• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keterkaitan Hasil Percobaan dengan Kemungkinan Pengembangan Industri Hijau

UTILIZATION OF EMPTY OIL-PALM BUNCHES, PSEUDO BANANA-STEMS, AND PULP/ PAPER-MILL SLUDGE AS ALTERNATIVE FIBERS FOR PAPERBOARD MANUFACTURE

BAHAN DAN METODE A Bahan Utama Penelitian

C. Keterkaitan Hasil Percobaan dengan Kemungkinan Pengembangan Industri Hijau

Percobaan karton ini menggunakan bahan serat berligno-selulosa alternatif berupa limbah, yaitu TKKS, sludge industri pulp/kertas, dan batang pisang. Meski berupa limbah, bahan tersebut juga secara langsung atau tidak langsung merupakan turunan produk proses

fotosintesis tanaman melalui aktiitas zar hijau

daun (chlorophyll), berikut proses metabolisme lainnya, sehingga bersifat terbarukan. Diharapkan ini dapat mengurangi ketergantungannya pada bahan baku serat konvensional (terutama kayu hutan alam), yang potensinya semakin terbatas dan langka. Hal tersebut sekaligus bisa berdampak mengurangi kerusakan hutan. Hutan berperan positif sebagai antara lain penyerap CO2 (rosot karbon), menjaga keseimbangan ekosistem, keanekaragaman hayati, mengatur persediaan air tanah, dan mitigasi bencana alam.

Pemanfaatan limbah bahan serat tersebut diharapkan ikut pula mengatasi masalah seperti:

pembuangannya, kesediaan lahan (landill) yang semakin terbatas, tidak dengan cara membakarnya; dan sebaliknya meningkatkan nilai tambah/kegunaannya (menjadi karton).

Proses pembuatan karton juga menghasilkan limbah, dan yang sangat mengkhawatirkan adalah limbah sludge (sudah diuraikan sebelumnya, berikut saran mengatasinya) dan lindi hitam (black liquor). Lindi hitam di sini adalah cairan bekas pemasak dari pengolahan pulp dengan proses semi-kimia soda panas. Guna penghematan operasi pembuatan pulp untuk karton dan kemungkinan kekhawatiran lingkungan, lindi hitam tersebut perlu didaur ulang untuk memeroleh kembali bahan kimia (alkali/soda).

Proses daur ulang memerlukan bahan kimia dan peralatan dengan biaya tidak sedikit sehingga perlu dipertimbangkan penerapannya. Diindikasikan, bahwa lindi hitam proses soda sekiranya tidak diadur ulang tidak terlalu berdampak negatif terhadap lingkungan, bahkan positif. Ini karena proses soda disini tidak menggunakan sulfur (bersifat racun dan korosif). Hasil pencermatan dan eksperimen mengindikasikan bahwa lignin dan bahan organik lain terlarut dalam lindi hitam tersebut ikut menyuburkan tanah bagi pertumbuhan tanaman, sebagai soil conditioner/ amandment (Thompsen, 2012). Di samping itu lindi hitam hasil pengolahan pulp serat alternatif tersebut (bersifat monokotil, seperti TKKS dan batang pisang) banyak mengandung unsur mineral seperti Ca, K, P, Na, Mg, Mn, Si, dan Al; dan beberapa diantaranya dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman (Hassan dan El-Sayed, 2005). Berdasarkan hasil telaahan yang positif tersebut, hasil prospektif percobaan karton ini diharapkan ikut mendorong pengembangan industri hijau, karena memanfaatkan bahan (a) (b)

Gambar 2. Pola Khas Permukaan Karton yang dibentuk dari Campuran Pulp TKKS 35-42,5%, Sludge Industri Kertas 35-42,5%, dan Pulp Batang Pisang 15-30% (a); dibandingkan dengan yang dari

alternatif terbarukan, dengan produk bernilai tambah (karton) dan tidak membahayakan lingkungan.

KESIMPULAN

Percobaan pembuatan karton menggunakan campuran bahan baku serat berligno-selulosa alternatif terbarukan, yang terdiri dari tandan kosong kelapa sawit (TKKS), batang pisang, sludge industri pulp dan sludge industri kertas. Sebelum pencampuran tersebut, TKKS dan batang pisang

lebih diolah menjadi pulp. Sifat isik/kekuatan

karton yang dibentuk dari campuran pulp TKKS + sludge industri pulp, pada proporsi 100%+0% dan 50%+50% banyak memenuhi persyaratan

karton komersial. Sifat isik/kekuatan karton dari

campuran pulp TKKS + sludge industri kertas + pulp batang pisang pada proporsi 100%+0%+0%, 50%+50%+0%, dan 42.5%+42.5%+15% juga banyak memenuhi persyaratan karton komersial. Sifat karton dari campuran pulp TKKS (35%) + sludge industri kertas (35%) + pulp batang pisang (30%) tidak memenuhi persyaratan tersebut. Peningkatan porsi sludge (baik dari industri pulp atau industri kertas) dan porsi pulp batang pisang

cenderung menurunkan sifat isik/kekuatan karton. Sifat isik/kekuatan dan kestabilan dimensi

karton dari campuran pulp TKKS + sludge industri pulp (pada proporsi 50%+50%) cenderung lebih rendah dari pada sifat karton dari campuran pulp TKKS + sludge industri kertas, pada proporsi serupa (50%+50%). Terdapat kesan menarik pada permukaan karton yang melibatkan campuran sludge industri pulp (50%) atau pulp batang pisang (15-30%), sehingga memungkinkan tambahan manfaatnya untuk karton seni. Hasil prospektif percobaan ini diharapkan ikut mendorong pertumbuhan industri hijau di bidang pulp/kertas (termasuk karton).

DAFTAR PUSTAKA

BPS. 2013. Statistik Indonesia. Badan Pusat Statistik. Jakarta

Hassan, E.E. and A.A. El-Sayed. 2005. Treatment of spent pulping liquor with lignin separation to recover alkali pulping chemicals in the manufacture of paper pulp. Patent WO2005054572A1. Univ. of Florida, USA. http://www.google.com/patents/

WO2005054572A1?cl=en. Diakses pada: 5

Indrawan, D.A. dan H. Roliadi. 2011. Pembuatan pulp dari tandan kosong kelapa sawit untuk karton pada skala usaha kecil. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, Vol. 29, No. 3, 211-225.

Indrawan, D.A., H. Roliadi, dan R.M. Tampubolon. 2011. Pemanfaatan bahan alternatif berserat ligno-selulosa untuk pembuatan pulp dan kertas guna menjaga kelestarian sumber daya alam. Prosiding Seminar Teknologi Pulp dan Kertas 2011: Mewujudkan Industri Hijau pada Produksi Pulp dan Kertas Indonesia. Bandung, 12 Juli 2011. Balai Besar Pulp dan Kertas, Bandung.

Indrawan, D.A., L. Eiyanti, R.M. Tampubolon,

dan H. Roliadi. 2014. Pembuatan pulp untuk kertas bungkus dari bahan serat alternatif Jurnal Penelitian Hasil Hutan, Vol. 33, No. 4, 283-302. Komarayati, S., H. Roliadi, dan R.A. Pasaribu. 2008.

Teknologi dan kelayakan inansial pemanfaatan

limbah industri pulp dan kertas. Makalah Utama disajikan pada Seminar Teknologi Pemanfaatan Limbah Industri Pulp dan Kertas untuk Mengurangi Beban Lingkungan di Bogor, tanggal 24 Nopember 2008. Pusat Litbang Hasil Hutan. Bogor.

KOMPAS. 2012 Data hutan: Laju deforestasi hutan 0,5 juta hektar. Lingkungan. Harian Kompas, tanggal 9 Mei 2012. Jakarta.

Rachmawati, Y. 2002. “Karakteristik sifat

isik mekanis pelepah pisang sebagai bahan

kemasan”, Skripsi, Institut Pertanian Bogor, Fakultas Teknologi Pertanian, Bogor.

Roliadi, H. 2009. Pembuatan dan kualitas karton dari campuran pulp tandan kosong kelapa sawit dan limbah padat organik industri pulp. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, Vol. 28, No. 3, 209-221. Roliadi, H. dan D. Indrawan, 2009. Pembuatan dan kualitas karton seni dari campuran pulp tandan kosong kelapa sawit, sludge industri kertas, dan pulp batang pisang. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, Vol. 28, No. 4, 305-321.

Smook, G.A. 2002. Handbook for Pulp and Paper Technologists. Joint Textbook Committee of the Paper Industry. Atllanta, Georgia. USA

Sumarjono, H.H. 2008. Berkebun 21 Jenis Tanaman Buah. Seri Agribisnis. Penebar Swadaya. Jakarta.

TAPPI. 2011. Technical Association of the Pulp and Paper Industries (TAPPI)’s Test Methods. TAPPI Press. Atlanta, Georgia, USA.

Thompsen, A.M. 2012. Method of making a lignin- base fertilizer. Patent US2663628. Univ. of California. http://www.google.com/patents/