Gambar 4. Hasil Uji SEM (250 x)
Foto SEM 1000x lembaran dengan iller hasil pengolahan GCC dengan Guar Gum
Foto SEM 1000x lembaran dengan iller GCC dari industri
Gambar 5. Hasil Uji SEM (1000 x)
Foto SEM 3000x lembaran
dengan iler hasil pengolahan
GCC dengan guar gum
Foto SEM 3000x lembaran
Karakteristik Lembaran dengan Pengisi GCC Hasil Perlakuan
Hasil parameter kertas cetak dibandingkan terhadap hasil uji lembaran yang mengandung iller hasil pengolahan diuraikan dibawah ini. Parameter Bulk
Bulk merupakan salah satu sifat penting kertas, dimana kecenderungan kertas saat ini adalah rendahnya nilai bulk. Hal ini selain bertujuan untuk mempermudah pengiriman, juga untuk mengurangi pemakaian bahan baku serat. Penambahan jumlah bahan pengisi seperti GCC dapat menurunkan nilai bulk lembaran, hal ini dikarenakan berat jenis GCC yang jauh lebih tinggi daripada berat jenis selulosa.
Gambar 6. Nilai Uji Bulk
Nilai bulk sangat dipengaruhi oleh “press part”, sehingga karena tekanan yang diberikan pada saat pembentukan lembaran tidak sama dengan yang ada di mesin kertas, maka nilai bulk lembaran laboratorium akan lebih besar. Dari Gambar 6 dapat diketahui yang menghasilkan nilai bulk paling kecil adalah IR 3 (kadar guar gum 0,375 %).
Sifat Optik
Sifat optik kertas sangat dipengaruhi oleh jumlah bahan pengisi dikarenakan indeks refraksi bahan pengisi seperti GCC yang lebih tinggi dibandingkan serat selulosa. Semakin tinggi jumlah bahan pengisi maka akan menghasilkan lembaran yang lebih tinggi nilai opasitas dan derajat cerahnya. Dari Gambar 7 diketahui bahwa perlakuan yang menghasilkan nilai derajat cerah dan opasitas paling tinggi adalah IRG2 (kadar guar gum 2,30%).
Gambar 7. Hasil Uji Sifat Optik Ketahanan Tarik
Ketahanan tarik dipengaruhi oleh jumlah kandungan bahan pengisi dalam lembaran. Semakin tinggi kandungan iller maka akan semakin menghalangi ikatan antar serat sehingga dapat menurunkan nilai ketahanan tarik. Kandungan bahan pengisi saat ini cenderung makin tinggi untuk menurunkan biaya produksi, juga untuk meningkatkan sifat kertas lainnya seperti sifat cetak dan optik.Dari Gambar 8 diketahui bahwa perlakuan GCC IR3(kadar guar gum 0,375) menghasilkan nilai ketahanan tarik yang paling tinggi dan di atas nilai ketahanan tarik yang dipersyaratkan di SNI.
Gambar 8. Hasil Uji Ketahanan Tarik Daya Regang
Daya regang merupakan salah satu faktor kritis untuk kertas cetak. Sesuai SNI kertas cetak daya regang maksimal adalah 4%. Daya regang yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan “missed register” sehingga hasil cetakan menjadi tidak sempurna. Dari Gambar 9 diketahui seluruh perlakuan GCC memenuhi
spesiikasi kertas cetak, dan perlakuan IRG33
menghasilkan lembaran dengan nilai regang yang paling kecil.
Gambar 9. Hasil Uji Daya Regang Kakasaran
Kekasaran merupakan salah satu faktor kritis untuk kertas cetak. Sesuai SNI kertas cetak nilai kekasaran maksimal adalah 300mL/menit. Kekasaran yang terlalu tinggi mengakibatkan kualitas hasil cetak kurang sempurna. Gambar 10 menunjukkan perlakuan IR3 memiliki kakasaran yang baik, sedangkan kode IR33 dan IR7 belum memenuhi syarat .iller pembanding. Perlakuan IR1 dan IR3 memiliki nilai kekasaran yang hampir sama dan dapat memenuhi SNI kertas cetak.
Gambar 10. Hasil Uji Kekasaran KESIMPULAN
Metoda perlakuan ground calcium carbonate (GCC) menggunakan polimer guar gum (GG) dan poliakrilamida (C-PAM) yang diperoleh adalah perbandingan bahan : GCC : guar gum : C-PAM adalah 100 : (0.125-0.375) : 0,015.
pengisi : tepung GCC, larutan guar gum 1 %, dan larutan C-PAM 0,2 %. Cara pencampuran yang dilakukan : tepung GCC ditambah semua larutan pereaksi secara bertahap dan bergantian sambil diaduk perlahan sampai jumlah larutan yang sesuai, kemudian pengadukan dilanjutkan selama 15 menit. Bahan pengisi hasil perlakuan GCC dengan guar gum dan C-PAM ternyata mudah dalam penanganan dan dapat dibuat emulsi kembali setelah mengalami penyimpanan lebih dari 15 hari, dan pada proses pembentukan lembaran (dewatering) tidak mengalami hambatan.
Retensi iller GCC hasil perlakuan dengan guar gum pada lembaran, lebih tinggi dibandingkan dengan retensi bahan pengisi yang biasa dipergunakan di industri. Perlakuan GCC dengan komposisi GG 0,375 %, C-PAM 0,015 %, dan dispersan 0,5 % memberikan lembaran dengan kadar iller 12,43%, dan kadar ini meningkat menjadi 37 % pada pembentukan lembaran dengan penambahan bahan peretensi
Hasil uji sifat lembaran kertas yang diperoleh dari aplikasi 30 % iller hasil perlakuan yang dibandingkan terhadap lembaran tanpa bahan pengisi menunjukkan nilai ketahanan tarik, daya regang, bulk, dan kekasaran hampir sama. UCAPAN TERIMA KASIH
Kami mengucapkan terima kasih kepada BBPK yang telah memfasilitasi terlaksananya kegiatan penelitian ini, serta semua anggota Tim Pelaksana serta pihak lainnya yang telah membantu selama proses berlangsungnya kegiatan ini.
DAFTAR PUSTAKA
Dongil Seo, Wan Hee Im, , H J Youn, H L Lee “ The effect of process variable for GCC pre-
locculation on loc and handsheet properties”,
Nordic Pulp and paper Research journal Vol 27 No. 2/2012
Guar Gum, www. Guargum.biz/guagum_ chemical_structure.html, Juni 2013
H Ray Hall, Paper Coating Additives TAPPI Monograph Series No. 25
Klaus Doelle, John J Amaya, Application of calcium carbonate for uncoated digital printing paper from 100% eucalyptus pulp, Tappi Jornal Vol 11 no.1, page 51-59
Mini-Encyclopedia of Papermaking Wet-End Chemistry Additives and Ingredients, their Composition, Functions, Strategies for Use Martin Hubbe, Associate Professor of Wood and Paper Science, NC State University, m_ [email protected] .
Myriam Cadotte dkk, Floculation, Retention and Drainage in paper making : A comparative study of polymeric additives
Robert A Gill, Fillers for paper making, TAPPI – Introduction to Wet end chemistry, May 2005 Salminen,K, Kataja- Aho,J, Retulainen, E, Timo
Rantanen “ the effects of Guar Gum on Wet Web Runnability – Laboratory and Pilot – scale studies” Papercon 2012 New Orleans
SNI 13 -4692 – 1998 Syarat mutu kalsium karbonat bubuk untuk pengisi kertas
SNI 6691:2011 Kertas Multiguna
SNI 8126 : 2014 Kertas Cetak tanpa salut
Wanhee IM, Hak Lae Lee Jung Youn, dongil Seo, Structure characterization of ground calcium
carbonate locs by fractal analysis and their
effects on handsheet properties, Tappi Jornal Vol 12 no.3, page 17-23