PENEMUAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Uji Instrumen Penelitian
1. Hasil Uji Kualitas Data
a. Hasil Uji Validitas
Hasil uji validitas data digunakan untuk mengukur valid atau tidaknya sebuah kuesioner. Suatu kuesioner dinyatakan valid apabila mapu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner
tersebut. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan Pearson
Corelation, pedoman suatu model dikatakan valid jika tingkat signifikansinya dibawah 0,05 maka butir pertanyaan tersebut dapat dikatakan valid. (Ghozali 2005).
Tabel 4.7 menunjukkan hasil uji validitas dari variabel Tekanan Klien dengan 55 sampel responden.
Tabel 4.7
Hasil Uji Validitas Variabel Tekanan klien
Pernyataan Pearson Corelation Sig
(2-Tailed) Keterangan TK1 .768(**) .000 Valid TK2 .763(**) .000 Valid TK3 .629(**) .000 Valid TK4 .648(**) .000 Valid TK5 .400(**) .003 Valid TK6 .571(**) .000 Valid TK7 .684(**) .000 Valid TK8 .287(*) .034 Valid
Sumber: Data primer yang diolah
Berdasarkan hasil table 4.7 diatas menunjukkan bahwa pada variabel Tekanan Klien terdiri atas 8 butir pernyataan, dari ke-8 butir pernyataan tersebut adalah valid semua. Hal ini dikarenakan nilai signifikan lebih kecil dari 0,05.
Tabel 4.8 menunjukkan hasil uji validitas dari variabel Pengalaman Auditor dengan 55 sampel responden.
Tabel 4.8
Hasil Uji Validitas Variabel Pengalaman Auditor
Pernyataan Pearson Corelation
Sig (2-Tailed) Keterangan
PA1 .838(**) .000 Valid PA2 .814(**) .000 Valid PA3 .837(**) .000 Valid PA4 .772(**) .000 Valid PA5 .802(**) .000 Valid PA6 .741(**) .000 Valid PA7 .767(**) .000 Valid
Sumber: Data primer yang diolah
Berdasarkan hasil uji validitas variabel pengalaman auditor yang berjumlah 7 pertanyaan dinyataan valid untuk semua jenis pertanyaan pada variabel pengalaman auditor. Hal ini dikarenakan nilai signifikan lebih kecil dari 0,05. (Ghozali 2005)
Tabel 4.9 menunjukkan hasil uji validitas dari variabel Profesionalisme Auditor dengan 55 sampel responden.
Tabel 4.9
Hasil Uji Validitas Profesionalisme Auditor
Pernyataan Pearson Corelation Sig (2-Tailed) Keterangan
Pra1 .792(**) .000 Valid Pra2 .842(**) .000 Valid Pra3 .798(**) .000 Valid Pra4 .716(**) .000 Valid Pra5 .741(**) .000 Valid Pra6 .877(**) .000 Valid Pra7 .799(**) .000 Valid
Berdasarkan hasil uji validitas variabel profesionalisme auditor
terdiri atas 7 butir pernyataan, dari ke-7 butir pernyataan tersebut
dinyataan valid untuk semua jenis pertanyaan pada vartiabel profesionalisme auditor. Hal ini dikarenakan nilai signifikan lebih kecil dari 0,05. (Ghozali (2005).
Tabel 4.10 menunjukkan hasil uji validitas dari variabel kualitas audit dengan 55 sampel responden.
Tabel 4.10
Hasil Uji Validitas Kualitas Audit
Pernyataan Pearson Corelation Sig (2-Tailed) Keterangan
Kual1 .796(**) .000 Valid
Kual2 .821(**) .000 Valid
Kual3 .874(**) .000 Valid
Kual4 .627(**) .000 Valid
Kual5 874(**) .000 Valid
Kual6 .232 .088 Tidak Valid
Kual7 .385(**) .004 Valid
Sumber: Data primer yang diolah
Berdasakan hasil tabel 4.10 diatas menunjukkan bahwa pada variabel Kualitas Audit yang terdiri atas 7 butir pernyataan, terdapat 1 butir pertanyaan tidak valid yaitu pada item pertanyaan Kual 6 (0,088). Hal ini dilihat dari nilai signifikansi yang lebih besar dari 0,050, sehingga pertanyaan tersebut tidak dapat digunakan dalam penelitian selanjutnya. Sedangkan pertanyaan yang lainnya dapat digunakan untuk penelitian selanjutnya.
b. Hasil Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas ini dilakukan untuk menilai konsistensinya dari
instrumen penelitian, instrumen dikatakan reliabel jika nilai Cronbach
Alpha diatas 0,6.
Tabel 4.11 Hasil Uji Reliabilitas
Variabel Cronbach's Alpha N of Items Tekanan Klien 0,748 8 Pengalaman Auditor 0,903 7 Profesional Auditor 0,903 7 Kualitas Audit 0.853 6
Sumber: Data primer yang diolah
Tabel 4.11 menunjukkan nilai cronbach’s alpha atas variabel
Tekanan Klien sebesar 0,748, variabel Pengalaman Auditor sebesar 0,903, variabel Profesionalisme Auditor sebesar 0,903 dan variabel Kualitas Audit sebesar 0,853. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pernyataan dalam kuesioner semua variabel ini reliabel karena
mempunyai nilai cronbach’s alpha lebih besar dari 0,6. (Ghozali, 2005)
Hal ini menunjukkan bahwa setiap item pernyataan yang digunakan akan mampu memperoleh data yang konsisten yang berarti bila pernyataan itu diajukan kembali akan diperoleh jawaban yang relatif sama dengan jawaban sebelumnya.Uji validitas digunakan untuk mengetahui apakah item-item yang ada di dalam kuesioner mampu mengukur peubah yang didapatkan dalam penelitian ini (Ghozali, 2005). Maksudnya untuk mengukur valid atau tidaknya suatu kuesioner
dilihat jika pertanyaan dalam kuesioner tersebut mampu
mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut.
2. Hasil Uji Asumsi Klasik
a. Hasil Uji Multikolonieritas
Pengujian multikolonieritas dilakukan untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Untuk mendeteksi adanya problem multikol, maka dapat dilakukan
dengan melihat nilai Tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF)
serta besaran korelasi antar variabel independen.
Tabel 4.12
Hasil Uji Multikolonieritas Model Collinearity Statistics Tolerance VIF 1 (Constant) TK .950 1.052 PA .490 2.039 PRA .495 2.021 a. Dependent Variable: KA
Sumber: Data primer yang diolah
Pada tabel 4.12 menunjukkan bahwa masing-masing variabel
mempunyai nilai tolerance mendekati angka 1 dan nilai variance
inflation factor (VIF) disekitar angka 1. Tekanan Klien mempunyai
nilai tolerance 0,950, Pengalaman Auditor mempunyai nilai tolerance
0,490 dan professional auditor mempunyai nilai tolerance 0,495 dan
Tekanan Klien mempunyai nilai VIF 1,052, Pengalaman Auditor mempunyai nilai VIF 2,039, professional auditor mempunyai nilai VIF
2,021. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa persamaan regresi tidak terdapat problem multikolineritas. (Ghozali 2005).
b. Hasil Uji Heteroskedastisitas
Pengujian heteroskedastisitas dilakukan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi, terjadi ketidaksamaan varians dari residual dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varians dari residual dari suatu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homoskedastisitas. (Ghozali 2005).
Sumber: Data primer yang diolah
Gambar 4.1 Grafik Scatterplot
Gambar 4.1 menunjukkan titik-titik menyebar secara acak dan tidak membentuk pola tertentu serta tersebar diatas dan dibawah angka 0 (nol) pada sumbu Y. Ini berarti tidak terjadi heteroskedastisitas sehingga model regresi layak digunakan untuk memprediksi kualitas
audit berdasarkan masukan atas variabel tekanan klien, pengalaman
auditor dan profesionalisme auditor.
c. Hasil Uji Normalitas
Pengujian normalitas dilakukan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi, variabel dependen dan variabel independen atau keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah distribusi data normal atau mendekati normal. (Ghozali, 2005).
Sumber: Data primer yang diolah
Gambar 4.2
Hasil Uji Normalitas Menggunakan Grafik P-Plot
Berdasarkan tampilan grafik normal P-Plot (gambar 4.2) dapat disimpulkan bahwa terlihat titik-titik menyebar disekitar garis diagonal, serta penyebarannya mengikuti arah garis diagonal. Sedangkan pada grafik histogram terlihat bahwa grafik histogram memberikan pola distribusi yang mendekati normal.
Sumber: Data primer yang diolah
Gambar 4.3
Hasil Uji Normalitas Menggunakan Grafik Histogram
Dengan demikian, dapat disimpulkan grafik histogram (gambar 4.3) menunjukkan bahwa model regresi layak dipakai karena asumsi normalitas.
3. Hasil Uji Hipotesis
Pengujian hipotesis dalam penelitian ini dengan menggunakan model
analisis regresi berganda (multiple regression analysis), yaitu:
Hasil Uji Regresi Linier Berganda
Untuk mengetahui hubungan dua atau lebih independen variabel dengan satu dependen variabel, misalnya dalam penelitian ini penulis menggunakan Tekanan Klien, Pengalaman Auditor dan Profesionalisme Auditor terhadap Kualitas Audit. Berdasarkan pada pengolahan data, menggunakan Software SPSS 16.0 maka didapatkan
suatu model regresi linear berganda dalam tabel sebagai berikut:
Tabel 4.13
Hasil Uji Regresi Linier Berganda
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) 1.529 2.205 .693 .491
TK -.004 .063 -.003 -.060 .952 .950 1.052
PA .650 .054 .809 11.949 .000 .490 2.039
PRA .146 .056 .177 2.619 .012 .495 2.021
a. Dependent Variable: KA
Sumber : data diolah, 2010
Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa nilai koefisien dari persamaan regresi. Dalam kasus ini, persamaan regresi berganda yang digunakan adalah: Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3+ ε Keterangan: a = konstanta b = koefisien regresi Y = Kualitas Audit X1 = Tekanan Klien X2 = Pengalaman Auditor X3 = Profesionalisme Auditor ε = standar error
Dari output didapatkan model persamaan regresi:
Pada persamaan regresi di atas menunjukkan nilai konstanta
sebesar 1.529, hal ini menyatakan bahwa jika variabel Tekanan Klien,
Pengalaman Auditor dan Profesionalisme Auditor dianggap konstan, maka Kualitas Audit akan konstan sebesar 1.529 satuan.
Koefisien regresi pada variabel Tekanan Klien sebesar -0.004, hal ini berarti jika variabel Tekanan Klien bertambah satu satuan maka variabel Kualitas Audit bertambah sebesar -0.004 satuan.
Koefisien regresi pada variabel Pengalaman Auditor sebesar 0.650, hal ini berarti jika variabel Pengalaman Auditor bertambah satu satuan maka variabel Kualitas Audit bertambah sebesar 0.650 satuan.
Koefisien regresi pada variabel Profesionalisme Auditor sebesar 0.146, hal ini berarti jika variabel Profesionalisme Auditor bertambah satu satuan maka variabel Kualitas Audit bertambah sebesar 0.146 satuan.
a. Hasil Uji Koefisien Determinasi
Uji Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan variabel dependen dapat dijelaskan oleh variabel independen. Tabel 4.14 Koefisien Determinasi Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .941a .885 .878 1.15394
a. Predictors: (Constant), PRA, TK, PA b. Dependent Variable: KA
Hasil pengujian menunjukkan besarnya koefisien korelasi (R),
koefisien determinasi (R Square), koefisien determinasi yang
disesuaikan (Adjusted R Square), dan Standar Error (SE) (Tabel
4.14). Pada tabel diatas terlihat bahwa koefisien determinasi yang
disesuaikan (Adjusted R Square) sebesar 0.878 memberi pengertian
bahwa variasi yang terjadi pada variabel Y (kualitas audit) adalah sebesar 87,8% ditentukan oleh variabel Tekanan Klien, pengalaman auditor dan Profesional Auditor selebihnya sebesar 12,2% (100% - 87,8%) ditentukan oleh faktor lain yang tidak diketahui dan tidak termasuk dalam analisa regresi ini. Adapun faktor yang diindikasikan mempunyai pengaruh terhadap variabel kualitas audit adalah Indepedensi, Lingkungan Kerja, Kode Etik Auditor dan lain-lain.
b. Hasil Uji Statistik Secara Parsial (Uji t)
Hasil uji statistik t dapat dilihat pada tabel 4.15, jika nilai
probability t lebih kecil dari 0,05 maka Ha diterima dan menolak H0,
sedangkan jika nilai probability t lebih besar dari 0,05 maka H0
diterima dan menolak Ha. (Nugroho, 2005)
Tabel 4.15 Hasil Uji t Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 1.529 2.205 .693 .491 TK -.004 .063 -.003 -.060 .952 PA .650 .054 .809 11.949 .000 PRA .146 .056 .177 2.619 .012 a. Dependent Variable: KA
Hipotesis 1
Pengaruh Tekanan Klien Terhadap Kualitas Audit.
Hasil uji hipotesis 1 dapat dilihat pada tabel 4.15, variabel Tekanan Klien mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0,952. Hal ini
berarti menolak Ha1 sehingga dapat dikatakan bahwa Tekanan Klien tidak
berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas audit karena tingkat signifikansi yang dimiliki variabel tekanan klien lebih besar dari 0,05.
Hipotesis 2
Pengaruh Pengalaman Auditor Terhadap Kualitas Audit.
Hasil uji hipotesis 2 dapat dilihat pada tabel 4.15, variabel Pengalaman Auditor mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0,000. Hal
ini berarti menerima Ha2 sehingga dapat dikatakan bahwa pengalaman
auditor berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas audit karena tingkat signifikansi yang dimiliki variabel pengalaman auditor lebih kecil dari 0,05. Selain itu, variabel pengalaman auditor merupakan variabel paling dominan yang mempengaruhi kualitas audit karena dilihat dari
nilai Standardized Coefficients Beta 0,809 lebih besar dbandingkan
variabel lain.
Hipotesis 3
Pengaruh Profesionalsme Auditor Terhadap Kualitas Audit.
Hasil uji hipotesis 3 dapat dilihat pada tabel 4.15, variabel pengalaman auditor mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0,012. Hal
auditor berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas audit karena tingkat signifikansi yang dimiliki variabel pengalaman auditor lebih kecil dari 0,05.
c. Hasil Uji Statistik Secara Simultan (Uji F)
Hasil uji statistik F dapat dilihat pada tabel 4.16, jika nilai
probabilitas lebih kecil dari 0,05 maka Ha diterima dan menolak H0,
sedangkan jika nilai probabilitas lebih besar dari 0,05 maka H0
diterima dan menolak Ha.
Tabel 4.16 Hasil Uji Statistik F
ANOVAb
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 523.798 3 174.599 131.122 .000a
Residual 67.911 51 1.332
Total 591.709 54
a. Predictors: (Constant), PRA, TK, PA b. Dependent Variable: KA
Sumber: Data primer yang diolah Hipotesis 4
Pengaruh Tekanan Klien, Pengalaman Auditor dan Profesionalisme Auditor Terhadap Kualitas Audit.
Hasil uji hipotesis 4 dapat dilihat pada tabel 4.16 nilai F diperoleh sebesar 131.122 dengan tingkat signifikansi 0,000. Karena tingkat
signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka Ha4 diterima, sehingga dapat
dikatakan bahwa tekanan klien, pengalaman auditor dan profesionalisme auditor bepengaruh terhadap kualitas audit.