• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Lampiran 4 Hasil Wawancara dengan Guru Mata Pelajaran Kimia

d. Hasil Belajar

Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I dilakukan tes kemampuan siswa. Adapun hasil tes kemampuan siswa adalah sebagai berikut:

Tabel 4.6. Hasil Tes Kemampuan Siswa Pada Siklus I Rata-rata Siswa

Pretest 12,74

Posttest 73,94

N-Gain 0,71

Pada siklus I, sebelum dilakukan pembelajaran mendapatkan rata-

rata skor pretest 12,74. Tetapi setelah mengalami pembelajaran rata-rata

hasil belajar siswa meningkat menjadi 73,94. Untuk mengetahui tingkat efektifitas tindakan yang telah dilakukan pada penelitian tindakan kelas siklus I maka data skor hasil tes pemahaman siswa dianalisis dengan N- Gain terhadap skor rerata tes awal dan tes akhir kemampuan pemahaman siswa. Dari selisih skor pretes dan postes didapatkan nilai N-Gain 0,71. Berdasarkan kategorisasi perolehan skor N-gain, skor N-gain 0,71 berkategori menunjukkan g-sedang. Hal ini menunjukkan tingkat efektivitas yang cukup tinggi atas perlakuan tindakan pembelajaran menggunakan pendekatan inkuiri. (Lampiran 34)

Namun hasil tes akhir yang dilaksanakan belum memenuhi ketuntasan belajar. Hal ini disebabkan masih terdapat siswa yang mendapatkan nilai di bawah batas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 65. Pada siklus I ini persentase siswa yang telah mencapai KKM sebesar 72,73% (Lampiran 31). Hal ini belum memenuhi target yang diharapkan yaitu ketuntasan belajar siswa mencapai 75%.

e. Refleksi

Proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan inkuiri pada konsep kesetimbangan kimia mampu membuat siswa lebih terkondisikan untuk belajar. Pendekatan inkuiri membuat siswa terlibat

aktif dalam proses pembelajaran, dimana setiap siswa memiliki tanggung jawab untuk memahami dan menyelesaikan semua hal yang tertera dalam LKS.

Namun dalam pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan

inkuiri pada konsep kesetimbangan kimia ini masih terdapat

kekurangannya. Sehingga perlu dilakukannya perbaikan. Adapun kekurangan dan perbaikan yang terdapat pada siklus I ini sebagai berikut:

Tabel 4.7. Kekurangan dan Tindakan Perbaikan Siklus I

No. Tindakan Kekurangan Perbaikan

1. Merumuskan Masalah

- Pengawasan guru yang tidak secara

menyeluruh ke semua kelompok.

- Dalam pembelajaran ini terlihat siswa masih terfokus pada satu sumber.

- Pengaturan posisi duduk tiap kelompok agar guru mudah dalam

mengawasi seluruh kelompok.

- Meminta siswa untuk mencari sumber lain yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan. 2. Melakukan

Percobaan

-Kurangnya pengetahuan siswa pada alat dan bahan yang akan digunakan.

-Siswa masih ada yang tidak serius dalam melakukan observasi.

-Siswa juga mengalami kesulitan dalam

mengikuti prosedur yang tertera dalam LKS, karena siswa malas untuk membaca dan memahami langkah kerja yang tertera dalam LKS.

-Siswa masih

mengandalkan teman kelompoknya yang aktif. -Kurang membimbing

siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan LKS.

-Lebih banyak

memberikan informasi tentang nama alat dan bahan yang akan digunakan.

-Atur posisi duduk tiap kelompok, sehingga proses praktikum berjalan sesuai dengan

pengawasan guru. -Menugaskan siswa untuk

memahami LKS terlebih dahulu sebelum praktikum dilaksanakan. -Mengingatkan siswa untuk tidak mengandalkan temannya. -Membimbing siswa yang

mengalami kesulitan dalam menyelesaikan LKS.

3. Menganalisis dan menyajikan Hasil

-Masih didominasi oleh siswa yang aktif. Sehingga masih mengandalkan teman kelompok yang aktif. -Gurupun hanya

memperhatikan beberapa kelompok yang aktif diskusi saja.

-Memotivasi siswa untuk aktif dalam diskusi.

-Mengawasi secara merata setiap kelompok agar aktif dalam diskusi. 4. Komunikasi -Siswa masih malu untuk

menyampaikan pendapat.

-Masih banyak siswa yang tidak menyimak guru dalam memberikan gambaran tentang kesimpulan dari praktikum, karena penjelasan yang diberikan terlalu tergesah-gesah.

-Memotivasi siswa agar terbentuk sikap percaya diri untuk melakukan perdebatan dalam berdiskusi.

-Berikan kesimpulan yang padat, jelas, dan menarik sehingga siswa

termotivasi untuk mengetahuinya lebih mendalam.

Berdasarkan tabel 4.7 terlihat bahwa dalam tiap tahapan inkuiri masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki. Hal ini menunjukkan kegiatan siswa pada siklus I ini kurang optimal dalam melaksanakan tahapan-tahapan inkuiri, mulai dari tahapan merumuskan masalah sampai tahapan komunikasi. Proses perbaikan akan dilaksanakan pada siklus II guna untuk mengoptimalkan kegiatan siswa pada setiap tahapan inkuiri.

f. Keputusan

Pada pelaksanaan siklus I berdasarkan tes kemampuan siswa yang telah dilaksanakan selama proses pembelajaran siklus I, bahwa hasil belajar siswa pada konsep kesetimbangan kimia belum memenuhi indikator yang peneliti harapkan. Indikator yang ditetapkan oleh peneliti yaitu sebesar 75% siswa memliki nilai di atas KKM sekolah tetapi pada siklus I ini hanya mencapai 72,73%. Dalam hal ini perlu dilakukan tindak lanjut proses pembelajaran untuk perbaikkan hasil belajar siswa. Oleh karena itu peneliti memutuskan untuk melanjutkan penelitian tindakan kelas ini ke siklus II.

2. Siklus II

a. Perencanaan (planning)

Tahap perencanaan siklus II ini merupakan perbaikan dari pembelajaran pada siklus I. Perbaikan dimulai dengan menyiapkan rencana pembelajaran yang menerapkan pendekatan inkuiri dengan metode praktikum dan diskusi yang sedikit berbeda dengan siklus I, seperti meminta siswa untuk membagikan peranan inkuiri untuk tiap anggota kelompoknya, meminta siswa untuk mencari informasi lain yang berkaitan baik yang ada di perpustakaan ataupun melalui media internet, dan

meminta siswa untuk menyajikan hasil eksperimen dalam bentuk power

point. Hal ini bertujuan agar siswa lebih aktif dan kreatif selama proses pembelajaran. Selain itu, menyiapkan LKS, menyiapkan alat dan bahan

untuk praktikum, menyiapkan soal pretest dan postes.

Adapun materi ajar yang diberikan pada siklus II ini adalah arah reaksi dan pergeseran kesetimbangan kimia, perhitungan kesetimbangan kimia, penerapan kesetimbangan kimia. Indikator pembelajaran dari konsep kesetimbangan kimia yang diterapkan pada siklus pertama ini diantaranya: (1) meramalkan arah pergeseran kesetimbangan dengan menggunakan azas Le Chatelier, (2) menyimpulkan pengaruh perubahan suhu, tekanan, dan volume pada pergeseran kesetimbangan melalui percobaan, (3) menafsirkan data hasil percobaan mengenai konsentrasi pereaksi dan hasil reaksi pada keadaan setimbang untuk menentukan derajat disosiasi dan tetapan kesetimbangan, (4) menghitung harga Kc berdasarkan konsentrasi kesetimbangan atau sebaliknya, (5) menghitung harga Kp berdasarkan tekanan parsial gas pereaksi dan hasil reaksi pada keadaan setimbang, (6) menghitung harga Kp berdasarkan Kc atau sebaliknya, (7) menjelaskan kondisi optimum untuk memproduksi bahan-bahan kimia di industri yang didasarkan pada reaksi kesetimbangan. Kegiatan eksperimen yang dilakukan adalah mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran kesetimbangan.

b. Tindakan

Pada tahap ini, guru masih menerapkan pendekatan inkuiri dengan metode paktikum dan diskusi yang telah disusun dalam RPP. Langkah- langkah tindakan sebagai berikut:

Tabel 4.8. Kegiatan Guru dan Siswa Siklus II Kegiatan

Guru Siswa

Pertemuan Pertama Merumuskan Masalah

- Menstimulus siswa, agar terdapat pertanyaan.

- Memberikan kesempatan untuk siswa dalam proses pengumpulan data informasi dengan membaca sumber-sumber yang berkaitan yang terdapat di perpustakaan sekolah.

- Mengemukakan pertanyaan/

masalah yang dihadapi.

- Mencari data informasi dan memahami tentang permasalahan yang telah diberikan.

Pertemuan Kedua Melakukan Percobaan

- Meminta siswa untuk menyiapkan alat/bahan yang tertera pada LKS. - Meminta siswa untuk merancang

dan melakukan praktikum sesuai dengan urutan yang telah ditetapkan. - Meminta siswa untuk mengamati perubahan yang terjadi dengan teliti.

- Meminta siswa untuk

membandingkan literatur dengan hasil temuan.

- Meminta siswa untuk mencatat data sesuai hasil pengamatan, dan membuat tabel hasil pengamatan.

Menganalisis dan Menyajikan

Hasil

- Meminta tiap kelompok berdiskusi

untuk menterjemahkan dan

menganalisis data hasil pengamatan. - Meminta siswa untuk menyajikan pemahaman baru melalui diskusi kelas.

- Menyiapkan alat dan bahan secara berkelompok.

- Menggunakan metode dan prosedur praktikum sesuai dengan urutan yang telah ditetapkan.

- Mengamati perubahan yang terjadi dengan teliti.

- Membandingkan literatur dengan hasil temuan.

- Mencatat data sesuai hasil pengamatan.

- Diskusi kelompok untuk

menterjemahkan dan menganalisis data hasil pengamatan.

- Menyajikan pemahaman baru melalui diskusi kelas.

Pertemuan Ketiga Mengkomunikasikan

- Melalui diskusi kelas, guru memimpin tiap kelompok untuk mempersentasikan hasil dari eksperimen yang telah dilakukan.

-Tiap kelompok menyampaikan hasil eksperimen dan kesimpulan dalam power point di depan kelas.

- Meminta siswa membandingkan hasil yang mereka peroleh dan memberikan tanggapan terhadap kesimpulan kelompok siswa yang lain.

- Mengarahkan diskusi dengan cara mengklarifikasi kesimpulan yang kurang tepat.

- Meminta siswa untuk

mengumpulkan laporan tertulis.

-Memberikan tanggapan terhadap kesimpulan kelompok siswa yang lain.

-Memperhatikan penjelasan guru dan menanyakan hal-hal yang dianggap belum jelas.

-Mengumpulkan laporan tertulis.

Pertemuan Keempat

Memberikan evaluasi berupa posttest Mengerjakan soal dengan baik dan sungguh-sungguh

c. Hasil Pengamatan

1) Lembar Observasi Siswa

Kegiatan siswa selama proses pembelajaran diamati dengan menggunakan lembar observasi. Hasil observasi kegiatan siswa di uraikan pada tabel berikut:

Tabel 4.9. Data Observasi Kegiatan Kelompok Siswa Siklus II

No. Tahapan

Inkuiri

Aspek Tiap Tahapan yang Diamati Skala % 4 3 2 1 1. Merumuskan Masalah

a. Mengajukan pertanyaan yang

mengarah pada penyelidikan √

81,25

b. Mencari data informasi dan

memahami tentang

permasalahan yang telah diberikan

√ c. Melakukan diskusi kelompok

untuk merumuskan hipotesis √

d. Menyampaikan hipotesis √

2. Melakukan Percobaan

a. Menyiapkan alat dan bahan

secara berkelompok √

83,33

b. Melakukan percobaan sesuai

dengan petunjuk di LKS √

c. Mengamati perubahan yang

terjadi dengan teliti √

d. Membandingkan literatur

dengan hasil temuan √

e. Mencatat data sesuai hasil

pengamatan √

f. Membuat tabel hasil

pengamatan secara cermat dan

3. Menganalisis dan

Menyajikan hasil

a. Diskusi kelompok untuk

menterjemahkan dan

menganalisis data hasil pengamatan

75,00

b. Menyajikan pemahaman baru √

c. Membuat kesimpulan √

4. Komunikasi a. Tiap kelompok menyampaikan

hasil eksperimen dan

kesimpulan di depan kelas

87,50

b. Memberikan tanggapan

terhadap kesimpulan kelompok siswa yang lain

√ c. Memperhatikan penjelasan guru

dan menanyakan hal-hal yang dianggap belum jelas

√ d. Mengumpulkan laporan tertulis √

Rata-rata 81,77%

Pada tabel 4.9 menunjukkan hasil observasi kegiatan siswa ketika pembelajaran dengan menggunakan pendekatan pembelajaran inkuiri. Persentase tiap indikator menghasilkan rata-rata persentase sebesar 81,77% dengan kategori sangat baik. Rata-rata hasil persentase pada siklus I dan II dari semua indikator meningkat dari 60,42% menjadi 81,77% (Lampiran 38). Pada siklus II ini, siswa paling aktif dan dapat terbentuknya suatu konsep dalam mengikuti pembelajaran yang berdasarkan penemuan yang berkategorikan sangat baik.

2) Lembar Observasi Guru

Kegiatan guru selama proses pembelajaran diamati dengan menggunakan lembar observasi. Hasil observasi kegiatan guru di uraikan pada tabel berikut:

Tabel 4.10. Data Observasi Kegiatan Guru pada Siklus II

No. Tahapan

Inkuiri Aspek Tiap Tahapan yang Diamati

Skala

4 3 2 1

1. Merumuskan Masalah

a.Mengajukan pertanyaan yang

mengarah pada penyelidikan √

b.Mencari data informasi dan memahami tentang permasalahan yang telah diberikan

√ c.Melakukan diskusi kelompok untuk

merumuskan hipotesis √

2. Melakukan Percobaan

a.Memilihan/menggunakan alat dengan benar sesuai dengan prosedur praktikum

√ b.Menggunakan metode dan prosedur

praktikum sesuai dengan urutan yang telah ditetapkan

√ c.Mengamati perubahan yang terjadi

dengan teliti √

d.Membandingkan literatur dengan

hasil temuan √

e.Mencatat data sesuai hasil

pengamatan √

f. Membuat tabel hasil pengamatan secara cermat dan terorganisasi √ 3. Menganalisis

dan

Menyajikan Hasil

a.Diskusi kelompok untuk

menterjemahkan dan menganalisis data hasil pengamatan

b.Menyajikan pemahaman baru √

c.Membuat kesimpulan √

4. Komunikasi a.Tiap kelompok menyampaikan hasil eksperimen dan kesimpulan di depan kelas

√ b.Memberikan tanggapan terhadap

kesimpulan kelompok siswa yang lain

√ c.Memperhatikan penjelasan guru dan

menanyakan hal-hal yang dianggap belum jelas

√ d.Mengumpulkan laporan tertulis √

Persentase siklus (%) 83,82

Kategori Sangat Baik

Tabel 4.10 menunjukkan kesesuaian cara mengajar guru dalam menerapkan RPP berkategori sangat baik. Terjadi peningkatan presentase dari siklus I ke siklus II. Peningkatan ini terlihat pada proses komunikasi. Peran guru pada saat pembelajaran tidak mendominasi kelas tetapi memberikan banyak waktu untuk siswa terlibat langsung selama pembelajaran. Sehingga siswa bisa aktif, dalam menyelesaikan masalah yang ada dalam pembelajaran. (Lampiran 41)

3) Catatan Lapangan

Pengamatan selama proses pembelajaran berlangsung dapat diuraikan dalam catatan lapangan. Uraian lengkap pada lembar catatan lapangan pada siklus II dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.11. Hasil Catatan Lapangan Siklus II No.

Hal-hal yang Teramati dalam Pelaksanaan Inkuiri

Tindakan Uraian

Guru Siswa

1. Merumuskan Masalah

-Mampu mengarahkan siswa untuk mengajukan pertanyaan.

-Menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh

siswa.

-Terbiasa dalam mengajukan pertanyaan.

-Ada usaha untuk mencari sumber lain. -Mulai terbiasa berdiskusi kelompok. -Percaya diri dalam menyampaikan

hipotesis. 2. Melakukan

Percobaan

-Pengawasan sudah menyeluruh pada setiap kelompok.

-Mampu mengarahkan siswa untuk

membandingkan literatur dengan hasil temuan.

-Serius dalam praktikum.

-Kerja sama antar anggota kelompok sudah terjalin dengan baik.

-Terbiasa dalam mengamati hasil temuan, penyajiannya.

-Mampu membandingkan literatur dengan hasil temuan.

3. Menganalisis dan Menyajikan Hasil -Semua kelompok mendapat pengawasan guru dalam proses diskusi. -Mampu membimbing

diskusi kelompok, agar siswa dapat menyajikan pemahaman baru dan menyimpulkan hasil temuan mereka sesuai dengan indikator.

-Seluruh siswa aktif dalam proses diskusi untuk menganalisis dan menyajikan hasil praktikum. -Percaya diri dalam menyampaikan

pendapat dan menyajikan pemahaman baru.

-Mulai tepat menyimpulkan hasil temuan mereka dari kegiatan praktikum tentang arah pergeseran kesetimbangan kimia.

4. Komunikasi -Kepemimpinan guru dalam diskusi sudah baik. -Kesimpulan yang

diberikan sudah mengarah pada indikator, sehingga siswa termotivasi untuk bertanya.

-Percaya diri ketika menyampaikan hasil diskusi.

-Mampu menghargai pendapat orang lain, senantiasa menyimak setiap siswa yang sedang menyampaikan pendapat dan tidak malu untuk bertanyaan.

Berdasarkan tabel 4.11 pada saat merumuskan masalah tampak siswa mampu dalam mengajukan pertanyaan dan ada usaha untuk mencari sumber lain dengan berkunjung ke perpustakaan sekolah. Siswa juga mulai terbiasa berdiskusi dalam kelompok masing-masing dengan posisi yang telah ditentukan. Sehingga pengawasan guru sudah menyeluruh pada setiap kelompok. Siswa malai percaya diri dalam menyampaikan hipotesis yang telah ditetapkan oleh tiap-tiap kelompok.

Pada saat melakukan percobaan tampak siswa serius dalam melakukan langkah kerja praktikum. Tidak ada lagi siswa yang

mengganggu siswa lain saat proses pembelajaran berlangsung. Kerja sama antar anggota kelompok sudah terjalin dengan baik. Guru mampu mengarahkan siswa membandingkan literatur dengan hasil temuan.

Pada saat diskusi untuk menganalisis dan menyajikan hasil, seluruh siswa aktif dalam proses diskusi kelompok. Guru mulai mampu membimbing diskusi kelompok, agar siswa dapat menyajikan pemahaman baru dan menyimpulkan hasil temuan mereka sesuai dengan indikator. Siswa mulai percaya diri dalam menyampaikan pendapat dan menyajikan pemahaman baru.

Pada saat proses komunikasi, seluruh siswa aktif dan tampak percaya diri ketika menyampaikan hasil diskusi. Seluruh siswa mampu menyimak penjelasan yang disampaikan. Sehingga proses komunikasi dapat berlangsung dengan baik.

4) Wawancara

Hasil wawancara dengan guru dan siswa pada akhir siklus II ini menunjukkan perubahan yang positif, hasil wawancara pada siklus II ini dapat di lihat pada tabel berikut:

Tabel 4.12. Hasil Wawancara dengan Siswa Siklus II

No. Hal yang

Ditanyakan Pernyataan Siswa

1. Merumuskan Masalah

-Siswa mulai senang dalam berdiskusi karena dapat bertukar pikiran.

-Guru sudah mampu menguasai kelas, sehingga siswa dapat terkondisikan dengan baik.

2. Melakukan Percobaan

-Senang karena dapat mengetahui beberapa nama dan kegunaan alat di laboratorium. -Mampu melakukan langkah kerja praktikum

yang tertera dalam LKS.

-Tidak merasa bingung dalam mengolah hasil temuan.

3. Menganalisis dan Menyajikan hasil

-Siswa senang karena dapat bisa memecahkan masalah bersama-sama ketika mengalami kesulitan dalam menyajikan pemahaman baru. -Tidak merasa malu lagi untuk menyampaikan

pendapat pada temannya.

-Pengaturan posisi duduk yang tepat untuk melakukan diskusi.

4. Komunikasi -Siswa senang bisa bertukar pikiran. -Siswa merasa percaya diri untuk

menyampaikan hasil diskusi dan menjawab pertanyaan yang diajukan kelompok lain. -Tidak malu lagi dalam menyampaikan

pendapat didepan teman yang lainnya. -Kesimpulan yang diberikan guru cukup jelas,

sehingga siswa tidak bingung lagi untuk mengajukan pertanyaan.

Dokumen terkait