BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.2. Deskripsi Jawaban Responden
4.3.3. Hasil Uji Hipotesis
4.3.3.1 Uji Hipotesis Persamaan Sub Struktur 1
Untuk mengetahui bagaimana pengaruh variabel Remunerasi (X1), Pengembangan Karir (X2) terhadap Kepuasan Kerja (X3) pada pemeriksa di BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara dapat dilihat pada persamaan jalur pertama.
Tabel 4.12 Hasil Analisis Regresi Linear Berganda
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 1.345 .635 2.116 .037
Remunerasi (X1) .506 .062 .517 8.139 .000
Pengembangan Karir (X2) .466 .062 .481 7.574 .000
a. Dependent Variable: Kepuasan Kerja (X3) Sumber : Data diolah (2015)
Persamaan regresinya sebagai berikut:
X3 = a + b1X1+ b2X2
X3 = 1,345+ 0,506X1 + 0,466 X2………(1) Keterangan:
X3 = Kepuasan Kerja a = konstanta
b1,b2 = koefisien regresi X1 = Remunerasi
X2 = Pengembangan Karir
1. Uji F
Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen (X1,X2….Xn) secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen (Y).
Dari hasil output analisis regresi dapat diketahui nilai F seperti pada Tabel 4.13 berikut ini.
Tabel 4.13 Hasil Uji F
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 6023.393 2 3011.696 2588.809 .000a
Residual 107.028 92 1.163
Total 6130.421 94
a. Predictors: (Constant), Pengembangan Karir (X2), Remunerasi (X1) b. Dependent Variable: Kepuasan Kerja (X3)
Sumber : Data diolah (2015)
Tingkat signifikansi menggunakan = 5% (signifikansi 5% atau 0,05) adalah ukuran standar yang sering digunakan dalam penelitian. Berdasarkan Tabel 4.13 diperoleh Fhitung sebesar 2.588,809. Dengan menggunakan tingkat keyakinan 95%, = 5%, diperoleh untuk Ftabel sebesar 3,10. Kriteria pengujian adalah:
a. Jika Fhitung < Ftabel, maka Ho diterima dan H1 ditolak, pada α = 5%
b. Jika Fhitung > Ftabel, maka Ho ditolak dan H1 diterima, pada α = 5%
Oleh karena nilai Fhitung > Ftabel (2.588,809 > 3,10), maka Ho ditolak dan H1 diterima, artinya ada pengaruh secara signifikan antara Remunerasi (X1) dan Pengembangan Karir (X2), secara bersama-sama terhadap terhadap Kepuasan Kerja (X3). Jadi dapat disimpulkan bahwa Remunerasi (X1) dan Pengembangan Karir (X2), secara bersama-sama berpengaruh terhadap Kepuasan Kerja (X3).
2. Uji t
Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi variabel independen (X1, X2,…..Xn) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (Y).
Dari hasil analisis regresi output dapat disajikan sebagai berikut:
Tabel 4.14 Hasil Uji t
a. Dependent Variable: Kepuasan Kerja (X3) Sumber : Data diolah (2015)
a. Pengujian Koefisien Regresi Variabel Remunerasi (X1)
Berdasarkan tabel diperoleh thitung sebesar 8,139. Kriteria pengujian adalah a. Ho diterima jika thitung< ttabel
b. Ho ditolak jika thitung> ttabel
Dari tabel diperoleh nilai ttabel sebesar 1,661, sehingga nilai thitung > ttabel
yaitu 8.139 > 1,661 maka Ho ditolak, artinya secara parsial ada pengaruh signifikan antara Remunerasi (X1) terhadap Kepuasan Kerja (X3). Jadi dapat disimpulkan bahwa secara parsial Remunerasi (X1) berpengaruh terhadap Kepuasan Kerja (X3).
Dari hasil regresi model summary diperoleh nilai R square sebesar 0,983 artinya secara parsial Remunerasi (X1) berpengaruh terhadap Kepuasan Kerja (X3) sebesar 0,983 X 100% = 98,3%.
b. Pengujian Koefisien Regresi Variabel Pengembangan Karir (X2)
Berdasarkan Tabel 4.14 diperoleh thitung sebesar 7,574. Kriteria pengujian adalah:
a. Ho diterima jika t hitung < t table;
b. Ho ditolak jika t hitung > t table.
Dari tabel diperoleh nilai ttabel sebesar 1,661,oleh karena nilai thitung > ttabel
yaitu 7,574 > 1,661 maka Ho ditolak, artinya secara parsial ada pengaruh signifikan antara Pengembangan Karir (X2) terhadap Kepuasan Kerja (X3). Jadi dapat disimpulkan bahwa secara parsial Pengembangan Karir (X2) berpengaruh terhadap Kepuasan Kerja (X3).
Dari hasil regresi model summary diperoleh nilai R square sebesar 0,970 artinya secara parsial Pengembangan Karir (X2) berpengaruh terhadap Kepuasan Kerja (X3) sebesar 0,970 X 100% = 97,0%.
3. Koefisien Determinan (R Square) Persamaan Struktur Pertama
Untuk melihat pengaruh antara Remunerasi (X1) dan Pengembangan Karir (X2), secara bersama-sama terhadap terhadap Kepuasan Kerja (X3) dapat dilihat dari hasil perhitungan model summary di bawah ini:
Tabel 4.15 Nilai Koefisien Determinasi (R2) Persamaan Struktur Pertama
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .991a .983 .982 1.079
a. Predictors: (Constant), Pengembangan Karir (X2), Remunerasi (X1) Sumber : Data diolah (2015)
Berdasarkan Tabel 4.15 dapat dilihat besarnya angka R square (R2) sebesar 0,983, dengan dengan menggunakan rumus:
KD = R2 X 100%
KD = 0,983 X 100% = 98,3%
Dari hasil perhitungan tersebut dapat diartikan bahwa variabel Pengembangan Karir (X2) dan Remunerasi (X1) berpengaruh sebesar 98.3%
terhadap Kepuasan Kerja (X3). Selebihnya 2,7% lagi dipengaruhi oleh faktor lain di luar dari penelitan ini.
Berdasarkan Tabel 4.14 diperoleh hasil pengujian secara parsial sebagai berikut:
1. Pengaruh Variabel Remunerasi (X1) terhadap Kepuasan Kerja (X3) Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai thitung > ttabel yaitu 8,139 > 1,661 maka Ho ditolak, artinya secara parsial ada pengaruh signifikan antara Remunerasi (X1) terhadap Kepuasan Kerja (X3). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa secara parsial Remunerasi (X1) berpengaruh terhadap Kepuasan Kerja (X3) pada pemeriksa di BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara.
Dari hasil regresi model summary diperoleh nilai R square sebesar 0,972 artinya secara parsial Remunerasi (X1) berpengaruh terhadap Kepuasan Kerja (X3) sebesar 0,972 X 100% = 97,2%.
2. Pengaruh Variabel Pengembangan Karir (X2) terhadap Kepuasan Kerja (X3)
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai thitung > ttabel yaitu 7,574 > 1,661 maka Ho ditolak, artinya secara parsial ada pengaruh signifikan antara Pengembangan Karir (X2) terhadap Kepuasan Kerja (X3). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa secara parsial Pengembangan Karir (X2) berpengaruh
terhadap Kepuasan Kerja (X3) pada pemeriksa di BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara.
Dari hasil regresi model summary diperoleh nilai R square sebesar 0,970 artinya secara parsial Pengembangan Karir (X2) berpengaruh terhadap Kepuasan Kerja (X3) sebesar 0,970 X 100% = 97,0%.
4.3.3.2 Uji Hipotesis Persamaan Sub Struktur 2
Untuk mengetahui bagaimana pengaruh variabel Kepuasan Kerja (X1), Remunerasi (X2), Pengembangan Karir (X3) berpengaruh signifikan terhadap motivasi berprestasi pada pemeriksa di BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara dapat dilihat pada persamaan jalur pertama atau pengaruh tidak langsung.
Tabel 4.16 Hasil Analisis Regresi Linear Berganda
Model
a. Dependent Variable: Motivasi Berprestasi (Y)
Sumber : Data diolah (2015)
Persamaan regresinya sebagai berikut:
Y = a + b1X1+ b2X2+ b3X3 + e………...……….(1) X3 = 0,441+ 0, 830 X1 + 0,776 X2 + 0,795 X3……….(2) Keterangan:
Y = Motivasi Berprestasi (Y) a = konstanta
b1,b2, b3 = koefisien regresi
X1 = Remunerasi
X2 = Pengembangan Karir
1.Uji F
Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen (X1,X2….Xn) secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen (Y).
Dari hasil output analisis regresi dapat diketahui nilai F seperti pada Tabel 4.17 berikut ini.
Tabel 4.17 Hasil Uji F
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 4503.785 3 1501.262 1.525.712 .000a
Residual 89.542 91 .984
Total 4593.326 94
a. Predictors: (Constant), Kepuasan Kerja (X3), Pengembangan Karir (X2), Remunerasi (X1) b. Dependent Variable: Motivasi Berprestasi (Y)
Sumber : Data diolah (2015)
Tingkat signifikansi menggunakan = 5% (signifikansi 5% atau 0,05 adalah ukuran standar yang sering digunakan dalam penelitian). Berdasarkan Tabel 4.17 diperoleh Fhitung sebesar 1.525,712. Dengan menggunakan tingkat keyakinan 95%, = 5%, diperoleh untuk Ftabel sebesar 2,70. Kriteria pengujian adalah:
a. Ho diterima bila Fhitung < Ftabel;
b. Ho ditolak bila Fhitung > Ftabel.
Oleh karena nilai Fhitung > Ftabel (1.525.712 > 3,10), maka Ho ditolak.
Karena Fhitung > Ftabel (1.525.712 > 3,683), maka Ho ditolak dan tingkat
pengaruh secara signifikan antara Remunerasi (X1), Pengembangan Karir (X2), dan Kepuasan Kerja (X3) terhadap Motivasi Berprestasi (Y). Jadi dapat disimpulkan bahwa Remunerasi (X1), Pengembangan Karir (X2) dan Kepuasan Kerja (X3) secara bersama-sama berpengaruh terhadap Motivasi Berprestasi (Y).
2.Uji t
Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi variabel independen (X1, X2,…..Xn) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (Y).
Dari hasil analisis regresi output dapat disajikan sebagai berikut:
Tabel 4.18 Hasil Uji t
a. Dependent Variable: Motivasi Berprestasi (Y) Sumber : Data diolah (2015)
a. Pengujian Koefisien Regresi Variabel Remunerasi (X1)
Berdasarkan Tabel 4.18 diperoleh thitung sebesar 11,078. Kriteria pengujian adalah:
a. Ho diterima jika t hitung < ttabel;
b. Ho ditolak jika thitung > ttabel.
Dari tabel diperoleh nilai ttabel sebesar 1,661, oleh karena nilai thitung > ttabel yaitu 11,078 > 1,661 maka Ho ditolak, artinya secara parsial ada pengaruh signifikan antara Remunerasi (X1) terhadap Motivasi Berprestasi (Y). Jadi dari
kasus ini dapat disimpulkan bahwa secara parsial Remunerasi (X1) berpengaruh terhadap Motivasi Berprestasi (Y).
Dari hasil regresi model summary diperoleh nilai R square sebesar 0,970 artinya secara parsial Remunerasi (X1) berpengaruh terhadap Motivasi Berprestasi (Y) sebesar 0,955 X 100% = 95,5%.
b. Pengujian Koefisien Regresi Variabel Pengembangan Karir (X2)
Berdasarkan Tabel 4.18 diperoleh thitung sebesar 10,765. Kriteria pengujian adalah:
a. Ho diterima jika thitung< ttabel;
b. Ho ditolak jika thitung> ttabel.
Dari tabel diperoleh nilai ttabel sebesar 1,661, oleh karena nilai thitung > ttabel
yaitu 10,765 > 1,661 maka Ho ditolak, artinya secara parsial ada pengaruh signifikan antara Pengembangan Karir (X2) terhadap Motivasi Berprestasi (Y).
Jadi dapat disimpulkan bahwa secara parsial Pengembangan Karir (X2) berpengaruh terhadap Motivasi Berprestasi (Y).
Dari hasil regresi model summary diperoleh nilai R square sebesar 0,970 artinya secara parsial Pengembangan Karir (X2) berpengaruh terhadap Motivasi Berprestasi (Y) sebesar 0,954 X 100% = 95,4%.
c. Pengujian Koefisien Regresi Variabel Kepuasan Kerja (X3)
Berdasarkan Tabel 4.18 diperoleh thitung sebesar 8,291. Kriteria pengujian adalah:
a. Ho diterima jika thitung < ttabel;
b. Ho ditolak jika thitung > ttabel.
Dari tabel diperoleh nilai ttabel sebesar 1,661, oleh karena nilai thitung > ttabel
yaitu 8,291 > 1,661 maka Ho ditolak, artinya secara parsial ada pengaruh signifikan antara Kepuasan Kerja (X3) terhadap Motivasi Berprestasi (Y). Jadi dapat disimpulkan bahwa secara parsial Kepuasan kerja (X3) berpengaruh terhadap Motivasi Berprestasi (Y).
Dari hasil regresi model summary diperoleh nilai R square sebesar 0,970 artinya secara parsial Kepuasan Kerja (X3) berpengaruh terhadap Motivasi Berprestasi (Y) sebesar 0,918 X 100% = 91,8%.
d. Koefisien Determinan (R Square) Persamaan Struktur Kedua
Untuk melihat pengaruh antara Remunerasi (X1) dan Pengembangan Karir (X2), dan Kepuasan Kerja (X3) secara bersama-sama terhadap terhadap Motivasi Berprestasi (Y) dapat dilihat dari hasil perhitungan model summary di bawah ini:
Tabel 4.19 Nilai Koefisien Determinasi (R2) Persamaan Struktur Kedua
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .990a .981 .980 .992
a. Predictors: (Constant), Kepuasan Kerja (X3), Pengembangan Karir (X2), Remunerasi (X1)
Sumber : Data diolah (2015)
Berdasarkan Tabel 4.19 dapat dilihat besarnya angka R square (R2) sebesar 0,981. Dengan dengan menggunakan rumus:
KD = r2 X 100%
KD = (0,983) X 100% =98,1%.
Dari hasil perhitungan di atas ini dapat diartikan bahwa variabel Remunerasi (X1), Pengembangan Karir (X2), dan Kepuasan Kerja (X3)
berpengaruh sebesar 98,3% terhadap Motivasi Berprestasi (Y). Selebihnya 1,7%
lagi dipengaruhi oleh faktor lain di luar dari penelitan ini.
Berdasarkan Tabel 4.18 diperoleh hasil pengujian secara parsial sebagai berikut:
1. Pengaruh Variabel Remunerasi (X1) terhadap Motivasi Berprestasi (Y)
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai thitung > ttabel yaitu 11,078 > 1,661 maka Ho ditolak, artinya secara parsial ada pengaruh signifikan
antara Remunerasi (X1) terhadap Motivasi Berprestasi (Y). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa secara parsial Remunerasi (X1) berpengaruh terhadap Motivasi Berprestasi (Y) pada pemeriksa di BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara. Dari hasil regresi model summary diperoleh nilai R square sebesar 0,970 artinya secara parsial Remunerasi (X1) berpengaruh terhadap Motivasi Berprestasi (Y) sebesar 0,955 X 100% = 95,5%.
2. Pengaruh Variabel Pengembangan Karir (X2) terhadap Motivasi Berprestasi (Y)
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai thitung > ttabel yaitu 10,765 > 1,661 maka Ho ditolak, artinya secara parsial ada pengaruh signifikan
antara Pengembangan Karir (X2) terhadap Motivasi Berprestasi (Y). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa secara parsial Pengembangan Karir (X2) berpengaruh terhadap Motivasi Berprestasi (Y) pada pemeriksa di BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara. Dari hasil regresi model summary diperoleh nilai R square sebesar 0,970 artinya secara parsial Pengembangan Karir (X2) berpengaruh terhadap Motivasi Berprestasi (Y) sebesar 0,954 X 100% = 95,4%.
3. Pengaruh Variabel Kepuasan Kerja (X3) terhadap Motivasi Berprestasi (Y)
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai thitung > ttabel yaitu 8,291 > 1,661 maka Ho ditolak, artinya secara parsial ada pengaruh signifikan antara Kepuasan Kerja (X3) terhadap Motivasi Berprestasi (Y). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa secara parsial Kepasan Kerja (X3) berpengaruh terhadap Motivasi Berprestasi (Y) pada pemeriksa di BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara. Dari hasil regresi model summary diperoleh nilai R square sebesar 0,970 artinya secara parsial Kepuasan Kerja (X3) berpengaruh terhadap Motivasi Berprestasi (Y) sebesar 0,918 X 100% = 91,8%.