• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

IV.3 Hasil Uji Heterokedastisitas

Sumber: Hasil Penelitian, 2008 (Data Diolah)

Gambar IV.2. Hasil Uji Heterokedastisitas

Pada Gambar IV.2 dapat dilihat bahwa titik-titik menyebar di antara titik nol

dan berada menyebar di atas dan di bawah garis nol tersebut secara acak. Ini

mengindikasikan atau dapat disimpulkan bahwa model regresi tersebut tidak

mengindikasikan adanya heterokedastisitas.

IV.6. Uji Hipotesis

Pada bagian sebelumnya telah diuji asumsi klasik pada suatu persamaan atau

regresi dan telah diperoleh hasil di mana regresi berganda yang telah diestimasi telah

118

terhadap hasil regresi yang diperoleh baik secara serempak dengan menggunakan Uji-

F dan melakukan pengujian parsial dengan menggunakan Uji-t.

IV.6.1. Pengujian Hipotesis Secara Serempak

Dari hasil Program SPSS yang dilakukan mengestimasi data, telah diperoleh

beberapa hasil pengujian, salah satunya adalah hasil pengujian serempak atau Uji F.

Pengujian secara serempak pengaruh antara semua variabel bebas (kepuasan, status,

kompensasi, lingkungan dan harapan) terhadap variabel terikatnya (motivasi) dapat

dilihat dengan nilai Fhitung-nya. Hipotesis Nol diterima apabila Fhitung < Ftabel dan hipotesis nol ditolak apabila Fhitung > Ftabel pada selang kepercayaan 95% atau tingkat kesalahan ( = 5%).

Hasil pengujian secara serempak (F-hitung) dapat dilihat pada Tabel IV. 20

di bawah ini.

Tabel IV.20. Hasil Pengujian Serempak

Model Sum of

Squares Df Mean Square F Sig. Regression 291.060 5 58.212 89.909 .000a

Residual 25.251 39 .647

Total 316.311 44

a. Predictors: (Constant), Kepuasan kerja, Status dan tanggung jawab, Kompensasi yang memadai, Kondisi Lingkungan kerja, Keinginan dan harapan pribadi.

b. Dependent Variabel: Motivasi

Sumber: Hasil Penelitian, 2008 (Data Diolah)

Pada Tabel IV.20 dapat dilihat bahwa nilai Fhitung yang diperoleh adalah 89,909 sedangkan Ftabel pada selang kepercayaan 95% atau tingkat kesalahan ( = 5%). Adalah sebesar 4,081 dengan tingkat signifikasi 0,000. Ini menunjukkan bahwa

119

nilai Fhitung > Ftabel atau berpengaruh signifikan pada tingkat alpha yang kecil sekali (0%). Dengan hasil ini, maka dapat disimpulkan bahwa secara serempak variabel

bebas berpengaruh terhadap variabel terikat atau dengan perkataan lain, tolak H0 atau terima Ha. Secara empiris dapat dinyatakan bahwa variabel bebas (kepuasan kerja, status dan tanggung jawab, kompensasi yang memadai, kondisi lingkungan kerja

serta keinginan dan harapan pribadi) berpengaruh terhadap variabel terikat (motivasi).

IV.6.2. Pengujian Hipotesis Secara Parsial

Berdasarkan hasil Program SPSS yang dilakukan mengestimasi data, telah

diperoleh beberapa hasil pengujian, salah satunya adalah hasil pengujian parsial atau

Uji-t. Pengujian secara parsial melihat pengaruh antara semua variabel bebas

(kepuasan kerja, status dan tanggung jawab, kompensasi yang memadai, kondisi

lingkungan kerja serta keinginan dan harapan pribadi) secara individu (parsial)

terhadap variabel terikatnya (motivasi).

Hasil pengujiannya dapat dilihat melalui nilai t-hitungnya. Hipotesis Nol

diterima apabila thitung < ttabel dan hipotesis nol ditolak apabila thitung > ttabel pada selang kepercayaan 95% atau tingkat kesalahan ( = 5%).

Hasil pengujian hipotesis secara parsial dapat dilihat pada Tabel IV.21 berikut

120

Tabel IV.21. Hasil Pengujian Hipotesis Secara Parsial Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model B Std. Error Beta t Sig. (Constant) 10.612 2.288 4.639 .000 Kepuasan Kerja (X1) .410 .170 .205 2.418 .020

Status dan Tanggung jawab (X2) .308 .151 .181 2.045 .048

Kompensasi yang memadai (X3) .262 .095 .229 2.766 .009

Kondisi Lingkungan Kerja (X4) .387 .168 .272 2.311 .026

Keinginan dan Harapan Pribadi (X5) .228 .190 .170 1.199 .238

a. Dependent Variabel:Motivasi

Sumber: Hasil Penelitian, 2008 (Data Diolah)

Pada Tabel IV. 21 dapat dilihat nilai thitung untuk setiap variabel bebas. Untuk mengetahui apakah setiap variabel bebas berpengaruh atau tidak terhadap variabel

terikat dapat dilihat melalui kolom terakhir tabel di atas dengan melihat tingkat

signifikannya.

Pada Tabel IV.21 dapat dilihat bahwa variabel kepuasan, status, kompensasi

dan lingkungan memiliki tingkat signifikasi yang lebih kecil dari 0,05 (5%). Ini

menyatakan bahwa keempat variabel tersebut berpengaruh terhadap motivasi. Dengan

perkataan lain, untuk keempat variabel tersebut tolak H0 dan terima Ha. Variabel harapan tidak berpengaruh pada motivasi karena nilai tingkat signifikasinya (0,238

atau 23,8%) lebih besar dibandingkan dengan 0,05 (5%). Pada variabel harapan,

maka harus menerima H0 dan menolak Ha.

Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa dari kelima variabel yang

diteliti, ternyata variabel kompensasi yang memadai mempunyai pengaruh dominan

121

Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan, karena diperoleh tingkat signifikasi

yang paling kecil mendekati 0,000 yaitu sebesar 0,009.

Di samping pengujian serempak dan parsial, maka ada satu koefisien lagi

yang mempunyai makna penting bagi regresi, yaitu koefisien determinasi (R2). Koefisien determinasi menerangkan seberapa besar pengaruh dari seluruh variabel

bebas terhadap variabel terikatnya. Perolehan nilai R2 dapat dilihat pada Tabel IV. 22. di bawah ini.

Tabel IV.22. Nilai Koefisien Determinasi

Model R R Square Adjusted R Square

1 .959a .920 .910

b. Dependent Variabel: Motivasi

Sumber: Hasil Penelitian, 2008 (Data Diolah)

Pada Tabel IV.22 dapat dilihat bahwa perolehan R2 adalah sebesar 0,920 atau 92%. Angka ini menyatakan bahwa variabel bebas (kepuasan kerja, status dan

tanggung jawab, kompensasi yang memadai, kondisi lingkungan kerja serta

keinginan dan harapan pribadi) mempengaruhi variabel terikat (motivasi) sebesar

92% dan sisanya (8%) dipengaruhi oleh variabel lainnya seperti kematangan pribadi,

tingkat pendidikan, kebutuhan, supervisi yang baik, peraturan yang fleksibel dan

122

IV.7. Pembahasan

Peneliti dalam membahas faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi,

membedakan menjadi faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah faktor-

faktor yang berada dalam diri karyawan yang akan mempengaruhi motivasi kerja

karyawan. Sementara itu, faktor eksternal adalah faktor-faktor yang berada di luar diri

dari karyawan tersebut dalam mempengaruhi motivasi kerjanya. Dalam penelitian ini,

faktor internalnya adalah kepuasan kerja dan keinginan dan harapan pribadi

karyawan, sedangkan faktor eksternalnya adalah kompensasi yang memadai, kondisi

lingkungan kerja dan status dan tanggung jawab.

IV.7.1. Pengaruh Kepuasan Kerja terhadap Motivasi Kerja

Dalam teori motivasi yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya, dapat

ditelusuri bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi secara signifikan tingkat

motivasi adalah tingkat kepuasan peserta. Dalam melaksanakan tugasnya sebagai

penyuluh, tingkat kepuasan yang diperoleh penyuluh, baik dari segi materi, pelayanan

dan penghargaan yang diterima, sangat mempengaruhi motivasi seseorang untuk

melakukan pekerjaan sebagai penyuluh. Dengan perkataan lain, kepuasan penyuluh

memiliki korelasi yang positip terhadap motivasi dalam melaksanakan tugas yang

diharuskan oleh atasan kepada mereka. Hal ini sesuai dengan apa yang dituliskan oleh

Keith Davis dalam Mankunegara (2005), yang menyatakan bahwa kepuasan bekerja

datangnya dari kesukaan atau ketidaksukaan karyawan terhadap pekerjaan yang

123

pekerjaan yang dilakukannya dan aspek-aspek yang ada dalam dirinya saling

menyokong.

Kepuasan merupakan suatu sikap emosional yang dicerminkan oleh moral

kerja, kedisplinan dan prestasi kerja. Kepuasan dalam bekerja dan bertindak sebagai

penyuluh perindustrian dapat berasal dari pekerjaan, luar pekerjaan dan kombinasi

keduanya. Kepuasan yang diperoleh seorang penyuluh dalam penelitian ini diukur

berdasarkan beberapa indikator seperti kepuasan terhadap hasil pekerjaan, kepuasan

terhadap prestasi kerja, bertanggung jawab terhadap pekerjaan, puas terhadap

penghargaan dan puas terhadap perhatian pimpinan.

IV.7.2. Pengaruh Status dan Tanggung Jawab terhadap Motivasi Kerja

Seorang penyuluh dalam melaksanakan tugasnya akan termotivasi apabila

diberikan kebebasan penuh akan tetapi terarah dalam melakukan kebijakan terhadap

tugasnya. Hal ini menunjukkan status yang jelas bagi seorang penyuluh dalan

melakukan pekerjaannya dan memberikan kebebasan bagi penyuluh untuk

mengambil keputusan sesuai yang dirasakan dan dibutuhkannya. Seorang penyuluh

akan merasa terhalang melakukan pekerjaannya apabila tidak memiliki kewenangan

yang penuh dalam melaksanakan tugasnya atau harus menunggu keputusan yang

berasal dari orang lain. Kondisi yang terakhir, akan menurunkan motivasi penyuluih

dalam melakukan tugas yang diembannya sehingga akan menghasilkan produktifitas

kerja yang rendah.

Pada penelitian ini, status dan tanggungjawab penyuluh dinilai dengan

124

bimbingan dalam kewenangan yang dimiliki, dihargai sesuai dengan beban pekerjaan,

diberi hak sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan dan diberikan wewenang

penuh pada tugas yang telah menjadi tanggung jawabnya. Dengan indikator-indikator

ini diharapkan penilaian terhadap status dan tanggungjawab penyuluh dapat

digambarkan dengan jelas sehingga akan dapat menerangkan hubungannya dengan

motivasi bekerjanya.

IV.7.3. Pengaruh Kompensasi terhadap Motivasi Kerja

Hubungan antara motivasi melakukan pekerjaan yang pada akhirnya akan

digambarkan dengan hasil pekerjaan dan kompensasi sangat erat. Di satu sisi,

penyuluh akan termotivasi dengan baik apabila kompensasi yang diperolehnya dapat

mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari atau dengan kata lain pimpinan

menghargai pekerjaan dengan baik sesuai dengan kompensasi yang diterimanya. Ini

menandakan pekerjaan yang dilakukannya dihargai dengan pantas. Di sisi yang lain,

kompensasi yang mencukupi akan menyebabkan motivasi dalam melakukan

pekerjaan menjadi lebih tinggi.

Teori kompensasi menyatakan bahwa kompensasi yang baik adalah

kompenasi yang mencukupi kebutuhan hidup, selaras dengan beban pekerjaan yang

dilakukan, seimbang, efektif, dapat memotivasi dan dapat dipahami. Dengan telah

dipenuhinya indikator-indikator kompensasi seperti penghasilan yang sesuai,

penghasilan mendorong pekerjaan, honor sesuai dengan pekerjaan, biaya perjalanan

125

diharapkan penilaian terhadap kompensasi penyuluh dapat digambarkan dengan jelas

sehingga akan dapat menerangkan hubungannya dengan motivasi bekerjanya.

IV.7.4. Pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Motivasi Kerja

Salah satu variabel yang mempengaruhi motivasi bekerja adalah lingkungan

pekerjaan. Lingkungan pekerjaan yang disukai oleh seorang pekerja, baik dari segi

tempat, sarana dan prasarana, keberadaan karyawan lain, kenyamanan tempat bekerja

dan yang lainnya, akan sangat berpengaruh terhadap motivasi bekerja. Lingkungan

pekerjaan yang mendukung akan berbanding lurus dengan motivasi kerja.

Masih banyak lembaga atau perusahaan yang kurang tanggap terhadap

variabel ini dalam menunjang motivasi kerja seseorang karyawan sehingga

penanganannya belum maksimum. Hal ini dirasakan dengan belum adanya fasilitas

lingkungan kerja yang memadai sehingga seorang karyawan merasa betah berada

di ruang kerjanya untuk melaksanakan tugasnya. Faktor lingkungan kerja merupakan

faktor eksternal yang mempengaruhi motivasi kerja sehingga akan terasa agak sulit

bagi seorang karyawan untuk mengontrolnya. Keberadaan lingkungan kerja

merupakan hal yang harus diterima dan sangat tidak mudah untuk dirubah atau

disesuaikan dengan keinginan karyawan. Apalagi perusahaan tidak mengijinkan

adanya perubahan terjadi dalam ruangan kerja karyawan.

Adapun indikator lingkungan kerja penjuluh, seperti kondisi di lapangan,

fasilitas kerja, alat bantu pekerjaan, kenyamanan kantor dan terjalinnya hubungan

126

lingkungan kerja penyuluh dapat digambarkan dengan jelas sehingga akan dapat

menerangkan hubungannya dengan motivasi bekerjanya.

IV.7.5. Pengaruh Keinginan dan Harapan Pribadi terhadap Motivasi Kerja

Keinginan dan Harapan pribadi merupakan variabel yang tidak berpengaruh

terhadap motivasi kerja. Ini menunjukkan bahwa harapan dan keinginan pribadi

penyuluh belum terpenuhi sehingga tidak berpengaruh terhadap motivasi kerja.

Dalam bekerja, seorang pekerja akan memiliki harapan-harapan yang ingin

diwujudkannya dengan bekerja sebagai karyawan di perusahaan manapun dia

bekerja. Kesenjangan yang terjadi antara harapan dan kenyataan yang diperolehnya

akan mempengaruhi perilaku karyawan tersebut dan yang pada akhirnya akan

mempengaruhi motivasi kerjanya.

Teori pengharapan mengatakan bahwa pengharapan merupakan keyakinan

pada suatu perlakuan yang diikuti dengan hasil khusus. Pemenuhan harapan seorang

karyawan pada satu pekerjaan akan mempengaruhi motivasi kerja pada pekerjaan

selanjutnya. Seorang penyuluh juga memiliki keinginan dan pengharapan pribadi

dalam bekerja. Dengan kata lain, seorang pekerja memiliki cita-cita dalam bekerja.

Penyimpangan yang terjadi pada keyakinan, keinginan dan harapan pribadi akan

mempengaruhi motivasi kerjanya.

Keinginan dan harapan pribadi penyuluh dinilai dengan indikator, seperti

kesempatan untuk mengikuti diklat, memperoleh kesempatan dalam promosi jabatan,

pemberian kesempatan dalam kebijakan, sikap pimpinan yang terbuka dan

127

inisiatif. Dengan indikator-indikator ini diharapkan penilaian terhadap keinginan dan

harapan penyuluh dapat digambarkan dengan jelas sehingga akan dapat menerangkan

hubungannya dengan motivasi bekerja.

                                                             

128

 

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

V.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab

sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

Hasil pengujian hipotesis secara simultan diperoleh bahwa kepuasan kerja, status dan

tanggung Jawab, kompensasi yang memadai, kondisi lingkungan kerja serta

keinginan dan harapan pribadi secara bersama-sama berpengaruh terhadap

peningkatan motivasi kerja penyuluh perindustrian pada Kantor Dinas Perindustrian

dan Perdagangan Kota Medan. Berdasarkan pengujian variabel independen secara

parsial, variabel keinginan dan harapan pribadi tidak terdapat adanya pengaruh dalam

peningkatan motivasi kerja. Sedangkan variabel kompensasi yang memadai adalah

merupakan variabel yang dominan berpengaruh terhadap peningkatan motivasi kerja

penyuluh perindustrian pada Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota

Medan.

V.2. Saran

Berdasarkan kesimpulan, maka disarankan sebagai berikut:

Kepuasan kerja, status dan tanggung jawab, kompensasi yang memadai, kondisi

129

terhadap peningkatan motivasi kerja penyuluh perindustrian, sehingga disarankan

agar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan dapat tetap mempertahankan

kebijakan selama ini yang telah diberlakukan kepada penyuluh perindustrian bahkan

jika mungkin lebih meningkatkan perhatiannya lagi terutama kepada variabel yang

dominan di dalam meningkatkan motivasi kerja seperti pemberian insentif, fasilitas

kerja, alat bantu pekerjaan, kenyamanan kantor serta terjalinnya hubungan kerja yang

harmonis antar sesama penyuluh maupun antara penyuluh dengan pimpinan. Dengan

demikian tujuan dari perusahaan atau kebijakan yang telah ditentukan oleh organisasi

secara umum akan dapat dicapai.

                         

130

DAFTAR PUSTAKA

A. Buku

Arikunto, Suharsimi, 2006, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Edisi Revisi, Penerbit PT. Rineka Cipta, Jakarta.

Dewi, Ikejanita, 2006, Maximum Motivation : Konsep dan Implikasi Manajerial

dalam Memotivasi Karyawan, Penerbit Santusta, Yogyakarta.

Fathoni, H. Abdurrahmat, 2006, Manajemen Sumber Daya Manusia, PT. Rineka Cipta, Jakarta.

Flippo, Edwin dan Moh Masud, 1995, Manajemen Personalia, Penerbit Erlangga, Jakarta.

Gibson, Ivancevich dan Donnelly, 1996, Organisasi: Perilaku, Struktur dan Proses,

Penerbit Bina Rupa Aksara, Jakarta.

Ghozali, Imam, 2005, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS, Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.

Harianja, Marihot Tua Efendi, 2002, Manajemen Sumber Daya Manusia, Penerbit PT. Grasindo, Jakarta.

Hasibuan, H. Malayu SP, 1996, Organisasi dan Motivasi, Penerbit Bumi Aksara, Jakarta.

Mangkuprawira, TB Sjafri dan Aida Vitayala Hubeis, 2007, Manajemen Mutu

Sumber Daya Manusia, Penerbit Ghalia Indonesia, Jakarta.

Mangkunegara, A. Anwar Prabu, 2001, Manajemen Sumber Daya Manusia

Perusahaan, Penerbit PT. Remaja Rosdakarya, Bandung.

Margono, S, 2000, Metodologi Penelitian Pendidikan, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.

Mathis, Robert L dan John H. Jackson, 2006, Human Resource Management, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

131

Nawawi, H. Hadari, 2004, Kepemimpinan Mengefektifkan Organisasi, Penerbit Gajah Mada University Press, Yogyakarta.

_______, 2005, Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Bisnis yang Kompetitif, Penerbit Gajah Mada University Press, Yogyakarta.

Nazir, Moh, 2005, Metode Penelitian, Penerbit Ghalia, Jakarta.

Ranto, Basuki, 2007, Korelasi antara Motivasi, Knowledge of Entrepreneurship dan

Independensi dan the Entrepreneur’s Performance, Penerbit Lembaga

Management FEUI, Jakarta.

Rampersad, Hubert K, 2005, Total Peformance Scorecard, Konsep Manajemen Baru

Mencapai Kinerja dengan Integritas, Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama,

Jakarta.

Rismayani, 2007, Usahatani dan Pemasaran Hasil Pertanian, Cetakan I, Penerbit USU Press, Medan.

Saleh, Azhary Irsan, 1996, Industri Kecil, Sebuah Tinjauan dan Perbandingan, Penerbit Kincir Buana, Jakarta.

Sayuti, 2006, Motivasi dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi, Penerbit Ghalia Indonesia, Jakarta.

Santosa Budi, Purbayu dan Ashari, 2005, Analisis Statistik dengan Microsoft Excel & SPSS, Penerbit ANDI, Yogyakarta.

Senge, Peter M, 2000, Disiplin Kelima, Seni dan Praktek Organisasi Pembelajaran,

Penerbit Binarupa Aksara, Jakarta.

Singarimbun dan Effendi, 1995, Metode Penelitian Survei, Cetakan Kedua, Penerbit PT. Pustaka LP3ES, Jakarta.

Sugiyono, 2004, Metode Penelitian Bisnis, Penerbit Alfabeta, Bandung.

Susbandono, 2006, Motivasi: Bagaimana Cara Meningkatkannya, Penerbit HC, Jakarta.

Parwanto, Wahyuddin, 2002, Pengaruh Faktor Faktor Kepuasan Kerja terhadap

132

Wahyosumidjo, 1997, Kepemimpinan dan Motivasi, Cetakan III, Penerbit Ghalia Indonesia, Ciawi-Bogor.

Wijaya, AW, 1996, Peranan Motivasi dalam Kepemimpinan, Penerbit Akademika, Jakarta.

Winardi, J, 2001, Motivasi dan Pemotivasian dalam Manajemen, Penerbit PT. RajaGrafindo Persada, Jakarta.

Wungu, Jiwo dan Hartanto Brotoharsojo, 2003, Merit System, Penerbit PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.

B. Bukan Buku

Departemen Perindustrian dan Perdagangan, 2004, Pedoman Pembinaan Jabatan

Fungsional Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan, Jakarta.

Departemen Perindustrian dan Perdagangan, 1997, Kriteria Industri Kecil dan Perdagangan Kecil di Lingkungan Departemen Perindustrian dan

Perdagangan, Jakarta.

Gagne, Marylene. 2005. Self – Determination Theory and Work Motivation. Journal

of Organizational Behavior. Departement of Management John Molson

School of Business Concordia University 26, 331-362.

Linder, James R, 2000, Research and Extension Associate, The Ohio State University, Piketon Research and Extension Center Piketon, Ohio A85- 95.htm.

Raymond W.Y. Kao dan Tan Wee Liang, 2001, Entrepreneurship and Entreprice

Development in Asia, Journal Pearson Education Asia Pte Ltd 317 Alexandra

Road # 04-01 IKEA Building, Singapore 159965.

R.Ara, Nadirsyah, 1998, Achievement Motivation, Departemen Perindustrian Jakarta.

Watkin, chris. 2003. Leadership Motivation Expertise Leader Assessment Service, Haygroup, London, UK.Leadership & Organization Development Journal, pg 380.

   

133

Lampiran I: Kuesioner Penelitian

KUISIONER TENTANG MOTIVASI KERJA

No. Responden …………

Daftar Pertanyaan Umum :

Nama :... Pendidikan Terakhir :... Jenis Kelamin :... Masa Kerja :... Usia :... Status Perkawinan :...

Pernyataan dibawah ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa jauh Bapak/Ibu setuju atau tidak setuju terhadap masing-masing pernyataan yang diajukan. Mohon Bapak/Ibu memilih jawaban yang paling tepat dengan menyilang atau melingkari nomor yang tersedia di bawah ini.

Kepuasan Kerja ( X1 )

1. Bagaimana menurut bapak/ibu kepuasan bekerja sebagai penyuluh perindustrian?

a. Sangat puas sekali b. Sangat puas c. Puas

d. Tidak puas e. Sangat tidak puas

2. Bagaimana menurut bapak/ibu dengan prestasi bekerja sebagai penyuluh perindustrian?

a. Sangat puas sekali b. Sangat puas

c. Puas d. Tidak puas

e. Sangat tidak puas

3. Bagaimana menurut bapak/ibu tentang tanggung jawab yang diberikan terhadap setiap pekerjaan?

a. Sangat puas sekali b. Sangat puas

c. Puas d. Tidak puas

e. Sangat tidak puas

104

4. Bagaimana menurut bapak/ibu dengan penghargaan yang diberikan atas prestasi kerja selama ini?

a. Sangat puas sekali b. Sangat puas

c. Puas d. Tidak puas

e. Sangat tidak puas

5. Bagaimana menurut bapak/ibu dengan perhatian pimpinan terhadap prestasi kerja selama ini?

a. Sangat puas sekali b. Sangat puas

c. Puas d. Tidak puas

e. Sangat tidak puas

Status dan Tanggung Jawab ( X2 )

1. Bagaimana menurut bapak/ibu terhadap kewenangan didalam melaksanakan tugas kedinasan sebagai penyuluh?

a. Sangat puas sekali b. Sangat puas

c. Puas d. Tidak puas

105

2. Bagaimana menurut bapak/ibu bimbingan yang diberikan pimpinan terhadap kewenangan tugas sebagai penyuluh?

a. Sangat puas sekali b. Sangat puas

c. Puas d. Tidak puas

e. Sangat tidak puas

3. Bagaimana menurut bapak/ibu, apakah penghargaan yang diberikan telah sesuai dengan jabatan yang dilimpahkan kepada anda?

a. Sangat puas sekali b. Sangat puas

c. Puas d. Tidak puas

e. Sangat tidak puas

4. Bagaimana menurut bapak/ibu terhadap pemberian hak untuk mengambil kebijakan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang telah dilimpahkan kepada anda?

a. Sangat puas sekali b. Sangat puas

c. Puas d. Tidak puas

106

5. Bagaimana menurut bapak/ibu tentang pemberian wewenang pada setiap tugas yang menjadi tanggung jawab anda?

a. Sangat puas sekali b. Sangat puas

c. Puas d. Tidak puas e. Sangat tidak puas

Kompensasi yang Memadai ( X3 )

1. Bagaimana menurut bapak/ibu terhadap penghasilan yang diperoleh sesuai dengan beban kerja yang telah diberikan?

a. Sangat puas sekali b. Sangat puas

c. Puas d. Tidak puas

e. Sangat tidak puas

2. Bagaimana menurut bapak/ibu dengan penghasilan yang diperoleh selama ini telah mendorong kearah yang lebih positif untuk melayani dunia usaha? a. Sangat setuju sekali

b. Sangat setuju c. Setuju d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju

107

3. Bagaimana menurut bapak/ibu terhadap pemberian honor sesuai dengan pekerjaan yang dibebankan?

a. Sangat puas sekali b. Sangat puas

c. Puas d. Tidak puas

e. Sangat tidak puas

4. Bagaimana menurut bapak/ibu terhadap pemberian biaya perjalanan dinas anda sesuai dengan jumlah hari kerja yang dilaksanakan?

a. Sangat puas sekali b. Sangat puas

c. Puas d. Tidak puas

e. Sangat tidak puas

5. Bagaimana menurut bapak/ibu terhadap perhatian pemberian insentif karena prestasi kerja meningkat?

a. Sangat puas sekali b. Sangat puas

c. Puas d. Tidak puas

108

Kondisi Lingkungan Kerja ( X4 )

1. Bagaimana menurut bapak/ibu apakah kondisi dilapangan menuntut anda untuk bekerja lebih baik lagi?

a. Sangat setuju sekali b. Sangat setuju

c. Setuju d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju

2. Bagaimana menurut bapak/ibu apakah pengaturan fasilitas kerja mendukung bagi ketenangan kerja anda?

a. Sangat setuju sekali b. Sangat setuju

c. Setuju d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju

3. Bagaimana menurut bapak/ibu apakah tersedianya alat bantu pekerjaan mendorong anda untuk bekerja lebih efisien?

a. Sangat setuju sekali b. Sangat setuju

c. Setuju d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju

109

4. Bagaimana menurut bapak/ibu apakah lingkungan kerja selama ini cukup nyaman dan menyenangkan dalam melaksanakan tugas sehari-hari?

a. Sangat setuju sekali b. Sangat setuju

c. Setuju d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju

5. Bagaimana menurut bapak/ibu apakah hubungan yang harmonis dengan pimpinan dapat meningkatkan produktivitas kerja ?

a. Sangat setuju sekali b. Sangat setuju

c. Setuju d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju

Keinginan dan Harapan Pribadi ( X5 )

1. Bagaimana menurut bapak/ibu perhatian pimpinan dalam memberikan kesempatan kepada anda untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan?

a. Sangat puas sekali b. Sangat puas c. Puas

d. Tidak puas

Dokumen terkait