BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN
4.2 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas
Dalam penelitian ini peneliti melakukan pre-test untuk memastikan bahwa kuesioner yang dijadikan instrument dalam pengumpulan data dapat dipahami dan dipersepsikan oleh responden sehingga dapat sesuai dengan apa yang dimaksudkan dalam penelitian. Tujuan dari dilakukannya pre-test dimaksudkan untuk memudahkan identifikasi konstruk dan mengeliminasi masalah-masalah yang timbul dari kuesioner tersebut (Malhotra, 2004). Data yang dihasilkan dari
digunakan dalam penelitian sesungguhnya adalah data yang memiliki tingkat validitas serta reliabilitas yang tinggi.
Pre-test dalam penelitian ini dilakukan peneliti kepada 15 responden yang merupakan karyawan PT Surveyor pada divisi Sumber Daya Manusia yang berlokasi Jakarta. Kuesioner yang disebarkan terdiri dari 11 butir pernyataan, 8 pernyataan merupakan variabel bebas yang memiliki 2 dimensi dan 3 pernyataan merupakan variabel terikat yang memiliki 1 dimensi. Hasil dari data pre-test ini dihitung dengan menggunakan SPSS versi 17.0.
4.2.1 Hasil Uji Validitas
Uji validitas dilakukan untuk mengetahui instrument yang digunakan valid atau tidak. Dalam penelitian ini pengukuran validitas tiap dimensi penelitian dilakukan dengan menggunakan Kaiser-Mayer-Olkin Measure of Sampling Adequacy (KMO). Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy (KMO) MSA adalah statistik yang mengindikasikan proporsi variansi dalam variabel yang merupakan variansi umum (common variance), yakni variansi yang disebabkan oleh faktor-faktor dalam penelitian (Ghozali, 2005; 45). Nilai KMO dikatakan
valid apabila nilainya sama dengan atau melebihi 0,5 (≥ 0.5) dan untuk Barlett Test of Sphericity dikatakan valid apabila nilainya sesuai dengan atau kurang dari
0.05 (≤ 0.05) (Ghozali, 2005; 45). Berikut adalah hasil uji validitas pre-test yang peneliti lakukan kepada 15 orang responden.
Tabel 4.1
Nilai Kaiser-Mayer-Olkin Measure Sampling Adequacy, Barlett’s Test of Sphericity pada Pre-test
N=15
Kode Dimensi Lingkungan Kerja dengan Kepuasan Kerja
KMO Barlett’s Test of Sphericity
Keterangan
X1 Lingkungan Fisik .814 .009 Valid
X2 Lingkungan Non-Fisik .713 .001 Valid
Y1 Afektif .708 .001 Valid
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa semua variabel untuk nilai KMO dan nilai Barlett’s Test of Sphericity valid. Namun, untuk memastikan kembali nilai validitas dari tiap-tiap pernyataan yang digunakan dalam kuesioner, maka peneliti juga mengujinya dengan analisis faktor yaitu dengan melihat nilai MSA (Measure of Sampling Adequacy). Pada tabel Anti-Image Correlation, pernyataan yang terdapat dalam kuesioner dinyatakan valid apabila nilai dari MSA lebih besar dari 0.5 (Nasution dan Usman, 2008). Hasil uji validitas berdasarkan nilai MSA dapat dilihat pada tabel 4.2 sebagai berikut
Tabel 4.2
Nilai Anti-Image Correlation untuk Setiap Indikator dari Variabel Lingkungan Kerja dengan Dimensi Lingkungan Fisik
No Indikator KMO Keterangan
A Dimensi Lingkungan Fisik
1. Saya merasa nyaman dengan pencahayan ruangan .810 Valid 2. Suhu ruangan diatur sesuai kebutuhan pegawai .816 Valid 3. Suara yang dihasilkan dari alat-alat kerja tidak mengganggu
konsentrasi pegawai
.793 Valid
4. Pewarnaan yang dilakukan pada ruangan sudah sesuai .844 Valid 5. Saya memiliki privacy dalam bekerja dengan ruang yang
diberikan
.807 Valid
Sumber: Hasil pengolahan data menggunakan SPSS 17.0, Juni 2012
Dapat dilihat dari tabel 4.2 untuk nilai anti image correlation
variabel lingkungan dengan dimensi lingkungan fisik semua pernyataan dinyatakan valid karena semua pernyataan tersebut sudah melebihi 0.5. Dengan nilai terkecil pada indikator suara yang dihasilkan dari alat-alat tidak mengganggu konsentrasi kerja sebesar 0.793 dan terbesar pada indikator pewarnaan yang dilakukan pada ruangan sudah sesuai sebesar 0.844.
Tabel 4.3
Nilai Anti-Image Correlation untuk Setiap Indikator dari Variabel Lingkungan Kerja dengan Dimensi Lingkungan Non Fisik
Sumber: Hasil pengolahan data menggunakan SPSS 17.0, Juni 2012
Dapat dilihat dari tabel 4.3 untuk nilai anti image correlation variabel lingkungan dengan dimensi lingkungan non fisik, semua pernyataan dinyatakan valid karena semua pernyataan tersebut sudah melebihi 0.5. Dengan nilai terkecil pada indikator suara perusahaan sudah memiliki jenjang karier yang baik sebesar 0.671 dan terbesar pada indikator komunikasi antar pegawai sudah baik sebesar 0.771.
Hasil uji validitas diatas menunjukkan bahwa semua indikator dalam pre- test adalah valid. Dengan demikian, seluruh jumlah indikator yang ada dalam kuesioner dari variabel Lingkungan kerja dapat digunakan dalam penelitian yaitu terdiri dari 2 dimensi dengan 8 pernyataan.
Tabel 4.4
Nilai Anti-Image Correlation untuk Setiap Indikator dari Kepuasan Kerja
No Indikator KMO Keterangan
A Afektif
1. Saya puas dengan pekerjaan saya .656 Valid 2. Seacara umum, saya tidak menyukai pekerjaan saya .750 Valid 3. Secara umum, saya menyukai pekerjaan saya .735 Valid Sumber: Hasil pengolahan data menggunakan SPSS 17.0, Juni 2012
Dapat dilihat dari tabel 4.4 untuk nilai anti image correlation variabel kepuasan kerja dengan dimensi afektif, semua pernyataan dinyatakan valid karena semua pernyataan tersebut sudah melebihi 0.5. Dengan nilai terkecil pada
No. Indikator KMO Keterangan
B Dimensi Lingkungan Non-Fisik
6. Perusahaan memiliki jenjang karier bagi saya
.671 Valid
7. Komunikasi antar pegawai sangat baik .771 Valid 8. Keakraban antar pegawai tetap terjalin di
luar jam kerja
indikator saya puas dengan pekerjaan saya sebesar 0.656 dan yang terbesar pada indikator secara umum saya tidak menyukai pekerjaan saya sebesar 0.750.
Hasil uji validitas diatas menunjukkan bahwa semua indikator dalam pre- test adalah valid. Dengan demikian, seluruh jumlah indikator dalam kuesioner variabel kepuasan kerja yang terdiri dari 4 dimensi dengan 14 pernyataan dapat digunakan dalam penelitian.
4.2.2 Hasil Uji Reliabilitas
Cronbach’s Alpha Reliability digunakan untuk uji reliabilitas. Konstruk yang dianggap reliable adalah lebih besar dari 0.6. Perhitungan uji reliabilitas ini dilakukan setelah melakukan uji validitas dan mereduksi indikator-indikator yang tidak valid. Hasil dari uji reliabilitas dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 4.5
Reliabilitas Dimensi Variabel Lingkungan Kerja
No Dimensi Cronbach Alpha Keterangan
1. Lingkungan Fisik .849 Reliabel
2. Lingkungan Non-Fisik .843 Reliabel
Sumber: Hasil pengolahan data menggunakan SPSS 17.0, Juni 2012
Dari tabel hasil reliabilitas diatas menunjukkan bahwa seluruh dimensi dari variabel lingkungan kerja memiliki nilai reliabilitas yang tinggi, yaitu lebih besar dari 0.6. Dalam variabel independen ini dimensi Lingkungan fisik memiliki nilai yang lebih tinggi daripada lingkungan non fisik yaitu sebesar 0.849 sedangkan lingkungan non fisik sebesar 0.843. Dengan demikian seluruh dimensi tersebut dapat digunakan dalam penelitian sesungguhnya.
Tabel 4.6
Reliabilitas Dimensi Variabel Kepuasan Kerja
No Dimensi Cronbach Alpha Keterangan
1. Afektif .836 Reliabel
Dari tabel hasil reliabilitas variabel dependen diatas menunjukkan bahwa seluruh dimensi dari variabel kepuasan kerja memiliki nilai reliabilitas yang tinggi, yaitu lebih besar dari 0.6. Dalam variabel dependen ini dimensi afektif memiliki nilai sebsar 0.836. Dengan demikian seluruh dimensi tersebut dapat digunakan dalam penelitian sesungguhnya.