ANALISIS DATA DAN HASIL PENELITIAN
4.5 Hasil Uji Hipotesis
Hipotesis penelitian ini diuji dengan menggunakan metoda Regresi Linier Berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA). Metoda Regresi Linier Berganda digunakan untuk menguji pengaruh langsung dari persepsi kegunaan, persepsi kemudahan penggunaan, persepsi kredibilitas terhadap minat menggunakan internet
banking sedangkan Moderated Regression Analysis (MRA) digunakan untuk menguji
pengaruh dari gender sebagai variabel moderating terhadap minat penggunaan internet
Tabel 4.14
Hasil Analisis Regresi (Uji F)
Model F R R Square Adjusted R Squared Sig I 23,689 0,693 0,480 0,460 0,000 II 15,462 0,712 0,508 0,475 0,000
Sumber data: lampiran
Hasil analisis regresi (uji F) untuk model I pada tabel 4.14 di atas menunjukkan nilai
adjusted R Square = 0,460. Angka ini menunjukkan bahwa variasi minat penggunaan internet banking (Y) yang dapat dijelaskan oleh persamaan regresi sebesar 46%
sedangkan sisanya sebesar 54% dijelaskan oleh variabel lain di luar model. Dari tabel 4.14 dapat dilihat bahwa nilai F hitung analisis regresi tersebut adalah 23,689 dan nilai siginifikan alfanya (nilai probabilitas) sebesar 0,000<0,05, sehingga variabel persepsi kegunaan (X1), persepsi kemudahan penggunaan (X2), dan persepsi kredibilitas (X3) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap minat penggunaan internet banking (Y). Hasil ini menunjukkan bahwa model tersebut dapat dipakai untuk memprediksi minat penggunaan internet banking. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Maharsi dan Mulyadi (2007).
Hasil uji F untuk persepsi kegunaan model II pada tabel 4.14 di atas menunjukkan nilai adjusted R Square = 0,475. Angka ini menunjukkan bahwa variasi minat penggunaan internet banking (Y) yang dapat dijelaskan oleh persamaan regresi sebesar 47,5% sedangkan sisanya sebesar 52,5% dijelaskan oleh variabel lain di luar model. Dari tabel 4.14 dapat dilihat bahwa nilai F hitung analisis regresi tersebut adalah 15,462 dan nilai siginifikan alfanya (nilai probabilitas) sebesar 0,000<0,05, sehingga variabel persepsi kegunaan (X1), persepsi kemudahan penggunaan (X2), persepsi kredibilitas (X3), moderasi antara persepsi kegunaan (X1) dan gender (X4), moderasi antara persepsi kemudahan penggunaan (X2) dan gender (X4) secara simultan berpengaruh
signifikan terhadap minat penggunaan internet banking (Y). Hasil ini menunjukkan bahwa model tersebut dapat dipakai untuk memprediksi minat penggunaan internet
banking. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Venkatesh et al (2003);
Lichtenstein dan Williamson (2006); Rao dan Troshani (2007); Gibson dan Gibson (2009). Namun hasil penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian Harmadi dan Hermana (2005); Prompatanapakdee (2009).
Selanjutnya untuk menguji apakah variabel bebas dan variabel moderasi secara individu mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat maka digunakan uji t. Hasil uji t pada adalah sebagai berikut :
Tabel 4.15
Hasil Uji Regresi (Uji T)
UnStandardized Coefficients
Model Variabel
Beta
t Sig
Model I Persepsi Kegunaan (X1) 0,186 2,783 0,007
Persepsi Kemudahan Penggunaan (X2) 0,129 2,389 0,019
Persepsi Kredibilitas (X3) 0,175 2,612 0,011
Model II Persepsi Kegunaan (X1) 0,073 0,811 0,420
Persepsi Kemudahan Penggunaan (X2) 0,089 1,348 0,182
Persepsi Kredibilitas (X3) 0,200 2,961 0,004
Gender (X4) 0,183 1,038 0,303
X1*X4 0,203 1,522 0,132
X2*X4 0,028 0,311 0,757
Sumber : Data Lampiran
Berdasarkan hasil analisis pada tabel 4.15 dapat disusun persamaan regresi I dan II sebagai berikut
Ha Model Regresi
H1,2,3 Y = 0,488 + 0,186 X1 + 0,129 X2 + 0,175 X3
H4,5 Y = 3,048 + 0,073 X1 + 0,089 X2 + 0,200 X3 + 0,183 X4 + 0,203 X1*X4 + 0,028 X2*X4
Selanjutnya dapat dijelaskan bahwa :
1. Hipotesis 1
Hipotesis 1 dinyatakan bahwa variabel persepsi kegunaan (X1) berpengaruh signifikan terhadap minat penggunaan internet banking. Dari tabel 4.15 dapat dilihat bahwa variabel persepsi kegunaan (X1) mempunyai nilai t hitung sebesar 2,783 dengan signifikansi alfa sebesar 0,007<0,05, sehingga persepsi kegunaan (X1) berpengaruh secara signifikan terhadap minat penggunaan internet banking (Y). Berdasarkan hasil tersebut maka Hipotesis 1 diterima. Hasil ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Davis (1989); Chau (2001); Chan dan Lu (2004); Gong, Xu dan Yu (2004); Cheng, Lam dan Yeung (2005); Poutchsi dan Wiedman (2006); Lallmahamood (2007); Chang (2007); Conci, Pianesi dan Zancanaro (2007); Ndubisi (2007); Maharsi dan Mulyadi (2007); Nor (2008); Widyarini dan Putro (2008); Castillo, Nicolas dan Bouwman (2008); Yi-Cheng et al (2009); Gibson dan Gibson (2009); Chatchawanwan, Chaipoopiratana dan Combs (2009).
2. Hipotesis 2
Hipotesis 2 dinyatakan bahwa variabel persepsi kemudahan penggunaan (X2) berpengaruh signifikan terhadap minat menggunakan internet banking. Dari tabel 4.15 dapat dilihat bahwa variabel persepsi kemudahan penggunaan (X2) mempunyai nilai t hitung sebesar 2,389 dengan signifikansi alfa sebesar 0,019<0,05, sehingga persepsi kemudahan penggunaan (X2) berpengaruh secara signifikan terhadap minat penggunaan
internet banking (Y). Berdasarkan hasil tersebut maka Hipotesis 2 diterima. Hasil ini
(2006); Conci, Pianesi dan Zancanaro (2007); Chang (2007); Ndubisi (2007); Lallmahamood (2007); Maharsi dan Mulyadi (2007); Tat Nor et al (2008); Nor (2008); Yi-Cheng et al (2009); Prompatanapakdee (2009). Namun hasil penelitian ini tidak konsisten dengan penelitian Chan dan Lu (2004); Castillo , Nicolas dan Bouwman (2008); Widyarini dan Putro (2008).
3. Hipotesis 3
Hipotesis 3 dinyatakan bahwa variabel persepsi kredibilitas (X3) berpengaruh signifikan terhadap minat penggunaan internet banking. Dari tabel 4.15 dapat dilihat bahwa variabel persepsi kredibilitas (X3) mempunyai nilai t hitung sebesar 2,612 dengan signifikansi alfa sebesar 0,011<0,05, sehingga persepsi kredibilitas (X3) berpengaruh secara signifikan terhadap minat penggunaan internet banking (Y). Berdasarkan hasil tersebut maka Hipotesis 3 diterima. Hasil ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Amin, Baba dan Muhamad (2006); Lichteinstein dan Williamson (2006); Lallmahamood (2007); Maharsi dan Mulyadi(2007); Jahangir dan Begum (2008); Hua (2009).
4. Hipotesis 4
Hipotesis 4 dinyatakan bahwa gender memoderasi hubungan antara persepsi kegunaan (X1) terhadap minat penggunaan internet banking. Dari tabel 4.15 dapat dilihat bahwa variabel persepsi kegunaan (X1) dan gender (X4) mempunyai nilai t hitung sebesar 1,522 dengan signifikansi alfa sebesar 0,132>0,05, sehingga variabel gender (X4) yang diduga sebagai moderating variable yang memperkuat variabel persepsi kegunaan (X1) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap minat penggunaan internet
banking (Y). Berdasarkan hasil tersebut maka Hipotesis 4 ditolak. Hasil ini tidak
konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Venkatesh et al (2003); Lichtenstein dan Williamson (2006); Rao dan Troshani (2007); Gibson dan Gibson (2009). Namun hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian Harmadi dan Hermana (2005); Prompatanapakdee (2009).
5. Hipotesis 5
Hipotesis 5 dinyatakan bahwa gender memoderasi hubungan antara persepsi kemudahan penggunaan (X2) terhadap minat penggunaan internet banking. Dari tabel 4.15 dapat dilihat bahwa variabel persepsi kemudahan penggunaan (X2) mempunyai nilai t hitung sebesar 0,311 dengan signifikansi alfa sebesar 0,757>0,05, sehingga variabel gender (X4) yang diduga sebagai moderating variable yang memperkuat variabel persepsi kemudahan penggunaan (X2) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap minat penggunaan internet banking (Y). Berdasarkan hasil tersebut maka Hipotesis 5 ditolak. Hasil ini tidak konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Venkatesh et al (2003); Lichtenstein and Williamson (2006); Rao dan Troshani (2007); Gibson dan Gibson (2009). Namun hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian Harmadi dan Hermana (2005); Prompatanapakdee (2009).
Dari penjelasan hipotesis 4 dan 5 di atas dapat disimpulkan bahwa gender bukan variabel moderating dari persepsi kegunaan dan persepsi kemudahan penggunaan yang mempengaruhi minat penggunaan internet banking. Hasil ini tidak konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Venkatesh et al (2003); Lichtenstein dan Williamson (2006); Rao dan Troshani (2007); Gibson dan Gibson (2009). Namun hasil
penelitian ini konsisten dengan penelitian Harmadi dan Hermana (2005); Prompatanapakdee (2009).