HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.2.2.3 Hasil Validasi dan Revisi Guru Kelas V SD Negeri Balangan 1
Komentar Revisi
1. Cover untuk gambar ilustrasinya kurang tepat dengan materi pokok yang diambil
Peneliti revisi ilustrasi pada gambar cover disesuaikan dengan materi pokok.
Sebelum Revisi Sesudah Revisi
1. Bagian uji coba atau pengematan masih kurang alat dan bahan.
Peneliti merevisi pada pengematan ditambahkan dengan alat dan bahan.
Sebelum Revisi Sesudah Revisi
4.2.2.3 Hasil Validasi dan Revisi Guru Kelas V SD Negeri Balangan 1
Validator guru sekolah dasar yang kedua memvalidasi produk dalam penelitian ini yaitu Umi Laila Fadlilah, S.Pd.
68 yang dilakukan pada tanggal 4 November 2021. Validasi oleh guru kelas V ini dengan tujuan agar peneliti memperoleh data mengenai kelayakan produk LKPD yang dibuat oleh ahli.
Hasil validasi oleh guru kelas V pada produk LKPD ini memperoleh skor rata-rata 3,66 dengan kategori “sangat baik”.
Skor kemudian dibandingan dengan skala empat. Hasil validasi tersebut menunjukkan adanya dua komentar dan saran dari guru kelas V dan revisi yang perlu dilakukan oleh peneliti.
Guru kelas V menyampaikan dua komentar yaitu mengenai evaluasi kurang menyeluruh semua mata pelajaran diganti dengan menggunakan pilihan ganda dan ada kalimat yang masih membingungkan. Berikut ini tabel mengenai komentar guru kelas V SD Negeri Balangan 1 dan revisi produk.
Tabel 4.4 Komentar Guru Kelas dan Revisi Produk
No. Komentar Revisi
1. Dalam LKPD ini ada evaluasi yang masih kurang menyeluruh mata pelajarannya dan masih essai
Peneliti melakukan revisi dengan mengganti soal evaluasi dengan pilihan ganda dan menyeluruh semua mata peljaran tercantum.
Sebelum Revisi Sesudah Revisi
69
2. Pada halaman 32 ada pertanyaan yang sulit dipahami, sebaiknnya diperjelas dan dipahami Kembali.
Peneliti melakukan revisi dengan mengganti kalimat yang ada pada halaman 32.
Sebelum Revisi Sesudah Revisi
Dari hasil validasi yang dilakukan oleh satu dosen ahli, dan dua guru SD, maka ini hasil penjabaran penilaian LKPD dengan menggunakan aspek isi, aspek penilaian, aspek bahasa, dan aspek penyajian dan penggunaan.
70 Tabel 4.5 Hasil Rangkuman Penilaian Kualitas LKPD
No. Aspek Validator
Rata – rata Secara Keseluruhan 3,561
Berdasarkan hasil rekapitulasi validasi LKPD yang dikembangkan oleh peneliti. Dengan kesimpulan yaitu LKPD yang dikembangkan oleh peneliti mendapatkan skor rata-rata 3,325 dengan kategori “sangat baik” dari dosen ahli, skor rata-rata 3,7 dengan kategori “sangat baik” dari guru SD Negeri Kebonagung, dan skor rata-rata 3,66 dengan kategori “sangat baik” dari guru SD Negeri Balangan 1, sehinggan menyimpulakan bahwa LKPD yang telah dikembangkan oleh peneliti layak untuk digunakan.
Terdapat empat aspek yang dinilai dari LKPD yang dibuat oleh peneliti berdasarkan pada syarat pengembangan LKPD menurut BSNP (2012), yaitu aspek isi, aspek tampilan, aspek bahasa, dan aspek penggunaan dan penyajian. Aspek ini berisi mengenai isi yang terdapat dalam LKPD seperti tahapan model pembelajaran ikuiri terbimbing, materi, tugas dan kegiatan yang dilakukan oleh siswa. Aspek tampilan berkaitan dengan tampilan LKPD sendiri seperti warna, huruf, gambar, cover, dan kelengkapan referensi dan halaman, aspek bahasa berkaitan dengan penggunan bahasa dalam LKPD dan tanda baca. Aspek penyajian dan penggunaan berkaitan tentang penyajian dan penggunaan LKPD dalam proses pembelajaran.
4.2.3 Data Hasil Angket 4.2.3.1 Angket
Berdasarakan data yang peneliti dapatkan dari hasil angket produk LKPD yang dilakukan oleh peneliti membagikan angket sebanyak dua kali sebelum penggunaan produk LKPD, angket tersebut dibagikan kepada lima belas siswa kelas V SD Negeri
71 Kebonagung. Hasil angket sebelum siswa menggunakan LKPD tersebut.
Tabel 4.6 Kategori Kriteria Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas V SD Negeri Kebonagung
No Rentang Skor Kategori
1. 3,26 – 4,00 Sangat Tinggi
2. 2,51 – 3,25 Tinggi
3. 1,76 – 2,50 Rendah
4. 1,00 – 1,75 Sangat Rendah
Tabel 4.7 Hasil Rerata Dua Angket Sebelum Menggunakan LKPD
No. Nama Nilai Keterangan menggunakan produk LKPD, angket tersebut dibagikan kepada lima belas siswa kelas V SD Negeri Kebonagung, berikut hasil angket sesudah sisswa menggunakan LKPD.
Tabel 4.8 Kategori Kriteria Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas V SD Negeri Kebonagung
No Rentang Skor Kategori
1. 3,26 – 4,00 Sangat Tinggi
2. 2,51 – 3,25 Tinggi
3. 1,76 – 2,50 Rendah
4. 1,00 – 1,75 Sangat Rendah
72 Tabel 4.9 Hasil Rerata Dua Angket Sesudah Menggunakan LKPD
No. Nama Nilai Keterangan dilakukan oleh peneliti adalah yang berkaitan dengan perbedaan nilai yang diperoleh siswa sebelum menggunakan LKPD berbasis model pembelajaran inkuiri terbimbing. Berikut ini adalah hasil perbedaan angket sebelum menggunakan produk LKPD dan angket yang setelah menggunakan LKPD dari lima belas siswa yang menjadi subjek dalam uji coba terbatas ini.
Tabel 4.10 Kategori Kenaikan Sebelum dan Sesudah Menggunakan LKPD
No Rentang Persentase Kategori
1. 80% - 100% Sangat Tinggi
2. 70% - 79% Tinggi
3. 56% - 69% Sedang
4. 50% - 55% Rendah
5. <50% Sangat Rendah
Tabel 4.11 Hasil Skor Sebelum dan Sesudah Menggunakan LKPD
No. Nama Hasil Angket Kenaikan Persentase
Kenaikan
73 menggunakan produk LKPD dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing yang didapatkan oleh peneliti dari lima belas siswa kelas V SD Negeri Kebonagung terjadi kenaikan nilai kemampuan berpikir kreatif siswa. Dari hasil tabel di atas didapatkan bahwa rerata sebelum menggunakan LKPD sebesar 2,09, sedangkan kenaikan nilai pada kemampuan berpikir kreatif dari angket sesudah menggunakan produk LKPD sebesar 3,58. Dari hasil tersebut didapatkan persentase kenaikan nilai pada kemampuan berpikir kreatif dari lima belas siswa SD Negeri Kebonagung sebesar 71% dan masuk pada kategori “Tinggi”.
4.3 Pembahasan
4.3.1 Prosedur Pengembangan LKPD
Peneliti mengembangkan produk LKPD ini menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan beberapa tahapan.
Peneliti mengembangkan produk LKPD dengan lima Langkah ADDIE. Menurut Tung (2017:59), ADDIE terdiri dari lima fase yaitu (1) Analyze, (2) Design, (3) Develop, (4) Implement, dan (5) Evaluate.
Tahapan pertama yaitu analyze. Tahap ini diawali dengan melakukan kegiatan wawancara kepada guru kelas V sebagai proses analisis kebutuhan. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas V, peneliti memperoleh informasi bahwa dalam proses pembelajaran guru masih menggunakan model pembelajaran
74 ceramah dan diskusi. Media yang dipakai yaitu buku paket, gambar, dan video. Guru memanfaatkan benda-benda konkrit di sekitar siswa untuk membantu proses pembelajaran. Berpikir kreatif siswa dalam proses pembelajaran di kelas cenderung rendah yaitu 2,09. LKPD yang dibutuhkan oleh guru yaitu LKPD yang lengkap, dimana terdapat kegiatan dan materi yang dijelaskan secara mendalam dan dilengkapi dengan gambar, simpel dan menarik serta menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa. Permasalahan yang terjadi dalam proses pembelajaran berkaitan dengan berpikir kreatif siswa yang cenderung masih rendah yaitu 2,09, guru membutuhkan media LKPD menggunakan pembelajaran inkuiri terbimbing materi rantai makanan yang diharapkan dapat mengatasi permasalahan berpikir kreatif siswa dan juga memudahkan proses belajar siswa.
Tahap kedua yaitu design. Tahap ini peneliti merancang LKPD menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi pokok rantai makanan untuk mengoptimalkan berpikir siswa kelas V SD. Peneliti juga melakukan perancang terhadap cover LKPD, isi LKPD, kata pengantar, biografi, dan daftar referensi.
Pada bagian cover LKPD, peneliti menggunakan aplikasi Canva untuk proses pembuatannya, dan memudahkan peniliti untuk mencari ilustrasi gambar yang berkaitan dengan materi. Isi LKPD terdiri dari pemetaan kompetensi dasar, cara menggunakan LKPD, materi pembelajaran, tahapan model pembelajaran inkuiri terbimbing, soal evaluasi, serta refleksi. Kata pengantar yang ditulis oleh peneliti berkaitan dengan isi LKPD secara keseluruhan.
Biografi berisi riwayat sisngkat dari penulis, seperti nama, dan riwayat pendidikan. Daftar referensi dibuat untuk menuliskan sumber-sumber yang dipakai oleh peneliti dalam menuliskan isi LKPD agar isi LKPD dapat dipetanggungjawabkan kebenarnya.
Tahap ketiga yaitu development. Pada tahapa ini peneliti membuat LKPD dengan menggunakan Microsoft Word 2010 pada
75 bagian isi dan menggunakan aplikasi Canva pada bagian cover LKPD. Isi LKPD ditulis menggunakan jenis huruf Comic Sans MS dengan ukuran 12pt, sementara untuk judul 22pt. spasi yang digunakan 1,5. Kertas yang digunakan untuk mencetak bagian isi LKPD menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing, peneliti melakukan validasi produk untuk mengetahui kelayakan serta kualitas dari LKPD yang telah dibuat. Validasi dilakukan oleh tiga validator, yaitu satu ahli model pembelajaran dan dua guru SD dan mendapatkan hasil “Sangat Baik”.
Tahap keempat yaitu implementation. Tahap ini dilakukan secara terbatas kepada lima belas siswa kelas V SD Negeri Kebonagung yang jarak tempat tinggalnya tidak terlalu jauh dari tempat tinggal. Implementasi ini diawali dengan memberikan angket kepada siswa untuk mengetahui kemampuan awal siswa, kemudian peneliti melakukan pembelajaran dengan LKPD menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi pokok rantai makanan. Setelah melakukan proses pembelajaran dengan menggunakan LKPD, kemudian peneliti melakukan pengisisan angket untuk mengentahui kemampuan siswa setelah menggunakan LKPD. Pada proses implementasi, peneliti melakukan penyebaran angket untuk mengetahui bagaimana berpikir siswa dalam proses pembelajaran.
Tahap kelima atau tahap yang terakhir dalam tahapan ADDIE, adalah evaluation. Penilitian melukakan evaluasi menggunakan evaluasi sumatif dan evaluasi formatif. Evaluasi sumatif diperoleh olah hasil validasi produk LKPD menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing oleh para validator yang terdiri dari satu ahli model pembelajaran dan dua guru SD.
Evaluasi formatif diperoleh dari hasil angket yang diberikan kepada lima belas siswa kelas V SD pada saat melakukan uji coba lapangan terbatas.
76 Berdasarakan penjabaran di atas, dapat diketahui bahwa dalam proses penelitian ini dan pengembangan LKPD menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing materi pokok rantai makanan untuk menumbuhkan berpikir kreatif untuk siswa kelas V SD yang dilakukan oleh peneliti telah sesuai dengan tahapan penelitian dengan pengembangan ADDIE yang telah dirumuskan oleh Tung (2017: 59) dari lima langkah yaitu Analyze (analisis), Design (desain), Develop (pengembangan), Implement (implementasi), dan Evaluate (eavaluasi).