Menurut Harmadi dan Hermana (2007) berbagai teori perilaku (behavioural
theory) banyak digunakan untuk mengkaji proses adopsi internet banking oleh
pengguna akhir (end users), diantaranya adalah Theory of Reason Action, Theory
of Planned Behaviour dan Task Technologhy Fit Theory. Model teoritis tersebut
diusulkan untuk memudahkan pemahaman faktor yang berdampak terhadap penerimaan sistem informasi berbasis komputer (Davis, 1989;Venkatesh et al & Davis, 2000)
Variabel utama dalam model Technology Acceptance Model (TAM) ini dapat mencerminkan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku seseorang, dalam hal ini nasabah dalam mengadopsi teknologi baru yaitu internet banking. Selain itu, variabel dalam model TAM dapat memprediksi apakah internet banking dapat diterima oleh nasabah sebagai pengembangan teknologi di dunia perbankan. Oleh karena itu, perlu diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi minat nasabah menggunakan internet banking dengan menggunakan model TAM.
Dalam penelitian ini, Technology Acceptance Model (TAM) dijadikan sebagai model yang akan menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi minat penggunaan internet banking. Technology Acceptance Model (TAM), merupakan model yang popular dan banyak digunakan dalam berbagai penelitian mengenai proses adopsi teknologi informasi termasuk internet banking (Kusuma dan Susilowati, 2007), karena model ini lebih sederhana dan mudah diterapkan
(Igbaria, Guimares, Davis, 1995). TAM merupakan adaptasi dari TRA yang dibuat khusus untuk model adopsi penggunaan teknologi informasi (Ramadhani, 2008). TAM dapat diterima secara luas diantara peneliti informasi karena permodelan tiap keyakinan (belief) pada TAM dipandang sebagai konstruk yang berbeda secara terpisah memungkinkan para peneliti untuk menganalisa pengaruh dari semua faktor pada penerimaan sistem informasi yang lebih baik (Pikkarainen et al, 2004).
Penelitian ini akan menggunakan tiga variabel determinan yaitu persepsi kegunaan, persepsi kemudahan penggunaan dan minat/niat dalam penggunaan. Selain itu, penelitian ini juga menambahkan variabel eksternal persepsi kredibilitas serta peneliti akan menambahkan variabel gender sebagai variabel moderating. Selengkapnya penjelasan mengenai teori yang mendasari variabel moderating gender dijelaskan dalam Venkatesh et al (2003) sebagai berikut :
Tabel 2.1
Rangkuman Model Variabel Moderating : Gender
Model Gender
Theory Reason Action Tidak Dijelaskan
Technology Acceptance Model (dan TAM2)
Gender sebenarnya tidak termasuk dalam model asli TAM. Bukti empiris menunjukkan bahwa variabel perceived usefulness lebih berpengaruh pada pria sedangkan variabel perceived easy of
use lebih berpengaruh pada wanita (Venkantesh
et al dan Moris, 2000).
Motivational Model Tidak Dijelaskan
Theory of Planed Behavior Venkantesh et al (2000) menemukan bahwa
attitude toward behavior lebih berpengaruh
pada pria. Sedangkan pada pengalaman sebelumnya, subjective norm dan perceived
behavioral control lebih berpengaruh pada
wanita.
Model of PC Utilization Tidak Dijelaskan
Innovation Diffusion Theory Tidak Dijelaskan
Social Cognitive Theory Tidak Dijelaskan Sumber : Venkantesh et al (2003)
2.3.1 Pengertian Technology Acceptance Model (TAM)
Menurut Wikipedia “the technology acceptance model (TAM) is an
information systems theory that models how users come to accept and use a technology”, yang artinya teori sistem informasi dengan model bagaimana
pemakai dapat menerima dan menggunakan teknologi tersebut. Technology
Acceptance Model (TAM) adalah kerangka yang dikembangkan oleh Fred D.
Davis pada tahun 1986, dengan disertasinya di Sloan School of Management, Massachusetts Institute of Technology yang berjudul “A Technology Acceptance
Model for Empirically Testing New End-User Information System: Theory and Results”. Dari disertasi tersebut, Davis kemudian mempublikasikan karya ilmiah
yang berjudul “Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, and User
Acceptance of Information Technology” pada MIS Quartely pada tahun 1989.
Model Davis, diadaptasi dari Theory Reasoned Action yang berasumsi bahwa seseorang mengadopsi suatu teknologi pada umumnya ditentukan oleh proses kognitif dan bertujuan untuk memuaskan pemakainya atau memaksimalkan kegunaan teknologi itu sendiri. Dengan kata lain kunci utama penerimaan teknologi informasi oleh penggunanya adalah evaluasi kegunaan teknologi tersebut. Selanjutnya, Davis menganggap bahwa dua keyakinan individual, yaitu persepsi kegunaan (perceived usefulness) dan persepsi kemudahan penggunaan
(perceived easy of use) adalah variabel utama perilaku dalam mengadopsi teknologi informasi (Kusuma dan Susilowati, 2007).
Menurut Davis (1989) tujuan utama TAM adalah memberikan kerangka dasar untuk penelusuran pengaruh faktor eksternal terhadap kepercayaan, sikap dan tujuan pengguna. Maharsi dan Mulyadi (2007) menyatakan bahwa TAM meneliti dan mengukur faktor yang mempengaruhi keputusan seseorang apakah menerima atau menolak teknologi informasi tertentu. Menurut Igbaria et al (1997) model ini menempatkan faktor minat dari tiap-tiap perilaku pengguna dengan dua variabel yaitu kegunaan (usefulness) dan kemudahan penggunaan (easy of use). Selain itu, persepsi kegunaan dan kemudahan penggunaan adalah faktor penentu dari minat/niat penggunaan.
Model ini terdiri dari 5 variabel sebagai determinan terhadap penggunaan
internet banking yaitu persepsi kegunaan, persepsi kemudahan penggunaan, sikap
dalam penggunaan, minat dalam penggunaan dan aktualisasi penggunaan. Selanjutnya, model ini juga menambahkan variabel eksternal sebagai pengembangan penelitian.
Menurut Teo, dkk., (1999) sebenarnya faktor yang mempengaruhi orang untuk menggunakan teknologi adalah motivasi ekstrinsik dan motivasi intrinsik. Motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang ditimbulkan karena persepsi bahwa teknologi merupakan instrumen untuk meningkatkan value yang berbeda pada
outcomes yang diperoleh dari aktivitas spesifik. Motivasi intrinsik tumbuh ketika
Banyak penelitian menemukan bahwa perbedaan individu adalah variabel eksternal yang penting. Beberapa penelitian empiris juga menemukan hubungan yang signifikan antara perbedaan individu dan penerimaan teknologi informasi menggunakan TAM (Agarwal dan Prasad, 1999).
2.3.2 Perkembangan Technology Acceptance Model (TAM)
Seperti makhluk hidup, TAM berevolusi secara perlahan. TAM dibagi ke dalam empat periode untuk mengetahui perkembangannya. Periode-periode tersebut adalah (Azhary dan Sari, 2008):
1. Periode pengenalan model (tahun 1986-1995).
Setelah pengenalan sistem informasi ke dalam organisasi, pada periode ini
user acceptance technology (UAT) mendapatkan perhatian yang lebih. TAM
berevolusi dari TRA dan menyebabkan para peneliti melakukan penelitian yang berfokus kepada dua hal, yaitu bagaimana menerapkan TAM pada teknologi atau bidang ilmu yang lain dan membandingkan TAM dengan pendahulunya (TRA) untuk mengetahui apa yang membedakan TAM dengan TRA serta apa kelebihannya.
2. Periode validasi model (tahun 1992-1996).
Penelitian pada periode ini menginvestigasi apakah instrumen-instrumen TAM cukup powerfull untuk dapat bertahan.
3. Periode pengembangan model (tahun 1994-2003).
Setelah proses validasi dianggap memuaskan, dilakukan pengembangan dengan mengikutsertakan variabel-variabel luar yang mengandung unsur individu, organisasi, dan karakteristik kerja.
4. Periode elaborasi model (tahun 2000-2003).
Proses elaborasi pada periode ini terbagi menjadi dua. Pertama, bertujuan untuk membangun generasi selanjutnya dari TAM. Kedua, bertujuan untuk mengatasi keterbatasan-keterbatasan TAM.