BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Lampiran 3. Hasil Wawancara Awal
Lampiran 3.1 Hasil Wawancara Awal Kemampuan Membaca Pemahaman
Sekolah : SD N Pete Hari/tgl : Selasa, 2 Agustus 2016 Guru kelas V : Indarti, S.Pd Pewawancara : Sigit Widyanto
1. Pertayaan: Bagaimana kemampuan membaca pemahaman siswa di kelas ibu? Jawaban : Kalau tinggi ya belum. Masih susah lah mas. Keadaan dikelas ini hampir sama dengan yang tahun lalu. Anak-anak kalau membaca ya masih sekedar membaca, jadi untuk memahaminya yang belum bisa. Jika dikatakan sangat tidak bisa ya tidak, tapi jika dikatakan sudah bisa ya baru sebagian kecil mas. Bisa dibilang baru separuh lah mas yang mempunyai kemamuan membaca rendah.
2. Pertanyaan: Apakah siswa mengalami kesulitan saat menjawab petanyaan berkaitan bacaan yang telah dibaca?
Jawaban: Biasanya kalau menajawab pertanyaan lumayan bisa mas. Karena tinggal mengambil informasi yang sudah tersedia pada bacaan. Akan tetapi, kalau kalimat utama dan ide pokok ya masih terkendala mas.
3. Pertanyaan: Apakah siswa di kelas ibu dapat menentukan gagasan utama, ide pokok, dan informasi-informasi dalam bacaan dengan tepat?
Jawaban: Kalau untuk kalimat utama ya sudah bisa mas, kan tinggal mengambil dari awal atau ahkir alenia kan mas. Tapi kalau gagasan utama apa ide pokok memang masih kesulitan mas.
96
Jawaban: Ya biasa, tenang sih mas. Kalau yang membaca biasanya ya konsentrasi kok mas, tapi masih asal membaca saja, belum menggunakan pemahaman.
5. Pertanyaan: Apakah siswa di kelas ibu gemar membaca?
Jawaban: Lumayan, kalau pinjem buku di perpus ya ada, tapi kalau buku pelajaran ya namanya juga anak-anak mas, kalau tidak dipaksa untuk membaca, tidak mau mas. Kalau di waktu luang ya sebagian besar bermain mas, namanya juga anak-anak kan mas.
6. Dari nilai ulangan harian mata pelajaran di kelas V apakah menunjukan kesulitan siswa dalam pemahaman bacaan?
Jawaban: Dari saat koreksi pekerjaan siswa memang terlihat mas. Jadi pada beberapa soal tentang kalimat utama dan ide pokok banyak siswa yang salah, terutama pada ide pokok mas.
97
Lampiran 3.2 Hasil Wawancara Awal Tentang Kemampuan Menyelesaikan Soal Cerita Matematika
Sekolah : SD N Pete Hari/tgl : Selasa, 2 Agustus 2016 Guru kelas : Indarti, S.Pd Pewawancara :
1. Pertanyaan: Bagaimana pembelajaran soal cerita matematika di kelas ibu? Jawaban: Biasanya saya beri contoh dulu seperti, sekarangkan materinya tentang persenan jadi saya kasih contoh tentang discount mas. Saya bawakan baju dari rumah kemudian diberi harga dan discount, lalu saya tunjukan cara mencari harga setelah discount berapa. Kalau tidak begitu dulu tidak bisa mas.
2. Pertanyaan: Apa kendala yang muncul ketika siswa di kelas ibu mengerjakan soal cerita matematika?
Jawaban: Pada saaat memahami soalnya mas. Jadi anak-anak itu tidak paham bagaimana yang diminta dari soal itu misalnya, apa ini dibagi atau dikalikan. 3. Pertanyaan: Bagaimana pemahaman siswa terhadap permasalahan dalam soal
cerita?
Jawaban: Ya itu tadi mas, masih ada saja yang tidak memahami apa yang dimau dari soal.
4. Pertanyaan: Bagaimana siswa dalam mengubah permasalahan dalam soal cerita matematika menjadi kalimat matematika?
Jawaban: Biasanya untuk perkalian dan pembagian kesulitan. Terutama nanti kalau menemui bentuk campuran, kan harus bertahap mas, jadi kesulitan. 5. Pertanyaan: Bagaiaman ketelitian siswa dalam melakukan operasi hitung?
98
Jawaban: Menyusunnya sudah bagus, tapi kadang ya memang ada anak yang kurang teliti dalam membagi atau mengalikan.
6. Pertanyaan: Bagaimana siswa menggunakan kalimat untuk menjawab permasalahan dalam soal cerita matematika?
Jawaban: Sudah sesuai kebanyakan, sudah sesuai dengan pertanyaan yang ada.
7. Dari nilai ulangan harian matematika di kelas V apakah menunjukan kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita?
Jawaban: iya mas, banyak kesalahan untuk pengerjaan soal cerita. Kalau untuk soal yang lain yang bentuk operasi hitung langsung siswa sudah bisa lancar sebagian besar, tinggal bagaimana ketelitiannya saja. Tapi untuk soal cerita banyak yang salah dan macam-macam letak kesalahannya mas seperti yang saya katakana sebelumnya.
99
Lampiran 3.3 Hasil Wawancara Awal Kemampuan Membaca Pemahaman
Sekolah : SD N Sompokan Hari/tgl : Selasa, 9 Agustus 2016 Guru kelas V : Kirin, S.Pd Pewawancara : Sigit Widyanto
1. Pertayaan: Bagaimana kemampuan membaca pemahaman siswa di kelas bapak?
Jawaban : Mengenai membaca pemahaman siswa sebagian bisa, akan tetapi kalau tingkat tinggi sebagian besar masih perlu diberi pancingan. Jadi bisa dikatakan masih separuh dari siswa yang masuk golongan bisa.
2. Pertanyaan: Apakah siswa mengalami kesulitan saat menjawab petanyaan berkaitan bacaan yang telah dibaca?
Jawaban: Ketika membaca pertanyaan mengenai teks bacaan sebagian besar siswa sudah bisa walaupun terkadang masih membaca kembali sekilas teks bacaannya untuk mencari jawaban yang dicari.
3. Pertanyaan: Apakah siswa di kelas bapak dapat menentukan gagasan utama, ide pokok, dan informasi-informasi dalam bacaan dengan tepat?
Jawaban: Lumayan bisa, tapi mungkin belum banyak yang bisa menjawab dengan kalimat yang baik.
4. Pertanyaan: Bagaimana sikap siswa di kelas bapak saat membaca pemahaman?
Jawaban: Ya kalau pada awal membaca anak-anak masih bisa terfokus, tapi ketika bacaan terlalu panjang konsentrasi anak kadang terpecah karena bosan dan lelah.
100
5. Pertanyaan: Apakah siswa di kelas bapak gemar membaca?
Jawaban: Kalau gemar ya lumayan. Kadang anak-anak itu mau meminjam buku ke perpustakaan sekolah atau ke perpustakaan keliing juga. Kalau saat waktu-waktu luang ya sebagian anak-anak yang bermain, namanya juga anak- anak, tapi ketika diminta membaca atau ingin membaca mereka tetap membaca sungguh-sungguh.
6. Dari nilai ulangan harian mata pelajaran di kelas V apakah menunjukan kesulitan siswa dalam pemahaman bacaan?
Jawaban: terlihat dari pengerjaan siswa, mereka banyak mengalami kesalahan dalam menentukan kalimat utama dan gagasan utama dari suatu paragraf.
101
Lampiran 3.4 Hasil Wawancara Awal Tentang Kemampuan Menyelesaikan Soal Cerita Matematika
Sekolah : SD N Sompokan Hari/tgl : Selasa, 9 Agustus 2016 Guru kelas : Kirin, S.Pd Pewawancara : Sigit Widyanto
1. Pertanyaan: Bagaimana pembelajaran soal cerita matematika di kelas bapak? Jawaban: biasanya dalam bentuk uraian dan materinya sesuai dengan kelajuan materi. Contohnya tentang pecahan yang disitu ada operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian, itu pasti ada bentuk soal ceritanya. Memang soal cerita matematika itu tergolong sebagai soal yang sulit.
2. Pertanyaan: Apa kendala yang muncul ketika siswa di kelas bapak mengerjakan soal cerita matematika?
Jawaban: Memang siswa dengan kemampuan pemahaman yang kurang itu kadang-kadang pemahamannya terhadap soal ada yang keliru. Kesulitan dari anak-anak terhadap soal cerita itu erat kaitannya dengan kemampuan memahami soal.
3. Pertanyaan: Bagaimana pemahaman siswa terhadap permasalahan dalam soal cerita?
Jawaban: Sering ada permasalahan mas, misalnya, anak-anak itu sering bertanya “Gimana ini pak, ditulis soalnya atau tidak?”. Padahal inti dari kalimat itu ketika diubah kedalam matematikakan bisa memjadi penjumlahan atau mungkin pengurangan. Tapi ya faktanya masih ada saja yang kebingungan. Menurut saya, ini memang karena kemampuan mencerna atau memahami memang kurang.
102
4. Pertanyaan: Bagaimana siswa dalam mengubah permasalahan dalam soal cerita matematika menjadi kalimat matematika?
Jawaban: Sebagian besar lancar dan sebagian belum, seperti yang saya sampaiakan tadi, sehingga butuh diulang-ulang lagi.
5. Pertanyaan: Bagaiaman ketelitian siswa dalam melakukan operasi hitung? Jawaban: sebagaian besar sudah bagus hanya saja bagi siswa yang tergolong lemah tadi masih beberapa menunjukkan adaya ketidaktelitian.
6. Pertanyaan: Bagaimana siswa menggunakan kalimat untuk menjawab permasalahan dalam soal cerita matematika?
Jawaban : Bagi siswa yang dapat memahami soal dengan baik dan menuliskan kalimat pertanyaan dengan tepat sudah dipastikan dapat menjawab dengan kalimat yang sesuai.
7. Dari nilai ulangan harian matematika di kelas V apakah menunjukan kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita?
Jawaban: Banyak kesalahan untuk pengerjaan soal cerita dengan letak kesalahan pada tahap pemahaman soal. Dengan kesalahan pemahaman soal sudah dipastikan siswa akan salah dalam menyelesaikan soal karena untuk ketelitian pengerjaan operasi hitung sudah lumayan baik.
103