LANDASAN TEORI
2.1 Kajian Pustaka
2.1.2 Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
2.1.2.1 Pengertian Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
Trianto (2010:111) LKPD adalah panduan peserta didik yang digunakan untuk melakukan kegiatan penyelidikan atau pemecahan masalah. Lembar kegiatan ini berupa panduan untuk pengembangan aspek kognitif maupun panduan dalam pengembangan semua aspek pembelajaran dalam bentuk paduan
11 eksperimen atau demonstrasi. Menurut (Sukamto dalam Hairunisa, 2017: 17) mengungkapkan kegunaan LKPD antara lain: 1) memberikan pengalaman konkrit bagi peserta didik; 2) meningkatkan retensi belajar mengajar; 3) membantu variasi belajar; 4) membangkitkan minat peserta didik; dan 5) memanfaatkan waktu secara efektif dan efisien.
Lembar kerja peserta didik adalah lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik. Lembar kegiatan biasanya berupa petunjuk, langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu tugas. Suatu tugas yang diperintahkan dalam lembar kegiatan harus jelas Kompetensi Dasar (KD) yang akan dicapainya. Lembar kegiatan dapat digunakan untuk mata pembelajaran apa saja. Tugas-tugas sebuah lembar kegiatan tidak akan dapat dikerjakan oleh peserta didik secara baik apabila tidak dilengkapi dengan buku lain atau referensi lain yang terkait dengan materi tugasnya. Tugas-tugas yang diberikan kepada peserta didik dapat berupa teoritis atau tugas-tugas praktis. Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa LKPD adalah bahan cetak yang di dalamnya terdapat materi dan aktivitas belajar siswa untuk mancapai indikator keberhasilan belajar.
2.1.2.2 Manfaat Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
Manfaat Lembar Kerja Peserta Didik Menurut Suyitno (1997) dalam Hidayat (2013) mengungkapkan manfaat yang diperoleh dengan penggunaan LKPD dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut:
a) Mengaktifkan peserta didik dalam proses pembelajaran.
b) Membantu peserta didik dalam mengembangkan konsep.
c) Melatih peserta didik dalam menemukan dan mengembangkan keterampilan proses.
12 d) Sebagai pedoman pendidik dan peserta didik dalam
melaksanakan proses pembelajaran.
e) Membantu peserta didik memperoleh catatan tentang materi yang dipelajari melalui kegiatan belajar.
f) Membantu peserta didik untuk menambah informasi tentang konsep yang dipelajari melalui kegiatan belajar secara sistematis.
2.1.2.3 Kelebihan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
Ada beberapa kelebihan dari penggunaan lembar kerja peserta didik (LKPD) dalam proses belajar mengajar, yaitu:
a) Dapat membantu pengembangan peserta didik.
b) Dapat membangkitkan gairah belajar peserta didik.
c) Mampu mengarahkan cara belajar peserta.
d) Dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berkembang dan maju sesuai dengan kemampuan masing-masing.
e) Mengatasi keterbatasan waktu, ruang, dan daya indera, baik peserta didik maupun guru.
2.1.2.4 Fungsi LKPD
LKPD memiliki 4 fungsi yaitu sebagai berikut:
a) Sebagai bahan ajar yang bisa meminimalkan peran pendidik, namun lebih mengaktifkan peserta didik.
b) Sebagai bahan ajar yang memudahkan peserta didik untuk memahami materi yang diberikan.
c) Sebagai bahan ajar yang ringkas dan kaya tugas untuk berlatih.
d) Memudahkan pelaksanaan pengajaran kepada peserta didik.
2.1.2.5 Syarat- Syarat LKPD
Dalam pengembangan, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang baik harus memenuhi tiga aspek (Darmojo & Kaligis dalam Hairunisa, 2017: 18-19) yaitu:
13 1). Aspek Didaktik
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sebagai saran utuk berlangsungnya proses belajar mengajar harus memenuhi syarat didaktik yang berarti harus mengikuti asas-asas belajar mengajar yang efektif, yaitu dengan (a) memperhatikan adanya perbedaan individual, sehingga LKPD yang baik adalah yang digunakan oleh semua peserta didik, (b) menekankan pada proses untuk menemukan konsep-konsep, sehingga LKPD berfungsi sebagai petunjuk jalan bagi peserta didik untuk mencari tahu konsep, (c) dapat mengembangkan komunikasi moral, sosial dan estetika pada peserta didik, dan (d) memiliki variasi stimulus melalui berbagai media dan kegiatan peserta didik yang ada dalam LKPD.
LKPD juga sebagai salah satu bentuk sarana berlangsungnya proses pembelajaran yang harus mengikuti arus pembelajaran efektif yaitu: (a) tidak memperhatikan adanya perbedaan individual sehingga LKPD yang baik adalah yang dapat digunakan peserta didik lambat, sedang, dan pandai; (b) ditekankan pada proses untuk menemukan konsep-konsep sehingga LKPD berfungsi sebagai petunjuk jalan bagi peserta didik untuk mancari tahu.
2) Aspek Kontruksi
Aspek kontruksi adalah aspek yang berhubungan dengan penggunaan bahasa, kosa kata, tingkat kesukaran dan susunan kalimatnya. Dalam aspek – aspek tersebut harus dapat dimengerti oleh peserta didik. Pada aspek ini, LKPD dituntut untuk memenuhi kriteria sebagai berikut : (a) menggunakan struktur kalimat yang jelas, (b) menggunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat kedewasaan peserta didik, (c) tidak mengacu pada buku sumber dari luar keterbacaan peserta didik, (d) memiliki tata urutan pelajaran yang sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik, (e) menghindari pertanyaan yang terlalu terbuka, (f) menyediakan ruang yang cukup untuk memberikan keleluasaan pada peserta didik untuk menggambar maupun menulis
14 pada LKPD, (g) menggunakan kalimat sederhana dan pendek, (h) memiliki tujuan pembeljaaran yang jelas dan manfaat dari pelajaran itu sebagai sumber motivasi, (i) menggunakan lebih banyak ilustrasi dari pada penjelasan dengan kata-kata.
3) Aspek Teknik
Aspek teknik berkaitan dengan desain yang tata tulisnya meliputi berikut: (a) tulisannya dengan menggambar huruf cetak, huruf tebal yang agak besar untuk topic, dan perbandinganya besar huruf dengan gambar harus serasi dan seimbang, (b) ada kombinasi antara gambar dan tulisan, Tulisan tidak boleh lebih beda dari gambar, (c) gambar yang digunakan dapat menyampaikan pesan secara efektif kepada peserta didik.
Menurut Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP,2012), terdapat beberapa aspek yang harus ada di dalam pengembangan LKPD yang meliputi aspek: aspek kelayakan isi, aspek kebahasaan, aspek penyajian dan aspek kegrafisan. Indikator kelayakan dalam pengembangan LKPD disajikan dalam tabel 2.1:
Tabel 2.1 Indikator Kelayakan LKPD
Aspek Indikator
Kelayakan isi Materi yang disajikan sudah sesuai dengan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar
Setiap kegiatan yang disajikan mempunyai tujuan pembelajaran yang jelas
Keakuratan teori dalam penyajian materi Keakuratan fakta dalan penyajian materi
Kekuatan prosedur/metode dalam penyajian materi Keberadaan unsur yang mampu menanamkan nilai Kebahasaan Keinteraktifan komunikasi
Ketepatan struktur kalimat
Keterbakauan istilah yang digunakan
Ketepatan tata bahasa sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia
Ketepatan ejaan sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia Konsistensi penulisan nama ilmiah/asing
Penyajian Kesesuaian Teknik penyajian materi dengan sintaks model pembelajaran
Keurutan konsep
Penyertaan rujukan/sumber acuan dalam penyajian teks, tabel, gambar, dan lampiran
Kelengakapan identitas tabel, gambar, dan lampiran
15
Ketepatan penomoran dan penmaaan tabel, gambar, dan lampiran
Kegrafisan atau Tampilan
Tipografi huruf, warna, pusat pandang, komposisi, dan ukuran unsur tata letak harmonis dan memperjelas fungsi Ilustrasi mampu memperjelaskan dan memudahkan pemahaman
Desain penampilan, warna, sudut pandang, komposisi, dan ukuran tata letak harmonis dan memperjelas fungsi
Tabel 2.2 Aspek Penilaian LKPD
No. Aspek Penilaian LKPD
1. Isi Mengenai empat karakteristik