BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
METODOLOGI PENELITIAN
J. Hasil Uji Hipotesis
Setelah dilakukan uji statistik dan uji asumsi klasik maka, diperoleh
fungsi baru profitabilitas bank umum syariah ROA = f (GDPgr, Kurs, BIrate)
atau dapat ditulis dengan model ekonometrika:
ROA = α + β1GDPgrw + β2d(Kurs) + β3d(BIrate,2)
ROA = 2,233 +0,0584GDPgrw + 0,0005d(Kurs) + 0,0311d(BIrate,2)
Dengan model penelitian tersebut dapat dijelaskan hasil uji hipotesis atas
masing-masing variabel dalam model penelitian dan variabel yang telah
dikeluarkan dari model penelitian sebagai berikut:
1. Variabel dalam model penelitian
a. Pengaruh Pertumbuhan Pendapatan Nasional terhadap Profitabilitas
Bank Umum Syariah
Setelah dilakukan olah dan analisis data diperoleh nilai
koefisien β sebesar 0,0584; t-hitung 0,775 < 1,687 t-tabel;
70
pendapatan nasional berpengaruh positif dan tidak signifikan
terhadap profitabilitas bank umum syariah di Indonesia. Hasil dari
penelitian ini didukung oleh penelitian Ariffin dan Fauziah (2014:
102) yang menyatakan bahwa GDP tidak menunjukkan dampak
yang signifikan terhadap laba bank syariah. Penelitian lain dari
Abduh dan Yameen (2013: 209) GDP tidak signifikan dan memiliki
hubungan negatif terhadap profitabilitas bank syariah di Malaysia.
Teng et al (2012:49-50) menunjukkan bahwa GDP dan profitabilitas
memiliki hubungan tidak signifikan. Macit (2012: 591) menyebutkan
hasil penelitian bahwa pertumbuhan GDP memiliki dampak positif
dan tidak signifikan terhadap profitabilitas. Sedangkan penelitian
lain menyebutkan hasil yang bertentangan dengan penelitian ini,
Osamwonyi (2014: 85) menyebutkan GDP secara statistik memiliki
hubungan signifikan dengan profitabilitas bank. Widyaningrum dan
Dodik (2014: 95) menyatakan bahwa pertumbuhan GDP memiliki
pengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA. Mukhlis (2012: 280)
menemukan hasil penelitian pertumbuhan ekonomi memiliki
pengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat profitabilitas yang
dapat diperoleh bank syariah di Indonesia.
Pertumbuhan pendapatan nasional memiliki hubungan positif
dengan profitabilitas bank. Kenaikan pertumbuhan pendapatan
nasional akan memicu naiknya kegiatan ekonomi masyarakat secara
berdampak pada kenaikan kegiatan yang dilakukan oleh bank dalam
memberikan layanan pada masyarakat sehingga pada akhirnya dapat
meningkatkan pendapatan bank.
b. Pengaruh Kurs terhadap Profitabilitas Bank Umum Syariah
Setelah dilakukan olah dan analisis data diperoleh nilai
koefisien β sebesar -0,0005; t-hitung 1,9 > 1,687 t-tabel; signifikansi
0,065 > 0,05. Variabel kurs berpengaruh negatif dan tidak signifikan
terhadap profitabilitas bank umum syariah di Indonesia. Hasil dari
penelitian ini didukung oleh penelitian Pratama (2015: 72) yang
menyebutkan kurs rupiah terhadap dolar mempengaruhi performa
bank syariah di Indonesia. Adebola et al (2011: 28) menyatakan
hasil yang searah dengan penelitian ini bahwa nilai tukar tidak
berpengaruh signifikan pada jangka panjang. Sedangkan penelitian
lain Dwijayanti dan Prima (2009: 94) menghasilkan kesimpulkan
nilai tukar uang berpengaruh negatif dan signifikan terhadap
profibilitas bank. Macit (2012:591) menyimpulkan log kurs memiliki
dampak positif dan signifikan terhadap performa bank.
Krisis nilai tukar berpengaruh negatif terhadap
perekonomian, mengakibatkan harga-harga melambung tinggi.
Melemahnya nilai tukar mengakibatkan barang-barang impor
menjadi lebih mahal dan mengakibatkan kenaikan harga-harga di
72
masyarakat untuk menabung dan investasi karena dana yang dimiliki
telah dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan pokok.
c. Pengaruh BI rate terhadap Profitabilitas Bank Umum Syariah
Setelah dilakukan olah dan analisis data diperoleh nilai
koefisien β sebesar -0,0311; t-hitung 0,096 < 1,687 t-tabel;
signifikansi 0,93 > 0,05. BI rate berpengaruh negatif dan tidak
signifikan terhadap profitabilitas bank umum syariah di Indonesia.
Hal ini terjadi karena kegiatan operasinal bank syariah tidak
menggunakan prinsip bunga dan lebih mengutamakan pada
operasional yang mendukung kegiatan ekonomi sektor riil. Vejzagic
dan Haseem (2014: 51) menyimpulkan hasil penelitian bahwa suku
bunga rill tidak memiliki hubungan dengan profitabilitas bank
syariah di Malaysia, sedangkan Adebola et al (2011: 28) menyatakan
dampak negatif suku bunga terhadap pembiayaan bank syariah
dalam penelitiannya. Hasil lain dari penelitian Pratama (2015:72),
suku bunga mempengaruhi performa bank. Osamwonyi dan Chijuka
(2014: 85) suku bunga memiliki hubungan signifikan. Hasil dari
penelitian ini bertentangan pula dengan hasil penelitian Macit (2012:
591) menyatakan suku bunga memiliki dampak positif dan
signifikan terhadap performa bank.
Prinsip bunga tidak diterapkan dalam perbankan syariah,
namun dalam praktiknya penetapan bagi hasil atas tabungan dan
Indonesia. Meningkatnya suku bunga dapat berdampak baik pada
tabungan tetapi berbanding terbalik dengan pembiayaan yang
diberikan bank. Sementara pendapatan bank syariah tidak hanya
diperoleh melalui penghimpunan dana saja namun juga pendapatan
lain berupa bagi hasil melalui kegiatan penyaluran dana
(pembiayaan). Jika pendapatan bagi hasil pembiayaan menurun
tanpa diimbangi kenaikan pendapatan dari pos lain maka akan
mempengaruhi besarnya laba yang mampu dihasilkan bank syariah.
d. Pengaruh Simultan dan Bersama-sama Pertumbuhan Pendapatan
Nasional, Kurs, dan BI rate terhadap Profitabilitas Bank Umum
Nilai F hitung sebesar 14.316 dengan nilai sig 0,0000 di
bawah nilai signifikan 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan
bahwa variabel independen pertumbuhan pendapatan nasional, kurs,
dan BI rate dalam penelitian ini secara serempak berpengaruh
signifikan terhadap profitabilitas bank umum syariah.
Dalam sistem perbankan saat ini yang mendekati ciri-ciri
persaingan sempurna, kecil kemungkinan kegiatan suatu bank dapat
mempengaruhi sistem perekonomian/moneter. Oleh karena itu
adanya kecenderungan bahwa kegiatan perbankan lebih banyak
mengikuti perkembangan perekonomian makro baik tingkat regional,
nasional, maupun internasional (Muljono, 1996: 67).
Muharam (2009: 100) menyatakan variabel pendapatan
74
bersama-sama secara signifikan terhadap laba operasional bank
umum syariah. Osamwonyi dan Michael (2014: 90) mengemukakan
hasil penelitian bahwa secara simultan variabel GDP, suku bunga,
dan inflasi berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas bank
dengan nilai F-test 4813,78.
Secara individu variabel independen tidak berpengeruh
signifikan terhadap profitabilitas bank, sedangkan secara serempak
dan bersama-sama variabel pertumbuhan pendapatan nasional, kurs
dan BI rate berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas bank
umum syariah di Indonesia. Sebagai variabel tak terkontrol variabel
makroekonomi dalam perekonomian terbuka sangat berpengaruh
terhadap kegiatan ekonomi para pelaku ekonomi termasuk pula
berpengaruh terhadap volume kegiatan ekonomi bank syariah di
Indonesia.
2. Variabel yang dikeluarkan dari model penelitian
Karena diduga memiliki hubungan korelasi dengan
variabel-variabel bebas lainnya (terdapat masalah multikolinearitas) dalam
model penelitian maka variabel inflasi dikeluarkan dari model
penelitian. Meski dikeluarkan dari model penelitian sehingga tidak
dapat membuktikan dugaan atas hipotesis penelitian tentang
pengaruh inflasi terhadap profitabilitas bank, bank umum syariah
tetap harus memperhatikan adanya inflai serta dampaknya dalam
kebijakan untuk menetapkan BI rate, mempengaruhi paritas daya
beli yang kemudian berpengaruh terhadap nilai tukar rupiah, serta
saling berhubungan dengan pertumbuhan pendapatan nasional.
“Tingkat perkembangan ekonomi mencerminkan adanya kenaikan kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat” (Mukhlis,
2012: 277). Semakin tinggi perkembangan ekonomi, akan
menaikkan kegiatan ekonomi masyarakat, yang artinya mendorong
permintaan masyarakat akan barang dan jasa sehingga akan memicu
terjadinya inflasi.
Korelasi antara inflsi dengan nilai tukar mata uang. Jika
terjadi kenaikan penawaran uang yang signifikan, maka otomatis
akan terjadi kenaikan harga yang signifikan pula (inflasi). Tingkat
harga melonjak naik karena terjadi pe nurunan permintaan uang,
juga lonjakan dari nilai tukar (apresiasi) uang (Krugman, 1991: 374).
Sedangkan korelasi inflasi dengan BI rate disebutkan dalam
penelitian Dwijayanti dan Prima (2009: 89), BI rate merupakan
indikasi tingkat bunga jangka pendek yang diinginkan Bank
Indonesia dalam mencapai inflasi. Semakin tinggi inflasi maka Bank
Indonesia akan menaikan suku bunga untuk menekan laju inflasi.
Atas dasar teori tersebut maka variabel inflasi diduga
mengakibatkan masalah multikolinearitas dan dikeluarkan dari
76
Dari pembahasan yang telah dijelaskan ringkasan hasil
penelitian analisis variabel makroekonomi terhadap profitabilitas
bank umum syariah di Indonesia dapat dilihat pada table 4.19
berikut:
Tabel 4.19 Hasil Uji Hipotesis
Variabel Hipotesis Hasil Penelitian
Variabel dalam model penelitian
GDPgrw H1: Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel
GDPgrw terhadap profitabilitas bank umum syariah
Variabel GDPgrw berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap profitabilitas bank umum syariah
Kurs H3: Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel kurs terhadap profitabilitas bank umum syariah
Variabel kurs berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap profitabilitas bank umum syariah
BIrate H4: Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel BIrate
terhadap profitabilitas bank umum syariah
Variabel BIrate berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap profitabilitas bank umum syariah
H5: Terdapat pengaruh dominan antara variabel GDPgrw terhadap profitabilitas bank umum syariah
Pengaruh variabel GDPgrw lebih dominan terhadap profitabilitas bank umum syariah dari variabel-variabel independen lain
H6: Terdapat pengaruh simultan dan bersama-sama antara variabel
GDPgrw, kurs, dan BIrate
terhadap profitabilitas bank umum syariah
Variabel GDPgrw, kurs, dan
BIrate berpengaruh simultan dan bersama-sama terhadap
profitabilitas bank umum syariah
Variabel di luar model penelitian
Inflasi H2: Terdapat pengaruh negatif dan signifikan antara variabel inflasi terhadap profitabilitas bank umum syariah
Variabel inflasi dikeluarkan dari model penelitian karena memiliki masalah multikolinearitas
77
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Melihat pada hasil penelitian yang telah dibahas, maka dapat ditarik
kesimpulan sebagai berikut:
1. Pertumbuhan ekonomi/pertumbuhan pendapatan nasional berpengaruh
positif dan tidak signifikan terhadap profitabilitas bank umum syariah di
Indonesia.
2. Inflasi, dapat mempengaruhi besarnya pendapatan nasional, nilai kurs
dan mempengaruhi penetapan BI rate. Karena korelasi inflasi dengan
variabel-variabel lain dalam model penelitian maka, variabel inflasi
dikeluarkan dari model peneitian.
3. Kurs dan BI rate memiliki hubungan negatif dan tidak signifikan
terhadap profitabilitas bank umum syariah di Indonesia.
4. Pertumbuhan ekonomi/pertumbuhan pendapatan nasional, kurs dan BI
rate secara bersama-sama berpengaruh terhadap profitabilitas bank
umum syariah di Indonesia.
B. Saran
Berdasarkan pembahasan dan hasil penelitian yang telah dilakukan,
peneliti mengajukan beberapa saran sebagai berikut:
1. Keberadaan perbankan dalam struktur perekonomian nasional sangat
78
sedangkan penyaluran dana bank pada sektor riil sangat berarti bagi
pertumbuhan ekonomi, maka pemerintah perlu merumuskan kebijakan
yang bersifat ekspansif terhadap perbankan di indonesia.
2. Peneitian ini hanya menggunakan 5 variabel sehingga model regresi yang
dihasilkan masih menunjukkan angka yang kecil, oleh karena itu untuk
penelitian selanjutnya akan lebih baik jika menambahkan variabel-variabel
lain agar diperoleh model regresi dengan angka yang lebih besar serta
menghasilkan gambaran yang lebih luas tentang masalah yang diteliti.
3. Peneliti selanjutnya dapat menambah jumlah data yang digunakan,
diharapkan dengan jumlah data yang lebih banyak akan menghasilkan