian Variabel Kepemilikan Manajerial Pada Perusahaan Consumer Goods Yang Terdaftar Di BEI Periode 2013-2015
No Kode
15 TCID Mandom Indonesia Tbk
5,21 5,20 0,14
16 UNVR Unilever Indonesia Tbk
0,84 0,84 0,84
17 CINT Chitose
International Tbk
0,35 0,35 0,35
Data Penelitian Variabel Kebijakan Deviden Pada Perusahaan Consumer Goods Yang Terdaftar Di BEI Periode 2013-2015
No Kode
15 TCID Mandom Indonesia Tbk
0,01 0,09 0,03
16 UNVR Unilever Indonesia Tbk
9,5 9,5 9,6
17 CINT Chitose
International Tbk
0,30 0,35 0,30
Data Penelitian Variabel Keputusan Investasi Pada Perusahaan Consumer Goods Yang Terdaftar Di BEI Periode 2013-2015
No Kode
15 TCID Mandom Indonesia Tbk
0,62 0,57 0,18
16 UNVR Unilever Indonesia Tbk
0,01 0,01 0,01
17 CINT Chitose
International Tbk
4,25 4,58 4,97
Data Penelitian Variabel Keputusan Pendanaan Pada Perusahaan Consumer Goods Yang Terdaftar DI BEI Periode 2013-2015
No Kode
15 TCID Mandom Indonesia Tbk
0,23 0,44 0,21
16 UNVR Unilever Indonesia Tbk
2,13 2,10 2,25
17 CINT Chitose
International Tbk
0,42 0,25 0,21
Data Penelitian Variabel Ukuran Perusahaan Pada Perusahaan Consumer Goods Yang Terdaftar Di BEI Periode 2013-2015
No Kode
Indonesia Tbk 1.465.952.460.752 1.853.235.343.636 2.082.096.848.703
Daftar Sampel Perusahaan Consumer goods Yang Terdaftar Di BEI Periode 2013-2015
No Kode Nama Perusahaan
1 AISA Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk 2 CEKA Wilmar Cahaya Indonesia Tbk 3 DLTA Delta Djakarta Tbk
4 ICBP Indofood CBP Sukses Makmur Tbk 5 INDF Indofood Sukses Makmur Tbk 6 ROTI Nippon Indosari Corporindo Tbk 7 SKBM Sekar Bumi Tbk
15 TCID Mandom Indonesia Tbk 16 UNVR Unilever Indonesia Tbk 17 CINT Chitose International Tbk Sumber : www.idx.com
Lampiran 3 : Hasil Pengolahan Data SPSS 23
Hasil Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov (KS) One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 51
Normal Parametersa,b Mean .0000000 Std.
Deviation .46097331 Most Extreme
Differences
Absolute .072
Positive .072
Negative -.062
Test Statistic .072
Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
d. This is a lower bound of the true significance.
Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS 23
Histogram
Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual
Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa
Model
Collinearity Statistics Tolerance VIF 1 (Constant)
kepemilikan manajerial .830 1.205 kebijakan dividen .787 1.271 keputusan investasi .897 1.114 keputusan pendanaan .707 1.414 ukuran perusahaan .880 1.136 a. Dependent Variable: Nilai Perusahaan
Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS 23
Hasil Uji Heteroskedastisitas Hasil Uji Durbin-Watson Model Summaryb
Model R
R Square
Adjusted R Square
Std. Error of
the Estimate Durbin-Watson
1 .745a .555 .505 .48591 1.155
Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS 23
Hasil Uji Regresi Linear Berganda
a. Dependent Variable: nilai perusahaan Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS 23
a. Dependent Variable: nilai perusahaan Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS 23