• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Statistik t (Uji Parsial)

Dalam dokumen SKRIPSI OLEH ALFIN RACHMADSYAH OCTAVIANTO (Halaman 56-0)

BAB III. METODE PENELITIAN

3.9. Teknik Analisis Data

3.9.5. Uji Hipotesis

3.9.5.2. Uji Statistik t (Uji Parsial)

Uji-t (pengujian parsial) ini dilakukan untuk menguji pengaruh variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen, yaitu pengaruh dari masing-masing variabel independen yang terdiri atas Kepemilikan Manajerial, Kebijakan Dividen, Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, dan Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan. pengukuran pengaruh ini melibatkan variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y).

3.9.5.3 Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik F)

Uji F digunakan untuk menguji signifikansi pengaruh Kepemilikan Manajerial, Kebijakan Deviden, Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, dan Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan consumer goods yang terdaftar di BEI secara simultan. Apabila tingkat signifikansinya lebih kecil dari 0.05 maka dapat dikatakan bahwa semua variabel independen secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel dependen ( Ghozali, 2005:53).

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian 4.1.1`Data penelitian

Penelitian ini menggunakan data perusahaan consumer goods yang terdaftar di BEI pada periode 2013-2015 sebagai populasi penelitian perusahaan consumer goods yang terdaftar selama periode tersebut berjumlah 37 perusahaan, akan tetapi hanya terdapat 17 perusahaanyang dijadikan sampel dalam penelitian ini sesuai dengan kriteria-kriteria pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Berikut ini adalah daftar perusahaan yang menjadi sampel penelitian :

Tabel 4.1

Daftar Sampel Perusahaan Consumer Goods Yang Terdaftar DI BEI periode 2013-2015

No Kode Nama Perusahaan

1 AISA Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk 2 CEKA Wilmar Cahaya Indonesia Tbk 3 DLTA Delta Djakarta Tbk

4 ICBP Indofood CBP Sukses Makmur Tbk 5 INDF Indofood Sukses Makmur Tbk 6 ROTI Nippon Indosari Corporindo Tbk

7 SKBM Sekar Bumi Tbk 8 SKLT Sekar Laut Tbk 9 STTP Siantar Top Tbk 10 GGRM Gudang Garam Tbk 11 KAEF Kimia Farma Tbk 12 KLBF Kalbe Farma Tbk

13 MERK Merck Tbk

14 TSPC Tempo Scan Pasific Tbk 15 TCID Mandom Indonesia Tbk 16 UNVR Unilever Indonesia Tbk 17 CINT Chitose International Tbk Sumber : www.idx.com

4.2 Hasil Uji Asumsi Klasik

Pengujian asumsi klasik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji normalitas, uji multikolinearitas,uji heterokedastisitas, dan uji autokorelasi.

Adapun syarat penelitian lolos uji asumsi klasik adalah data berdistribusi normal, tidak terdapat multikolinearitas, data penelitian homokedastisitas (tidak heterokedastisitas) serta tidak terjadi autokorelasi.

4.2.1 Hasil Uji Normalitas

Uji Normalitas dapat dilakukan dengan melihat grafik normal plot yang dapat disimpulkan bahwa jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas. Jika data menyebar jauh dari diagonal/tidak mengikuti garis diagonal maka tidak menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas. Atau dengan cara penarikan kesimpulan dengan menggunakan nilai Asymp.Sig tentang data tersebut mendekati atau merupakan distribusi normal dapat dilihat sebagai berikut:

a. Nilai Sig. Atau signifikan atau probabilitas < 0,05 maka distribusi data adalah tidak normal,

b. Nilai Sig. Atau signifikan atau probabilitas > 0,05 maka distribusi data adalah normal.

Berikut adalah hasil uji normalitas atas lima variable independent dan satu variable dependent :

Tabel 4.2

Hasil Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov (KS) One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 51

Normal Parametersa,b Mean .0000000 Std.

Deviation .46097331 Most Extreme

Differences

Absolute .072

Positive .072

Negative -.062

Test Statistic .072

Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

d. This is a lower bound of the true significance.

Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS 23

Dari data diatas dapat diketahui bahwa nilai Asymp.Sig sebesar 0,20 lebih besar dari syarat normalitas sebesar 0,05. Hal tersebut membuktikan bahwa variable X1 (Kepemilikan Manajerial), X2 (Kebijakan Deviden), X3

(Keputusan Investasi), X4 (Keputusan Pendanaan), X5 (Ukuran Perusahaan), dan variable Y ( Nilai Perusahaan) terdistrubusi secara normal.

Data yang terdistribusi secara normal tersebut juga dapat dinilai melalui grafik histogram berikut ini :

Gambar 4.1 Grafik Histogram

Berdasarkan grafik diatas dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal karena grafik histogram menunjukkan distribusi data mengikuti garis diagonal yang tidak melenceng ke kiri atau ke kanan. Namun, jika kesimpulan normal atau tidaknya data hanya dilihat dari grafik histogram, maka hal ini dapat menyesatkan khususnya untuk jumlah sampel yang kecil.

Metode lain yang dapat digunakan dalam analisis grafik adalah dengan melihat normal probability plot yang membandingkan distibusi kumulatif dan distribusi normal.

Jika distribusi data residual normal, maka garis yang akan menggambarkan data sesungguhnya akan mengikuti garis diagonalnya. Uji normalitas dengan melihat probability plot dapat dilihat dalam gambar 4.2 berikut :

Gambar 4.2 Normal Probability Plot

4.2.2 Hasil Uji Multikolinearitas

Uji Multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antara variabel independen. Jika terjadi korelasi maka terdapat masalah multikolinearitas sehingga model regresi tidak dapat digunakan.

Adanya multikolinearitas dapat dilihat dari nilai tolerance dan nilai Variance Inflation Factor (VIF) dengan kriteria pengambilan keputusan sebagai berikut :

a. Tolerance value < 0,1 atau VIF > 10, maka terjadi Multikolinearitas b. Tolerance value > 0,1 atau VIF < 10, maka tidak terjadi

Multikolinearitas

Berikut ini merupakan tabel hasil pengujian multikolinearitas:

Tabel 4.3

Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa

Model

Collinearity Statistics Tolerance VIF 1 (Constant)

kepemilikan manajerial .830 1.205 kebijakan dividen .787 1.271 keputusan investasi .897 1.114 keputusan pendanaan .707 1.414 ukuran perusahaan .880 1.136 a. Dependent Variable: Nilai Perusahaan

Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS 23

Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa nilai tolerance pada variable X1 (Kepemilikan Manajerial) sebesar 0.830 %, X2 (Kebijakan Deviden) sebesar 0.787 %, X3 (Keputusan Investasi) sebesar 0.897 %, X4

(Keputusan Pendanaan) sebesar 0.707 %, dan X5 (Ukuran Perusahaan) sebesar 0.880 %, lebih besar dari 0.10 dan nilai VIF hitung pada lima variabel, variabel X1 (Kepemilikan Manajerial), X2 (Kebijakan Deviden), X3 (Keputusan Investasi), X4 (Keputusan Pendanaan), dan X5 (Ukuran Perusahaan), berada dibawah nilai 10. Dengan demikian maka tidak terdapat multikolinearitas antar variabel bebas, sehingga penelitian dapat dilanjutkan.

4.2.3 Hasil Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari satu pengamatan dengan pengamatan yang lain. Model regresi yang baik adalah tidak terjadi

heteroskedastisitas. Pada penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya problem heterokedastisitas digunakan scatter plot.

Kriteria grafik scatter plot adalah apabila titik-titik pada scatter plot atau diagram pencar tidak membentuk pola tertentu, maka dapat dinyatakan bahwa model regresi tidak terkendala heterokedastisitas. Hasil dari uji Heterokedastisitas dapat dilihat pada grafik scatterplot berikut ini.

Gambar 4.3 Scatterplot

Dari grafik scatterplot diatas dapat disimpulkan bahwa titik menyebar secara acak serta tersebar baik diatas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi, sehingga model regresi layak dipakai untuk memprediksi Nilai Perusahaan berdasarkan variabel X1 (Kepemilikan Manajerial), X2 (Kebijakan Deviden), X3 (Keputusan Investasi), X4 (Keputusan Pendanaan), dan X5 (Ukuran Perusahaan).

4.2.4 Hasil Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu periode t dengan kesalahan periode t – 1. Jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada problem autokorelasi. Autokorelasi ada karena observasi yang berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lain.

Model regresi yang baik adalah regresi yang bebas autokorelasi. Pengujian autokorelasi dilakukan dengan menggunakan uji Durbin-Watson (DW-test). Kriteria untuk penilaian terjadinya autokorelasi dapat dilihat pada table berikut ini

Tabel 4.4

Kriteria Autokorelasi Durbin-Watson (DW)

Hipotesis 0 Ketentuan

Terjadi Autokorelasi Positif Jika nilai DW dibawah -2(DW < -2) Tidak Terjadi Autokorelasi Jika nilai DW berada diantara -2 dan +2

atau -2 ≤ DW ≤ 2

Terjadi Autokorelasi Negatif Jika nilai DW diatas 2 ( DW > 2 )

Dari lima varibel yaitu variable X1 (Kepemilikan Manajerial), X2 (Kebijakan Deviden), X3 (Keputusan Investasi), X4 (Keputusan Pendanaan), dan X5 (Ukuran Perusahaan), maka didapat hasil uji autokorelasi sebagai berikut

Tabel 4.5

Hasil Uji Durbin-Watson Model Summaryb

Model R

R Square

Adjusted R Square

Std. Error of

the Estimate Durbin-Watson

1 .745a .555 .505 .48591 1.155

Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS 23

Dari output di atas dapat dilihat bahwa nilai DW adalah 1,155.

Dengan demikian tidak terjadi autokolerasi karena nilai DW berada diantara -2 dan +2 atau -2 ≤ 1,155 ≤ 2.

4.2.5 Analisis Regresi Linier Berganda

Analisis regresi linier berganda digunakan untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen, dimana penelitian ini menggunakan metode enter. Dari pengujian asumsi klasik dapat disimpulkan bahwa model regresi dapat digunakan dalam pengolahan data. Berdasarkan pengolahan data dengan SPSS, diperoleh hasil pada tabel 4.4 sebagai berikut :

Tabel 4.6

Hasil Uji Regresi Linear Berganda

Coefficientsa

a. Dependent Variable: nilai perusahaan Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS 23

Berdasarkan tabel diatas diperoleh persamaan regresi sebagai berikut :

Dari persamaan regresi tersebut, maka dapat diinterpretasikan beberapa hal berikut:

1. Nilai a (konstanta) adalah sebesar 3,881, hal ini menunjukkan bahwa jika nilai Kepemilikan Manajerial , Kebijakan Deviden, Keputusan

Investasi, Keputusan Pendanaan, dan Ukuran Perusahaan, bernilai konstanta maka akan menyebabkan peningkatan sebesar 3,881,

2. Kepemilikan Manajerial (X1) memiliki koefisien positif sebesar 0.005.

Peningkatan Kepemilikan Manajerial (X1) sebesar satu satuan, maka akan menyebabkan peningkatan Nilai Perusahaan (Y) sebesar 0.005, 3. Kebijakan Deviden (X2) memiliki koefisien negatif sebesar 0.120. Ini

menunjukan hubungan yang berlawanan arah dengan Nilai Perusahaan (Y). hal ini mengandung arti jika Kebijakan Dividen (X2) mengalami peningkatan sebesar satu satuan makan akan menyebabkan Nilai Perusahaan (Y) turun sebesar 0.120 dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain dari model regresi adalah tetap.

4. Keputusan Investasi (X3) memiliki koefisien positif sebesar 0.045.

Peningkatan Keputusan Investasi (X3) sebesar satu satuan, maka akan menyebabkan peningkatan Nilai Perusahaan (Y) sebesar 0.045,

5. Keputusan Pendanaan (X4) memiliki koefisien negatif sebesar 0.319.

Ini menunjukan hubungan yang berlawanan arah dengan Nilai Perusahaan (Y). hal ini mengandung arti jika Keputusan Pendanaan (X4) mengalami peningkatan sebesar satu satuan makan akan menyebabkan Nilai Perusahaan (Y) turun sebesar 0.319 dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain dari model regresi adalah tetap.

6. Ukuran Perusahaan (X5) memiliki koefisien negatif sebesar 0.168. Ini menunjukan hubungan yang berlawanan arah dengan Nilai Perusahaan (Y). hal ini mengandung arti jika Ukuran Perusahaan (X5) mengalami peningkatan sebesar satu satuan makan akan menyebabkan Nilai

Perusahaan (Y) turun sebesar 0.168 dengan asumsi bahwa variable bebas yang lain dari model regresi adalah tetap.

4.3 Hasil Pengujian Hipotesis

4.3.1 Hasil Pengujian Koefisien Determinasi (R2)

Berikut adalah hasil uji SPSS dengan menggunakan lima variable independent dan satu variable dependent:

Tabel 4.7

Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2) Model Summaryb

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .745a .555 .505 .48591

a. Predictors: (Constant), ukuran perusahaan, keputusan investasi, kebijakan dividen, kepemilikan manajerial, keputusan pendanaan

b. Dependent Variable: Nilai Perusahaan Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS 23

Dari tampilan output SPSS dalam Tabel 4.5 dapat dilihat bahwa besarnya adjusted R-square sebesar 0,505 atau 50,5 %. Hal ini berarti 50.5% variabel dependen Nilai Perusahaan dapat dijelaskan secara signifikan oleh variasi variabel independen. Variabel independen tersebut adalah Kepemilikan Manajerial, Kebijakan Dividen, Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, dan Ukuran Perusahaan. Sedangkan sisanya sebesar 49.5 % (100% - 50.5 %) dijelaskan oleh variabel lain di luar model regresi dalam penelitian ini.

4.3.2 Hasil Pengujian Uji Simultan (Uji F)

Uji F digunakan untuk menguji apakah semua variabel independen yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen (Gozhali, 2013). Dasar pengambilan keputusan sebagai berikut :

 Jika Sig. F statistik < 0,05 signifikan secara statistik, maka Ho ditolak,

 Jika Sig. F statistik > 0,05 signifikan secara statistik, maka Ho diterima.

Hipotesis yang diajukan di dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

H0: Tidak ada pengaruh antara Kepemilikan Manajerial, Kebijakan Deviden, Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, Ukuran Perusahaan, secara bersama – sama terhadap Nilai Perusahaan

Ha: Terdapat pengaruh antara Kepemilikan Manajerial, Kebijakan Deviden, Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, Ukuran Perusahaan, secara bersama – sama terhadap Nilai Perusahaan

Hasil penelitian dengan uji-F dapat dilihat pada tabel 4.6 sebagai berikut:

Tabel 4.8

Hasil Uji Simultan (Uji F) ANOVAa

Model

Sum of

Squares Df

Mean

Square F Sig.

1 Regression 13.226 5 2.645 11.203 .000b

Residual 10.625 45 .236

Total 23.851 50

a. Dependent Variable: Nilai Perusahaan

b. Predictors: (Constant), ukuran perusahaan, keputusan investasi, kebijakan deviden, kepemilikan manajerial, keputusan pendanaan

Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS 23

Berdasarkan hasil output SPSS di atas F hitung adalah 11,203 α 5% Numerator adalah (jumlah variabel - 1) atau 6 – 1 = 5 dan Denumerator adalah (jumlah kasus – jumlah variabel) atau 51 – 6 = 45 maka F tabel adalah 2,42. Sementara nilai sig sebesar < 0,05 (0,000 < 0,05 ) maka H0 ditolak dan Ha diterima , sehingga hipotesis yang menyatakan tidak ada pengaruh antara Kepemilikan Manajerial, Kebijakan Dividen, Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, dan Ukuran Perusahaan secara bersama – sama terhadap Nilai Perusahaan ditolak. Dengan demikian terbukti bahwa terdapat pengaruh antara Kepemilikan Manajerial, Kebijakan Dividen, Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, dan Ukuran Perusahaan secara bersama – sama terhadap Nilai Perusahaan.

4.3.3 Hasil Pengujian Uji Parsial (Uji t)

Uji t digunakan untuk menguji apakah secara parsial variabel Kepemilikan Manajerial, Kebijakan Deviden, Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, dan Ukuran Perusahaan memberikan pengaruh yang signifikan atau tidak terhadap Nilai Perusahaan. Untuk mengetahuinya dilakukan uji signifikan nilai koefisien variabel bebas dengan uji t yaitu dengan membandingkan nilai t hitung dengan t tabel dan nilai signifikansi level. Ada pun hipotesis dalam uji t ini yaitu :

Ho : Artinya variabel Kepemilikan Manajerial, Kebijakan

Deviden, Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, dan Ukuran Perusahaan secara parsial tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Nilai Perusahaan.

Ha :Artinya variabel Kepemilikan Manajerial, Kebijakan Deviden, Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, dan Ukuran Perusahaan secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Nilai Perusahaan

Berdasarkan nilai t hitung dan t tabel, yaitu :

- Jika nilai t hitung > t tabel maka variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat.

- Jika nilai t hitung < t tabel maka variabel bebas tidak dapat berpengaruh terhadap variabel terikat.

Berdasarkan nilai signifikan hasil output SPSS, yaitu :

- Jika nilai sig. < 0,05 maka variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat.

- Jika nilai sig. > 0,05 maka variabel bebas tidak berpengaruh terhadap variabel terikat.

Maka, dasar pengambilan keputusan dalam uji t adalah sebagai berikut:

- Jika nilai Sig. < 0,05 atau jika t hitung > t tabel, maka Ho ditolak Ha diterima,

- Jika nilai Sig. > 0,05 atau jika t hitung < t tabel, maka Ho diterima Ha ditolak

Berdasarkan pengolahan data dengan SPSS, diperoleh hasil pengujian sebagai berikut :

Tabel 4.9 a. Dependent Variable: Nilai Perusahaan

Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS 23

Berdasarkan output SPSS tersebut, maka secara parsial pengaruh dari masing - masing variabel independen terhadap variabel dependen dapat dijelaskan. Secara parsial pengaruh masing - masing variabel independen terhadap variabel dependen dapat diuraikan sebagai berikut:

-

Nilai t hitung X1 (Kepemilikan Manajerial) sebesar 0.378 sementara nilai t tabel sebesar 2.014 dan nilai signifikan 0.71. Jadi kesimpulannya karena t hitung < t tabel (0.378 < 2,014) dan nilai signifikan 0.71 > 0,05 maka H0 diterima, Ha ditolak. Jadi, secara

parsial antara X1 (Kepemilikan Manajerial) tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap Y (Nilai Perusahaan).

-

Nilai t hitung X2 (Kebijakan Deviden) sebesar 4.006 sementara nilai t tabel sebesar 2.014 dan nilai signifikan 0.00. Jadi kesimpulannya karena t hitung > t tabel (4.006 > 2,014) dan nilai signifikan 0.00 <

0,05 maka H0 ditolak, Ha diterima. Jadi, secara parsial antara X2 (Kebijakan Deviden) terdapat pengaruh yang signifikan terhadap Y (Nilai Perusahaan).

-

Nilai t hitung X3 (Keputusan Investasi) sebesar 1.330 sementara nilai t tabel sebesar 2.014 dan nilai signifikan 0.19. Jadi kesimpulannya karena t hitung < t tabel (1.330 < 2,014) dan nilai signifikan 0.190 >

0,05 maka H0 diterima, Ha ditolak. Jadi, secara parsial antara X3 (Keputusan Investasi) tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap Y (Nilai Perusahaan).

-

Nilai t hitung X4 (Keputusan Pendanaan) sebesar 2.020 sementara nilai t tabel sebesar 2.014 dan nilai signifikan 0.49. Jadi kesimpulannya karena t hitung < t tabel (2.020 < 2,014) dan nilai signifikan 0.49 > 0,05 maka H0 diterima, Ha ditolak. Jadi, secara parsial antara X4 (Keputusan Pendanaan) tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap Y (Nilai Perusahaan).

-

Nilai t hitung X5 (Ukuran Perusahaan) sebesar 5.170 sementara nilai t tabel sebesar 2.014 dan nilai signifikan 0.00. Jadi kesimpulannya karena t hitung > t tabel (5.170 > 2,014) dan nilai signifikan 0.00 <

0,05 maka H0 ditolak, Ha diterima. Jadi, secara parsial antara X5 (Ukuran Perusahaan) terdapat pengaruh yang signifikan terhadap Y (Nilai Perusahaan).

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan rumusan masalah yang telah dijabarkan pada awal bagian Bab I yaitu : “Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Kebijakan Deviden, Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, dan Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan Consumer goods yang terdaftar di BEI periode 2013 - 2015 baik secara simultan maupun parsial”, maka peneliti ingin menjawab dan menyimpulkan sesuai dengan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dipaparkan sebelumnya maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut :

1. Berdasarkan hasil pemaparan pengujian hipotesis koefisien determinasi (R2), koefisien korelasi dan koefisien determinasi (R-square). Nilai R menunjukkan tingkat hubungan antar variabel-variabel independen dan variabel dependen. Dari hasil olah data diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,745 atau sebesar 74,5 % artinya hubungan variabel Kepemilikan Manajerial, Kebijakan Deviden, Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, dan Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan adalah sangat erat. Hasil perhitungan nilai adjusted R square sebesar 0,505 atau sebesar 50,5 %, artinya 50,5 % variabel Nilai Perusahaan dipengaruhi oleh kelima variabel yakni Kepemilikan Manajerial, Kebijakan Deviden, Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, dan Ukuran Perusahaan.

2. Secara simultan variabel independen pada penelitian ini yang terdiri dari Kepemilikan manajerial, Kebijakan Deviden, Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, dan Ukuran Perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan consumer goods yang terdaftar di BEI periode 2013 – 2015. Jika kelima variabel tersebut meningkat, maka nilai perusahaan consumer goods yang terdaftar di BEI juga meningkat.

3. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dan mengacu pada perumusan serta tujuan dari penelitian ini, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

 Hasil pengujian secara parsial, menunjukkan variabel kebijakan deviden dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel nilai perusahaan. Hal ini dapat dilihat dari nilai variabel kebijakan deviden thitung > ttabel dimana 4.006 > 2,014 dengan tingkat signifikansi 0,00 lebih kecil dari 0,05, dan nilai variabel ukuran perusahaan thitung > ttabel dimana 5.170 > 2,014 dengan tingkat signifikansi 0,00 > 0,05.

 Hasil pengujian secara parsial, menunjukkan variabel kepemilikan manajerial, keputusan investasi berpengaruh positif dan tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Sedangkan keputusan pendanaan tidak berpengaruh positif dan tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel nilai perusahaan. Hal ini dapat dilihat dari nilai variabel kepemilikan manajerial thitung < ttabel dimana 0.378 < 2,014 dengan tingkat signifikansi 0,71 < 0,05, nilai variabel keputusan investasi thitung < ttabel dimana 1.330 < 2,014 dengan tingkat

signifikansi 0,190 > 0,05, dan nilai variabel keputusan pendanaan thitung

> ttabel dimana 2.020 > 2,014 dengan tingkat signifikansi 0,49 > 0,05.

5.2 Keterbatasan Penelitian

Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yang memerlukan perbaikan dan pengembangan dalam penelitian-penelitian berikutnya.

Keterbatasan-keterbatasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Sampel pada penelitian ini terbatas hanya pada perusahaan consumer goods yang terdaftar di BEI dengan kriteria tertentu sehingga hanya diperoleh 17 perusahaan sebagai sampel penelitian.

2. Tahun penelitian ini hanya terbatas pada 3 tahun saja, yaitu periode 2013 – 2015.

3. Peneliti hanya menggunakan beberapa rasio keuangan sebagai variabel independen sehingga penelitian yang dihasilkan hanya menggambarkan sebatas pada sebagian kecil rasio keuangan.

5.3 Saran

Berdasarkan hasil analisis penelitian dan keterbatasan penelitian, maka peneliti dapat memberikan beberapa saran, antara lain:

1. Bagi peneliti selanjutnya, objek penelitian agar ditambah menjadi seluruh perusahan yang ada di BEI, sehingga hasil penelitian dapat digeneralisasi.

2. Memperluas sampel penelitian misalnya memperpanjang periode pengamatan dan menambahkan sampel perusahaan dari semua jenis

kategori industri di pasar modal yang lain, misalnya di Bursa Efek Malaysia atau Bursa Efek Singapura agar sampel yang di dapat lebih akurat.

3. Untuk peneliti selanjutnya, indikator penelitian dapat diganti dengan variabel lain atau dapat menambah variabel yang lain yang di duga mempengaruhi perusahaan.

DAFTAR PUSTAKA

Anzlina, Corry Winda. 2013. Pengaruh Tingkat Likuiditas, Solvabilitas, Aktivitas, dan Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Real Estate dan Property di BEI Tahun 2006-2008. Jurnal Ekonomi, Vol. 16, No. 2, April 2013.

Arifin, Johar dan Muhammad Fakhrudin. 2001. Kamus Istilah Pasar Modal, Akuntansi, Keuangan Dan Perbankan. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Astriani, Eno Fuji. 2014. Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Leverage, Profitabilitas, Ukuran Perusahaan dan Invesment Opprtunity Set Terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal Akuntansi dan Bisnis,Vol. 2, No. 1, pp: 1-25.

Borolla. 2011. Analisis Pengaruh Struktur Kepemilikan terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal Prestasi. Vol. 7, No. 1. Hal. 62-78. Ambon.

Darminto. 2008. Pengaruh Profitabilitas, likuiditas, struktur Modal dan Struktur Kepemilikan Saham Terhadap Kebijakan Dividen. (Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial, Vol. 20 No.2, hal. 53-68).

Deitiana, Tita. 2011. Pengaruh Rasio Keuangan, Pertumbuhan Penjualan dan Dividen Terhadap Harga Saham. Jurnal Bisnis dan Akuntansi. 13(1). 57-66.

Dwi Priyatno, (2008). Mandiri Belajar SPSS. Yogyakarta, Mediakom.

Elqorni, Ahmad. 2009. Mengenai Teori Keagenan. http:// elqorni.

Worldpress.com.

Erlina, 2011. Metodologi Penelitian. Medan: Pusat Sistem Informasi Universitas Sumatera Utara. Hal. 82

Fadah, Isti. 2010. Ownership Structure, Dividend Payment, Agency Cost and Corporate Value (suatu Pengujian Model Struktural). Jurnal Ekuitas vol. 14.

No. 1. Hal. 46-57. Terakreditasi No. 110/DIKTI/Kep/2009

Ghozali, Imam. (2005). Aplikasi Analisis Multivariate dengan program SPSS, Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang. Hal.50-53

... 2006. Aplikasi Analisis Multivarite dengan SPSS, Cetakan Keempat, Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang. Hal. 63

... 2011. Aplikasi Analisi Multivariate Dengan Program IBM SPSS 19 (edisi kelima). Semarang: Universitas Diponegoro. Hal. 48

Gujarati, Damodar. (1999). Ekonomitrika Dasar, Terjemahan Sumarno Zain, Erlangga, Jakarta. Hal. 66

Hanafi, Mamduh. 2012. Analisis Laporan Keuangan. Edisi Ketiga, Cetakan Pertama. Penerbit UPP Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN.

Yogyakarta.

Hatta, A.J dan Wijaya, L.R.P. 2010. Pengaruh Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, dan Kebijakan Deviden terhadap Nilai Perusahaan. Kumpulan Makalah, Simposium Nasional Akuntansi 13 purwokerto. Hal. 1-21

Hermuningsih, Sri dan Dewi Kusuma Wardani. 2009. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Nilai PerusahaanYang Terdaftar Di Bursa Efek Malaysia dan Bursa Efek Jakarta. Jurnal Siasat Bisnis Vol. 13 No. 2, Agustus 2009 Hal. 173-183. Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa.

Jensen, Michael C. 1986, Agency cost Of Free Cash Flow, corporate Finance, and Takeovers, American Economic Review 76 (2). Hal. 323-329

Jensen, Michael C., William H. Meckling, 1976. Theory of The firm: Managerial Behavior. Agency Cost and Ownership Structure. The Journal of Financial Economics. 3. Hal. 305-360

Juniarti. 2013. Pengaruh Penerapan Good Corporate Governance Terhadap Nilai Perusahaan Yang Terdaftar di BEI 2007-2011. Bussiness Accounting Review, Vol. 1, No. 2, 306-318.

Kallapur, S & Trombley, M. A. 2001. The Invesment Opportunity Set:

Determinants, Consequense and Measurement. Managerial Finance Volume 27 Number 3.

Kuncoro, 2002. Manajemen Perbankan, Teori dan Aplikasi. Jakarta: PT. Indeks Kelompok Gramedia. Hal. 72

Kuncoro, Mudrajad. 2003. Metode Riset Untuk Bisnis & Ekonomi. Jakarta:

Erlangga, hal. 55

Lintner, John. 1962. Dividend, Earning, Leverage, Stock Price and Supply of Capital to Corporation, Review of Economics and Statistics, August. 166 Mahadwartha Putu Anom dan Jogiyanto Hartono. 2002. Uji Teori Keagenan

dalam Hubungan Interpendensi antara Kebijakan Hutang dengan Kebijakan

dalam Hubungan Interpendensi antara Kebijakan Hutang dengan Kebijakan

Dalam dokumen SKRIPSI OLEH ALFIN RACHMADSYAH OCTAVIANTO (Halaman 56-0)

Dokumen terkait