ANALISIS DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Uji Instrumen Penelitian
1. Hasil Uji Statistik Deskriptif
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yang meliputi satuan pengawasan intern, internal control dan good university governance (GUG) akan diuji secara statistik dekriptif seperti yang terlihat pada tabel 4.8.
Tabel 4.8 Hasil Uji Statistik deskriptif
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation SPI 47 76 103 92.87 5.582 IC 47 46 70 56.57 5.762 GUG 47 60 95 76.89 8.017 Valid N (listwise) 47
Sumber: Data primer yang diolah, 2014.
Berdasarkan tabel 4.8 diperoleh informasi bahwa pada variabel satuan pengawasan intern, total jawaban minimum responden sebesar 76 dan
maksimum sebesar 103, dengan rata-rata total jawaban 92,87 dan standar deviasi sebesar 5,582. Variabel internal control total jawaban minimum responden sebesar 46 dan maksimum sebesar 70 dengan rata-rata total jawaban 56,57 dan standar deviasi sebesar 5,762. Variabel good university governance (GUG) total jawaban minimum responden sebesar 60 dan maksimum sebesar 95, dengan rata-rata total jawaban 76,89 dan standar deviasi sebesar 8,017.
2. Hasil Uji Kualitas Data a. Hasil Uji Realibilitas
Uji reliabilitas digunakan sebagai alat pengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Untuk mengukur reliabilitas digunakan uji statistik Cronbach Alfa. Suatu variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach’s Alfa > 0,60.
Tabel 4.9 Hasil Uji Reliabilitas
Variabel Croanbach’s Alpha Keterangan
Satuan Pengawasan Internal 0,788 Reliabel
Internal control 0,898 Reliabel
Good university governance 0,935 Reliabel Sumber: Data primer yang diolah, 2014
Tabel 4.9 menunjukkan nilai Croanbach’s Alpha atas variabel satuan pengawasan internal sebesar 0,788, internal control sebesar 0,898 dan good university governance sebesar 0,935. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pernyataan dalam kuesioner ini reliabel karena
nilai Croanbach’s Alpha lebih besar dari 0,6. Hal ini menunjukkan bahwa setiap item pernyataan yang digunakan akan mampu memperoleh data yang konsisten yang berarti bila pernyataan itu diajukan kembali akan diperoleh jawaban yang relative sama dengan jawaban sebelumnya.
b. Hasil Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur valid atau tidaknya suatu kuesioner. Suatu pertanyaan pada kuesioner dikatakan valid jika tingkat signifikansinya dibawah 0,05. Tabel berikut menunjukkan hasil uji validitas dari empat variabel yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu satuan pengawasan internal(SPI), internal control (IC), dan good university governance (GUG), dengan 47 sampel responden.
Tabel 4.10
Hasil Uji Validitas Satuan Pengawasan Internal No. Butir
Pertanyaan
Pearson Correlation
Sig (2 – Tailed) Keterangan
1 (SPI1) 0,512** 0,000 Valid 2 (SPI2) 0,416** 0,004 Valid 3 (SPI3) 0,429** 0,003 Valid 4 (SPI4) 0,337* 0,021 Valid 5 (SPI5) 0,527** 0,000 Valid 6 (SPI6) 0,519** 0,000 Valid 7 (SPI7) 0,418** 0,003 Valid 8 (SPI8) 0,496** 0,000 Valid
Bersambung pada halaman berikutnya.
Tabel 4.10 (Lanjutan)
Hasil Uji Validitas Satuan Pengawasan Internal No. Butir
Pertanyaan
Pearson Correlation
Sig (2 – Tailed) Keterangan
9 (SPI9) 0,345** 0,017 Valid 10 (SPI10) 0,501** 0,000 Valid 11 (SPI11) 0,373** 0,010 Valid 12 (SPI12) 0,414** 0,004 Valid 13 (SPI13) 0,407** 0,004 Valid 14 (SPI14) 0,452** 0,001 Valid 15 (SPI15) 0,475** 0,001 Valid 16 (SPI16) 0,441** 0,002 Valid 17 (SPI17) 0,364* 0,012 Valid 18 (SPI18) 0,496** 0,000 Valid 19 (SPI19) 0,325* 0,026 Valid 20 (SPI20) 0,335* 0,022 Valid 21 (SPI21) 0,639** 0,000 Valid 22 (SPI22) 0,615** 0,000 Valid
Sumber: Data primer yang diolah, 2014
Tabel 4.10 menunjukkan variabel satuan pengawasan intern mempunyai kriteria valid untuk semua item pertanyaan dengan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05.
Tabel 4.11
Hasil Uji Validitas Internal Control
No. Butir Pertanyaan
Pearson Correlation
Sig (2 – Tailed) Keterangan
1 (IC1) 0,671** 0,000 Valid 2 (IC2) 0,544** 0,000 Valid 3 (IC3) 0,642** 0,000 Valid 4 (IC4) 0,743** 0,000 Valid 5 (IC5) 0,778** 0,000 Valid 6 (IC6) 0,697** 0,000 Valid 7 (IC7) 0,706** 0,000 Valid 8 (IC8) 0,651** 0,000 Valid 9 (IC9) 0,679** 0,000 Valid 10 (IC10) 0,521** 0,000 Valid 11 (IC11) 0,678** 0,000 Valid 12 (IC12) 0,717** 0,000 Valid 13 (IC13) 0,663** 0,000 Valid 14 (IC14) 0,609** 0,000 Valid
Sumber: Data primer yang diolah, 2014
Tabel 4.11 menunjukkan variabel internal control mempunyai kriteria valid untuk semua item pertanyaan dengan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05.
Tabel 4.12
Hasil Uji Validitas Good University Governance
No. Butir Pertanyaan
Pearson Correlation
Sig (2 – Tailed) Keterangan
1 (GUG1) 0,727** 0,000 Valid 2 (GUG2) 0,687** 0,000 Valid 3 (GUG3) 0,698** 0,000 Valid 4 (GUG4) 0,687** 0,000 Valid 5 (GUG5) 0,762** 0,000 Valid 6 (GUG6) 0,696** 0,000 Valid 7 (GUG7) 0,725** 0,000 Valid 8 (GUG8) 0,598** 0,000 Valid 9 (GUG9) 0,640** 0,000 Valid 10 (GUG10) 0,739** 0,000 Valid 11 (GUG11) 0,655** 0,000 Valid 12 (GUG12) 0,732** 0,000 Valid 13 (GUG13) 0,638** 0,000 Valid 14 (GUG14) 0,803** 0,000 Valid 15 (GUG15) 0,680** 0,000 Valid 16 (GUG16) 0,741** 0,000 Valid 17 (GUG17) 0,662** 0,000 Valid 18 (GUG18) 0,535** 0,000 Valid 19 (GUG19) 0,695** 0,000 Valid
Sumber: Data primer yang diolah, 2014
Tabel 4.12 menunjukkan variabel good university governance mempunyai kriteria valid untuk semua item pertanyaan dengan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05.
3. Uji Asumsi Klasik
a. Hasil Uji Multikolonieritas
Uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah adanya korelasi antar variabel bebas (independen) dalam model regresi. Untuk mendeteksi adanya masalah multikolonieritas dalam penelitian ini dengan menggunakan Nilai Tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF). Regresi yang terbebas dari problem multikolonieritas apabila nilai VIF < 10 dan nilai tolerance > 0,10 maka data tersebut tidak ada multikolonieritas. Berikut ini disajikan hasil uji multikolonieritas dengan menggunakan Nilai Tolerance dan VIF, yaitu:
Tabel 4.13
Hasil Uji Multikolonieritas Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig. Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1
(Constant) -1.763 13.497 -.131 .897
SPI .384 .185 .267 2.072 .044 .611 1.636 IC .760 .180 .546 4.231 .000 .611 1.636 a. Dependent Variable: GUG
Sumber: Data primer yang diolah, 2014
Berdasarkan tabel 4.13 diatas terlihat bahwa nilai tolerance lebih dari 0,10 dan nilai VIF disekitar angka 1 atau kurang dari 10 untuk setiap
variabel, yang ditunjukkan dengan nilai tolerance untuk satuan pengawasan internal 0,611 dan internal control sebesar 0,611. Dengan nilai VIF masing-masing adalah 1,636 dan 1,636. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model persamaan regresi tidak terdapat multikolonieritas dan dapat digunakan dalam penelitian ini.
b. Hasil Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi, variabel dependen dan variabel independen atau keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah distribusi data normal atau mendekati normal. Penelitian ini pengujian uji normalitas dilakukan dengan menggunakan analisis grafik (histogram dan probability plot) dan uji statistik (K-S).
Gambar 4.1
Hasil Uji Normalitas Menggunakan Grafik P-Plot
Hasil uji normalitas berdasarkan output histogram disajikan pada gambar berikut ini:
Gambar 4.2
Hasil Uji Normalitas Menggunakan Grafik Histogram
Sumber: Data primer yang diolah, 2014
Gambar 4.1 dan 4.2 memperlihatkan penyebaran data yang berada disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, ini menunjukkan bahwa model regresi telah memenuhi asumsi normal. Hasil uji normalitas berdasarkan uji Kolmogorov-Smirnov (K-S) disajikan pada tabel berikut ini:
Tabel 4.14
Hasil Uji Normalitas Menggunakan Kolmogorov-Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 47
Normal Parametersa,b Mean .0000000 Std. Deviation 5.36665806
Most Extreme Differences
Absolute .119 Positive .119 Negative -.095 Kolmogorov-Smirnov Z .819 Asymp. Sig. (2-tailed) .513 a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Sumber: Data primer yang diolah, 2014
Menurut tabel 4.14 di atas, hasil uji (K-S) menunjukkan bahwa data terdistribusi normal. Hal ini terlihat dari nilai probabilitas sebesar 0,513 lebih besar dari 0,05. Sehingga model penelitian ini memenuhi uji asumsi klasik normalitas.
c. Hasil Uji Heteroskedastisitas
Pengujian heteroskedastisitas dilakukan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi, terjadi ketidaksamaan varians dari residual dari satu pengamatan ke pengamatan lain. Jika varians dari residual suatu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homoskedastisitas. Dalam penelitian ini pengujian uji heteroskedastisitas menggunakan analisis grafik scatterplot dan uji statistik menggunakan uji Glejser.
Gambar 4.3
Hasil Uji Heteroskedastisitas Menggunakan Garfik Scatterplot
Sumber: Data primer yang diolah
Gambar 4.3, menunjukkan titik-titik menyebar secara acak dan tidak membentuk pola tertentu serta tersebar di atas dan di bawah angka 0 (nol) pada sumbu Y. Hal ini berarti tidak terjadi heteroskedastisitas sehingga model regresi layak digunakan. Berikut hasil uji heteroskedastisitas menggunakan uji Glejser.
Tabel 4.15
Hasil Uji Heteroskedastisitas Menggunakan Uji Glejser Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -6.606 8.859 -.746 .460 SPI .045 .122 .070 .371 .712 IC .112 .118 .178 .949 .348 a. Dependent Variable: absut
Sumber: Data Primer yag diolah, 2014.
Berdasarkan tabel 4.15 di atas, semua variabel independen memiliki angka signifikan di atas 0,05. Hal ini terlihat dari nilai signifikansi satuan pengawasan intern sebesar 0,712 dan internal control sebesar 0,348. Oleh karena itu dalam persamaan regresi tersebut tidak terjadi heteroskedastisitas.
4. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R²)
Uji koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan variabel dependen dapat dijelaskan oleh variabel independen. Dalam penelitian ini menggunakan variabel independen yaitu peran satuan pengawasan intern dan internal control. Sedangkan variabel dependennya yaitu good university govenance. Adapun hasil uji koefisien Adjusted R Square disajikan dalam tabel 4.13 di bawah ini:
Tabel 4.16
Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summary
Model R R Square Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate 1 .743a .552 .532 5.48727 a. Predictors: (Constant), IC, SPI
Sumber: Data primer yang diolah, 2014
Pada tabel 4.16 memperlihatkan Adjusted R Square sebesar 0,532. Hal ini berarti menunjukkan variasi peran satuan penawasan intern dan internal control dapat menjelaskan 53,2% dari variasi good university governance. Sedangkan sisanya 46,8% dijelaskan oleh variabel-variabel lain diluar model penelitian. Menurut Lestari (2013) variabel yang dapat
mempengaruhi tercapainya good governance adalah manajemen pengendalian risiko, kebijakan perusahaan atau organisasi dan transparansi informasi organisasi.
5. Hasil Uji Hipotesis
Pengujian dalam penelitian ini menggunakan model analisis regresi berganda, yaitu:
a. Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji Statistik t)
Uji statistik t digunakan untuk mengetahui adanya pengaruh masing-masing variabel independen secara individual terhadap variabel dependen. Tabel 4.14 berikut ini menyajikan hasil uji statistik t dalam penelitian ini, yaitu:
Tabel 4.17 Hasil Uji Statistik t
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -1.763 13.497 -.131 .897 SPI .384 .185 .267 2.072 .044 IC .760 .180 .546 4.231 .000 a. Dependent Variable: GUG
Sumber: Data primer yang diolah, 2014
Berdasarkan tabel 4.17 dapat dilihat bahwa semua variabel independen yaitu peran satuan pengawasan intern (SPI) dan penerapan internal control (IC) berpengaruh terhadap variabel dependen good university governance (GUG).Adapun penjelasannya sebagai berikut:
Hipotesis 1: Peran Satuan pengawasan internal (SPI) berpengaruh