• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Uji Coba Produk

Dalam dokumen Skala Nyeri (Halaman 71-95)

57

58

• Petunjuk penggunaan perlu dilengkapi dengan frekuensi dan durasi terapi yang disarankan.

• Frekuensi dan durasi yang direkomendasikan sebaiknya didasari dari uji eksperimen.

Media:

Mohon diekplore apakah bisa juga digunakan di segmen tubuh yang lain untuk meningkatkan kemanfaatannya dengan teknik penggunaan yang dimodifikasi misal paha.

2. Analisis Data Validasi Ahli

Semua ahli memberi rekomendasi layak tanpa revisi. Namun terdapat beberapa masukan dan komentar dari ahli terhadap pengembangan awal alat wooden massage roller.

a. Perbaikan pada handbook penggunaan alat yaitu perlu ditambahkannya kriteria inklusi dan eksklusi. Sehingga indikasi penggunaan hanya direkomendasikan untuk penderinya nyeri punggung bawah non spesifik saja

b. Penambahan media pada hand grip supaya ketika tangan berkeringat, hand grip tidak licin dan tetap nyaman digunakan.

c. Pembuatan hand book petunjuk penggunaan dapat dilengkapi kembali termasuk penambahan durasi yang didasari uji eksperimen.

d. Penjabaran alat yang dapat digunakan pada segmen tubuh tertentu agar menambah kebermanfaatan alat.

59 3. Revisi Produk

a. Alat

Gambar 11. Pengembangan alat setelah revisi dari validator b. Handbook Penggunaan Alat

Terdapat tiga otot besar yang mengalami perlakuan, yaitu otot punggung bawah, otot pantat (Gluteus), dan otot paha (hamstring). Secara umum prosedur penggunaan alat sebagai berikut:

4) Otot Punggung Bawah

Gambar 12. Manipulasi bagian punggung bawah

1. Alat ditempelkan tepat bagian tengah belakang punggung dengan masing-masing ujung alat digenggam.

2. Ditekan sesuai kebutuhan.

3. Digerakan ke atas dan bawah secara dinamis.

60

Gambar 13. Manipulasi bagian punggung bawah sisi lateral

1. Alat ditempelkan bagian samping (lateral) punggung bawah dengan masing-masing ujung alat digenggam.

2. Genggaman alat berlawanan arah satu sama lain.

3. Ditekan sesuai kebutuhan.

4. Digerakan ke atas dan bawah secara dinamis.

61 5) Otot Gluteus

Gambar 14. Manipulasi bagian otot gluteus

1. Alat ditempelkan tepat bagian tengah otot pantat dengan masing-masing ujung alat digenggam.

2. Ditekan sesuai kebutuhan.

3. Digerakan ke atas dan bawah secara dinamis.

62 Gambar 15. Manipulasi otot gluteus sisi lateral

1. Alat ditempelkan tepat bagian samping otot pantat dengan masing-masing ujung alat digenggam.

2. Ditekan sesuai kebutuhan.

3. Digerakan ke atas dan bawah secara dinamis.

6) Otot Hamstring

Gambar 16. Manipulasi otot hamstring

1. Alat ditempelkan tepat bagian otot hamsting dengan masing-masing ujung alat digenggam.

2. Ditekan sesuai kebutuhan.

63

3. Digerakan ke atas-bawah / depan-belakang (distal-proximal) secara dinamis.

Semua perlakuan dilakukan 1 set dengan durasi pengulangan 2–4 detik (waktu untuk satu putaran dalam satu arah sepanjang bagian tubuh) total durasi rolling 30-120 detik per set (Behm et al., 2020a) 4. Uji Coba Skala Kecil

Pasca validasi para ahli dan dilakukan perbaikan/revisi dari setiap masukan, maka peneliti melakukan uji coba skala kecil pengembangan alat wooden massage roller pada karyawan Yayasan Bimbingan Islam pada tanggal 7 & 25 Oktober 2022 yang berjumlah lima orang. Adapun langkah-langkah dalam Uji coba skala kecil sebagai berikut:

a. Menemukan karyawan yang menderita nyeri punggung non spesifik disabilitas minimal (Mengisi Owestry Disability Index (ODI))

b. Mengkonfirmasi kesediaan untuk menjadi probandus penelitian dengan menanda tangani confirmed consent

c. Probandus melakukan perlakuan masase dengan wooden massage roller sesuai dengan handbook.

d. Mengisi tingkat nyeri dan megukur fleksibilitas fleksi lumbar pada saat sebelum dan setelah menggunakan alat.

e. Probandus menyerahkan form laporan tingkat nyeri dan angket evaluasi kepada peneliti.

64 Tabel 3. Data dasar subjek Uji coba skala kecil

ODI Kategori ODI Subjek

Umur (Th)

Jenis Kelamin

Tinggi Bandan (cm)

Berat Badan (kg)

A 43 L 172 84 6% Disabilitas minimal

B 30 L 161 50 6% Disabilitas minimal

C 28 L 172 65 2% Disabilitas minimal

D 25 L 171 80 17,7% Disabilitas minimal

E 25 L 175 74 4% Disabilitas minimal

65

Setelah subjek memberikan perlakuan masase dengan alat wooden massage roller langkah berikutnya yaitu mengisi kuisioner yang disediakan oleh peneliti, berisi tentang beberapa tanggapan subjek tentang pengembangan alat dengan substansi keamanan, kenyamanan, kemudahan, dan kebermanfaatan bagi subjek. Informasi secara detail dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Gambar 17. Diagram hasil evaluasi subjek

Hasil evaluasi dari peserta menunjukan bahwa alat yang dikembangkan secara garis besar mudah, nyaman, aman, dan tepat digunakan untuk karyawan yang mayoritas kerja dilakukan dengan cara duduk. Aspek keamanan semua

0% 20% 40% 60% 80% 100% 120%

Kejelasan sasaran penggunaan dari…

Ketepatan alat dengan tujuan terapi masase Membantu mengurangi nyeri punggung bawah Pengembangan alat ini apakah tepat untuk para…

Pengembangan wood massage roller lebih…

Pengembangan wood massage roller lebih praktis Pengembangan wood massage roller mudah…

Pengembangan wood massage roller dapat…

Diagram Evaluasi Subjek

Sangat baik Cukup Kurang

66

subjek sepakat bahwa alat yang dikembangkan aman. Terdapat catatan khusus pada poin durasi bahwa empat dari lima subjek memberikan komentar bahwa durasi terlalu lama sehingga membuat otot trapezius pegal ketika perlakuan berlangsung, sehingga perlu disesuaikan kembali. Selain itu, masukan tentang perbaikan tata cara perlakuan massase dilakukan dalam keadaan berdiri karena hal itu memberatkan.

5. Analisis Uji coba skala kecil

Berdasarkan hasil data uji skala kecil dapat dimaknai bahwa pengembangan alat wooden massage roller dapat diterima oleh subjek sebagai salah satu alternatif alat yang mudah, nyaman, aman, dan tepat digunakan karyawan untuk membantu menurunkan nyeri dan meningkatkan fleksibilitas punggung bawah. Hasil tersebut dapat diketahui dari evaluasi subjek berkaitan dengan nyeri sebelum dan setelah perlakuan menggunakan alat tersebut.

Berdasarkan hasil responden subjek ada beberapa masukan kepada peneliti:

a. Durasi dikurangi menjadi 45 detik setiap bagian perlakuan, mengingat berdasarkan penelitian waktu efektif menggunakan massage roller yaitu 30-120 detik per set (Behm et al., 2020)

b. Perbaikan tata cara perlakuan yang semula massase dilakukan dalam keadaan berdiri (pada otot-otot punggung bawah dan otot gluteus) dirubah menjadi dalam keadaan duduk pada perlakuan otot-otot punggung bawah.

6. Uji Coba Skala Besar dan Uji Coba Efektivitas a. Uji Coba Skala Besar

67

Setelah melewati proses revisi teknis penggunaan alat, peneleti melanjutkan dengan uji coba skala besar. Peneliti melakukan uji coba skala besar pada karyawan Yayasan Bimbingan Islam pada tanggal 7 November 2022 yang berjumlah 10 orang. Adapun langkah-langkah dalam Uji coba skala kecil sebagai berikut:

1) Menemukan karyawan yang menderita nyeri punggung non spesifik dengan disabilitas minimal (Mengisi Owestry Disability Index (ODI))

2) Mengkonfirmasi kesediaan untuk menjadi probandus penelitian dengan menanda tangani confirmed consent

3) Probandus melakukan perlakuan masase dengan pengembangan wooden massage roller sesuai dengan handbook.

4) Mengisi tingkat nyeri dan megukur fleksibilitas fleksi lumbar pada saat sebelum dan setelah menggunakan alat.

5) Probandus menyerahkan form laporan tingkat nyeri, hasil fleksibilitas lumbar, dan angket evaluasi kepada peneliti.

68 Tabel 4. Data dasar Uji coba skala besar

Data Dasar

ODI Kategori ODI Subjek

Umur (Th)

Jenis Kelamin

Tinggi Bandan (cm)

Berat Badan (kg)

A 31 L 164 70 16% Disabilitas minimal

B 25 L 172 84 8% Disabilitas minimal

C 32 L 169 104 8% Disabilitas minimal

D 45 L 175 66 4% Disabilitas minimal

E 43 L 165 98 6% Disabilitas minimal

F 43 L 165 77 6% Disabilitas minimal

G 30 L 161 50 6% Disabilitas minimal

H 28 L 172 65 2% Disabilitas minimal

I 25 L 171 80 17,7% Disabilitas minimal

J 25 L 175 74 4% Disabilitas minimal

69 Tabel 5. Data hasil uji coba skala besar

Gambar 18. Diagram pengukuran skala nyeri Uji coba skala besar

0 1 2 3 4 5 6 7

A B C D E F G H I J

Skala Nyeri

Sebelum perlakuan Setelah perlakuan

Subjek Skala Nyeri Fleksibilitas Lumbar Pretest Posttest Pretest (cm) Posttest (cm)

A 5 4 26 31

B 3 1 32.5 39

C 6 4 21.5 23

D 4 3 26 29.5

E 4 3 18.5 18.5

F 4 2 37.5 39

G 3 1 35 36

H 3 1 33.5 34.5

I 5 3 22 25.5

J 5 5 18.5 25

70

Berdasarkan diagram skala nyeri punggung bawah sebelum dan setelah perlakuan dapat dimaknai bahwa dari kelima subjek pada uji coba skala besar semua mengalami penurunan skala. Adapun dari kesepuluh subjek, terdapat satu subjek yang menunjukan bahwa sebelum dan sesudah perlakuan mempunyai skala nyeri yang sama, yaitu subjek J.

Gambar 19. Diagram pengukuran fleksibilitas lumbar Uji coba skala besar

Berdasarkan diagram pengukuran fleksibilitas lumbar sebelum dan setelah perlakuan dapat dimaknai bahwa dari kesepuluh subjek pada Uji coba skala besar semua mengalami peningkatan fleksibilitas lumbar kecuali subjek E, bahwa pengukuran fleksibilitas lumbar menunjukan nilai yang sama sebelum dan setelah perlakuan.

0 5 10 15 20 25 30 35 40 45

A B C D E F G H I J

Fleksibilitas Lumbar

Sebelum perlakuan Setelah perlakuan

71 b. Uji Coba Efektivitas

Setelah melakukan uji coba skala kecil dan skala besar, langkah selanjutnya yaitu melakukan uji coba efektivitas pada 10 orang. Uji efektivitas dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kebermanfaatan pengembangan wooden massage roller dalam menyembuhkan pada kasus nyeri punggung bawah non-spesifik. Pengujian menggunakan metode eksperimen dengn mengukur skala nyeri dan fleksibilitas sebelum dan setelah diberi perlakuan menggunakan alat pengembangan wooden massage roller. Sdata skala nyeri diukur menggunakan instrumen VAS dan data fleksibilitas lumbar menggunakan instrumen sit and reach. Analisis data hasil uji efektivitas sebagai berikut.

Tabel 6. Data deskriptif skala nyeri dan fleksibilitas sebelum dan setelah perlakuan Item Jumlah Mean Std.

Dev

Min Max

Pretest

Skala nyeri 10 4.2 1.03 3 6

Fleksi lumbar 10 2.7 1.42 18.5 37.5

Posttest

Skala nyeri 10 27.1 7.06 1 5

Fleksi lumbar 10 30.1 7.04 18.5 39

Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif di atas dapat diperoleh data dari 10 subjek yaitu rate-rata, standart deviasi, nilai minimal dan nilai maksimal pada setiap item. Item skala nyeri sebelum perlakuan menunjukan rata-rata

72

skala nyeri 4,2; standart deviasi 1,3; nilai terendah 3; nilai tertinggi 6, sedangkan item fleksi lumbar sebelum perlakuan menunjukan rata-rata 2,7;

standart deviasi 1,42; nilai minimal 18,5; nilai maksimal 37,5. Adapun item skala nyeri setelah perlakuan menunjukan rata-rata 27,1; standart deviasi 7,06;

nilai minimal 1; nilai maksimal 5. Sedangkan item fleksi lumbar setelah perlakuan menunjukan rata-rata 30,1; standart deviasi 7,04; nilai minimal 18,5;

nilai maksimal 39.

c. Hasil Analisis Data

Setelah menganalisis data deskriptif data skala nyeri dan fleksi lumbar sebelum dan setelah perlakuan, selanjutnya akan dilakukan uji-t untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian. Sebelum dilakukan uji-t terlebih dahuli dilakukan uji syarat menggunkan uji normalitas.

Uji normalitas fokus pada apakah variabel yang dianalisis mempunyai sebaran data yang terdistribusi normal atau tidak. Uji ini dilakukan menggunakan uji Kolmogrov-Smirnov. Data dikatakan normal apabila α>0,05.

adapun hasil uji normalitas dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 7. Uji Normalitas

Variabel Signifikasi (α) Keterangan Pretest Skala nyeri 0.19 Normal

Fleksi lumbar 0.27 Normal

Posttest Skala nyeri 0.25 Normal

Fleksi lumbar 0.63 Normal

73

Hasil analisis uji normalitas sebelum perlakuan pada skala nyeri 0,19 dan pada fleksi lumbar 0,27. Adapun hasil setelah perlakuan menunjukan skala nyeri 0,25 dan fleksi lumbar 0,63. Hasil tersebut menunjukan bahwa semua data pada setiap item terdistribusi normal karena α>0,05.

Berdasarkan hasil uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji maka dapat diketahui bahwa uji-t dapat dilakukan karena telah terpenuhi syaratnya yaitu data terdistribusi normal. Sehingga uji beda yang digunakan yaitu uji statistik parametrik dengan uji paired sample t-test. Uji ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan setelah latihan pada setiap variabel. Data dapat disimpulkan “ada perbedaan” rata-rata hasil sebelum dan setelah perlakuan apabila α<0,05 dan disimpulkan “tidak ada perbedaan”

rata-rata hasil sebelum dan setelah perlakuan jika nilai signifikasi α>0,05. Hasil paired sample t-test dilihat pada tabel berikut.

Tabel 8. Paired Sample t- Test

Variabel Signifikansi Keterangan

Skala Nyeri 0,000 Ada Perbedaan

Fleksi Lumbar 0,008 Ada perbedaam

Berdasarkan tabel paired sample t-test pada variabel skala nyeri dan fleksi lumbar mununjukan “ada perbedaan” rata-rata sebelum dan setelah perlakuan menggunakan pengembangan alat wooden massage roller, karena nilai signifikansi α<0,05. Dapat disimpulkan bahwa perlakuan dengan

74

pengembangan alat wooden massage roller dapat menurunkan tingkat nyeri pada punggung bawah. Hasil ini didukung penelitian bahwa, Rolling massage telah terbukti mengurangi nyeri kronis seperti otot atau myofascial tender spot, nyeri jangka pendek yang terkait dengan nyeri DOMS serta nyeri akut yang disebabkan oleh frekuensi tinggi, stimulasi otot listrik (tetanik) (Behm, 2021).

Kemudian dari hasil uji jga didapatkan bahwa perlakuan menggunakan pengembangan alat wooden massage roller dapat meningkatkan fleksibilitas lumbar. Hasil ini didukung dari penelitian yang menunjukan bahwa penggunaan roller massage pada otot hamstring dapat memberikan peningkatan ROM lumbar yang signifikan (Sullivan et al., 2013).

Tabel 9. Hasil uji keefektifan produk Variabel Pretest Posttest Efektifitas

(%)

Keterangan Skala Nyeri 4.2 2.7 35,7 Menurun, semakin

rendah skor semakin ringan tingkat nyeri Fleksi

Lumbar

27.1 30.1 9.9 Meningkat, semakin rendah skor semakin baik fleksibilitas lumbar

Berdasarkan tabel efektifitas diatas, dapat diketahui bahwa variabel skala nyeri pretest sebesar 4,2 dan hasil posttest 2,7 sehingga terjadi penurunan intensitas nyeri sebesar 35,7%. Adapun variabel fleksi lumbar pretest sebesar 27,1 dan hasil posttest sebesar 30,1 sehingga terjadi peningkatan fleksibilitas sebesar 9,9%. Berdasarkan hasil tersebut menunjukan bahwa pengembangan

75

alat wooden massage roller dapat mengurangi intensitas nyeri dan meningkatkan fleksibilitas punggung bawah. Hal tersebut didukung juga beberapa penelitian. roller massage stick menghasilkan peningkatan yang signifikan secara statistik dalam ROM aktif dan pasif sebesar 5–6° setelah perawatan tunggal. Peningkatan hanya bertahan selama 48 jam. (Lee et al., 2020). Namun, yang menjadi perhatian yaitu penelitian ini terbatas pada eksperimen jangka pendek dan didukung pula dari penelitian di atas maka efek perlakuan menggunakan pengembangan wooden massage roller ini hanya bersifat akut atau jangka pendek.

C. Analisis Data Uji Coba Skala Besar dan Uji Keefektifan

Berdasarkan hasil dari data yang diperoleh pada uji skala besar dan uji efektifitas dapat diketahui bahwa pengembangan alat tersebut dapat menurunkan tingkat nyeri dan meningkatkan fleksibilitas lumbar. Model terapi latihan tersebut efektif untuk menurunkan tingkat dan meningkatkan fleksibilitas lumbar. Hasil ini dapat dilihat dari penurunan tingkat nyeri sebesar 35,7%. dan peningkatan fleksibilitas sebesar 9,9%.

D. Revisi Produk

Penyempurnaan ini berdasarkan kekurangan dan beberapa masukan oleh subjek di Uji coba skala kecil. Bentuk masukan baik dari para ahli dan subjek diaplikasikan pada uji skala besar dan diuji keefektifannya menggunakan metode eksperimen one group pretest and posttest design. Hasilnya bahwa perlakuaan

76

dengan pengembangan alat wooden massage roller efektif untuk menurunkan intensitas nyeri punggung bawah sebesar 35,7% dan meningkatkan fleksibilitas lumbar sebesar 9,9%. Sehingga tujuan penelitian terpenuhi dan selanjutnya dapat dijadikan produk akhir.

1. Alat

Gambar 20. produk akhir pengembangan wooden massage roller 2. Handbook Penggunaan Alat

Terdapat tiga otot besar yang mengalami perlakuan, yaitu otot punggung bawah, otot pantat (Gluteus), dan otot paha (hamstring). Secara umum prosedur penggunaan alat sebagai berikut:

1) Otot Punggung Bawah

Gambar 21. Manipulasi otot punggung bawah

1. Posisi duduk dan alat ditempelkan tepat bagian tengah belakang punggung dengan masing-masing ujung alat digenggam.

77 2. Ditekan sesuai kebutuhan.

3. Digerakan ke atas dan bawah secara dinamis.

Gambar 22. Manipulasi otot punggung bawah lateral

1. Posisi duduk dan alat ditempelkan bagian samping (lateral) punggung bawah dengan masing-masing ujung alat digenggam.

2. Genggaman alat berlawanan arah satu sama lain.

3. Ditekan sesuai kebutuhan.

4. Digerakan ke atas dan bawah secara dinamis.

78 2) Otot Gluteus

Gambar 23. Manipulasi otot gluteus

1. Alat ditempelkan tepat bagian tengah otot pantat dengan masing-masing ujung alat digenggam.

2. Ditekan sesuai kebutuhan.

3. Digerakan ke atas dan bawah secara dinamis.

79

Gambar 24. Manipulasi otot gluteus lateral

1. Alat ditempelkan tepat bagian samping otot pantat dengan masing-masing ujung alat digenggam.

2. Ditekan sesuai kebutuhan.

3. Digerakan ke atas dan bawah secara dinamis.

3) Otot Hamstring

Gambar 25. Manipulasi otot hamstring

1. Alat ditempelkan tepat bagian otot hamsting dengan masing-masing ujung alat digenggam.

2. Ditekan sesuai kebutuhan.

80

3. Digerakan ke atas-bawah / depan-belakang (distal-proximal) secara dinamis.

Semua perlakuan dilakukan 1 set dengan durasi pengulangan 2–4 detik (waktu untuk satu putaran dalam satu arah sepanjang bagian tubuh) dengan total durasi rolling 45 detik per set

E. Kajian Produk

Setelah peneliti mendapatkan penilaian dari para ahli dan melakukan berbagai tahapan uji coba skala kecil, uji coba skala besar, dan uji efektifitas, maka peneliti membuat produk akhir berupa alat wooden massage roller untuk Menyembuhkan Nyeri Punggung Bawah non-spesifik dan handbook penggunaan alat berbentuk file cetak dan buku ektronik.

F. Keterbatasan Penelitian

Keterbatasan yang ada dalam penelitian ini yaitu:

1. Jumlah subjek yaitu karyawan yang mengalami nyeri punggubg bawah non-spesifik yang terbatas.

2. Variabel skala nyeri terbatas menggunakan VAS, sehingga memungkinkan hasil yang didapat bersifat subjektif.

3. Terdapat faktor luar yang tidak dapat dikontrol oleh peneliti, seperti motivasi dan kesungguhan melakukan masase.

Dalam dokumen Skala Nyeri (Halaman 71-95)

Dokumen terkait