• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.4. Hasil Uji Heteroskedastisitas

Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk mengetahui apakah varian return data

masing-masing saham bersifat konstan atau tidak konstan. Apabila varian return

konstan dinamakan dengan homokedastisitas, maka perhitungan standar deviasi dapat

dihitung dengan menggunakan rumus standar deviasi biasa. Apabila varian return

data tidak konstan dinamakan heteroskedastisitas, maka perhitungan standar deviasi

dapat dihitung dengan menggunakan rumus metode ARCH/GARCH. Dalam

melakukan uji ini dibutuhkan bantuan alat bantu program eviews.

Adapun patokan dalam menganalisa hasil olahan return data masing-masing

saham untuk menentukan return data heteroskedastisitas atau homokedastisitas

adalah dengan melakukan uji hipotesa sebagai berikut :

Ho : p<5% data return bersifat heteroskedastisitas

H1 : p>5% data return bersifat homokedastisitas

4.4.1. Hasil Uji Heteroskedastisitas Data Return Saham BNI

Adapun hasil pengolahan uji heteroskedastisitas data return saham BNI

dengan menggunakan alat bantu eviews adalah sebagai berikut :

Tabel 4.12

Tabel heteroskedastisitas (BNI) dari hasil perhitungan eviews

White Heteroskedastisitasity Test:

F-statistic 1.416063 Probability 0.244376

Obs*R-squared 2.833784 Probability 0.242466

Sumber : Data Diolah

Dari Tabel 4.21 diatas dapat kita lihat bahwa nilai probabilitas (0.244376)

lebih besar dari 5% (0.05), maka dapat disimpulkan bahwa tolak Ho dan terima H1

yang artinya data return saham BNI bersifat homokedastisitas. Oleh karena itu sesuai

aturan untuk mencari nilai standar deviasi dapat dilakukan dengan menggunakan

rumus standar deviasi statistik biasa. Nilai standar deviasi untuk data return saham

BNI dapat peroleh dengan menggunakan rumus :

2

=

dan

Dari perhitungan menggunakan rumus diatas, maka diperoleh nilai standar deviasi

untuk saham BNI sebesar 0.023785.

4.4.2. Hasil Uji Heteroskedastisitas Data Return Saham DANAMON

Adapun hasil pengolahan uji heteroskedastisitas data return saham

DANAMON dengan menggunakan alat bantu eviews adalah sebagai berikut :

Tabel 4.13

Tabel heteroskedastisitas (DANAMON) dari hasil perhitungan eviews

White Heteroskedastisitasity Test:

F-statistic 2.333009 Probability 0.098860

Obs*R-squared 4.639088 Probability 0.098318

Sumber : Data Diolah

Dari Tabel 4.22 diatas dapat kita lihat bahwa nilai probabilitas (0.098860)

lebih besar dari 5% (0.05), maka dapat disimpulkan bahwa tolak Ho dan terima H1

yang artinya data return saham DANAMON bersifat homokedastisitas. Oleh karena

itu sesuai aturan untuk mencari nilai standar deviasi dapat dilakukan dengan

menggunakan rumus standar deviasi statistik biasa. Nilai standar deviasi untuk data

return saham DANAMON dapat peroleh dengan menggunakan rumus :

2

=

dan

Dari perhitungan menggunakan rumus diatas, maka diperoleh nilai standar deviasi

untuk saham BNI sebesar 0.0234392.

Adapun hasil pengolahan uji heteroskedastisitas data return saham MANDIRI

dengan menggunakan alat bantu eviews adalah sebagai berikut :

Tabel 4.14

Tabel heteroskedastisitas (MANDIRI) dari hasil perhitungan eviews

White Heteroskedastisitasity Test:

F-statistic 1.922528 Probability 0.148135

Obs*R-squared 3.833768 Probability 0.147064

Sumber : Data Diolah

Dari Tabel 4.23 diatas dapat kita lihat bahwa nilai probabilitas (0.148135)

lebih besar dari 5% (0.05), maka dapat disimpulkan bahwa tolak Ho dan terima H1

yang artinya data return saham MANDIRI bersifat homokedastisitas. Oleh karena itu

sesuai aturan untuk mencari nilai standar deviasi dapat dilakukan dengan

menggunakan rumus standar deviasi statistik biasa. Nilai standar deviasi untuk data

return saham MANDIRI dapat peroleh dengan menggunakan rumus :

2

=

dan

Dari perhitungan menggunakan rumus diatas, maka diperoleh nilai standar deviasi

untuk saham MANDIRI sebesar 0.02529385.

4.4.4. Hasil Uji Heteroskedastisitas Data Return Saham BRI

Adapun hasil pengolahan uji heteroskedastisitas data return saham BRI

dengan menggunakan alat bantu eviews adalah sebagai berikut :

Tabel 4.15

Tabel heteroskedastisitas (BRI) dari hasil perhitungan eviews

White Heteroskedastisitasity Test:

F-statistic 1.227673 Probability 0.294523

Obs*R-squared 2.460015 Probability 0.292290

Sumber : Data Diolah

Dari Tabel 4.24 diatas dapat kita lihat bahwa nilai probabilitas (0.294523)

lebih besar dari 5% (0.05), maka dapat disimpulkan bahwa tolak Ho dan terima H1

yang artinya data return saham BRI bersifat homokedastisitas. Oleh karena itu sesuai

aturan untuk mencari nilai standar deviasi dapat dilakukan dengan menggunakan

rumus standar deviasi statistik biasa. Nilai standar deviasi untuk data return saham

BRI dapat peroleh dengan menggunakan rumus :

2

=

dan

Dari perhitungan menggunakan rumus diatas, maka diperoleh nilai standar deviasi

untuk saham BRI sebesar 0.02495524.

4.4.5. Hasil Uji Heteroskedastisitas Data Return Saham PANIN

Adapun hasil pengolahan uji heteroskedastisitas data return saham PANIN

dengan menggunakan alat bantu eviews adalah sebagai berikut :

Tabel 4.16

Tabel heteroskedastisitas (PANIN) dari hasil perhitungan eviews

White Heteroskedastisitasity Test:

F-statistic 0.084964 Probability 0.918569

Obs*R-squared 0.171619 Probability 0.917769

Sumber : Data Diolah

Dari Tabel 4.25 diatas dapat kita lihat bahwa nilai probabilitas (0.918569)

lebih besar dari 5% (0.05), maka dapat disimpulkan bahwa tolak Ho dan terima H1

yang artinya data return saham PANIN bersifat homokedastisitas. Oleh karena itu

sesuai aturan untuk mencari nilai standar deviasi dapat dilakukan dengan

menggunakan rumus standar deviasi statistik biasa. Nilai standar deviasi untuk data

return saham PANIN dapat peroleh dengan menggunakan rumus :

2

=

dan

Dari perhitungan menggunakan rumus diatas, maka diperoleh nilai standar deviasi

untuk saham PANIN sebesar 0.02392003

4.4.6. Hasil Uji Heteroskedastisitas Data Return Saham BCA

Adapun hasil pengolahan uji heteroskedastisitas data return saham BCA

dengan menggunakan alat bantu eviews adalah sebagai berikut :

Tabel 4.17

Tabel heteroskedastisitas (BCA) dari hasil perhitungan eviews

White Heteroskedastisitasity Test:

F-statistic 9.376486 Probability 0.000114

Obs*R-squared 17.77721 Probability 0.000138

Dari Tabel 4.26 diatas dapat kita lihat bahwa nilai probabilitas (0.000114)

lebih kecil dari 5% (0.05), maka dapat disimpulkan bahwa tolak H1 dan terima Ho

yang artinya data return saham BCA bersifat heteroskedastisitas. Oleh karena itu

sesuai aturan untuk mencari nilai standar deviasi dapat dilakukan dengan

menggunakan rumus ARCH/GARCH atau rumus EWMA, namun dalam penelitian

ini dilakukan penghitungan dengan menggunakan rumus ARCH. Adapun

perhitungan ARCH untuk mencari nilai standar deviasi return saham BCA yang

bersifat heteroskedastisitas dengan bantuan eviews ialah sebagai berikut :

 Penentuan Model ARCH Terbaik

Langkah selanjutnya apabila data return saham sudah diketahui bersifat

heteroskedastisitas ialah penentuan model ARCH terbaik untuk mengetahui

nilai standar deviasi yang dibutuhkan dalam perhitungan VaR. Suatu model

yang terbaik jika memiliki probabilitas yang signifikan, nilai Adjusted R

Square yang terbaik dan nilai AIC dan SC yang terbaik juga. Setelah melalui

proses trial and error, maka didapatkan model ARCH terbaik untuk volatilitas

return saham BCA adalah model ARCH AR (8) MA (8) atau dapat juga

ditulis dengan ARMA (8,0,8) tanpa proses diffrencing.

Tabel 4.18

Model ARCH Terbaik

AR (8) 0

MA (8) 0 0.046896 -5.247954 -5.183047

ARCH (1) 0.0304

GARCH (0) 0

Sumber : Data Diolah

Tabel diatas merupakan model ARCH terbaik untuk saham BCA, dan setelah

itu dapat diketahui model untuk perhitungan standar deviasi saham BCA,

yaitu :

2

t

= 0.000259 + 0.147817

2t-1

4.4.7. Hasil Uji Heteroskedastisitas Data Return Saham BII

Adapun hasil pengolahan uji heteroskedastisitas data return saham BII dengan

menggunakan alat bantu eviews adalah sebagai berikut :

Tabel 4.19

Tabel heteroskedastisitas (BII) dari hasil perhitungan eviews

White Heteroskedastisitasity Test:

F-statistic 64.96519 Probability 0.000000

Obs*R-squared 90.08766 Probability 0.000000

Sumber : Data Diolah

Dari Tabel 4.28 diatas dapat kita lihat bahwa nilai probabilitas (0.000000)

lebih kecil dari 5% (0.05), maka dapat disimpulkan bahwa tolak H1 dan terima Ho

yang artinya data return saham BII bersifat heteroskedastisitas. Oleh karena itu

sesuai aturan untuk mencari nilai standar deviasi dapat dilakukan dengan

menggunakan rumus ARCH/GARCH atau rumus EWMA, namun dalam penelitian

ini dilakukan penghitungan dengan menggunakan rumus ARCH. Adapun

perhitungan ARCH untuk mencari nilai standar deviasi return saham BII yang

bersifat heteroskedastisitas dengan bantuan eviews ialah sebagai berikut :

 Penentuan Model ARCH Terbaik

Langkah selanjutnya apabila data return saham sudah diketahui bersifat

heteroskedastisitas ialah penentuan model ARCH terbaik untuk mengetahui

nilai standar deviasi yang dibutuhkan dalam perhitungan VaR. Suatu model

yang terbaik jika memiliki probabilitas yang signifikan, nilai Adjusted R

Square yang terbaik dan nilai AIC dan SC yang terbaik juga. Setelah melalui

proses trial and error, maka didapatkan model ARCH terbaik untuk volatilitas

return saham BII adalah model ARCH AR (14) MA (14) atau dapat juga

ditulis dengan ARMA (14,0,14) tanpa proses diffrencing.

Tabel 4.20

Model ARCH Terbaik

Model Probability Adjusted R

2

AIC SC

AR (14) 0

ARCH (1) 0.0171

GARCH (0) 0

Sumber : Data Diolah

Tabel diatas merupakan model ARCH terbaik untuk saham BII, dan setelah

itu dapat diketahui model untuk perhitungan standar deviasi saham BII, yaitu :

2

t

= 0.000386 + 0.128740

2t-1

4.4.8. Hasil Uji Heteroskedastisitas Data Return Saham BTN

Adapun hasil pengolahan uji heteroskedastisitas data return saham BTN

dengan menggunakan alat bantu eviews adalah sebagai berikut :

Tabel 4.21

Tabel heteroskedastisitas (BTN) dari hasil perhitungan eviews

White Heteroskedastisitasity Test:

F-statistic 6.332221 Probability 0.002039

Obs*R-squared 12.25187 Probability 0.002185

Sumber : Data Diolah

Dari Tabel 4.30 diatas dapat kita lihat bahwa nilai probabilitas (0.002039) lebih kecil

dari 5% (0.05), maka dapat disimpulkan bahwa tolak H1 dan terima Ho yang artinya

return saham BTN bersifat heteroskedastisitas. Oleh karena itu sesuai aturan untuk

mencari nilai standar deviasi dapat dilakukan dengan menggunakan rumus

ARCH/GARCH atau rumus EWMA, namun dalam penelitian ini dilakukan

penghitungan dengan menggunakan rumus ARCH. Adapun perhitungan ARCH

untuk mencari nilai standar deviasi return saham BTN yang bersifat

heteroskedastisitas dengan bantuan eviews ialah sebagai berikut :

 Penentuan Model ARCH Terbaik

Langkah selanjutnya apabila data return saham sudah diketahui bersifat

heteroskedastisitas ialah penentuan model ARCH terbaik untuk mengetahui

nilai standar deviasi yang dibutuhkan dalam perhitungan VaR. Suatu model

yang terbaik jika memiliki probabilitas yang signifikan, nilai Adjusted R

Square yang terbaik dan nilai AIC dan SC yang terbaik juga. Setelah melalui

proses trial and error, maka didapatkan model ARCH terbaik untuk volatilitas

return saham BII adalah model ARCH AR (3) MA (7) atau dapat juga ditulis

dengan ARMA (3,0,7) tanpa proses diffrencing.

Tabel 4.22

Model ARCH Terbaik

Model Probability Adjusted R

2

AIC SC

AR (3) 0

MA (7) 0.0004 0.013472 -4.698422 -4.634344

ARCH (1) 0.0000

GARCH (0) 0

Tabel diatas merupakan model ARCH terbaik untuk saham BTN, dan setelah

itu dapat diketahui model untuk perhitungan standar deviasi saham BTN,

yaitu :

2

t

= 0.000239 + 0.940736

2t-1

4.4.9. Hasil Uji Heteroskedastisitas Data Return Saham CIMB

Adapun hasil pengolahan uji heteroskedastisitas data return saham CIMB

dengan menggunakan alat bantu eviews adalah sebagai berikut :

Tabel 4.23

Tabel heteroskedastisitas (CIMB) dari hasil perhitungan eviews

White Heteroskedastisitasity Test:

F-statistic 5.830151 Probability 0.003301

Obs*R-squared 11.31876 Probability 0.003485

Sumber : Data Diolah

Dari Tabel 4.32 diatas dapat kita lihat bahwa nilai probabilitas (0.003301) lebih kecil

dari 5% (0.05), maka dapat disimpulkan bahwa tolak H1 dan terima Ho yang artinya

data return saham CIMB bersifat heteroskedastisitas. Oleh karena itu sesuai aturan

untuk mencari nilai standar deviasi dapat dilakukan dengan menggunakan rumus

ARCH/GARCH atau rumus EWMA, namun dalam penelitian ini dilakukan

penghitungan dengan menggunakan rumus ARCH. Adapun perhitungan ARCH

untuk mencari nilai standar deviasi return saham CIMB yang bersifat

heteroskedastisitas dengan bantuan eviews ialah sebagai berikut :

Langkah selanjutnya apabila data return saham sudah diketahui bersifat

heteroskedastisitas ialah penentuan model ARCH terbaik untuk mengetahui

nilai standar deviasi yang dibutuhkan dalam perhitungan VaR. Suatu model

yang terbaik jika memiliki probabilitas yang signifikan, nilai Adjusted R

Square yang terbaik dan nilai AIC dan SC yang terbaik juga. Setelah melalui

proses trial and error, maka didapatkan model ARCH terbaik untuk volatilitas

return saham CIMB adalah model ARCH AR (17) MA (17) atau dapat juga

ditulis dengan ARMA (17,0,17) tanpa proses diffrencing.

Tabel 4.24

Model ARCH Terbaik

Model Probability Adjusted R

2

AIC SC

AR (17) 0

MA (17) 0.0000 0.054340 -5.044415 -4.977955

ARCH (1) 0.0000

GARCH (0) 0

Sumber : Data Diolah

Tabel diatas merupakan model ARCH terbaik untuk saham CIMB, dan

setelah itu dapat diketahui model untuk perhitungan standar deviasi saham

CIMB, yaitu :

2

4.4.10. Hasil Uji Heteroskedastisitas Data Return Saham PERMATA

Adapun hasil pengolahan uji heteroskedastisitas data return saham

PERMATA dengan menggunakan alat bantu eviews adalah sebagai berikut :

Tabel 4.25

Tabel heteroskedastisitas (PERMATA) dari hasil perhitungan eviews

White Heteroskedastisitasity Test:

F-statistic 3.963681 Probability 0.020053

Obs*R-squared 7.793559 Probability 0.020307

Sumber : Data Diolah

Dari Tabel 4.34 diatas dapat kita lihat bahwa nilai probabilitas (0.020053) lebih kecil

dari 5% (0.05), maka dapat disimpulkan bahwa tolak H1 dan terima Ho yang artinya

data return saham PERMATA bersifat heteroskedastisitas. Oleh karena itu sesuai

aturan untuk mencari nilai standar deviasi dapat dilakukan dengan menggunakan

rumus ARCH/GARCH atau rumus EWMA, namun dalam penelitian ini dilakukan

penghitungan dengan menggunakan rumus ARCH. Adapun perhitungan ARCH

untuk mencari nilai standar deviasi return saham PERMATA yang bersifat

heteroskedastisitas dengan bantuan eviews ialah sebagai berikut :

 Penentuan Model ARCH Terbaik

Langkah selanjutnya apabila data return saham sudah diketahui bersifat

heteroskedastisitas ialah penentuan model ARCH terbaik untuk mengetahui

nilai standar deviasi yang dibutuhkan dalam perhitungan VaR. Suatu model

yang terbaik jika memiliki probabilitas yang signifikan, nilai Adjusted R

Square yang terbaik dan nilai AIC dan SC yang terbaik juga. Setelah melalui

proses trial and error, maka didapatkan model ARCH terbaik untuk volatilitas

return saham PERMATA adalah model ARCH AR (1) MA (1) atau dapat

juga ditulis dengan ARMA (1,0,1) tanpa proses diffrencing.

Tabel 4.26

Model ARCH Terbaik

Model Probability Adjusted R

2

AIC SC

AR (1) 0.0011

MA (1) 0.0058 0.001862 -5.272048 -5.208294

ARCH (1) 0.0210

GARCH (0) 0

Sumber : Data Diolah

Tabel diatas merupakan model ARCH terbaik untuk saham PERMATA, dan

setelah itu dapat diketahui model untuk perhitungan standar deviasi saham

PERMATA, yaitu :

2

t

= 0.000251 + 0.184723

2t-1

Dokumen terkait