SKRIPSI
PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL, KEBIJAKAN DEVIDEN, KEPUTUSAN INVESTASI, KEPUTUSAN PENDANAAN
DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN CONSUMER GOODS YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2013-2015
OLEH
ALFIN RACHMADSYAH OCTAVIANTO 150522136
PROGRAM STUDI STRATA 1 DEPARTEMEN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN 2018
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS MEDAN
Telah Diuji Pada
Tanggal 01 November 2017
TIM PENGUJI SKRIPSI
Ketua Penguji : Drs. Hotmal Ja’far, M.M, Ak
Penguji : Drs. Syahrul Rambe, M.M, Ak.
Pembanding : Drs. M. Zainul Bahri Torang, M.Si, Ak.
PERNYATAAN
Saya yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi saya yang berjudul “Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Kebijakan Deviden, Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Consumer Goods Yang Terdaftar Di BEI Periode 2013-2015” adalah benar hasil karya tulis saya sendiri yang disusun sebagai tugas akademik guna menyelesaikan beban akademik pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
Bagian atau data tertentu yang saya peroleh dari perusahaan atau lembaga, dan/ atau saya kutip dari hasil karya orang lain telah mendapat izin, dan/ atau dituliskan sumbernya secara jelas sesuai dengan norma, kaidah, dan etika penulisan ilmiah.
Apabila dikemudian hari ditemukan adanya kecurangan dan plagiat dalam skripsi ini, saya bersedia menerima sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Medan, 01 November 2017 Yang Membuat Pernyataan,
Alfin Rachmadsyah Octavianto NIM : 150522136
ABSTRAK
PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL, KEBIJAKAN DEVIDEN, KEPUTUSAN INVESTASI, KEPUTUSAN PENDANAAN DAN
UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN CONSUMER GOODS
YANG TERDAFTAR BEI PERIODE 2013-2015
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemilikan manajerial, kebijakan deviden, keputusan investasi, keputusan pendanaan dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan consumer goods yang ada di BEI Periode 2013 - 2015. Beberapa penelitian sebelumnya mengenai nilai perusahaan memperlihatkan hasil yang berbeda - beda. Oleh karena itu, penelitian lain perlu dilakukan untuk menguji ulang teori tentang nilai perusahaan.
Populasi penelitian ini sebanyak 37 perusahaan consumer goods. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling, sehingga diperoleh 17 perusahaan sampel untuk 3 tahun pengamatan (2013 - 2015) dengan 51 observasi (pengamatan). Data penelitian diperoleh dari perusahaan sampel yang diunduh dari website Bursa Efek Indonesia. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis regresi berganda. Proses analisis data yang dilakukan terlebih dahulu adalah statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi berganda lalu kemudian pengujian hipotesis.
Hasil penelitian ini secara parsial menunjukkan bahwa kebijakan deviden dan ukuran perusahaan berpengaruh secara signifikan terhadap nilai perusahaan.
sedangkan kepemilikan manajerial, keputusan investasi dan keputusan pendanaan tidak berpengaruh secara parsial terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian ini secara simultan kepemilikan manajerial , kebijakan deviden , keputusan investasi, keputusan pendanaan dan ukuran perusahaan berpengaruh secara simultan terhadap nilai perusahaan.
Kata Kunci : Kepemilikan Manajerial, Kebijakan Deviden, Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, Ukuran Perusahaan dan Nilai Perusahaan
ABSTRACT
EFFECT OF MANAGERIAL OWNERSHIP, DEVIDEND POLICY, INVESTATION DECISION, DECISION OF FUNDING, AND
SIZE ON THE VALUE OF GOODS CONSUMER COMPANIES LISTED IN IDX
PERIOD 2013-2015
This study aims to determine the effect of managerial ownership, dividend policy, investment decisions, funding decisions and firm size on the value of companies in consumer goods companies in the Stock Exchange period 2013- 2015. Several previous studies on the value of the company showed different results. Therefore, other research needs to be done to reexamine the theory of corporate value.
The population of this research is 37 consumer goods companies.
Sampling method used is purposive sampling method, so obtained 17 sample company for 3 years observation (2013 - 2015) with 51 observation (observation).
The research data is obtained from the sample company downloaded from the Indonesia Stock Exchange website. Data analysis techniques used are descriptive statistical analysis and multiple regression analysis. The process of data analysis done first is descriptive statistics, classical assumption test, multiple regression analysis and then hypothesis testing.
The results of this study partially indicate that dividend policy and firm size significantly influence the value of the company. whereas managerial ownership, investment decisions and funding decisions have no partial effect on firm value. The results of this study simultaneously managerial ownership, dividend policy, investment decisions, funding decisions and firm size simultaneously affect the value of the company.
Keywords : Managerial Ownership, Devidend Policy, Investation Decision, Decision Of Funding, Company Size and Value
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, puji dan syukur penulis panjatkan atas kehadiran Allah SWT berkat rahmat dan hidayat Nya penulis diberikan kemudahan, kelancaran dalam menyelesaikan skripsi yang berjudul ini “Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Kebijakan Deviden, Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Consumer goods yang Terdaftar Di BEI Periode 2013-2015”. Skripsi ini diselesaikan sebagai salah satu persyaratan untuk meraih gelar Sarjana Ekonomi (S.E) pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
Pada kesempatan ini penulis juga ingin mengucapkan terimakasih kepada pihak yang telah membantu keberhasilan penyusunan skripsi ini baik secara langsung maupun tidak langsung. Penulis mengucapkan terima kasih kepada
1. Bapak Prof. Dr. Ramli, SE, MS selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Dr. Syafruddin Ginting Sugihen, MAFIS, Ak, CPA dan Bapak Drs. Syahrul Rambe, MM, Ak selaku Ketua Departemen/Program Studi S-1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
3. Bapak Drs. Hotmal Jafar, MM, Ak Selaku Dosen Pembimbing yang telah meluangkan waktu, pikiran, motivasi dan tenaga sehingga saya dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik.
4. Bapak Drs. Syahrul Rambe, MM, Ak selaku Dosen Penguji serta Bapak Drs Zainul Bahri Torng, M.Si, Ak selaku dosen Pembanding
yang telah memberikan saran, dan kritikan yang membangun dalam menyelesaikan penyusunan skripsi ini dengan baik.
5. Teristimewa untuk ayahanda Amir Siswadi, ibunda Sri Enti tercinta beserta abangda saya Putra Ramadhan dan kakanda saya Juwita Dwi Asri Wardhani yang telah banyak memberikan dukungan, nasihat dan doa kepada saya.
6. Para sahabat Batista, Alfrindo, Rahmatsyah, July, Shadam, Amri, Ari, Adrian, dan Saiful, serta teman seperjuangan lainnya yang telah banyak membantu dan memberikan motivasi kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Semoga Allah SWT selalu memberikan Rahmad dan Karunia-Nya kepada semua pihak yang secara langsung maupun tidak langsung yang telah memberikan bantuan kepada penulis dimulai dari awal pengerjaan hingga terselesaikannya skripsi ini. Penulis menyadari masih jauh dari kesempurnaan dalam penulisan skripsi ini dan juga penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan penulisan ini.
Penulis juga berharap skripsi ini dapat memberikan informasi dan juga bermanfaat bagi calon-calon peneliti lainnya, akhir kata penulis mengucapkan banyak terima kasih.
Medan, 01 November 2017 Penulis
Alfin Rachmadsyah O.
NIM.150522136
DAFTAR ISI
Halaman
PERNYATAAN...i
ABSTRAK... ii
ABSTRACT... iii
KATA PENGANTAR... iv
DAFTAR ISI... vi
DAFTAR TABEL ... viii
DAFTAR GAMBAR. ... ix
DAFTAR LAMPIRAN. ... x
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1. Latar Belakang ... 1
1.2. Rumusan Masalah ... 9
1.3. Tujuan Penelitian ... 9
1.4. Manfaat Penelitian ... 10
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA ... 11
2.1. Landasan Teori ... 11
2.1.1. Teori Keagenan ... 11
2.1.2. Kepemilikan Manajerial ... 12
2.1.3. Kebijakan Deviden ... 13
2.1.4. Keputusan Investasi ... 15
2.1.5. Keputusan Pendanaan ... 17
2.1.6. Ukuran Perusahaan... 18
2.1.7. Nilai Perusahaan... 19
2.2. Tinjauan Penelitian Terdahulu... 20
2.3. Kerangka Konseptual ... 23
2.3.1.Pengaruh Kepemilikan Manajerial terhadap Nilai Perusahaan... 24
2.3.2. Pengaruh Kebijakan Deviden terhadap Nilai Perusahaan... 25
2.3.3. Pengaruh Keputusan Investasi terhadap Nilai Perusahaan... 26
2.3.4. Pengaruh Keputusan Pendanaan terhadap Nilai Perusahaan... 26
2.3.5 Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan... 27
2.4. Hipotesis Penelitian ... 28
BAB III. METODE PENELITIAN ... 29
3.1. Jenis Penelitian ... 29
3.2. Tempat dan Waktu Penelitian ... 29
3.3. Batasan Operasioanl ... 29
3.4. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel ... 30
3.4.1. Variabel Independen ... 30
3.4.2. Variabel Dependen ... 33
3.5. Skala Pengukuran Variabel ... 33
3.6. Populasi dan Sampel Penelitian ... 36
3.6.1. Populasi ... 36
3.6.2. Sampel... ... 36
3.7. Jenis dan Sumber Data... ... 39
3.8. Metode Pengumpulan Data... ... 39
3.9. Teknik Analisis Data... ... 39
3.9.1. Analisis Statistik Deskriptif ... ... 39
3.9.2. Model Analisis Data... ... 40
3.9.3. Uji Asumsi Klasik... ... 41
3.9.3.1. Uji Normalitas ... 41
3.9.3.2. Uji Multikolinearitas ... 42
3.9.3.3. Uji Autokorelasi ... 43
3.9.4. Uji heteroskedasitas ... 44
3.9.5. Uji Hipotesis... 44
3.9.5.1. Uji R2 atau Koefisien Determinasi ... 45
3.9.5.2. Uji Statistik t (Uji Parsial) ... 45
3.9.5.3. Uji Signifikan Simultan (Uji Statistik F) ... 46
BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 47
4.1. Hasil Penelitian ... 47
4.1.1. Data Penelitian ... 47
4.2 Hasil Uji Asumsi Klasik... 48
4.2.1 Hasil Uji Normalitas ... 49
4.2.2 Hasil Uji Multikolinearitas ... 52
4.2.3 Hasil Uji Heteroskedastisitas ... 53
4.2.4 Hasil Uji Autokorelasi ... 55
4.2.5 Analisis Regresi Linear Berganda ... 56
4.3 Hasil Pengujian Hipotesis ... 59
4.3.1. Hasil Pengujian Koefisien Determinasi (R2)... 59
4.3.2 Hasil Pengujian Uji Simultan (Uji F) ... 60
4.3.3 Hasil Pengujian Uji Parsial Uji t) ... 61
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN ... 66
5.1. Kesimpulan ... 66
5.2. Keterbatasan Penelitian ... 68
5.3. Saran ... 69
DAFTAR PUSTAKA...70
LAMPIRAN...74
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Persaingan bisnis yang ketat antar perusahaan dalam kondisi perekonomian saat ini mendorong berbagai perusahaan untuk mencapai tujuan dari perusahaan yang didirikan. Menurut Martono dan Harjito (2005:68), ada beberapa hal yang mengemukakan tentang tujuan pendirian suatu perusahaan.
Tujuan pertama adalah untuk mencapai keuntungan laba maksimal, kedua untuk memakmurkan pemilik perusahaan atau para pemilik saham dan yang ketiga adalah memaksimalkan nilai perusahaan yang tercermin pada harga sahamnya.
Meningkatnya nilai perusahaan dapat menarik minat investor untuk menanamkan modalnya. Nilai perusahaan diyakini tidak hanya mencerminkan kinerja perusahaan saat ini tetapi juga menggambarkan prospek perusahaan di masa yang akan datang. Penilaian investor terhadap perusahaan dapat diamati melalui pergerakan harga saham perusahaan yang ditransaksikan di bursa.
Investor akan bersedia membayar saham perusahaan dengan harga tinggi terhadap perusahaan yang dinilai tinggi. Nilai perusahaan dapat diukur dengan Price to Book Value (PBV) yang merupakan perbandingan harga pasar saham per lembar dengan nilai buku saham per lembar (Warsono, 2003:59). Besarnya hasil perhitungan harga pasar saham terhadap nilai bukunya menunjukkan perbandingan antara kinerja saham perusahaan di pasar saham dengan nilai bukunya. Semakin tinggi PBV yang dihasilkan menunjukkan bahwa kinerja perusahaan di masa mendatang dinilai semakin prospektif oleh investornya.
Dalam proses memaksimalkan nilai perusahaan akan muncul konflik kepentingan antara manajer dan pemegang saham yang sering disebut agency problem. Tidak jarang pihak manajemen yaitu manajer perusahaan mempunyai tujuan dan kepentingan lain yang bertentangan dengan tujuan utama perusahaan dan sering mengabaikan kepentingan pemegang saham. The difference of interests beetween the manager and the stakeholders resulted in a conflict called agency conflict, it happens because managers prioritize personal interests, whereas the shareholders do not like the managers personal interest because what the manager does will increase the cost for the company so as to cause a decrease in corporate profits and affect the stock price thereby decreasing the value of the company (Jensen dan Meckling, 1976:305-360).
Kepemilikan manajerial adalah suatu kondisi manajer mengambil bagian dalam struktur modal perusahaan atau dengan kata lain manajer tersebut berperan ganda sebagai manajer sekaligus pemegang saham di perusahaan. Kepemilikan saham perusahaan oleh manajer dapat mensejajarkan kepentingan antara manajemen dan pemegang saham.
Kebijakan deviden merupakan kebijakan yang penting dan harus dipertimbangkan matang oleh manajemen perusahaan, karena kebijakan deviden melibatkan kepentingan saham dengan devidennya dan kepentingan perusahaan dengan laba ditahannya. Pada hakikatnya kebijakan deviden menentukan berapa banyak laba yang diperoleh akan dibagikan kepada pemegang saham sebagai deviden dan berapa banyak laba yang akan ditahan untuk reinvestasi. Penelusuran penelitian terdahulu tentang pengaruh kebijakan deviden terhadap nilai
perusahaan masih menjadi topik yang menarik untuk diteliti kembali karena belum adanya konsistensi hasil penelitian. Menurut Modigliani & Miller dikemukakan oleh Naiborhu (2014) menyimpulkan bahwa kebijakan dividen tidak relevan mempengaruhi nilai perusahaan. Berbeda dengan hasil penelitian Sujoko dan Soebiantoro (2007:47) yang menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dan positif kebijakan pembayaran dividen terhadap nilai perusahaan disebabkan adanya mekanisme yang dapat mengkomunikasikan informasi manajemen mengenai kinerja perusahaan saat ini dan masa yang akan datang.
Keputusan investasi mempunyai dimensi waktu jangka panjang, sehingga keputusan yang akan diambil harus dipertimbangkan dengan baik, karena mempunyai konsekuensi berjangka panjang pula. Tujuan keputusan investasi adalah memperoleh tingkat keuntungan yang tinggi dengan tingkat risiko tertentu.
Keuntungan yang tinggi disertai dengan risiko yang bisa dikelola, diharapkan akan mampu menaikkan nilai perusahaan, yang berarti menaikkan kemakmuran pemegang saham.
Keputusan pendanaan memiliki peran strategis bagi kesejahteraan pemilik dan kelangsungan hidup perusahaan. Sejumlah teori telah muncul untuk menjelaskan perbedaan keputusan pendanaan bagi setiap perusahaan. Teori-teori tersebut menyatakan bahwa perusahaan dalam menetapkan struktur pendanaan tergantung pada perimbangan antara beban dan manfaat, keseimbangan informasi dan insentif pengendalian perusahaan. Menurut konsep cost of capital, perusahaan harus mengusahakan agar dapat mencapai keputusan pendanaan yang optimal, yakni keputusan pendanaan yang meminimumkan biaya penggunaan modal rata-
rata dimana besarnya average cost of capital tergantung pada proporsi masing- masing sumber dana tersebut.
Ukuran perusahaan adalah gambaran kecil atau besarnya perusahaan yang perhitungannya menggunakan logaritma natural dari nilai total aset perusahaan. Perusahaan akan dinilai mempunyai prospek yang baik jika perusahaan memiliki total aset yang besar, dan perusahaan yang kecil dianggap tidak lebih baik dari perusahaan dengan total aset besar dalam menghasilkan laba.
Jika jumlah aset perusahaan besar maka ukuran perusahaan akan besar pula.
Perusahaan yang memiliki aset besar dianggap mempunyai sumber daya yang cukup untuk melakukan pendanaan kegiatan operasional dan memenuhi kewajiban masa mendatang. Maka dari itu perusahaan kecil memiliki risiko yang lebih besar dari pada perusahaan besar (Juniarti, 2013:306-318).
Suatu perusahaan untuk dapat melangsungkan aktivitas operasinya, haruslah berada dalam keadaan yang menguntungkan (profitable). Laba diperoleh perusahaan berasal dari penjualan dan keputusan investasi yang dilakukan perusahaan. Keuntungan yang layak dibagikan kepada pemegang saham adalah keuntungan setelah bunga dan pajak. Tanpa adanya keuntungan akan sulit bagi perusahaan untuk menarik modal dari luar.
Berikut ini adalah tabel harga saham dari beberapa perusahaaan manufaktur sektor barang dan konsumsi :
Tabel 1.1
Daftar Perusahaan Manufaktur Sektor Barang Dan Konsumsi
Dari tabel 1.1 diatas dapat diketahui bahwa rata – rata harga saham perusahaan manufaktur sektor barang dan konsumi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia adalah sebesar 292,9411765 (2013), 292,9411765 (2014), 220,5882353
No Kode
Perusahaan
Nama Perusahaan
Harga Saham
2013 2014 2015
1 AISA Tiga Pilar
Sejahtera Food Tbk
700 700 700
2 CEKA Wilmar Cahaya
Indonesia Tbk
500 500 250
3 DLTA Delta Djakarta
Tbk
1.000 1.000 20
4 ICBP Indofood CBP
Sukses Makmur Tbk
100 100 100
5 INDF Indofood Sukses
Makmur Tbk
100 100 100
6 ROTI Nippon Indosari
Corporindo Tbk
10 10 10
7 SKBM Sekar Bumi Tbk 100 100 100
8 SKLT Sekar laut Tbk 100 100 100
9 STTP Siantar Top Tbk 100 100 100
10 GGRM Gudang Garam
Tbk
500 500 500
11 KAEF Kimia Farma Tbk 100 100 100
12 KLBF Kalbe Farma Tbk 10 10 10
13 MERK Merck Tbk 1.000 1.000 1.000
14 TSPC Tempo Scan
Pasific Tbk
50 50 50
15 TCID Mandom
Indonesia Tbk
500 500 500
16 UNVR Unilever Indonesia Tbk
10 10 10
17 CINT Chitose
International Tbk
100 100 100
Rata – rata 292,9411765 292,9411765 220,5882353
(2015). Terlihat juga bahwa perusahaan yang memiliki harga saham dibawah rata - rata lebih banyak dari pada sebaliknya. Hal ini terlihat pada beberapa perusahaan dengan kode ICBP, INDF, ROTI, SKBM, SKLT, STTP, KLBF, KAEF, TSPC, UNVR, dan CINT. Sedangkan perusahaan dengan harga saham diatas rata-rata yaitu AISA, CEKA, DLTA, GGRM, MERK, dan TCID.
Hasil penelitian terdahulu telah menemukan beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan, Sujoko dan Soebiantoro (2007:47) meneliti tentang pengaruh struktur kepemilikan saham, leverage, faktor intern, dan faktor ekstern terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.
Kepemilikan institusional, tingkat suku bunga, leverage berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. Keadaan pasar modal, pertumbuhan pasar, profitabilitas, pembayaran deviden, ukuran perusahaan, pangsa pasar relatif berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.
Mahendra (2011:1-15) meneliti pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan kebijakan dividen sebagai variabel moderating pada perusahaan manufaktur di BEI. Hasil penelitian menunjukkan variabel likuiditas, profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan, leverage berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan, sedangkan kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh likuiditas, leverage, profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Rizqia dkk (2013:120-130) melakukan penelitian tentang pengaruh kepemilikan manajerial, leverage, profitabilitas, ukuran perusahaan, dan investment opportunity set terhadap kebijakan dividen dan nilai
perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan variabel kepemilikan manajerial, leverage, profitabilitas, ukuran perusahaan, investment opportunity set, kebijakan deviden berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Variabel kepemilikan manajerial, investment opportunity set berpengaruh negatif terhadap kebijakan dividen, sedangkan leverage, profitabilitas, ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap kebijakan deviden.
Senda (2013:1-6) meneliti tentang kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, kebijakan deviden, profitabilitas, leverage financial, dan investment opportunity set terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, investment opportunity set tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Kebijakan deviden, profitabilitas, leverage financial berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Anzlina (2013) meneliti tentang pengaruh likuiditas, solvabilitas, aktivitas, profitabilitas terhadap nilai perusahaan pada perusahaan real estate dan property di BEI tahun 2006 - 2008.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa likuiditas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, sedangkan solvabilitas, aktivitas, profitabilitas tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
Astriani (2014:1-25) meneliti pengaruh kepemilikan manajerial, leverage, profitabilitas, ukuran perusahaan, dan investment opportunity set terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial, leverage, profitabilitas, investment opportunity set berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, sedangkan ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. Siboni dan Pourali (2015:1805-3602) meneliti tentang
hubungan antara investment opportunity, kebijakan deviden, dan nilai perusahaan pada perusahaan yang terdaftar di TSE: Bukti empiris dari Iran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investment opportunity dan kebijakan deviden berpengaruh positif dan langsung terhadap nilai perusahaan. Investment opportunity, kebijakan deviden, dan nilai perusahaan memiliki hubungan yang signifikan.
Beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya terdapat inkonsistensi hasil penelitian. Penelitian yang dilakukan Rizqia dkk dan Astriani menunjukkan bahwa variabel kepemilikan manajerial berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Sedangkan hasil penelitian Sujoko dan Soebiantoro, Senda menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Perbedaan hasil penelitian juga terdapat dalam penelitian Senda yang menyatakan bahwa investment opportunity set tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian tersebut bertentangan dengan penelitian yang dilakukan Rizqia dkk, Astriani, dan Siboni dan Pourali yang menyatakan bahwa variabel investment opportunity set berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Anzlina dalam penelitiannya menghubungkan variabel profitabilitas terhadap nilai perusahaan dan hasil penelitiannya menyatakan bahwa profitabilitas tidak bepengaruh terhadap nilai perusahaan, sebaliknya penelitian yang dilakukan Sujoko dan Soebiantoro, Mahendra, Senda, Rizqia dkk, serta Afriani menyatakan bahwa variabel profitabilitas bepengaruh positif terhadap nilai perusahaan.
Atas dasar perbedaan dari penelitian terdahulu, maka dilakukan penelitian lebih lanjut yang didukung dengan teori yang mendasari. Penelitian ini
merupakan penelitian yang mengacu sebagian dari penelitian yang pernah dilakukan oleh peneliti sebelumnya. Adapun yang membedakan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya periodesasi dan variabel penelitian. Penelitian ini dimotivasi karena adanya research gap yaitu ketidakkonsistenan hasil pada penelitian-penelitian terdahulu, oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai “Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Kebijakan Deviden, Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Consumer Goods Yang Terdaftar Di BEI Periode 2013 – 2015”.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah Kepemilikan Manajerial, Kebijakan Deviden, Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, dan Ukuran Perusahaan berpengaruh secara parsial maupun simultan terhadap Nilai Perusahaan consumer goods secara simultan terhadap nilai perusahaan consumer goods?
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Kepemilikan Manajerial, Kebijakan Deviden, Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, dan Ukuran Perusahaan berpengaruh baik secara parsial maupun simultan terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan Consumer Goods.
1.4 Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat pada berbagai pihak yaitu:
a. Bagi Investor, penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan bagi para investor atas informasi keuangan dalam melakukan pengambilan keputusan untuk berinvestasi di pasar modal dan membuat pertimbangan dalam keputusan investasi khususnya pada pemilihan perusahaan.
b. Bagi Manager, diharapkan penelitian ini dijadikan sebagai bahan pengambilan keputusan terkait dengan kebijakan dividen yang dilakukan, dapat juga digunakan sebagai alat dalam memprediksi besarnya jumlah dividen yang akan dibayarkan.
c. Bagi Peneliti, dapat menambah wawasan, pengetahuan dan pengalaman dalam bidang penelitian dan merupakan wujud dari aplikasi ilmu pengetahuan yang didapat selama perkuliahan.
d. Bagi Peneliti Selanjutnya, diharapkan dapat memberikan kontribusi khususnya yang berkaitan dengan pengaruh kepemilikan manajerial, kebijakan deviden, keputusan investasi, keputusan pendanaan, dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA 2.1
Landasan Teori2.1.1 Teori Keagenan
Prinsip utama dari teori keagenan adalah adanya hubungan kerja antara pihak yang memberi wewenang (principle) yaitu pemilik atau pemegang saham dengan pihak yang menerima wewenang (agency) yaitu manager, dalam bentuk kontrak kerja sama yang disebut “nexus of contract”
(Elqorni, 2009). Masalah keagenan muncul karena terdapat konflik perbedaan pendapat (kepentingan) antara pemilik (principle) dengan manajemen (agen) (Siallagan dan Machfoedz, 2006).
Menurut Jensen dan Meckling (1976:305-360) agency relationship is a relationship where the owner of the company entrusted the management of the company by another person in the manager in accordance with the interests of the owner by delegating some decision- making authority to the manager. Manager dalam menjalankan perusahaan mempunyai kewajiban untuk mengelola perusahaan sebagaimana diamanahkan oleh pemilik yaitu meningkatkan kemakmuran principle melalui peningkatan nilai perusahaan, sebagaimana imbalannya manager akan mendapat gaji, bonus atau kompensasi lainnya.
2.1.2 Kepemilikan Manajerial
Kepemilikan manajerial adalah tingkat kepemilikan saham pihak manajemen yang secara aktif ikut dalam pengambilan keputusan, misalnya direktur dan komisaris (Wahidahwati, 2002:601-625).
Kepemilikan manajerial ini diukur dengan proporsi saham yang dimiliki perusahaan pada akhir tahun dan dinyatakan dalam presentase. Semakin besar proporsi kepemilikan manajemen dalam perusahaan maka manajemen akan berusaha lebih giat untuk kepentingan pemegang saham yang notabene adalah mereka sendiri (Mahadwartha dan Hartono, 2002).
Keputusan bisnis yang diambil manajer adalah keputusan untuk memaksimalkan sumber daya perusahaan. Suatu ancaman bagi perusahaan jika manajer bertindak untuk kepentingannya sendiri bukan untuk kepentingan perusahaan. Dalam hal ini, masing-masing pihak mempunyai kepentingan sendiri-sendiri. Pemegang saham dan manajer masing-masing berkepentingan untuk memaksimalkan tujuannya. Masing-masing pihak memiliki risiko terkait dengan fungsinya, manajer memiliki risiko untuk tidak ditunjuk lagi sebagai manajer jika gagal menjalankan fungsinya, sementara pemegang saham memiliki risiko kehilangan modalnya jika salah memilih manajer. Rumus yang digunakan dalam menghitung kepemilikan manajerial yaitu:
Kepemilikan Manajerial = Jumlah Saham Manajerial X 100%
Jumlah Saham Yang Beredar
2.1.3 Kebijakan Deviden
Deviden merupakan pembayaran dari perusahaan kepada para pemegang saham atas keuntungan yang diperolehnya. Kebijakan deviden adalah kebijakan yang berhubungan dengan pembayaran deviden oleh pihak perusahaan, berupa penentuan besarnya deviden yang dibagikan dan besarnya saldo laba yang ditahan untuk kepentingan perusahaan (sutrisno, 2001:63). Besarnya deviden yang dibagikan perusahaan ditentukan oleh para pemegang saham pada saat berlangsungnya RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham).
Dalam kebijakan deviden terdapat trade off dan merupakan pilihan yang tidak mudah antara membagikan laba sebagai deviden atau diinvestasikan kembali. Apabila perusahaan memilih membagikan laba sebagai deviden maka tingkat pertumbuhan akan berkurang dan berdampak negatif terhadap saham. Disisi lain, apabila perusahaan tidak membagikan deviden maka pasar akan memberikan sinyal negatif kepada prospek perusahaan. Peningkatan dividen memberikan sinyal perubahan yang menguntungkan pada harapan manajer dan penurunan dividen menunjukkan pandangan pesimis prospek perusahaan dimasa yang akan datang (Sartono dan Prasetyanta, 2005).
a. Dividend Payout Ratio
Menurut Deitiana (2011:57-66) dividend payout ratio adalah perbandingan dividen yang diberikan kepada pemegang saham dan laba
bersih per saham. Menurut Arifin dan Fakhrudin (2001), yang dimaksud dividend payout ratio adalah persentase laba yang dibayarkan secara tunai kepada para pemegang saham. Rumus yang digunakan dalam menghitung dividend payout ratio yaitu:
Deviden Payout Ratio = Deviden Per Lembar Saham X 100%
Laba Per Saham Yang Beredar
b. Faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan deviden
Faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan deviden suatu perusahaan diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Kebutuhan dana untuk membayar utang 2. Likuiditas
3. Tingkat pertumbuhan perusahaan 4. Keadaan pemegang saham 5. Pembatasan hukum
6. Pengawasan terhadap perusahaan
C. Teori-teori kebijakan dividen
Dalam dunia keuangan, pada dasarnya terdapat tiga konsep tentang kebijakan deviden, yaitu (Brigham, 2004 seperti dikutip setiawati, 2012):
1. Irrelevance theory
Irrelevance theory adalah suatu teori yang menyatakan bahwa kebijakan dividen tidak mempunyai pengaruh baik terhadap nilai
perusahaan maupun terhadap biaya modalnya. Menurut teori ini, kebijakan dividen tidak mempengaruhi harga saham ataupun cost of capital perusahaan.
2. Bird in the hand theory
Teori dari Lintner (1962:166), menjelaskan bahwa investors favor high dividend income because dividend income is earned as a handful of birds with higher value and less risk than capital income because dividends are more certain than capital income
3. Teori Deviden Residual
Menurut teori dividen residual, perusahaan menetapkan kebijakan dividen setelah semua investasi yang menguntungkan habis dibiayai. Dengan kata lain, dividen yang dibayarkan merupakan „sisa‟
(residual) setelah semua usulan investasi yang menguntungkan habis dibiayai.
2.1.4 Keputusan Investasi
Menurut Harjito dan Martono, (2005:85) investasi merupakan penanaman dana yang dilakukan oleh suatu perusahaan ke dalam suatu aset (aktiva) dengan harapan memperoleh pendapatan dimasa yang akan datang.
Investasi modal sebagai aspek utama kebijakan manajemen keuangan karena investasi adalah bentuk alokasi modal yang realisasinya harus menghasilkan manfaat atau keuntungan di masa yang akan datang.
Keputusan investasi berpengaruh secara langsung terhadap besarnya
rentabilitas investasi dan aliran kas perusahaan untuk waktu-waktu yang akan datang.
Keputusan investasi perusahaan sangat dipengaruhi oleh kesempatan investasi, karena semakin besar kesempatan investasi yang menguntungkan maka investasi yang dilakukan semakin besar, dalam hal ini manajer berusaha mengambil peluang-peluang tersebut untuk memaksimalkan kesejahteraan pemegang saham. Myers yang dikutip Hasnawati (2005:237-264) introduces a set of investment opportunities in relation to achieving company goals. Set Investment opportunity is a combination of assets owned and investment options in the future with a positive net present value
Proksi yang digunakan dalam penelitian ini adalah price earning ratio (PER). Menurut Sutrisno (2012:74), price earning ratio mengukur seberapa besar perbandingan antara harga saham perusahaan dengan keuntungan yang akan diperoleh oleh pemegang saham. Price earning ratio melihat harga pasar saham relatif terhadap earning. Perusahaan yang diharapkan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tinggi, yang berarti mempunyai prospek yang baik biasanya mempunyai price earning ratio yang tinggi. Sebaliknya, perusahaan yang diharapkan mempunyai pertumbuhan rendah, akan mempunyai price earning ratio yang rendah (Hanafi, 2012).
Price earning ratio dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
Price Earning Ratio = Harga Saham Laba Per Lembar Saham
2.1.5 Keputusan Pendanaan
Keputusan pendanaan merupakan keputusan yang menyangkut struktur keuangan (financial structure). Struktur keuangan merupakan komposisi dari keputusan pendanan yang meliputi hutang jangka pendek, hutang jangka panjang dan modal sendiri. Struktur keuangan perusahaan sering kali berubah akibat investasi yang akan dilakukan perusahaan dan akan berpengaruh pada komposisi pendanaan perusahaan. Setiap perusahaan akan mengharapkan adanya struktur modal yang dapat memaksimalkan nilai perusahaan dan meminimalkan biaya modal (purnamasari, 2009:106-109).
Keputusan pendanaan dipengaruhi oleh faktor eksternal dan selanjutnya mempengaruhi kinerja keuangan yang dicapai maupun dalam menentukan kebijakan deviden. Keputusan pengelolaan aktiva menyangkut operasi berbagai jenis aktiva yaitu komponen aktiva lancar dan semua jenis aktiva tetap secara efisiensi untuk memperoleh laba bersih secara maksimal (Darminto, 2008:53-68).
Ramlall, (2009:84) menyatakan bahwa in choosing sources of funding, whether sourced from within or from outside the company, pecking order theory establishes a sequence of funding decisions whereby first-time managers will choose to use retained earnings, debt and stock issuence as
the prefered. Teori ini didasarkan pada argumentasi bahwa penggunaan laba ditahan lebih murah dibandingkan sumber dana eksternal. Penggunaan sumber dana eksternal melalui hutang hanya akan digunakan jika kebutuhan investasi lebih tinggi dari sumber internal.
Proksi yang digunakan untuk mengukur keputusan pendanaan adalah dengan menggunakan Debt to Equity Ratio (DER). Rasio ini menunjukkan perbandingan antara pembiayaan dan pendanaan melalui hutang dengan pendanaan melalui ekuitas. DER dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
DER/Debt to Equity = Total Hutang Total Ekuitas
2.1.6 Ukuran Perusahaan
Menurut (Sujianto, 2001:59) ukuran perusahaan adalah besar kecilnya suatu perusahaan yang ditunjukkan oleh total aktiva, jumlah penjualan, rata-rata total penjualan dan rata-rata total aktiva. Jadi ukuran perusahaan merupakan ukuran atau besarnya aset yang dimiliki oleh suatu perusahaan.
Penelitian ukuran perusahaan dapat menggunakan tolak ukur aset. Karena total aset perusahaan bernilai besar maka hal ini dapat disederhanakan dengan mentranformasikan ke dalam logaritma natural (Ghozali, 2006:63) sehingga ukuran perusahaan juga dapat dihitung dengan:
Ukuran Perusahaan = Ln Total Asset
Perusahaan yang berukuran besar mempunyai berbagai kelebihan dibanding perusahaan berukuran kecil. Kelebihan tersebut yang pertama adalah ukuran perusahaan dapat menentukan tingkat kemudahan perusahaan memperoleh dana dari pasar modal. Kedua, ukuran perusahaan menentukan kekuatan tawar-menawar (bargaining power) dalam kontrak keuangan. Dan ketiga, ada kemungkinan pengaruh skala dalam biaya dan return membuat perusahaan yang lebih besar dapat memperoleh lebih banyak laba (sawir, 2004:67).
2.1.7 Nilai Perusahaan
Nilai perusahaan dapat didefinisikan dari nilai harga sahamnya, yang berarti semakin tinggi harga saham, semakin tinggi pula nilai perusahaan. Nilai perusahaan yang tinggi mengindikasikan kemakmuran pemegang saham, yang berarti tujuan utama perusahaan didirikan yaitu untuk memakmurkan pemilik (pemegang saham) telah tercapai (Sulistiono, 2010:73).
Nilai perusahaan dapat diukur melalui nilai harga saham di pasar, berdasarkan terbentuknya harga saham perusahaan di pasar, yang merupakan refleksi penilaian oleh publik terhadap kinerja perusahaan secara rill. Dikatakan secara riil karena terbentuknya harga dipasar merupakan bertemunya titik-titik kestabilan kekuatan permintaan dan titik-titik kestabilan penawaran harga yang secara riil terjadi transaksi jual beli surat berharga di pasar modal antara para penjual (emiten) dan para investor, atau
sering disebut sebagai ekuilibrium pasar. Oleh karena itu, dalam teori keuangan pasar modal, harga saham di pasar disebut sebagai konsep nilai perusahaan.
Nilai perusahaan lazim diindikasikan dengan price to book value. Price to book value menggambarkan seberapa besar pasar menghargai nilai buku saham suatu perusahaan. Semakin tinggi rasio ini berarti pasar percaya akan prospek perusahaan tersebut (Hermuningsih dan Wardani, 2009:173-183). Price to book value dapat diartikan sebagai hasil perbandingan antara harga pasar saham dengan nilai buku saham.
Price to book value dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
PBV= Harga Saham Nilai Buku Per Lembar Saham
2.2 Tinjauan Penelitian Terdahulu
Adapun penelitian terdahulu sehubungan dengan penelitian saya, dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 2.1
Tinjauan Penelitian terdahulu
No Nama
Peneliti
Judul Penelitian Variabel Penelitian Hasil Penelitian 1 Naiborhu
(2014) Pengaruh Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, Kebijakan Deviden dan Modal Intelektual Terhadap Nilai Perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2010-2012
Variabel Independen:
Keputusan investasi
Keputusan pendanaan
Kebijakan deviden
Modal intelektual Varibel dependen:
Nilai perusahaanKeputusan investasi dan keputusan pendanaan
berpengaruh
signifikan terhadap nilai perusahaan.
Secara parsial variabel kebijakan deviden tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan 2 Rizqia dkk
(2013)
Pengaruh kepemilikan manajerial, leverage, profitabilitas, ukuran perusahaan,
invesment opportunity set dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan
Variabel Independen:
Kepemilikan manajerial
Leverage
Profitabilitas
Ukuran perusahaan
Investment opportunity set
Kebijakan deviden Variabel dependen:
Nilai perusahaan
Kepemilikan
manajerial, Leverage, profitabilitas, ukuran perusahaan,invesment opportunity set dan kebijakan deviden berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan
3 Senda
(2013)
Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional,
Kebijakan Dividen, Profitabilitas,
Leverage Financial, dan Invesment Opportunity Set Terhadap Nilai Perusahaan
Variabel Independen:
Kepemilikan manajerial
Kepemilikan institusional
Kebijakan dividen
Profitabilitas
Leverage financial
Invesment opportunity set Variabel dependen:
Nilai perusahaan
Kepemilikan Institusional, investment
opportunity set tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
Kebijakan dividen, profitabilitas,
leveragefinancial berpengaruh terhadap nilai perusahaan
4 Mahendra (2011)
Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan (Kebijakan dividen
Variabel Independen:
Kinerja keuangan
Likuiditas, profitabilitas berpengaruh
signifikan terhadap
Sebagai Variabel Moderating) Pada Perusahaan
Manufaktur di BEI
Variabel dependen:
Nilai perusahaan
nilai perusahaan, leverage berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan, kebijakan dividen tidak mampu secara signifikan memoderasi pengaruh likuiditas, leverage, profitabilitas terhadap nilai perusahaan 5 Anzlina
(2013)
Pengaruh Tingkat Likuiditas,
Solvabilitas,
Aktivitas, dan Profitabilitas
Terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Real Estate dan Property di BEI Tahun 2006- 2008
Variabel Independen:
Likuiditas
Solvabilitas
Aktivitas
Profitabilitas Variabel Dependen:
Nilai Perusahaan
Likuiditas berpengaruh
signifikan terhadap nilai perusahaan, solvabilitas, aktivitas, profitabilitas tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan
6 Astriani (2014)
Pengaruh Kepemilikan
Manajerial, Leverage, Profitabilitas, Ukuran Perusahaan dan Invesment Opprtunity Set Terhadap Nilai Perusahaan
Variabel Independen:
Kepemilikan Manajerial
Leverage
Profitabilitas
Ukuran Perusahaan
Invesment Opportunity Set Variabel Dependen:
Nilai Perusahaan
Kepemilikan
manajerial, leverage, profitabilitas,
investment
opportunity set berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, ukuran perusahaan
berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan
7 Sujoko dan Soebiantoro
(2007)
Pengaruh Struktur Kepemilikan Saham, Leverage, Faktor Intern dan Faktor Ekstern Terhadap Nilai Perusahaan
Variabel Independen:
Kepemilikan saham,
Leverage
Faktor intern
Faktor ekstern Variabel Dependen:
Nilai perusahaan
Kepemilikan
manajerial tidak berpengaruh
signifikan terhadap nilai perusahaan, kepemilikan
institusional, tingkat suku bunga, leverage, berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan
2.3 Kerangka Konseptual
Kerangka konseptual dari penelititan ini digambarkan sebagai berikut:
H1
H2
H3
H4
H5
H6 Gambar 2.1
Kerangka Konseptual
Berdasarkan uraian teori yang telah dikemukakan sebelumnya dan tinjauan penelitian terdahulu, maka variabel yang terkait dalam penelitian ini dapat dirumuskan melalui satu kerangka konseptual tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh Kepemilikan Manajerial, Kebijakan Deviden, Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, dan Ukuran Perusahaan.
Kepemilikan Manajerial (X1)
Kebijakan Dividen (X2)
Keputusan Investasi (X3)
Keputusan Pendanaan (X4)
Ukuran Perusahaan (X5)
Nilai Perusahaan
(Y)
2.3.1 Pengaruh Kepemilikan Manajerial Terhadap Nilai Perusahaan
Salah satu upaya untuk mengurangi terjadinya agency problem adalah dengan memberikan insentif kepada agen atau pihak manajemen. Insentif tersebut dapat berupa porsi kepemilikan saham perusahaan kepada para manajer (Fadah, 2010:46-57). Borolla (2011:62-78) menerangkan, apabila didasarkan pada logika, kepemilikan saham oleh manajer akan menurunkan kecenderungan untuk melakukan tindakan mengkonsumsi perquisiters secara berlebihan. Fadah (2010) menjelaskan upaya ini ditujukan agar kepentingan antara pihak manajemen dan pihak pemegang saham dapat disejajarkan.
Dengan adanya sebagian proporsi saham perusahaan yang dimiliki oleh manajemen, maka hal tersebut akan menjadikan pihak manajemen bisa merasakan manfaat dari keputusan-keputusan yang diambilnya. Begitupun sebaliknya, risiko-risiko akibat kesalahan pengambilan keputusan juga dapat secara langsung dirasakan dampaknya (Taswan, 2003:162-181).
Taswan menjelaskan dimana hasil penelitian tersebut menunjukkan hasil bahwa keputusan menjual perusahaan yang memiliki tingkat kepemilikan manajerial yang lebih besar akan mendapat respon dari investor yang lebih menguntungkan daripada perusahaan yang memiliki tingkat kepemilikan manajerial yang lebih kecil. Hasil penelitian yang senada juga ditunjukkan oleh hasil penelitian Soliha dan Taswan (2002). Penelitian tersebut menemukan bahwa nilai perusahaan secara positif dan signifikan dipengaruhi oleh insider ownership.
Studi tersebut mengindikasikan bahwa kepemilikan oleh insider merupakan insentif untuk meningkatkan kinerja perusahaan (Soliha dan Taswan, 2002:1-18).
2.3.2 Pengaruh Kebijakan Deviden Terhadap Nilai Perusahaan
Kebijakan deviden merupakan corporate action yang penting dan harus dilakukan oleh perusahaan. Kebijakan deviden merupakan kebijakan untuk menentukan seberapa banyak keuntungan yang akan dibagikan kepada pemegang saham. Keuntungan yang dibagikan akan menentukan tingkat kesejahteraan pemegang saham dimana hal tersebut adalah tujuan dari perusahaan. Ketika deviden yang dibagikan semakin besar, kinerja emiten atau perusahaan akan dianggap semakin baik dan dinilai menguntungkan. Penilaian yang baik tersebut akan tercermin dari tingkat harga saham perusahaan. Kondisi tersebut sejalan dengan pendapat Rozeff (1982:249) that dividends contain information or cues the prospect of the company
Muncul beberapa pendapat terkait dengan bagaimana suatu kebijakan deviden mempengaruhi nilai perusahaan. Pendapat pertama bisa disebut dengan teori irrelevansi deviden dimana di dalamnya disebutkan bahwa kebijakan deviden tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Pendapat kedua menyebutkan bahwa deviden yang tinggi akan menyebabkan peningkatan pada nilai perusahaan atau biasa dikenal dengan Bird in The Hand Theory. Kemudian pendapat yang terakhir atau pendapat ketiga menjelaskan bahwa ketika rasio pembayaran deviden atau Dividend Payout Ratio semakin tinggi maka nilai perusahaan justru menjadi semakin rendah (Hatta yang dikutip Wijaya, 2010:1- 21).
2.3.3 Pengaruh keputusan Investasi Terhadap Nilai Perusahaan
Keputusan investasi merupakan keputusan yang menyangkut mengenai menanamkan modal di masa sekarang untuk mendapatkan hasil atau keuntungan di masa yang akan datang. Hasil penelitian haruman (2007:1-20), menyatakan bahwa investasi yang tinggi yang dilakukan perusahaan, maka akan meningkatkan nilai perusahaan. Investasi yang tinggi merupakan sinyal pertumbuhan pendapatan perusahaan di masa yang akan datang. Sinyal tersebut akan dianggap sebagai good news yang nantinya akan mempengaruhi persepsi investor terhadap kinerja perusahaan yang akhirnya akan mempengaruhi nilai perusahaan.
2.3.4 Pengaruh Keputusan Pendanaan Terhadap Nilai Perusahaan
Keputusan pendanaan merupakan keputusan mengenai sumber dana yang akan digunakan oleh perusahaan. Sumber dana terbagi dua yaitu sumber dana internal dan sumber dana eksternal. Sumber dana eksternal yang digunakan oleh perusahaan adalah utang dan modal sendiri. Untuk menentukan komposisi pendanaan yang optimal yang nantinya dapat mempengaruhi nilai perusahaan, seorang manajer haruslah mempertimbangkan komposisi antara penggunaan utang dengan modal sendiri.
Jensen (1986:323-329), menyatakan bahwa with the exisience of debt, it can be used to control excessive free cash flow by management, thereby avoiding wasted investment and will increase the value of the company.
Peningkatan rasio utang suatu perusahaan merupakan sinyal positif bagi investor
dengan asumsi bahwa cash flow perusahaan di masa mendatang akan terjaga dan adanya utang juga menunjukkan optimisme dari manajemen dalam melakukan investasi, sehingga diharapkan bahwa di masa mendatang prospek perusahaan semakin cerah.
Modigliani Miller (1961:433), menyimpulkan bahwa penggunaan utang akan meningkatkan nilai perusahaan karena biaya bunga utang adalah biaya yang mengurangi pembayaran pajak. Kesimpulan ini didukung oleh hasil penelitian Mizqia dkk (2013), Afzal dan Rohman (2012), dan Pancawati (2009), menyatakan bahwa keputusan pendanaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.
2.3.5 Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan
Nilai total aset perusahaan merupakan cerminan bagi besar kecilnya ukuran suatu perusahaan. Semakin besar ukuran perusahaan, maka investor cenderung lebih banyak menaruh perhatian pada perusahaan tersebut. Hal ini diperkuat dengan adanya alasan yang menyatakan bahwa perusahaan yang besar cenderung lebih stabil kondisinya. Ketertarikan investor untuk memiliki saham pada perusahaan yang kondisinya stabil menjadikan harga saham mengalami peningkatan. Dimana peningkatan tersebut menjadikan perusahaan dianggap memiliki nilai yang lebih besar pula (hardiyanti, 2012:1-18).
Penelitian yang dilakukan oleh sofyaningsih dan Hardiningsih (2011:68-87) menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Penelitian tersebut berhasil membuktikan dugaan
awalnya yang menyatakan bahwa semakin besar ukuran perusahaan maka semakin tinggi tingkat keyakinan investor terhadap kemampuan perusahaan dalam memberikan tingkat pengembalian investasi.
2.4 Hipotesis Penelitian
Hipotesis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah apakah Kepemilikan Manajerial, Kebijakan Deviden, Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan dan Ukuran perusahaan berpengaruh secara parsial maupun simultan terhadap Nilai perusahaan Consumer goods.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian asosiatif kausal.
Menurut Sugiyono (2006:11) penelitian asosiatif kausal adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan sebab akibat antara dua variabel atau lebih.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data keuangan perusahaan barang dan konsumsi periode 2013 sampai 2015. Data kuantitatif merupakan data yang berbentuk angka.
3.2 Tempat Dan Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan pada perusahaan barang dan konsumsi di Indonesia yang terdaftar di www.idx.co.id maupun dari website perusahaan masing-masing serta dari jurnal-jurnal penelitian sebelumnya. Website tersebut masing dipilih sebagai tempat penelitian karena terdapat laporan tahunan yang lengkap. Waktu penelitian ini dimulai dari bulan November 2016 sampai Februari 2017.
3.3 Batasan Operasional
Ada beberapa batasan yang terdapat dalam penelitian ini :
1. Objek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
2. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel independen dan variabel dependen. Variabel independen terdiri dari: Kepemilikan Manajerial, Kebijakan Deviden, Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, dan Ukuran Perusahaan. Variabel dependennya adalah Nilai Perusahaan.
3. Data yang digunakaan didalam penelitian ini adalah laporan keuangan tahunan Perusahaan sektor industri barang dan konsumsi pada periode 2013- 2015.
3.4 Definisi Operasional Dan Pengukuran Variabel
Variabel yang diteliti harus didefenisikan secara operasional agar lebih mudah dicari hubungannya antara satu variabel dengan lainnya dan pengukurannya. Dilihat dari sudut pandang hubungannya variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari variabel independen dan variabel dependen.
3.4.1 Variabel Independen
Variabel independen atau variabel bebas merupakan variabel stimulus atau variabel yang mempengaruhi variabel lain (Sarwono, 2006:54). Variabel ini merupakan variabel yang variabelnya diukur, dimanipulasi, atau dipilih oleh peneliti untuk menentukan hubungannya dengan suatu gejala yang diobservasi. Variabel independen dalam penelitian ini adalah:
1. Kepemilikan Manajerial
Kepemilikan manajerial adalah tingkat kepemilikan saham pihak manajemen yang secara aktif ikut dalam pengambilan keputusan, misalnya direktur dan komisaris (Wahidahwati, 2002:601-625). Kepemilikan manajerial ini diukur dengan proporsi saham yang dimiliki perusahaan pada akhir tahun dan dinyatakan dalam presentase.
2. Kebijakan Deviden
Deviden merupakan pembayaran dari perusahaan kepada para pemegang saham atas keuntungan yang diperolehnya.
Kebijakan deviden adalah kebijakan yang berhubungan dengan pembayaran deviden oleh pihak perusahaan, berupa penentuan besarnya dividen yang dibagikan dan besarnya saldo laba yang ditahan untuk kepentingan perusahaan (sutrisno, 2001:63).
3. Keputusan Investasi
Menurut Harjito dan Martono, (2005:85) investasi merupakan penanaman dana yang dilakukan oleh suatu perusahaan ke dalam suatu aset (aktiva) dengan harapan memperoleh pendapatan dimasa yang akan datang.
4. Keputusan Pendanaan
Keputusan pendanaan dapat diartikan sebagai keputusan yang menyangkut struktur keuangan (financial structure). Struktur keuangan merupakan komposisi dari keputusan pendanan yang meliputi hutang jangka pendek, hutang jangka panjang dan modal sendiri. Struktur keuangan perusahaan sering kali berubah akibat investasi yang akan dilakukan perusahaan dan akan berpengaruh pada komposisi pendanaan perusahaan. Setiap perusahaan akan mengharapkan adanya struktur modal yang dapat memaksimalkan nilai perusahaan dan meminimalkan biaya modal (purnamasari, 2009:106-109).
5. Ukuran Perusahaan
Menurut (Sujianto, 2001:59) ukuran perusahaan adalah besar kecilnya suatu perusahaan yang ditunjukkan oleh total aktiva, jumlah penjualan, rata-rata total penjualan dan rata-rata total aktiva.
Jadi ukuran perusahaan merupakan ukuran atau besarnya aset yang dimiliki oleh suatu perusahaan.
3.4.2 Variabel Dependen 1. Nilai Perusahaan
Nilai perusahaan dapat didefinisikan dari nilai harga sahamnya, yang berarti semakin tinggi harga saham, semakin tinggi pula nilai perusahaan. Nilai perusahaan yang tinggi mengindikasikan kemakmuran pemegang saham, yang berarti tujuan utama perusahaan didirikan yaitu untuk memakmurkan pemilik (pemegang saham) telah tercapai (Sulistiono, 2010:73).
3.5 Skala Pengukuran Variabel
Skala pengukuran variabel dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :
Tabel 3.1
DEFINISI OPERASIONAL DAN SKALA PENGUKURAN VARIABEL
No Variabel Definisi Pengukuran Skala
1 Kepemilikan manajerial (X1)
Kepemilikan
manajerial adalah tingkat kepemilikan
saham pihak
manajemen yang secara aktif ikut dalam pengambilan
keputusan, misalnya direktur dan komisaris (Wahidahwati, 2002).
Kepemilikan Manajerial =
Jumlah Saham Manajerial x 100 % Jumlah Saham Yang Beredar
Rasio
2 Kebijakan deviden (X2)
Kebijakan deviden adalah kebijakan yang berhubungan dengan pembayaran dividen oleh pihak perusahaan, berupa penentuan
Deviden Payout Rasio =
Deviden per lembar saham x 100%
Laba per saham yang beredar
Rasio
besarnya dividen yang dibagikan dan besarnya saldo laba yang ditahan untuk kepentingan
perusahaan (sutrisno, 2001).
3 Keputusan investasi (X3)
Menurut Harjito dan Martono, (2005) investasi merupakan penanaman dana yang dilakukan oleh suatu perusahaan ke dalam suatu aset (aktiva) dengan harapan memperoleh
pendapatan dimasa yang akan datang.
Price Earning Ratio = Harga saham
Laba per Lembar Saham
Rasio
4 Keputusan pendanaan (X4)
Keputusan pendanaan dapat diartikan sebagai keputusan yang menyangkut struktur keuangan (financial structure). Struktur keuangan merupakan komposisi dari keputusan pendanan yang meliputi hutang jangka pendek, hutang jangka panjang dan modal sendiri.
Struktur keuangan perusahaan sering kali berubah akibat investasi yang akan dilakukan perusahaan dan akan berpengaruh pada komposisi pendanaan
perusahaan. Setiap perusahaan akan mengharapkan adanya struktur modal yang dapat memaksimalkan nilai perusahaan dan meminimalkan biaya
Debt to Equity Ratio = Total Hutang
Total Ekuitas
Rasio
modal (purnamasari, 2009).
5 Ukuran Perusahaan (X5)
Menurut (Sujianto,
2001) ukuran
perusahaan adalah besar kecilnya suatu perusahaan yang ditunjukkan oleh total aktiva, jumlah penjualan, rata-rata total penjualan dan rata-rata total aktiva.
Jadi ukuran
perusahaan merupakan ukuran atau besarnya aset yang dimiliki oleh suatu perusahaan.
Ukuran Perusahaan =
Ln Total Assets Rasio
6 Nilai Perusahaan (Y)
Nilai perusahaan dapat didefinisikan dari nilai harga sahamnya, yang berarti semakin tinggi harga saham, semakin tinggi pula nilai perusahaan. Nilai perusahaan yang tinggi
mengindikasikan kemakmuran
pemegang saham, yang berarti tujuan utama perusahaan didirikan yaitu untuk memakmurkan
pemilik (pemegang saham) telah tercapai (Sulistiono, 2010).
Price to book value = Harga saham
Nilai buku per lembar saham
Rasio
3.6 Populasi Dan Sampel Penelitian 3.6.1 Populasi
Menurut Kuncoro (2003:55), Populasi merupakan “Wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang menjadi kuantitas dan karakterisitk tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”. Populasi yang digunakan untuk penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur sektor industri barang dan konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 2013 sampai dengan tahun 2015 yang berjumlah 37 perusahaan.
3.6.2 Sampel
Menurut Erlina (2011:82) Sampel adalah “Bagian populasi yang digunakan untuk memperkirakan karakteristik populasi, Hasil penelitian yang menggunakan sampel, maka kesimpulannya akan diberlakukan untuk populasi. Oleh sebab itu, sampel yang diambil dari populasi harus benar- benar representatif atau mewakili.Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah penarikan sampel secara purpose sampling yaitu penetapan sampel dengan didasari pada kriteria tertentu. Kriteria untuk dipilih menjadi sampel adalah:
1. Perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
2. Perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang menyediakan data laporan keuangan.
3. Perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang di IPO sebelum januari 2013 dan tidak di-delisting selama periode penelitian.
4. Perusahaan yang menghasilkan laba (earnings) setiap tahun selama 2013-2015.
Berdasarkan kriteria yang dikemukakan di atas, maka diperoleh 17 sampel yang diperlihatkan dalam tabel 3.2 berikut ini:
Tabel 3.2
Daftar Perusahaan Manufaktur Sektor Barang Dan Konsumsi
No Kode
Perusahaan
Nama Perusahaan Kriteria Keterangan I II III IV
1 AISA Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk
√ √ √ √ Sampel 1
2 ALTO Tri Banyan Tirta Tbk √ − √ √ −
3 CEKA Wilmar Cahaya Indonesia Tbk
√ √ √ √ Sampel 2
4 DLTA Delta Djakarta Tbk √ √ √ √ Sampel 3 5 ICBP Indofood CBP Sukses
Makmur Tbk
√ √ √ √ Sampel 4
6 INDF Indofood Sukses Makmur Tbk
√ √ √ √ Sampel 5
7 MLBI Multi Bintang Indonesia Tbk
√ √ √ − −
8 MYOR Mayora Indah Tbk √ √ √ − −
9 PSDN Prashida Aneka Niaga Tbk
√ √ √ − −
10 ROTI Nippon Indosari Corporindo Tbk
√ √ √ √ Sampel 6
11 SKBM Sekar Bumi Tbk √ √ √ √ Sampel 7 12 SKLT Sekar laut Tbk √ √ √ √ Sampel 8 13 STTP Siantar Top Tbk √ √ √ √ Sampel 9 14 ULTJ Ultrajaya Milk Industry √ √ √ − −