IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.3. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Kuesioner
Uji validitas ini bertujuan untuk mengetahui apakah pertanyaan yang terdapat dalam kuesioner telah memenuhi syarat atau tidak, untuk dijadikan sebagai data utama dalam penelitian dan hasilnya akan diikutsertakan juga dalam pengolahan berikutnya. Rumus yang digunakan dalam uji validitas adalah korelasi PearsonProduct Moment dan hasilnya akan dibandingkan dengan angka kritik tabel korelasi (nilai r hitung). Dalam penelitian ini kuesioner disebarkan kepada 30 orang responden dengan 37 pertanyaan tertutup. Hasil dari uji validitas tersebut terdapat dua pertanyaan yang tidak valid, yaitu pertanyaan no. 3 dan 17, karena
memiliki nilai r hitung < 0,361, sehingga pertanyaan tersebut tidak dapat diterima dan pertanyaan tersebut kemudian tidak diikutkan dalam pengolahan data berikutnya. Dengan demikian terdapat 35 pertanyaan yang diikutsertakan dalam pengolahan data berikutnya. Uji validitas menggunakan bantuan software SPSS 11,5.
2. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui sampai sejauh mana hasil pengukuran dapat dipercaya dan diandalkan sebagai alat ukur, apabila pengukuran diulangi. Pengujian reliabilitas yang digunakan yaitu teknik
Cronbach’s Alpha dengan bantuan software SPSS versi 11,5. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan teknik Alpha Cronbach tersebut menunjukkan semua variabel memiliki reliabilitas instrumen yang dapat diterima dengan nilai alpha hasil pengujian reliabilitas sebesar 0,7451 artinya dapat diterima (Acceptable).
4.4. Pola Komunikasi Atasan dan Bawahan pada Kantor Pos Bogor
Pola komunikasi atasan dan bawahan terdiri dari komunikasi ke atas dan komunikasi ke bawah. Komunikasi tersebut dilakukan secara lisan maupun tulisan. Komunikasi lisan biasanya dilakukan dengan tatap muka langsung atau melalui media. Komunikasi secara tatap muka terjadi pada saat adanya rapat atau pertemuan rutin yang diadakan perusahaan seperti rapat yang diikuti oleh manajer dan staf-staf pada masing-masing divisi setiap dua kali seminggu, rapat mingguan yang diikuti oleh para manajer dengan Kepala Kantor dan rapat bulanan yang wajib diikuti oleh seluruh karyawan Kantor Pos Bogor. Sedangkan media yang biasa digunakan untuk komunikasi secara lisan yaitu melalui media telepon.
Adapun komunikasi secara tulisan dilakukan dengan bantuan media komunikasi yang tersedia di Kantor Pos Bogor. Media komunikasi yang biasa digunakan karyawan dalam bekerja antara lain faksimili, komputer, papan informasi, nota intruksi kantor dan surat pemberitahuan.
4.4.1. Pola Komunikasi ke Atas
Komunikasi ke atas adalah komunikasi yang dilakukan oleh bawahan kepada atasan. Alur informasi berasal dari bawah ke atas atau
dari tingkat yang lebih rendah kepada tingkat yang lebih tinggi. Komunikasi ke atas berkaitan dengan kinerja karyawan biasanya berupa laporan, pertanyaan mengenai pekerjaan, keluhan, penyampaian ide, saran dan gagasan dari karyawan (staf) kepada manajernya.
Pola komunikasi yang terjadi di Kantor Pos Bogor dapat dilihat dari frekuensi kegiatan komunikasi yang dilakukan berdasarkan jawaban responden terhadap pernyataan tentang pola komunikasi pada Tabel 7.
Tabel 7. Penilaian pola komunikasi ke atas.
No Pernyataan Penilaian Atasan Penilaian Bawahan
Pola Komunikasi ke atas MedianKeterangan Median Keterangan
1 Memberi laporan secara lisan kepada
atasan. 3 Sering 3 Sering
2 Memberi laporan secara tulisan kepada
atasan. 3 Sering 3 Sering
3 Mengajukan ide dan gagasan secara lisan
kepada atasan. 3 Sering 3 Sering
4 Mengajukan ide dan gagasan secara tulisan
kepada atasan. 3 Sering 3 Sering
5 Mengemukakan masalah dan keluhan
secara lisan kepada atasan. 4
Sangat
Sering 4
Sangat Sering 6 Mengemukakan masalah dan keluhan
secara tulisan kepada atasan. 3 Sering 2
Kadang- kadang 7 Meminta pendapat secara lisan kepada
atasan. 3 Sering 3 Sering
8 Meminta pendapat secara tulisan kepada
atasan. 2
Kadang-
kadang 3 Sering
Median 3 Sering 3 Sering
Berdasarkan penilaian responden tersebut, diperoleh beberapa kesimpulan mengenai pola komunikasi yang dilakukan oleh bawahan kepada atasan berdasarkan penilaian masing-masing atasan dan bawahan, yaitu:
1. Memberi laporan
Nilai median pada aktivitas memberi laporan kepada atasan berdasarkan penilaian atasan dan bawahan baik secara lisan maupun tulisan sebesar 3. Hal ini mengindikasikan bahwa pada umumnya bawahan sering memberikan laporan kepada atasan secara lisan dan tulisan.
2. Mengajukan ide dan gagasan
Nilai median pada aktivitas mengajukan ide dan gagasan kepada atasan berdasarkan penilaian atasan dan bawahan baik secara lisan maupun tulisan sebesar 3. Hal ini mengindikasikan bahwa pada umumnya bawahan sering mengajukan ide dan gagasan kepada atasan secara lisan dan tulisan.
3. Mengemukakan masalah
Nilai median pada aktivitas mengemukakan masalah kepada atasan berdasarkan penilaian atasan dan bawahan baik secara lisan maupun tulisan sebesar 3. Hal ini mengindikasikan bahwa pada umumnya bawahan sering mengajukan ide dan gagasan kepada atasan secara lisan dan tulisan. dalam hal mengemukakan masalah kepada atasan.
4. Meminta pendapat
Nilai median dalam hal meminta pendapat kepada atasan secara lisan berdasarkan penilaian atasan dan bawahan masing- masing sebesar 4, sedangkan meminta pendapat kepada atasan secara tulisan berdasarkan penilaian atasan dan bawahan masing- masing sebesar 3 dan 2. Hal ini mengindikasikan bahwa pada umumnya karyawan (bawahan) lebih sering menggunakan komunikasi lisan daripada tulisan dalam hal meminta pendapat kepada atasan.
4.4.2. Pola Komunikasi ke bawah
Komunikasi ke bawah merupakan komunikasi yang dilakukan oleh atasan kepada bawahan. Alur informasi mengalir dari atas ke bawah atau dari pimpinan kepada pegawai (bawahan). Komunikasi ke bawah biasanya berupa perintah/intruksi dari atasan, sosialisasi mengenai peraturan dan kebijakan perusahaan, pengarahan dan penjelasan mengenai pekerjaan, serta penghargaan sebagai umpan balik pelaksanaan kerja kepada para karyawan.
Adapun penilaian responden terhadap pernyataan tentang pola komunikasi ke bawah dapat dilihat padaTabel 8.
Tabel 8. Penilaian pola komunikasi ke bawah.
No Pernyataan Penilaian Atasan Penilaian Bawahan
Pola Komunikasi ke bawah MedianKeterangan Median Keterangan
9 Memberi intruksi/perintah secara lisan
kepada bawahan. 3 Sering 3 Sering
10 Memberi intruksi/perintah secara tulisan
kepada bawahan. 3 Sering 3
Sering 11 Memberi penjelasan mengenai pekerjaan
secara lisan kepada bawahan. 4
Sangat
Sering 3
Sering 12 Memberi penjelasan mengenai pekerjaan
secara tulisan kepada bawahan. 3 Sering 3
Sering 13 Memberi informasi tentang peraturan dan
kebijakan perusahaan secara lisan kepada bawahan.
2 Kadang-
kadang 2
Kadang- kadang 14 Memberi informasi tentang peraturan dan
kebijakan perusahaan secara tulisan kepada bawahan.
3 Sering 3 Sering 15 Memberi pujian secara lisan kepada
bawahan. 3 Sering 3
Sering 16 Memberi pujian secara tulisan kepada
bawahan. 2
Kadang-
kadang 2,5
Kadang- kadang
Median 3 Sering 3 Sering
Berdasarkan penilaian tersebut, diperoleh beberapa kesimpulan mengenai pola komunikasi yang dilakukan oleh atasan kepada bawahan, yaitu:
1. Memberi intruksi/perintah
Nilai median sebesar 3 pada aktivitas memberi intruksi/perintah berdasarkan penilaian atasan dan bawahan baik secara lisan maupun tulisan. Hal ini mengindikasikan bahwa pada umumnya atasan (manajer) lebih sering menggunakan komunikasi lisan dan tulisan secara seimbang dalam hal pemberian intruksi/perintah kepada bawahan. Hal ini dirasakan lebih efektif karena pesan atau intruksi yang disampaikan secara lisan dapat memperjelas pesan secara tulisan, sehingga keduanya bisa saling melengkapi dibandingkan hanya secara lisan saja atau secara tulisan saja.
2. Memberi penjelasan mengenai pekerjaan
Nilai median pada aktivitas memberi penjelasan mengenai pekerjaan secara lisan berdasarkan penilaian atasan dan bawahan masing-masing sebesar 4 dan 3, sedangkan median untuk pernyataan menerima penjelasan mengenai pekerjaan secara tulisan
berdasarkan penilaian atasan dan bawahan masing-masing sebesar 3. Hal ini mengindikasikan bahwa pada umumnya atasan (manajer) menggunakan komunikasi tulisan dan lisan secara berimbang dalam hal pemberian penjelasan mengenai pekerjaan kepada bawahan.
3. Memberi informasi tentang peraturan dan kebijakan perusahaan
Nilai median pada aktivitas memberi informasi tentang peraturan dan kebijakan perusahaan secara lisan berdasarkan penilaian atasan dan bawahan masing-masing sebesar2, sedangkan
median untuk aktivitas menerima informasi tentang peraturan dan kebijakan perusahaan secara tulisan berdasarkan penilaian atasan dan bawahan masing-masing sebesar 3. Hal ini mengindikasikan bahwa pada umumnya atasan (manajer) lebih sering menggunakan komunikasi tulisan dalam hal pemberian informasi tentang peraturan dan kebijakan perusahaan kepada bawahan.
4. Memberi pujian
Nilai median untuk jawaban responden dalam hal memberi pujian dari atasan secara lisan berdasarkan penilaian atasan dan bawahan masing-masing sebesar 3, sedangkan median untuk pernyataan menerima pujian dari atasan secara tulisan berdasarkan penilaian atasan dan bawahan masing-masing sebesar 2 dan 2,5. Hal ini mengindikasikan bahwa pada umumnya atasan (manajer) lebih sering menggunakan komunikasi lisan daripada tulisan dalam hal memberikan pujian kepada bawahan.
Berdasarkan jawaban responden tersebut dapat disimpulkan bahwa komunikasi yang terjadi antara atasan dan bawahan di Kantor Pos Bogor menggunakan dua pola komunikasi secara seimbang yaitu pola komunikasi ke atas dan pola komunikasi ke bawah.